Categories
Penyakit

Anterior Uveitis, Kasus Mata Merah yang Dapat Menyebabkan Kebutaan

Anterior uveitis adalah salah satu kondisi mata merah yang disebabkan oleh pembengkakan di lapisan tengah mata atau uvea, termasuk iris dan badan siliaris. Karena itu kondisi ini juga sering disebut dengan iritis. 

Biasanya, mata merah dikaitkan dengan debu halus atau kotoran yang masuk ke dalam mata. Tapi pada anterior uveitis, kondisi ini terjadi karena trauma pada mata, penyakit, atau tanpa penyebab yang jelas. Karena itu dua kondisi ini sering disamakan. Uveitis memang bukanlah kondisi yang serius, tapi jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan kebutaan dini. 

image Uveitis

Penyebab Anterior Uveitis

Uveitis terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan bagian mata yang mempengaruhi. Misalnya, uveitis anterior terjadi di bagian depan mata dan merupakan jenis uveitis yang paling ringan. Uveitis intermediet mempengaruhi bagian tengah mata, dan uveitis posterior yang terjadi di bagian belakang mata. Ada juga panuveitis yang mempengaruhi seluruh bagian mata.

Kebanyakan kasus uveitis, termasuk uveitis anterior, tidak memiliki penyebab yang jelas (idiopatik), sehingga kondisi tersebut dianggap sebagai penyakit autoimun yang hanya mempengaruhi mata. Namun ada beberapa hal yang dipercaya menjadi faktor penyebab uveitis, yaitu:

  • Efek samping penggunaan obat
  • Trauma atau cedera mata akibat benturan benda keras
  • Paparan racun atau bahan kimia 
  • Kondisi autoimun terkait, seperti penyakit Crohn, penyakit Kawasaki, kolitis ulseratif, psoriasis, artritis reumatoid, dan lain-lain
  • Infeksi yang dipercaya berkaitan, seperti AIDS, herpes, sifilis, toksoplasmosis, dan lain-lain

Pasien penderita autoimun sangat rentan terhadap uveitis. Pada kasus yang sangat jarang, kanker yang mempengaruhi mata seperti limfoma juga bisa memicu anterior uveitis.

Gejala Anterior Uveitis

Untuk membedakan anterior uveitis dengan kondisi mata merah biasa, dokter akan memeriksa tanda-tanda lainnya seperti:

  • Mata sakit, perih, nyeri, dan meradang
  • Sangat sensitif terhadap cahaya
  • Terdapat floaters atau bintik gelap mengambang di penglihatan
  • Penglihatan kabur
  • Pupul keci atau berbentuk tidak beraturan

Gejala tersebut bisa terjadi pada satu atau kedua mata. Dokter juga akan memeriksa bagian depan dan dalam mata dengan menggunakan mikroskop khusus, serta tes diagnostik lain untuk menemukan penyebab anterior uveitis yang dialami pasien.

Bisakah anterior uveitis diobati?

Anterior uveitis bisa diobati dengan obat mata yang diresepkan dokter, terkadang dikombinasikan dengan obat anti-inflamasi. Obat tetes mata ini berfungsi melebarkan pupil dan mengurangi rasa sakit. Saat pemakaian, obat ini memiliki efek samping mengaburkan penglihatan dan meningkatkan sensitivitas cahaya. Karena itu dokter akan menyarankan penggunaan kacamata hitam. Namun obat ini juga akan menenangkan otot iris, sehingga mata akan lebih nyaman. 

Dokter akan meresepkan obat mata tersebut untuk penggunaan beberapa hari atau bisa sampai berminggu-minggu. Gunakan obat secara teratur sesuai dengan dosis dan anjuran dokter. Jangan menghentikan penggunaan obat karena bisa menyebabkan kekambuhan. 

Jika kondisi tak kunjung membaik, dokter akan memberikan perawatan lain berupa suntikan steroid di bawah jaringan luar mata. Dokter juga mungkin memberikan obat steroid oral. 

Catatan

Anterior uveitis bisa terjadi pada orang sehat ataupun orang dengan kondisi medis tertentu, khususnya penyakit autoimun. Uveitis anterior pada individu yang sehat tak bisa dicegah karena seringkali penyebabnya tidak diketahui. Sedangkan pasien penderita autoimun rentan terhadap kondisi tersebut, dan sebisa mungkin melakukan upaya pencegahan dan pengobatan sedini mungkin.

Diagnosis dan penanganan yang terlambat bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti glaukoma, katarak, atau edema retina yang mengarah pada kebutaan permanen. 

Categories
Penyakit

Ragam Penyebab Flu di Dunia, Selain Covid-19

Sebagai sebuah penyakit menular, flu atau influenza merupakan jenis penyakit yang sudah cukup lama dikenal. Secara sekilas flu memang terlihat sebagai penyakit ringan. Namun, sejarah mencatat beberapa penyebab flu yang membawa pandemi di dunia. Ini disebabkan oleh berbagai mutasi virus flu yang berasal dari gen influenza yang berbeda-beda.

Lalu, apa saja virus penyebab flu yang sempat merebak menjadi pandemi dan memakan banyak korban jiwa?

H1N1 Virus pada Pandemi 1918

Salah satu pandemi terawal yang sempat dialami oleh umat manusia adalah pandemi pada tahun 1918-1919 yang disebabkan oleh virus H1N1. Sayangnya, tidak ada yang tahu dari mana sumber flu ini berasal. Meski begitu, Amerika Serikat mencatat bahwa virus H1N1 berasal dari gen Avian.

Pada saat pandemi tersebut berlangsung terdapat estimasi 500 juta manusia atau sepertiga dari populasi Bumi yang terjangkit dengan 50 juta kematian. Tingkat kematian paling tinggi pun terjadi pada anak-anak berusia kurang dari 5 tahun, individu berusia 20-40 tahun, dan lansia yang berusia lebih dari 65 tahun. Meski kini virus tersebut sudah banyak dikaji dan dievaluasi, namun penyebab mengapa pandemi memiliki dampak begitu besar masih sangat sulit diketahui.

Banyak yang memilih untuk mempercayai bahwa penyebab flu ini menjadi begitu mematikan adalah karena tidak adanya vaksin dan tidak adanya antibiotik untuk mengobati infeksi turunan akibat flu yang terjadi. Akibatnya intervensi yang dilakukan bukan dalam bentuk pengobatan, melainkan pencegahan. Persis seperti yang terjadi saat Coronavirus menyerang.

H2N2 Virus atau Asian Flu

Pada Februari 1957, jenis virus flu baru merebak di Asia Timur yang kemudian memicu pandemi yang dikenal sebagai Asian Flu. Virus ini pertama kali dilaporkan di Singapura sebelum kemudian terus menyebar ke daerah-daerah lain bahkan Amerika Serikat.

Tak jauh berbeda dari pandemi pendahulunya, virus H2N2 juga berasal dari gen Avian, namun dengan tipe virus influenza A. Virus ini terdeteksi dengan beberapa gejala seperti meriang, kaki yang terasa lemah, radang tenggorokan, flu disertai ingus, batuk, dan demam. Pada beberapa anak-anak, terutama yang laki-laki, turut menderita mimisan. Asian Flu umumnya terdiri dari 2-3 fase dengan fase kedua yang dimulai 2-14 hari setelah fase pertama terlewati dan menjadi fase kritis. Akibatnya, Asian Flu mengambil nyawa sedikitnya 1,1 juta dari populasi dunia.

Swine Flu atau Flu Babi

Sebelum Covid-19 muncul, dunia mengenal satu jenis pandemi flu terbaru di tahun 2009. Disebut juga sebagai Flu Babi, pandemi ini disebabkan oleh jenis virus baru yang belum pernah dikenali sebelumnya. Meski begitu, mutasi virus ini juga datang dari virus H1N1 dengan kombinasi gen baru yang bahkan sebenarnya tidak ditemukan pada binatang maupun manusia. Karenanya, virus ini juga disebut sebagai (H1N1)pdm09.

Karena sama-sama datang dari varian virus H1N1, maka mereka yang pernah terpapar oleh virus H1N1 memiliki antibodi yang dapat beradaptasi dan menangkal varian virus baru ini. Selain itu, vaksin flu musiman juga disebut membantu meminimalisir dampak buruk akibat persebaran virus flu babi. Meski begitu, tetap ada korban jiwa akibat Flu Babi. CDC mengestimasikan 151.700-575.400 jiwa melayang akibat virus ini.

Categories
Penyakit

Penanganan, Gejala, dan Penyebab Hepatitis C

Merupakan salah satu jenis penyakit hepatitis, diketahui bahwa penyebab hepatitis c adalah virus HCV.

Diketahui virus ini menyebar melalui kontak darah yang terinfeksi melalui jarum suntik atau peralatan lain yang banyak digunakan untuk konsumsi narkoba.

Hepatitis C merupakan penyakit yang sebenarnya bersifat jangka panjang, dan jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan komplikasi seperti sirosis dan kanker hati.

Lalu seperti apakah sebenarnya penyebab dan gejala penyakit ini?

Penyebab hepatitis c

Dilansir dari Medical News Today, terdapat beberapa hal yang menyebabkan penyakit ini. Umumnya penyakit ini disebabkan oleh virus HCV.

Selain itu, penyakit ini juga disebabkan oleh transfusi darah dari seorang penderita penyakit ke bukan penderita atau yang masih sehat.

Selain penyebab, penyakit ini juga dapat dengan mudah hinggap pada mereka yang memang mempunyai faktor-faktor risiko sebagai berikut:

  • Pertama, orang yang gemar menusukkan jarum suntik untuk penggunaan obat-obatan terlarang juga dapat terkena penyakit ini
  • Kedua, mereka yang menerima transfusi dan transplantasi organ
  • Ketiga, terkena paparan dari suntikan jarum. Biasanya adalah mereka yang bekerja di pelayanan kesehatan
  • Keempat, orang yang lahir dari ibu yang terkena Hepatitis C
  • Kelima, kontak seksual tanpa alat pengaman atau dalam berhubungan seksual tersebut menggunakan metode penetrasi lewat anal
  • Keenam, berbagi barang yang mudah menimbulkan luka seperti sikat gigi atau pisau cukur
  • Ketujuh, suntikan dari bagian perawatan kecantikan
  • Kedelapan, merajah tato secara sembarangan 

Gejala hepatitis c

Dalam beberapa kasus, mereka yang menderita Hepatitis C terkadang sama sekali tidak menunjukkan gejala.

Umumnya gejala penyakit ini bisa dimulai dari penyakit ringan yang berlangsung selama beberapa minggu hingga penyakit berat dan kronis.

Pada Hepatitis C yang akut, gejala akan muncul pada 2 hingga 12 minggu setelah tertular. Gejalanya sendiri sangat tidak mudah ditebak dan bisa muncul mendadak, serta tidak diketahui secara pasti kondisi gejala ini sehingga oleh para ahli disebut sebagai silent epidemic.

Adapun beberapa kondisi umum dari gejala penyebab Hepatitis C akut ini adalah penderita akan merasakan demam, mengalami kelelahan, sakit perut, kehilangan selera makan, mual atau muntah, urine berwarna gelap, nyeri sendi, dan mengalami penyakit kuning walaupun jarang.

Pada Hepatitis C yang kronis adalah tidak menunjukkan gejala apapun seperti halnya pada akut mengingat kronis adalah situasi ketika tubuh tidak dapat membersihkan virus sama sekali.

Adapun gejala hanya akan dirasakan saat si penderita menjalani penapisan dan tes darah rutin untuk donor darah.

Penanganan hepatitis c

Untuk bisa menangani Hepatitis C ini biasanya dokter akan meminta Anda meminum obat antivirus dalam rentang waktu 8-24 minggu.

Obat antivirus ini dipercaya dapat langsung menyembuhkan sebagian besar kasus Hepatitis C, baik akut maupun kronis.

Meski begitu terdapat efek samping dari penggunaan obat ini, yaitu penderita akan mengalami sakit kepala dan merasa lelah.

Obat bekerja langsung dengan menargetkan siklus hidup virus HCV untuk dihancurkan. Di pasaran obat ini tersedia dengan nama Zepatier, Mayvret, Harvoni, Pegasys, dan Sovaldi.

Pemberian obat tergantung pada genotipe virus. Pemberian obat ini memudahkan para tenaga medis untuk menyembuhkan para penderita virus.

Meskipun demikian penanganan melalui pemberian obat antivirus ini cukup mahal biayanya, sehingga Anda disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan penyedia jasa kesehatan langganan Anda mengenai pembayaran.

Itulah mengenai penyebab hepatitis c beserta gejala dan penanganannya yang perlu Anda ketahui saat Anda terkena penyakit tersebut.

Categories
Penyakit

Mengatasi Hidung Meler dan Mata Bengkak karena Menangis

Pernahkah Anda berada di situasi menangis terlalu lama dan berakhir dengan mata bengkak? Tidak hanya mata, hidung meler seperti mengeluarkan cairan ingus juga terjadi saat orang terlalu lama menangis. Menangis adalah hal yang lumrah. Bahkan ada beberapa kasus dimana menangis tanpa sebab dialami oleh sebagian orang. Adanya air mata yang keluar tanpa sebab biasanya disebabkan karena iritasi mata. Selain itu, faktor kesedihan secara emosional adalah penyebab seseorang pada akhirnya menangis. 

Mengapa Seseorang Menangis?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, menangis adalah respon tubuh yang alami. Berikut beberapa penjelasan mengapa seseorang bisa menangis.

Iritasi Mata

Secara umum, iritasi mata bisa disebabkan karena berbagai hal, mulai dari asap rokok, alergi, paparan debu, infeksi, hingga pemakaian lensa kontak dalam waktu yang cukup lama.  Iritasi menyebabkan mata gatal dan berwarna merah. Gejala umum seseorang mengalami iritasi adalah sensasi terbakar pada area mata, beberapa kasus menemui mata sensitif terhadap cahaya, dan mata berarir. Itulah alasan mengapa seseorang terkadang tiba-tiba terlihat seperti menangis, karena matanya terkena iritasi.

Menangis karena Emosional

Menangis adalah hal lumrah. Ada berbagai penyebab mengapa seseorang menangis, mulai dari pengaruh hormon, kelelahan, merasa stres, cemas, depresi, hingga sedang berduka. Manusia butuh meluapkan emosinya, karena dengan menangis, kita mendapatkan berbagai manfaat seperti menyeimbangkan emosi, memperbaiki suasana hati dan mengurangi stres. Selain itu, menangis juga dapat melawan bakteri, lho! Air mata mengandung lysozyme, yaitu senyawa antibakteri yang dapat meminimalisir risiko terinfeksi beragam bakteri seperti antraks, dan lain-lain. 

Namun, tidak jarang saat seseorang terlalu larut saat menangis menyebabkan hidung meler dan mata menjadi bengkak. Tidak hanya itu, mata juga terasa panas dan berwarna kemerahan. Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi hidung meler dan mata bengkak karena menangis?

Tips Atasi Hidung Meler dan Mata Bengkak Setelah Menangis

Menangis dalam waktu yang lama akan menimbulkan beberapa efek pada hidung dan mata. Misalnya, hidung yang mengeluarkan cairan ingus dalam jumlah yang banyak hingga mata menjadi merah dan bengkak. Berikut cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut! 

  • Bersihkan dengan tisu. Cara ampuh membersihkan cairan ingus saat menangis adalah menggunakan tisu. Itulah alasan mengapa saat menangis lebih baik menyediakan tisu. Setiap saat ingus keluar, Anda bisa segera membersihkannya.
  • Kompres dengan air dingin. Kompres dingin memiliki fungsi meredakan pembengkakan pada mata akibat menangis terlalu lama. Cara menyediakan kompres dingin cukup mudah. Siapkan handuk kecil, rendam di air es selama kurang lebih 2 menit. Kemudian letakkan di kedua mata yang bengkak.
  • Menggunakan irisan timun. 

Tak hanya kompres dingin, mata bengkak bisa diatasi dengan irisan timun. Supaya lebih segar, Anda dapat menyimpan timun di kulkas terlebih dahulu. Apabila sudah dingin, iris menjadi bulatan dan tempelkan pada kedua mata yang bengkak. Hal tersebut dilakukan karena mentimun mengandung caffeic dan asam askorbat, zat yang berfungsi menurunkan retensi air dan meredakan mata bengkak. 

  • Kompres kantong teh

Selain menggunakan handuk dan irisan mentimun, redakan mata bengkak dengan menggunakan kantong teh. Sebelum meletakkannya di kedua mata, basahi terlebih dahulu kantong teh dan dinginkan kurang lebih sekitar 20 menit. Kandungan kafein dalam kantong teh dapat melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi pembengkakan pada mata. 

Itulah cara mengatasi hidung meler dan mata bengkak setelah menangis. Meluapkan kesedihan dengan menangis adalah hal lumrah. Namun, jika menangis dialami seseorang dengan berlebihan, maka dapat menyebabkan hidung meler dan mata menjadi bengkak.

Categories
Penyakit

Mengenal Gejala Kelainan Pada Ginjal

Salah satu fungsi penting dari ginjal adalah menyaring limbah seperti racun yang nantinya akan dikeluarkan melalui urin. Kelainan pada ginjal dapat mengakibatkan berbagai masalah pada bagian organ tubuh lainnya. Kelainan pada ginjal bisa disebabkan oleh penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi atau penyakit bawaan.

Ada tidaknya kista di ginjal perlu diagnosis dari dokter

Gejala Kelainan Pada Ginjal

Kelainan atau penyakit pada ginjal dapat luput dari perhatian dan terkadang penderita baru sadar saat gejala sudah bertambah parah. Untuk itu, ada baiknya Anda memperhatikan gejala penyakit ginjal berikut ini:

  • Mudah lelah
  • Sulit berkonsentrasi
  • Susah tidur
  • Kram otot
  • Pergelangan kaki bengkak
  • Bengkak di sekitar mata pada pagi hari
  • Kulit kering dan bersisik
  • Frekuensi buang air kecil menjadi lebih sering terutama pada larut malam
  • Urin berbusa

Dan jika Anda mengalami gejala berikut ini, artinya penyakit ginjal yang Anda derita sudah parah dan dapat mengakibatkan gagal ginjal.

  • Mual dan muntah
  • TIdak nafsu makan
  • Retensi cairan
  • Anemia
  • Penurunan gairah seksual
  • Tingginya kadar kalium dalam tubuh atau hiperkalemia
  • Radang perikardium (kantung berisi cairan yang menutupi jantung)

Faktor Risiko Terkena Penyakit Ginjal

Kelainan pada ginjal yang menyebabkan penyakit bisa dikarenakan bawaan lahir, namun juga bisa karena penyakit lainnya. Seperti penderita diabetes yang berisiko tinggi terkena penyakit ginjal. Selain itu beberapa faktor dibawah ini juga meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ginjal seperti:

  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Faktor keturunan dari anggota keluarga lain yang menderita penyakit ginjal kronis seperti penyakit ginjal polikistik 
  • Faktor umur
  • Keturunan India Afrika, Hispanik, Asia, atau Amerika

Cara Mendiagnosis Kelainan Pada Ginjal

Dokter akan menjalankan serangkaian tes untuk melihat apakah ginjal Anda berfungsi dengan baik, yang meliputi:

  • Laju filtrasi glomerulus (GFR)

Tes yang bertujuan untuk menentukan seberapa baik kinerja ginjal dan menentukan stadium penyakit ginjal.

  • Pemindaian ultrasound atau computed tomography (CT)

Dengan melakukan pemindaian ultrasound dan CT scan, maka gambaran ginjal dan saluran kemih akan terlihat jelas. Tes ini juga bisa menunjukkan adanya kista, tumor atau masalah struktural lainnya.

  • Biopsi ginjal

Selama melakukan biopsi, dokter akan mengeluarkan potongan kecil jaringan dari ginjal. Sample jaringan tersebut akan membantu dokter untuk menentukan jenis penyakit dan seberapa besar kerusakan pada ginjal.

  • Tes urin

Dokter juga kemungkinan akan meminta sampel urin untuk menguji albumin. Albumin adalah protein yang dapat masuk ke dalam urin saat ginjal mengalami kerusakan.

  • Tes kreatinin darah

Tes kreatinin akan menunjukkan kinerja ginjal pasien. Jika ginjal mengalami masalah, maka tingkat kreatinin dalam darah akan meningkat.

Pengobatan Kelainan Pada Ginjal

Beberapa pengobatan yang ada hanya dapat mengurangi gejala yang ada seperti pada penyakit ginjal polikistik. Dan untuk permasalahan ginjal lainnya, pengobatan akan berfokus untuk mengendalikan penyakit yang menyebabkan masalah pada ginjal.

Nantinya dokter akan membantu pasien untuk mengontrol tekanan darah, gula darah dan kadar kolesterol.

Guna mencegah penyakit semakin parah, penderita harus menjalankan gaya hidup sehat yaitu dengan:

  • Mengurangi makanan tinggi kolesterol dan garam.
  • Berhenti merokok
  • Berolahraga
  • Menurunkan berat badan
  • Mengonsumsi buah-buahan segar, sayuran, biji-bijian dan susu rendah lemak.

Kelainan pada ginjal yang disebabkan oleh penyakit bisa dicegah dengan mengonsumsi air yang cukup, mengontrol tekanan darah dan gula darah, berhenti merokok dan mengurangi asupan garam.

Kelainan pada ginjal bisa mengarah ke gagal ginjal. Seorang yang terkena gagal ginjal harus melakukan transplantasi ginjal. Sementara menunggu donor, mereka harus melakukan dialisis yang mencakup hemodialisis (cuci darah) dan dialisis peritoneal (metode cuci darah melalui perut).

Categories
Penyakit

Penyebab Kram Perut dan Sakit Pinggang Belakang Saat Menstruasi

Menstruasi dapat terdiri dari sakit perut, kembung, dan sakit kepala bagi kebanyakan wanita. Gejala yang khas terkait dengan siklus menstruasi, dari beberapa wanita menderita nyeri pinggang bawah. Kram perut dan sakit pinggang belakang, rasa sakit yang dialami biasanya terletak di sepanjang bagian tengah punggung bawah. Sakit pinggang bagi kebanyakan wanita akan dimulai beberapa hari sebelum siklus menstruasi dan biasanya mereda setelahnya. Kabar baiknya adalah bahwa nyeri pinggang bawah selama menstruasi biasanya tidak serius dan sebagian besar akan mereda.

Rasa hangat pada air hangat dapat membuat tubuh rileks dan mengurangi nyeri haid yang dirasakan

Jika jenis nyeri ini mengganggu aktivitas sehari-hari selama siklus menstruasi Anda, penting untuk memahami mengapa hal itu terjadi dan bagaimana mengatasi dan mengelola rasa sakit tersebut.

Apa yang menyebabkan nyeri pinggang saat menstruasi ?

Nyeri pinggang bawah saat menstruasi biasanya bersifat otot dan diduga disebabkan oleh perubahan hormon. Prostaglandin (hormon yang dilepaskan selama siklus menstruasi untuk mendorong kontraksi rahim untuk melepaskan lapisan rahim) dapat mempengaruhi otot punggung bawah. Kelebihan prostaglandin menyebabkan dismenore atau nyeri haid. Kontraksi yang berat dapat menyebabkan nyeri punggung bawah, karena nyeri dapat menyebar dari perut bagian bawah ke punggung bawah.

Wanita dengan endometriosis juga dapat mengalami nyeri punggung bawah selama siklus menstruasi. Jika ini menjadi perhatian, Anda mungkin ingin berbicara dengan dokter Anda tentang diagnosis ini dan pilihan pengobatan yang tepat.

Mengapa kram menstruasi terjadi?

Rasa tidak nyaman kram perut dan sakit pinggang belakang, serta paha saat sedang menstruasi merupakan hal yang umum.

Selama menstruasi otot-otot rahim Anda berkontraksi dan rileks untuk membantu melepaskan lapisan yang menumpuk. Kadang Anda akan mengalami kram ketika otot sedang bekerja. Terkadang dari beberapa wanita mengalami seperti mual, muntah, sakit kepala hingga diare. 

Beberapa wanita mengalami menstruasi yang menyakitkan dan ada juga yang tidak mengalami hal itu. Namun ada beberapa faktor yang terkait dengan rasa sakit parah diantaranya: 

  • mengalami aliran darah yang deras
  • memiliki anak pertama
  • usia dibawah 20 tahun atau baru mulai menstruasi
  • mempunyai kelebihan produksi serta kepekaan prostaglandin, merupakan hormon yang dapat memengaruhi rahim. 

Faktor lainnya yaitu dari pertumbuhan di dalam rahim endometriosis atau disebut juga sebagai pertumbuhan jaringan rahim tidak normal, maupun penggunaan alat kontrasepsi. Terdapat pengobatan rumahan yang bisa meredakan kram perut yang ringan hingga berat. 

Cara mengurangi kram perut dan sakit pinggang belakang: 

  • Beberapa wanita mendapat manfaat dari memulai minum obat acetaminophen atau anti-inflamasi, seperti ibuprofen atau naproxen, beberapa hari sebelum menstruasi.
  • Berolahraga secara teratur. Studi menunjukkan bahwa wanita yang berolahraga secara teratur memiliki kram menstruasi yang tidak terlalu menyakitkan dan nyeri punggung bawah.
  • Pertahankan pola makan yang sehat dan konsumsi suplemen nutrisi dengan vitamin B dan magnesium
  • Minum banyak air agar tetap terhidrasi.
  • Kompres air hangat atau mandi air hangat.
  • Hindari kafein dan coklat.
  • Hindari konsumsi alkohol dan merokok.
  • Beberapa wanita mungkin memerlukan pil KB untuk membantu mengatasi nyeri haid.
  • Jika nyeri pinggang bawah Anda bertahan melewati siklus menstruasi atau Anda mengalami nyeri atau kelemahan kaki, maka perlu datang ke dokter karena bisa jadi bukan dari nyeri pinggang bawah yang berasal dari pelepasan prostaglandin selama menstruasi.
Categories
Penyakit

Kucing Peliharaan Mengeluarkan Feses Berbau Menyengat, Bagaimana Mengatasinya?

Keberadaan hewan peliharaan di rumah bisa jadi hiburan tersendiri. Mulai dari tingkahnya yang lucu, ekspresinya yang gemas, hingga bulunya yang lembut ketika dibelai. Masalahnya, feses berbau menyengat milik hewan peliharaan kita di rumah, kerap kali menjengkelkan.

Kita tahu bersama bahwa semua feses atau kotoran atau tinja memang tidak ada yang wangi. Hasil proses pencernaan itu memiliki bau yang khas. Kita tak dapat mengubah itu, tetapi bisa meminimalisirnya.

Salah satu upaya krusial yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir gangguan dari feses hewan peliharaan adalah memastikan kucing buang air di tempat yang telah disediakan. Bak tempatnya buang air besar, beserta pasir di dalamnya memang dirancang khusus untuk menyamarkan feses berbau menyengat milik kucing kita.

Namun, ada beberapa kondisi lain yang membuat bau feses kucing di rumah tetap tercium kendati sudah ditangani dengan baik. Kondisi ini terjadi karena memang terjadi perubahan pada fesesnya. 

Untuk mengatasi kondisi ini, kita harus paham dan tahu terlebih dahulu apa yang menyebabkan kucing mengeluarkan feses berbau menyengat daripada biasanya. Upaya mengatasi akan didasarkan pada penyebab terjadinya kondisi tersebut:

  • Bakteri dan parasit

Infeksi bakteri Salmonella atau E. Coli dapat menyebabkan peradangan, gangguan sistem pencernaan, diare, dan feses berbau menyengat. Masalahnya, tidak ada yang bisa memastikan apa-apa saja yang telah masuk ke dalam perut si kucing.

Selain bakteri, parasit seperti Trichomonas dan Coccidia juga dapat menyebabkan sakit perut, diare kronis, dan kotoran yang berbau busuk. Segera konsultasikan dengan dokter hewan untuk mendapatkan perawatan yang tepat, misalnya memberi antibiotik.

  • Gangguan pencernaan

Ada beberapa kondisi yang bisa memicu gangguan pencernaan pada kucing. Salah satu pemicunya adalah lemak atau pati yang tidak dapat dicerna dengan baik. Selain menyebabkan masalah pada sistem pencernaannya, kondisi ini juga menyebabkan bau tak sedap pada kotorannya. 

Selain itu, obat yang diberikan pada hewan peliharaanmu seperti penghilang rasa sakit dapat memicu perubahan dalam keseimbangan kimiawi alami, salah satunya kotoran kucing peliharaan jadi beraroma semakin tidak sedap.

  • Kandungan protein berlebih

Kucing adalah karnivora yang secara alami membutuhkan kadar protein yang cukup tinggi dalam makanannya. Jika tidak mendapatkannya dari cat food, kucing mungkin sekali akan mencarinya di luar rumah.

Sayangnya, terkadang kandungan protein yang didapat lebih tinggi ini menyebabkan feses berbau menyengat. Solusinya coba berpindah sejenak pada makanan berprotein rendah dengan karbohidrat yang lebih tinggi.

  • Pola makan

Beberapa kucing memiliki kepekaan terhadap hal-hal tertentu dalam makanannya seperti kandungan vitamin atau biji-bijian yang tinggi. Kepekaan itu bisa termanifestasi pada kotoran yang semakin berbau tidak sedap. 

Jika kamu yakin pola makanan kucing yang menyebabkan kondisi ini, coba lakukan diet eliminasi untuk mengetahui apa yang menyebabkan masalah pencernaan dan bau menyengat pada kotorannya. 

Selain itu, ada baiknya memilih cat food yang bebas dari bahan tambahan sintetik, yang dapat memicu gangguan pada kesehatan pencernaannya. Sebelum mengganti makanan kucingmu, pilih yang sesuai dengan umurnya, mengandung asam amino penting seperti taurin, serta memiliki kadar protein yang seimbang.

Itulah beberapa kemungkinan penyebab dan upaya yang bisa kita lakukan terhadap kondisi feses berbau menyengat dari kucing peliharaan kita di rumah. Intinya adalah tetap jaga kebersihan kucing, kandang, dan seluruh yang berkaitan dengan peliharaan kita. Kebersihan akan memengaruhi kesehatan, dan seterusnya akan membuat kucing, serta penghuni rumah lain menjadi lebih nyaman dan senantiasa bisa hidup berdampingan.

Categories
Penyakit

Bibir Pucat dan Fakta yang Melingkupinya

Warna bibir yang mengarah ke keputihan dari warna aslinya dikenal sebagai istilah bibir pucat. Banyak penyebab yang membuat kondisi ini terjadi pada diri seseorang. Namun rata-rata, penampakan bibir pucat pada seseorang sangat dipengaruhi oleh kelancaran aliran darah dan jumlah sel darah merah dalam tubuhnya. 

Apakah Anda benar mengalami bibir pucat? Setidaknya, pengalaman bibir yang mengalami pemucatan pasti pernah dialami setiap orang dalam berbagai kondisi. Namun rata-rata, masalah bibir yang pucat tersebut tidak sampai dibawa ke dokter dan hanya berujung pada istirahat untuk pemulihannya. 

Mengenai bibir pucat sendiri, banyak fakta menarik yang bisa dilihat dari masalah kesehatan yang satu ini. Penasaran? Berikut ini adalah fakta-fakta mengenai bibir pucat yang akan membuat Anda tercengang dan mungkin lebih berhati-hati dalam menghadapinya. 

  1. Disertai Gejala Lain 

Ketika Anda mendapat bibir yang pucat, kondisi kesehatan Anda umumnya sedang tidak baik. Orang yang mengalami bibir pucat pada umumnya juga akan mendapatkan gejala lain yang mengganggu aktivitasnya. Sebanyak 11 persen penderita bibir pucat mengaku mengalami kelelahan. Di samping itu, ada 6 persen penderita bibir pucat yang kerap merasa mual. Penderita bibir pucat yan berasal dari anemia kronis pun sering mengeluhkan rasa dingin yang berlebih. 

  1. Separuh karena Anemia 

Kira-kira apa penyebab terbanyak seseorang mengalami bibir pucat? Ya, jawabannya karena ia mengalami anemia defisiensi besi. Ini merupakan jenis anemia yang terjadi karena tubuh tidak cukup mendapat asupan zat besi untuk membentuk sel darah merah. Bibir pucat biasanya dialami oleh penderita anemia yang sudah kronis. Ternyata pula, sebanyak 50 persen dari penderita bibir pucat yang terdata adalah orang-orang yang mengalami anemia karena kekurangan zat besi tersebut!

  1. Waspada Kanker 

Jika Anda terlalu sering mengalami bibir pucat yang tidak kunjung membaik, tidak ada salahnya mencoba memeriksakan kesehatan secara menyeluruh dan berkonsultasi ke dokter. Bukannya kenapa-kenapa, masalahnya salah satu gejala kanker kulit ternyata adalah bibir yang memucat. Jadi daripada khawatir berlebihan terhadap potensi kanker karena bibir pucat, lebih baik memeriksakan diri, bukan? Pemeriksaan yang lebih awal juga dapat mencegah sel kanker meluas dan bertambah ganas. 

  1. Wanita Lebih Sering 

Jika dikaitkan dengan jenis kelamin, perempuan ternyata lebih sering mengalami bibir pucat dibandingkan laki-laki. Kepucatan bibir pada perempuan umumnya terjadi ketika seseorang memasuki periode menstruasi. Aliran darah yang keluar dari tubuh cenderung akan membuat hemoglobin menurun yang disertai keputihan di bibir maupun rasa lemas selama haid sedang terjadi. 

  1. Rentan pada Pediet 

Jangan asal berdiet untuk menurunkan berat badan. Kenyataannya banyak pediet yang mengalami bibir pucat di tengah proses penurunan berat badannya. Kepucatan ini mesti diwaspadai karena menunjukkan tubuh yang kekurangan nutrisi. Jika Anda sedang berdiet dan mengalami bibir pucat, cek kembali menu diet Anda. Jangan lupa untuk menjaga asupan protein dan vitamin selama berdiet agar tidak berpengaruh buruk pada tubuh. 

  1. Menjadi Tren 

Jangan bingung jika Anda melihat banyak orang yang memiliki bibir pucat, tapi tetap tampak bersemangat dalam beraktivitas. Bisa jadi, bibir pucat tersebut bukan alami, melainkan memang sengaja dibuat dengan sapuan lipstik warna-warna nude dan pastel. Dalam dunia kecantikan, tre bibir pucat memang masih ada dan tetap digandrungi segelintir pihak. Warna bibir yang pucat dianggap menggambarkan kepolosan dan kecantikan alami. Karena alasan ini pulalah, warna-warna lipstik yang mengarah pada warna-warna pucat dan lembut tetap laris hingga saat ini. 

*** 

Dari berbagai fakta mengenai bibir pucat di atas, Anda paling tercengang dan terkejut di bagian mana? Atau jangan-jangan Anda mengetahui fakta lebih luar biasa dari kondisi bibir pucat?

Categories
Penyakit

Inilah Penyebab Sakit Kepala di Pagi Hari

Bangun tidur di pagi hari seharusnya dimulai dengan pikiran yang segar dan tenang. Namun, beberapa waktu kepala bisa saja dilanda pusing. Bahkan, banyak orang mungkin pernah mengalami sakit kepala di pagi hari. Keluhan tersebut bisa muncul secara tiba-tiba maupun perlahan. Walaupun pada umumnya sakit kepala di pagi hari tidak berbahaya, namun bisa saja mengganggu aktivitasmu seharian penuh. Lantas, apa yang menyebabkan sakit kepala di pagi hari?

image Sakit Kepala di Pagi Hari

Sakit kepala di pagi hari bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya dipicu stres karena pekerjaan. Penyebab lain dari munculnya sakit kepala di pagi hari ini bisa juga karena telat atau melewatkan waktu makan normal. Yang mengejutkan lagi, pagi hari merupakan waktu yang paling umum bagi seseorang untuk mengalami sakit kepala. 

Beberapa kondisi yang menyerang kepala seperti migrain, ketegangan, dan sakit kepala sebagian sangat umum terjadi di pagi hari. Pada keadaan tertentu, kamu akan terbangun dari tidur karena sakit kepala di pagi hari. Kondisi ini bisa jarang terjadi, namun pada sebagian orang mungkin sesuatu yang rutin. 

Biasanya, sakit kepala di pagi hari sering dialami oleh 1 dari 13 orang. Hal ini kemungkinan karena ada perubahan fisiologi tubuh. Pagi hari adalah waktu yang tepat di mana tingkat pengurangan nyeri internal dalam tubuh lebih rendah. Selain itu, pagi hari juga waktu di mana produksi adrenalin lebih banyak. 

Pada orang-orang tertentu, hal ini bisa mengakibatkan migrain. Jangan lupa juga akan kualitas tidur yang kamu miliki. Jika waktu tidur di malam hari terganggu, maka bukan sesuatu yang anomali jika tiba-tiba kamu mengalami sakit kepala di pagi hari.

Maka, pertanyaan di atas mengenai penyebab sakit kepala di pagi hari, akan dibahas di bawah ini.

Penyebab Sakit Kepala di Pagi Hari

Penyebab sakit kepala di pagi hari mungkin berkaitan dengan cara kerja kelenjar hipotalamus. Kelenjar tersebut berada di wilayah kritis otak, mengatur homeostasis tidur, pengendalian nyeri, dan fungsi lainnya. Sakit kepala di pagi hari bisa terjadi mungkin juga terkait dengan kondisi fisik dan psikis seseorang. Adapun kondisi yang umumnya dikaitkan dengan munculnya sakit kepala di pagi hari, karena:

  • Migrain;
  • Insomnia kronis;
  • Depresi;
  • Kecemasan berlebih;
  • Apnea tidur;
  • Mengorok saat tidur;
  • Menggeretakkan gigi saat tidur;
  • Kejang otot;
  • Konsumsi acetaminophen;
  • Konsumni aspirin;
  • Minum NSAIDs;
  • Konsumsi pereda nyeri;
  • Obat jantung;
  • Obat tekanan darah tinggi;
  • Obat KB;
  • Obat terapi hormon untuk menopause;
  • Obat disfungsi ereksi;
  • Kafein;
  • Niacin;
  • Minum alcohol;
  • Nyeri pada persendian dan otot di sekitar sendi temporomandibular;
  • Menderita tumor otak;
  • Trauma;
  • Tekanan darah tinggi;
  • Stroke;
  • Trombosit vena serebral;
  • Sakit kepala kluster;
  • Sakit kepala hipnik;
  • Sakit kepala tegang;
  • Hemicrania paroxysmal;
  • Penyakit musculoskeletal;
  • Banyak begadang;
  • Posisi tidur yang salah;
  • Kadar gula darah turun. 

Jika kamu mendapati kondisi tersebut, akan lebih baik jika segera berkonsultasi dengan dokter adalah jalan terbaik. Apalagi ditambah dengan kondisi sakit kepala di pagi hari dan tanda-tanda yang mengiringinya, seperti:

  • Terjadi berulang-ulang terutama pada orang berusia 50 tahun ke atas;
  • Terasa parah atau mendadak disertai dengan nyeri tajam di leher;
  • Menyerang setelah mengalami cedera di kepala;
  • Diikuti gejala lain seperti demam, muntah, pusing, atau hilang kesadaran;
  • Terjadi perubahan tiba-tiba dalam pola dan tingkat keparahan;
  • Sakit kepala kronis pada anak-anak;
  • Disertai kejang atau sesak napas;
  • Sering terjadi pada mereka yang memiliki riwayat HIV atau kanker. 

Itulah kiranya beragam penyebab seseorang mengalami sakit kepala di pagi hari. Kamu harus lebih peka terhadap dirimu sendiri. Sebab, yang tahu batasan mengenai kapan sakit kepala itu membutuhkan pertolongan profesional adalah dirimu sendiri. Jadi, jangan ragu untuk periksa ke dokter, ya!

Categories
Penyakit

Moon Face, Ketika Wajah Membengkak Seperti Tumpukan Lemak

Pipi tembem atau chubby kerap dikaitkan dengan penambahan berat badan. Banyak orang yang ketika berat badannya bertambah, lemak tubuhnya cenderung menumpuk di pipi. 

Tapi ada satu kondisi medis yang berkaitan dengan pipi tembem, hal itu disebut dengan moon face. Moon face terjadi ketika lemak mengendap di area wajah dan leher secara bertahap hingga membuat wajah penderitanya bulat dan penuh seperti bulan. 

Kondisi ini tidak serius dan bisa diatasi. Namun wajah bulan bisa membuat pengidapnya menjadi tidak percaya diri. 

Penyebab moon face

Moon face terjadi ketika lemak berlebih menumpuk di sisi wajah yang seringkali dikaitkan dengan obesitas, hipotiroidisme, dan sindrom Cushing. Sindrom Cushing terjadi ketika tubuh terpapar atau memproduksi terlalu banyak hormon kortisol (hiperadrenokortikalisme atau hiperkortisolisme).

Kondisi yang menyebabkan hiperkortisolisme dan meningkatkan risiko moon face antara lain:

  • Tumor non pituitari, seperti tumor paru-paru, pankreas, atau timus 
  • Tumor jinak atau kanker di kelenjar adrenal
  • Penggunaan obat steroid jangka panjang, seperti prednison untuk mengobati rheumatoid arthritis atau gangguan kekebalan tubuh lainnya
  • Kondisi lain yang dapat meningkatkan pelepasan hormon dari kelenjar pituitari sehingga mendorong produksi kortisol dalam jumlah besar

Jika Anda menderita moon face, dokter akan melakukan tes darah, urin, dan mungkin tes tambahan seperti MRI untuk mengetahui apakah masalah tersebut dikarenakan kadar kortisol yang terlalu tinggi di dalam tubuh. 

Kondisi lain yang membuat wajah bengkak 

Selain karena wajah bulan dan obesitas, wajah membengkak juga bisa disebabkan oleh kondisi lain seperti infeksi virus atau bakteri, abses gigi, gigitan serangga, reaksi alergi terhadap obat atau zat tertentu. 

Pembengkakan wajah juga bisa timbul akibat cedera atau trauma, seperti luka bakar wajah, operasi wajah, dan operasi mulut.

Namun gejala untuk masing-masing kondisi di atas berbeda-beda. 

Mencegah dan mengatasi wajah bulan

Walaupun moon face cenderung terjadi sebagai efek samping dari penggunaan obat steroid atau gejala sindrom Cushing dan hipotiroidisme, tidak semua orang yang mengalami kondisi tersebut mengembangkan moon face

Moon face bisa dicegah dan diatasi dengan mudah asalkan Anda konsisten untuk melakukannya. Berikut cara mengatasi moon face secara alami:

  1. Mengatur berat badan

Langkah utama untuk menghindari penumpukan lemak di wajah adalah mengatur berat badan. Moon face bisa menjadi tanda bahwa Anda mengalami kegemukan atau obesitas. 

Ditambah lagi jika Anda juga mengonsumsi obat-obatan steroid. Maka risiko moon face akan semakin meningkat

Konsultasikan dengan dokter atau profesional kesehatan untuk menentukan program diet yang cocok dengan Anda. Berolahraga secara rutin juga membantu menurunkan berat badan dengan lebih cepat.

  1. Kurangi konsumsi garam berlebih 

Mengonsumsi terlalu banyak garam membuat tubuh menahan lebih banyak air sehingga menyebabkan pembengkakan. Makan makanan asin saat Anda menderita moon face akan semakin memperburuk kondisi. 

  1. Cukup minum air

Ini mungkin berkebalikan dengan poin sebelumnya dimana tubuh menahan air bisa menyebabkan pembengkakan. Namun penelitian telah membuktikan minum air yang cukup dapat menurunkan pembengkakan karena membantu menurunkan berat badan. 

Beberapa peran air dalam penurunan berat badan seperti mengelola nafsu makan, meningkatkan metabolisme tubuh, dan memudahkan saat berolahraga.

  1. Bergabung ke forum dukungan online

Moon face memang tidak menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius, namun ini sangat mempengaruhi kondisi mental penderitanya. Tak jarang mereka dengan wajah bulan merasa malu dan rendah diri. 

Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa bergabung ke support group yang terdiri dari orang-orang dengan moon face untuk saling berdiskusi dan menguatkan satu sama lain.

Catatan

Umumnya moon face akan hilang saat penyebabnya diobati. Anda harus sabar dalam menjalani perawatan karena biasanya hasilnya terlihat dalam beberapa bulan. Jika Anda diberikan obat resep, jangan berhenti tanpa berkonsultasi dengan dokter.