Categories
Uncategorized

Dua Bahan Balsem Alami Untuk Anak Termasuk Balsem Copal

Balsem bayi merupakan obat oles yang membantu untuk meringankan berbagai gejala yang dirasakan oleh Anak Anda seperti gejala flu, dan batuk. Sebelum Anda sebagai orang tua memberikan anak Anda balsam, harus di cek terlebih dahulu bahwa kandungan yang dimiliki balsam tersebut, aman dan memberikan manfaat untuk anak Anda, seperti pada balsem copal yang membantu mengatasi rasa pusing, mabuk perjalanan, gatal karena gigitan serangga dan masuk angin pada anak-anak.

Berdasarkan penelitian American Academy of Pediatrics (AAP) yang dilakukan pada 138 anak-anak berusia 2-11 tahun yang sedang batuk dan pilek. Prosesnya balsam dioleskan pada dada anak ketika waktu ingin tidur, proses itu dilakukan selama dua hari. Dari hasil tersebut batuk dan pilek anak semakin mereda disaat malam kedua. 

Kulit bayi memiliki kerentanan terhadap iritasi dibanding dengan kulit orang dewasa. Apa sebabnya?, sebab balsam untuk kulit orang dewasa tidak dapat digunakan oleh bayi. Balsam bayi hanya untuk untuk bayi dan anak-anak. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk menyesuaikan dengan kondisi anak.

Dua Macam Balsam Aman Untuk Bayi 

Kedua jenis balsam ini sangat aman digunakan oleh bayi karena mengandung bahan-bahan alami, seperti Chamomile dan eucalyptus. Kedua jenis ini dapat meredakan flu dan batuk. Apa saja perbedaan dan manfaat dari kedua bahan alami ini yaitu. 

  • Chamomile adalah ramuan lembut dan menenangkan dengan berbagai manfaat kesehatan untuk balita dan bayi. Saya sangat menyarankan untuk selalu memiliki kamomil di rumah ketika Anda memiliki anak kecil untuk membantu meringankan penyakit umum. 

Selain itu chamomile membantu menenangkan kegelisahan pada bayi, membuat rileks, dan meningkatkan kualitas tidur. Gangguan tidur umum terjadi pada bayi dan dapat disebabkan oleh berbagai hal kecemasan, sakit gigi, ketakutan akan kegelapan, mimpi buruk.

  • Sedangkan untuk Eucalyptus adalah ekspektoran alami yang dapat membantu mengatasi penyumbatan pernapasan. Ini membuat Eucalyptus menjadi favorit selama bulan-bulan musim dingin.

Eucalyptus radiata adalah spesies yang berbeda dari Eucalyptus globulus yang biasa ditemukan. Anak-anak dan bayi harus menggunakan Eucalyptus radiata. Meskipun Eucalyptus globulus aman untuk orang dewasa, sebaiknya tidak digunakan pada anak di bawah usia 2 tahun. Eucalyptus juga menjadi bahan utama di balsem copal 

Jauhkan Anak Dari Balsam Camphor (Kamper) 

Namun ada salah satu balsam yang harus dihindari oleh anak yaitu balsem camphor (kamper).  Berdasarkan penelitian The American Academy of Pediatric mengungkapkan bahwa usia anak-anak berkisar antara 15 sampai 36 bulan di Amerika, dua anak menelan kapur barus, dan 1 anak terpapar melalui penggosokan kapur barus berulang-ulang pada kulitnya. Semua 3 pasien menderita leukositosis, dan 2 pasien menderita hiperglikemia. Paparan terjadi sebagai akibat penggunaan kapur barus untuk tujuan spiritual, pengobatan dingin, atau pengendalian hama.

Kasus-kasus ini menyoroti toksisitas yang terkait dengan penggunaan kamper di masyarakat dan bahwa penggunaan produk kamper yang dijual secara ilegal secara tidak tepat merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting. Kamper mungkin merupakan sumber kejang yang umum, namun tidak diketahui, pada anak-anak di populasi etnis tertentu yang menggunakannya sebagai obat alami. Upaya diperlukan untuk mendidik masyarakat tentang bahaya penggunaan produk kapur barus dan untuk membatasi ketersediaan ilegal produk tersebut.

Jika Anda ingin Anak terhindar dari efek yang tidak diharapkan, Anda harus mengikuti petunjuk pemakaian yang ada pada kemasan, terutama pada balsam bayi yang akan dilakukan pengolesan pada tubuh bayi seperti dada, leher, dan punggung. Selain itu, mengoleskan balsam bayi pada area mata, mulut, wajah, tangan, pada kulit anak yang sedang mengalami iritasi kulit. 

Konsultasikan dahulu ke dokter anak sebelum memutuskan untuk memakaikan balsem bayi seperti balsem copal. Jika terjadi reaksi alergi, segera hentikan pemakaian dan periksakan ke dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *