Categories
Vaksin

Syarat Penerima Vaksin Covid Gratis dan Harus Cek Kesehatan

Masyarakat tidak perlu khawatir dengan program vaksin Covid-19 ini dilakukan secara gratis di berbagai daerah, termasuk DKI Jakarta dan kota lainnya. Jelang sekolah tatap muka yang dilakukan secara terbatas pada Juli 2021, prioritas yang dilakukan untuk divaksinasi pada para guru dan tenaga pendidik. Beberapa lokasi vaksinasi sudah melayani vaksinasi guru, baik secara kolektif maupun individual.

Syarat untuk bisa mendapatkan vaksin corona salah satunya harus sehat tanpa penyakit penyerta

Praktis dan relatif cepat, berikut daftar program vaksinasi COVID-19 untuk lansia dan tenaga pendidik di berbagai tempat di DKI Jakarta dan kota lainnya. Vaksin yang diberikan ini gratis dan ada beberapa syarat penerima vaksin covid yang perlu diketahui.

Pada tahap pertama, tenaga kesehatan menjadi prioritas utama penerima vaksin di mana pemerintah akan mengirimkan SMS blast kepada para Tenaga Kesehatan (Nakes) yang akan divaksin tersebut. Bagi para Nakes yang telah mendapatkan SMS tersebut, diminta untuk melakukan pengecekan Nomor Induk Kependudukan (NIK) melalui situs pedulilindungi.id. 

Cara Cek Penerima Vaksin COVID-19 Sementara bagi masyarakat yang ingin mengetahui apakah nama dan NIKnya masuk sebagai daftar penerima vaksin pertama, bisa melakukan pengecekan dengan langkah berikut seperti dikutip dari akun instagram Peduli Lindungi:

  • Kunjungi laman pedulilindungi.id. 
  • Periksa status NIK Anda dalam program vaksinasi COVID-19 dengan mengklik kolom “Periksa” yang berada di bagian paling atas. 
  • Masukkan nama sesuai KTP dan NIK Anda. 
  • Jika NIK sudah terdaftar di pedulilindungi.id, maka akan ada tampilan pemberitahuannya. 
  • Jika NIK Anda belum terdaftar, namun telah mendapatkan sms blast atau Anda merupakan anggota Tenaga Kesehatan (Nakes), maka segera kirimkan data berupa Nama, NIK, alamat, nomor HP, tipe nakes dan Surat Keterangan dari Kepala Fasyankes melalui email [email protected] dengan judul “VAKSIN NAKES_NIK Anda”.

Keputusan Kemenkes itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/I/368/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 pada Kelompok Sasaran Lansia, Komorbid, dan Penyintas Covid-19, serta Sasaran Tunda.

Dalam surat edaran tersebut, pemberian vaksinasi pada kelompok lansia diberikan sebanyak dua dosis dengan interval pemberian selama 28 hari.

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) sendiri telah memberikan rekomendasi terbaru mengenai pemberian vaksin Covid-19 Sinovac. Rekomendasi dilengkapi dengan syarat lansia yang boleh mendapatkan vaksin berdasarkan tingkat kerapuhan.

Untuk individu dengan usia diatas 59 tahun, kelayakan vaksin Coronavac ditentukan oleh kondisi frailty [kerapuhan] dari individu tersebut, yang diperoleh dari kuesioner.

Dari kuesioner itu, diperoleh angka yang menjadi dasar boleh atau tidaknya seorang lansia mendapatkan vaksin Covid-19. Jika nilai yang diperoleh di atas 2, maka individu belum layak untuk mendapatkan vaksinasi. Sebaliknya, jika di bawah 2, maka boleh mendapatkan vaksinasi.

Kuesioner sendiri terdiri dari lima pertanyaan yang harus dijawab dengan jujur, seperti berikut.

1. Resistensi

Dengan diri sendiri atau tanpa bantuan alat, apakah Anda mengalami kesulitan untuk naik 10 anak tangga dan tanpa istirahat di antaranya?

Jika ‘iya’, skor = 1

Jika ‘tidak’, skor = 0

2. Aktivitas

Seberapa sering dalam empat minggu Anda merasa kelelahan?

Pilihan jawaban:

1 – sepanjang waktu

2 – sebagian besar waktu

3 – kadang-kadang

4 – jarang

Jika jawaban 1 atau 2, skor = 1

Jika jawaban 3 atau 4, skor = 0

3. Penyakit lebih dari 4

Apakah dokter pernah mengatakan tentang penyakit Anda? Jika iya, ada berapa dari 11 penyakit utama berikut yang Anda derita?

Berikut daftar penyakitnya:

hipertensi, diabetes, kanker selain kanker kulit kecil, penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke, dan penyakit ginjal.

Jika jawaban 0-4 penyakit, skor = 0

Jika jawaban 5-11 penyakit, skor = 1

4. Usaha berjalan

Dengan sendiri atau tanpa bantuan, apakah Anda mengalami kesulitan berjalan kira-kira sejauh 100-200 meter?

Jika jawaban ‘iya’, skor = 1

Jika jawaban ‘tidak’, skor = 0

5. Hilangnya berat badan

Berapa berat badan Anda dengan mengenakan baju tanpa alas kaki saat ini? Satu tahun yang lalu, berapa berat badan Anda dengan mengenakan baju tanpa alas kaki?

Jawaban harus diberikan dalam bentuk persentase.

Berikut cara menghitung berat badan dalam persen:

[(berat badan 1 tahun yang lalu – berat badan sekarang) / berat badan 1 tahun lalu] x 100 persen

Jika hasil >5% (mewakili kehilangan berat badan 5 persen), skor = 1

Jumlahkan semua skor dari kelima poin di atas. Jika jumlah skor 1-2, maka masuk dalam kategori pre-fail atau pra-rapuh dan boleh mengikuti vaksinasi. Sementara jika jumlah skor >2, maka masuk dalam kategori frail atau rapuh dan tak disarankan mengikuti vaksinasi.