Categories
Obat

Cara Ampuh Mengatasi Pruritus Kulit selain Minum Obat Gatal

Gatal atau pruritus adalah kondisi kesehatan ringan yang seringkali menyebabkan rasa tidak nyaman. Bahkan banyak orang yang tidak bisa tidur, stres, hingga mengalami iritasi karena garukan yang kuat. Selain minum obat gatal, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghilangkan gatal di kulit.

Cara Menghilangkan Gatal di Kulit dengan Bahan Alami

  1. Oleskan lidah buaya

Ternyata, lidah buaya bisa menjadi obat gatal alami untuk kulit. Gel lidah buaya ini mampu mengatasi gatal ringan pada kulit, termasuk iritasi atau digigit serangga. 

Menghilangkan kulit gatal menggunakan lidah buaya ini juga akan memberikan sensasi dingin pada kulit, sehingga akan terasa nyaman pada kulit yang bermasalah.

  1. Mengoleskan cuka apel

Obat gatal dari bahan alami selanjutnya adalah cuka apel. Dalam cuka apel terkandung asam asetat yang digunakan sudah sejak ribuan tahun lalu sebagai desinfektan dan antiseptik alami untuk atasi luka.

Cuka apel ini disebut juga bisa membantu menghilangkan rasa gatal pada kulit. Anda bisa mencampurkan cuka apel dengan air bersih 1:1. Lalu, oleskan larutan tersebut pada kulit hingga kering. Kemudian bilas menggunakan air hangat. Namun, perlu berhati-hati saat menggunakan cuka apel ini. Sebab cairan ini bisa membuat luka terbuka jadi iritasi. Jangan mengoleskan cuka apel pada kulit pecah-pecah atau berdarah.

  1. Kompres dingin

Kulit gatal juga bisa diatasi dengan kompres dingin. Gunakan kompres menggunakan kain yang dibasahi air dingin atau kompres es ke area tubuh yang gatal. Diamkan selama 5-10 menit. 

Kulit yang didinginkan ini akan membantu mengurangi peradangan yang menjadi penyebab rasa gatal kulit.

  1. Menjaga kelembapan kulit

Rasa gatal bisa juga disebabkan oleh kulit yang kering. Itulah kenapa pentingnya menjaga kelembapan kulit dengan menggunakan lotion, krim, dan memperbanyak minum air putih.

Gunakan pelembap setelah mandi saat kulit masih agak terasa lembap. Lembapkan juga sebelum tidur dan setelah terkena air.

  1. Hindari pemicu iritasi

Anda juga perlu menghindari apa penyebab iritasi dan rasa gatal di kulit. Beberapa hal tersebut adalah air panas, tanaman, wol dan serat sintetis, produk perawatan kulit yang mengandung pewarna dan pewangi, adanya perubahan suhu, dan stres.

Jika rasa gatal disebabkan oleh alergi, maka pastikan kulit tak lagi melakukan kontak dengan sumber pemicu alergi.

  1. Gunakan minyak mentol

Minyak esensial mentol bisa menjadi pilihan untuk menghilangkan rasa gatal pada kulit. Mentol punya efek mendinginkan dan bisa membantu menghilangkan rasa sakit hingga gatal.

Minyak menthol cukup mudah digunakan dan praktis. Anda cukup mengoleskan minyak mentol yang sudah diencerkan ke area yang terasa gatal. Gunakan dua kali sehari setidaknya selama dua minggu.

  1. Berhenti menggaruk

Kulit yang gatal pasti secara spontan akan digaruk. Padahal sebenarnya menggaruk tidak menghilangkan gatal, namun membuat kulit jadi rentan iritasi dan lecet. 

Ketika rasa gatal menjadi-jadi, maka berhentilah menggaruk. Anda bisa menggunakan pakaian yang nyaman dipakai dan pastikan kuku tidak akan melukai kulit. 

  1. Gunakan humidifier

Humidifier juga bisa digunakan untuk menghilangkan rasa gatal. Humidifier ini akan menjaga kelembapan ruangan dan rasa gatal bisa dicegah.

  1. Gunakan obat gatal

Nah, apabila semua cara di atas sudah Anda lakukan, tapi rasa gatal tak kunjung hilang. Mungkin Anda perlu menggunakan obat gatal. Ada berbagai obat gatal yang dijual di apotek, seperti hidrokortison misalnya. Obat oles ini bisa menghambat respons peradangan pada tubuh, sehingga menenangkan kulit yang terasa gatal.

Anda juga bisa mengonsumsi obat antihistamin untuk mengatasi alergi yang menyebabkan rasa gatal.

Penggunaan obat gatal yang dibeli di apotek harus disesuaikan dengan penyebabnya. Maka sebaiknya periksakan ke dokter terlebih dahulu agar tidak salah pengobata.

Categories
Obat

Zensoderm, Obat untuk Kulit

Zensoderm krim adalah obat yang mengandung komposisi aktif Betamethasone Valerate and Gentamicin Sulfate. Obat ini tergolong pada obat keras yang membutuhkan resep untuk dipakai.

Zensoderm krim bekerja dengan cara menghambat pembentukan, aktivitas, dan pelepasan berbagai sel dan bahan kimia; menekan sintesis protein pada bakteri yang rentan pada tubuh Anda. Obat ini diindikasikan untuk perawatan kulit seperti gatal, kemerahan, infeksi mikroba, bengkak dan kondisi lainnya. Zensoderm krim juga dapat digunakan untuk tujuan yang tidak tercantum dalam panduan pengobatan.

Jika Anda melewatkan satu dosis, gunakan segera setelah Anda menyadarinya. Jika mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlewat dan lanjutkan jadwal pemberian dosis Anda. Jangan gunakan dosis ekstra untuk mengganti dosis yang terlewat. 

Anda disarankan untuk jangan gunakan lebih dari dosis zensoderm yang ditentukan. Menggunakan lebih banyak obat tidak akan memperbaiki gejala Anda; melainkan dapat menyebabkan keracunan atau efek samping yang serius. Jika Anda mencurigai bahwa Anda atau siapapun yang mungkin telah overdosis dari zensoderm krim, segera ke UGD rumah sakit terdekat atau rumah perawatan. Bawalah kotak obat, wadah, atau label untuk membantu dokter dengan informasi yang diperlukan.

Jangan berikan obat Anda kepada orang lain meskipun Anda tahu bahwa mereka memiliki kondisi yang sama atau tampaknya mereka memiliki kondisi serupa, karena hal ini dapat menyebabkan overdosis. Simpan zensoderm krim pada suhu ruangan, jauh dari panas dan cahaya langsung. Jangan membekukan obat-obatan kecuali diminta oleh sisipan paket dan jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Sebelum menggunakan zensoderm krim, Anda disarankan untuk memberitahu dokter Anda tentang daftar obat Anda yang Anda gunakan saat ini, produk yang dijual bebas (misalnya vitamin, suplemen herbal, dll.), alergi, penyakit yang sudah ada sebelumnya, dan kondisi kesehatan saat ini (misalnya kehamilan, operasi yang akan datang, dll. ). Berikut beberapa poin penting yang perlu Anda ketahui dan diskusikan dengan dokter jika menggunakan zensoderm:

  • Hindari kontak dengan mata
  • Gunakan dengan hati-hati pada anak-anak
  • Jika Anda hamil, berencana hamil atau menyusui
  • Jika digunakan usia lanjut
  • Reaksi alergi kulit bisa terjadi
  • Memiliki penyakit ginjal yang sudah ada sebelumnya
  • Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menggunakan obat ini pada luka terbuka, kulit kering, pecah-pecah, iritasi, atau terbakar sinar matahari.
  • Cuci tangan Anda sebelum dan sesudah mengoleskan zensoderm krim. Bersihkan dan keringkan area kulit yang akan dirawat.
  • Jangan mencuci area yang dirawat setelah segera mengoleskan zensoderm krim. Hindari juga penggunaan produk lain di area yang dirawat kecuali diarahkan oleh dokter Anda.
  • Menerapkan jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan pengelupasan. Gunakan lapisan yang lebih tipis atau jumlah obat yang lebih sedikit untuk menghindari pengelupasan.
  • Hindari mendapatkan obat ini di mata atau hidung atau mulut Anda.

Beberapa kondisi kesehatan mungkin membuat Anda lebih rentan terhadap efek samping zensoderm. Oleh karena itu, Anda harus menggunakan seperti yang diarahkan oleh dokter Anda atau ikuti petunjuk yang tercetak pada produk. Dosis ditentukan berdasarkan kondisi Anda. Beritahu dokter jika kondisi Anda tidak berubah atau menjadi lebih buruk.

Categories
Obat

Efek Samping Penggunaan Terikortin

Merupakan salah satu obat yang digunakan untuk mengobati radang yang disertai dengan infeksi bakteri disebut dengan terikortin. Obat ini mengandung hydrocortisone termasuk dalam obat kortikosteroid dan tetracycline yang mana merupakan masuk dalam kategori antibiotik,jenis glukokortikoid hormon yang digunakan sebagai agen anti inflamasi dan imunosupresan.

Secara alami hormon ini dinamakan kortisol, diproduksi oleh zona fasciculata pada korteks adrenal yang fungsinya meningkatkan kadar gula darah melalui glukoneogenesis, menekan sistem kekebalan tubuh dan membantu proses metabolisme lemak, protein dan karbohidrat. Obat ini bekerja dengan cara menghambat sintesis protein dengan mekanisme subunit 30s ribosom bakteri.

Indikasi dan Kontra Indikasi

Terikortin dapat digunakan secara topikal untuk mengobati penyakit eksim, dermatitis kontak dan penyakit kulit lainnya. Terutama yang peka terhadap kortikosteroid, termasuk efek antibakteri juga dinginkan.

Sementara itu hydrocortisone juga merupakan salah satu kortikosteroid topikal yang disarankan dikonsumsi untuk bayi dengan usia di bawah satu tahun. Dipakai untuk mengatasi ruam kulit yang disertai manifestasi inflamasi berat akibat penggunaan popok, eksim atopik dan gigitan serangga.

Sangat disarankan untuk tidak menggunakan obat ini pada pasien dengan riwayat hipersensitif terhadap hydrocortisone atau tetracycline. Selain itu, obat ini juga sebaiknya tidak diberikan pada pasien yang menderita infeksi jamur sistemik, penderita TBC aktif, herpes zoster, herpes simplex hingga infeksi virus lain.

Efek Samping Obat

Perhatikan dengan benar penggunaan obat ini dalam jangka panjang bisa menyebabkan atrofi, striae, telangiectasias, sensasi kulit seperti terbakar, rasa gatal, iritasi, kulit, kering, folikulitis, jerawat, hipopigmentasi, dermatitis kontak alergi, infeksi sekunder hingga malaria. Pada beberapa orang yang peka terhadap obat, penggunaan obat ini menimbulkan reaksi hipersensitif.

Perhatian Khusus

Pemakaian obat ini tidak boleh sembarangan dan harus sesuai dengan rekomendasi dokter, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan terhadap konsumsi obat ini. Karena memang penggunaan yang tidak disarankan akan menimbulkan beberapa dampak negatif bagi orang yang mengonsumsinya, berikut beberapa hal yang harus dipahami.

  • Jangan menggunakan obat ini pada area mata atau area di dekat mata.
  • Kulit yang diolesi krim obat ini sebaiknya tidak dibalut perban, karena mampu meningkatkan penyerapan ke dalam darah dan membuat efek samping sistemik.
  • Belum diketahui terkait kortikosteroid topikal apakah bisa diekskresikan melalui air susu ibu (ASI), tetapi karena potensi bahaya yang mungkin timbul pada bayi, sebaiknya penggunaan obat ini oleh ibu menyusui dilakukan dengan hati-hati.
  • Penyerapan ke dalam darah dapat terjadi lebih besar terhadap pasien anak usia di bawah enam tahun. Obat ini juga akan menimbulkan efek samping jika digunakan pada area kulit yang luas, jangka panjang dan penggunaan pakaian ketat pada area kulit yang diobati.
  • Pemakaian obat-obatan antibiotik bisa menyebabkan superinfeksi, kondisi ini berbentuk pertumbuhan bakteri yang tidak peka, namun jika terjadi sebaiknya dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Toleransi Kehamilan

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memasukkan hydrocortisone ke dalam kategori C dengan alasan bahwa penelitian pada reproduksi hewan menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai serta mengendali dengan baik pada manusia. 

Fakta buruk terikortin yang sudah terbukti pada janin hewan harus menjadi perhatian serius, meski jika ada alasan medis yang mengharuskan pemakaian obat ini. Dan tidak ada pilihan obat lain, penggunaan obat yang mengandung hydrocortisone pada perempuan hamil bisa dilakukan.