Categories
Kesehatan Wanita

4 Kondisi Serius yang Ditandai Bentuk Puting Tidak Normal

Bentuk puting payudara dikatakan normal jika puting susu yang mencuat keluar dan dalam kondisi yang sama sepanjang hari. Puting juga bisa mengeras jika terkena rangsangan, seperti udara dingin, sentuhan, maupun aktivitas seksual.

Namun, setiap wanita memiliki bentuk puting yang berbeda. Artinya, ada sebagian wanita yang memiliki bentuk puting tidak normal. Ada yang tenggelam, datar, memiliki rambut, atau bahkan berjumlah ganda pada satu payudara.  

Meskipun bentuk puting tidak normal dan berbeda ini umum terjadi, tetapi bisa jadi perbedaan bentuk puting ini mengindikasikan kondisi serius. 

Setidaknya, ada 5 kondisi yang ditandai dengan bentuk puting tidak normal. Apa saja? 

1. Mastitis Periduktal 

Istilah mastitis digunakan untuk menggambarkan keadaan inflamasi atau peradangan pada jaringan payudara. Kondisi ini sering kali terjadi pada tiga bulan pertama setelah melahirkan, namun bisa muncul hingga dua tahun setelah melahirkan.

Meski begitu, mastitis juga bisa dialami oleh wanita yang tidak sedang menyusui. Inilah yang disebut mastitis periductal. Wanita dan perokok menopause dan pascamenopause lebih rentan mengalami mastitis periduktal. 

Kondisi yang juga disebut ektasia saluran susu ini terjadi ketika saluran susu menebal. Hal ini pun menyebabkan bentuk puting tidak normal. Puting pada payudara yang terkena bisa berubah ke dalam (puting terbalik) dan mengeluarkan cairan seperti susu. 

2. Kanker payudara

Bentuk puting tidak normal memang bukan hal utama untuk mendiagnosis kanker payudara. Sebab, benjolan di sekitar payudara atau bawah ketiaklah yang bisa mendeteksi kanker. 

Meski begitu, Anda patut waspada jika puting memperlihatkan tanda-tanda yang abnormal, seperti:

  • Puting mengalami retraksi alias tenggelam karena sebab yang tidak jelas
  • Puting terasa kebas alias mati rasa
  • Keluar cairan (bukan ASI) dari puting, bisa berupa nanah atau bahkan darah

3. Penyakit Paget

Penyakit paget pada payudara adalah penyakit kanker langka yang terjadi di area kulit sekitar puting susu dan areola puting, yaitu kulit lingkaran hitam puting susu. Lantaran menyerang puting, maka kondisi ini ditandai dengan bentuk puting tidak normal.  

Gejala paget puting susu ditandai dengan bentuk puting menjadi rata, timbul luka besar atau ulkus. Selain itu, puting susu yang mengeluarkan cairan berwarna kekuningan atau berdarah. Terkadang bisa juga disertai adanya benjolan pada payudara.

4. Ectasia

Apakah Anda mengalami bentuk puting tidak normal dan membesar? Bisa jadi penyebabnya adalah ectasia.    

Ectasia adalah kondisi payudara non-kanker di mana saluran susu melebar. Bagi sebagian orang, ektasia bisa menyebabkan penyumbatan pada saluran susu. Hal itu bisa menyebabkan infeksi, peradangan, dan abses, yang akhirnya membuat puting payudara membengkak. 

Selain itu, ectasia dapat menyebabkan keluarnya cairan pada puting, bisa kental atau cair dan volumenya bervariasi. Cairan yang keluar dengan sendirinya ini dapat berwarna bening atau merah yang berarti itu darah.  

Metode Skrining Gangguan Puting 

Ketika mendapati bentuk puting tidak normal disertai gejala yang merujuk pada kondisi serius di atas, sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter. 

Adapun metode skrining, antara lain: 

  • Mammogram: teknik pemindaian gambar untuk melihat kondisi jaringan payudara. Biasanya digunakan untuk mendeteksi tumor atau kanker payudara.
  • Duktografi adalah metode dengan menyuntikkan semacam zat pewarna pada saluran puting pasien. Selanjutnya akan dilakukan ronsen untuk mengamati keadaan saluran puting. Metode ini biasanya digunakan untuk mendiagnosa keluarnya cairan pada puting.
  • Biopsi: metode yang dilakukan untuk mendiagnosis penyakit Paget pada payudara. Biopsi dilakukan dengan mengambil sampel dari kulit payudara lalu diperiksa di laboratorium.

Selain tiga cara tersebut, dokter mungkin juga akan merekomendasikan metode-metode lainnya seperti tes kadar prolaktin darah, tes hormone tiroid, CT scan, dan MRI scan jika dibutuhkan.

Categories
Bayi & Menyusui Hidup Sehat Kesehatan Wanita

Deretan Kandungan Ikan Salmon yang Baik Bagi Ibu Hamil

kandungan ikan salmon

Mengonsumsi ikan selama kehamilan diyakini membantu perkembangan otak dan meningkatkan kecerdasan anak. Ikan salmon merupakan pilihan terpopuler karena kaya akan omega-3 yang sangat baik bagi perkembangan janin. 

Ikan salmon juga dijuluki sebagai superfood karena kandungan ikan salmon yang padat nutrisi. Meski begitu, ada beberapa hal yang harus diwaspadai bagi ibu hamil.

Kandungan nutrisi ikan salmon dan manfaatnya

Berikut ini kandungan ikan salmon beserta manfaatnya:

  1. Sumber omega-3 

Ikan salmon merupakan sumber asam lemak omega-3 yang baik. Omega-3 EPA (asam eicosapentaenoic) telah terbukti memiliki banyak sekali manfaat kesehatan, seperti meningkatkan kesehatan jantung dan sistem kekebalan tubuh. 

Penelitian juga menemukan bahwa mengonsumsi asam lemak omega-3 selama kehamilan membantu mencegah kelahiran prematur. Dengan mengonsumsi omega-3 dari ikan salmon berarti membawa manfaat yang sangat besar bagi Anda dan bayi Anda.

  1. Kaya protein dan vitamin

178 gram ikan salmon mengandung sekitar 39.3 gram protein, setara dengan 79% nutrisi harian yang dibutuhkan tubuh (DV). Kandungan ikan salmon tersebut membantu menunjang pertumbuhan dan perbaikan jaringan otot ibu dan bayi.

Selain itu, salmon berfungsi sebagai sumber vitamin B12 dan vitamin D yang baik. Vitamin B12 berperan dalam produksi DNA serta menjaga darah dan sel saraf dalam kondisi prima. 

Adapun vitamin D dibutuhkan dalam pembentukan tulang pada bayi. Ibu hamil seringkali mengalami defisiensi vitamin D. Dengan mengonsumsi ikan salmon, Anda bisa mendapatkan asupan vitamin D yang cukup.

  1. Kandungan DHA tinggi

DHA (Docosahexaenoic acid) adalah salah satu asam lemak omega-3 yang terkandung dalam ikan salmon. DHA tidak bisa diproduksi secara alam dalam tubuh, sehingga Anda harus mendapatkannya dari sumber lain.

Nutrisi ini secara khusus membantu perkembangan otak dan meningkatkan kecerdasan janin. Anak yang mendapatkan asupan DHA selama kehamilan terbukti memiliki skor IQ yang tinggi. 

DHA juga bermanfaat dalam meningkatkan ketajaman penglihatan dan perkembangan saraf. Selain itu, DHA juga membantu mencegah depresi pascapersalinan pada ibu hamil.

Jenis ikan salmon yang boleh dikonsumsi ibu hamil 

Ada banyak jenis ikan salmon berdasarkan habitat dan jenis tangkapannya. Ikan salmon Atlantik hasil tangkapan liar (langsung ditangkap dari laut) merupakan sumber omega-3 yang sangat baik. 

Namun mendapatkan ikan salmon jenis itu terbilang susah, dan harganya pun sangat mahal. Sebagai gantinya, Anda bisa mengonsumsi ikan salmon yang dipelihara atau ikan salmon kalengan. 

Meskipun nilai kandungan ikan salmon tersebut lebih sedikit, tidak ada perubahan dalam gizinya. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti Universitas Granada, makan dua porsi salmon yang dipelihara menghasilkan manfaat yang kurang lebih sama dengan mengonsumsi ikan salmon liar.

Seberapa banyak ikan salmon yang aman dikonsumsi?

Dibandingkan dengan ikan laut lainnya, ikan salmon merupakan jenis ikan yang kebal terhadap kontaminasi zat berbahaya. Namun mengonsumsi ikan salmon secara berlebihan dapat meningkatkan jumlah merkuri dalam tubuh. 

Selain itu, ikan salmon juga berpotensi terpapar PCB atau bifenil poliklorinasi, zat berbahaya yang bisa menyebabkan kanker (karsinogenik). PCB juga merupakan faktor penyebab dalam terhambatnya perkembangan janin. 

Sebenarnya tidak ada batasan mutlak terkait jumlah ikan salmon yang baik dikonsumsi ibu hamil. Umumnya, ibu hamil direkomendasikan untuk mengonsumsi ikan salmon dua kali seminggu. Namun saran tersebut berbeda-beda tergantung wilayahnya. 

Misalnya, di Amerika tidak ada batasan dalam mengonsumsi ikan bagi ibu hamil. Ibu hamil di Australia disarankan untuk membatasi makan ikan jenis apapun, maksimal 2 – 3 kali seminggu. 

Sedangkan di Inggris, wanita hamil dianjurkan untuk tidak mengonsumsi ikan berlemak, termasuk salmon, lebih dari dua porsi dalam seminggu. 

Untuk menentukan seberapa banyak ikan salmon yang boleh dimakan namun tetap bisa mendapat manfaat dari kandungan ikan salmon, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan atau ahli gizi. 

Categories
Kesehatan Wanita

Penyebab Keputihan Menggumpal Seperti Keju

Keputihan merupakan kondisi yang normal terjadi pada wanita, terutama bagi mereka yang sudah memasuki usia subur. Keadaan yang normal biasanya tidak disertai dengan keluhan lain, yang tentunya mengganggu. Namun demikian, ada satu kondisi yang harus diwaspadai bagi perempuan mengenai hal ini, khususnya jika mengalami keputihan seperti keju.

Keputihan atau juga disebut dengan vaginal discharge merupakan cairan atau lendir yang keluar dari vagina, fungsinya membawa keluar sel-sel mati dan kuman dari dalam tubuh. Selain itu juga untuk menjaga vagina tetap bersih dan melindungi vagina dari iritasi atau infeksi. Sekitar 20 persen wanita memeriksakan kondisi ini karena mengganggu, yang sering muncul keputihan menggumpal.

Penyebab Keputihan Seperti Keju

Kondisi tak lazim jika keputihan disertai dengan keluhan lain seperti vagina gatal dan nyeri, bisa disebabkan cara merawat organ intim yang salah atau karena suatu penyakit. Misalnya penyakit menular seksual, keputihan yang seperti ini bisa diobati dengan konsumsi obat sesuai resep dokter namun alangkah baiknya diketahui dahulu penyebab pastinya.

  1. Akhir Haid

Keputihan yang menggumpal bisa terjadi setelah haid berakhir, biasanya berwarna bening atau putih tanpa disertai dengan rasa gatal dan tidak berbau. Kondisi ini wajar dan tidak membutuhkan pengobatan apapun, dinding vagina dan mulut rahim memiliki kelenjar untuk menghasilkan cairan. Hormon estrogen dan progesteron berada di dalam kadar yang rendah saat haid.

Kondisi ini membuat cairan vagina sangat kental dan cenderung menggumpal, dalam beberapa kasus akhir haid juga menjadi waktu ovulasi atau masa subur. Pada waktu ini seorang perempuan bisa saja mengeluarkan keputihan berwarna putih susu dan menggumpal. Jenis ini dikatakan normal jika tidak disertai bau tidak sedap atau keluhan gatal.

  1. Vaginosis Bakteri

Keputihan menggumpal bisa menjadi tanda infeksi bakteri Gardnerella vafinalis, dalam kondisi normal bakteri ini memang terdapat dalam vagina,. Jika jumlahnya terlalui banyak di vagina, bisa saja terjadi infeksi yang menyebabkan keputihan menggumpal seperti tahu yang telah hancur. Kondisi ini disebut dengan penyakit vaginosis bakteri.

  1. Kandidosis Vagina

Merupakan keputihan yang disebabkan karena infeksi jamur Candina sp, kondisi ini ditandai dengan keputihan yang menggunmpal seperti tepung basah dan disertai rasa gatal di daerah vagina. Perempuan di usia lanjut, penderita diabetes hingga obesitas lebih rentan mengalami keputihan karena infeksi bakteri ini, pemberian antijamur biasanya disarankan untuk mengatasi.

Keputihan menggumnpal yang disebabkan infeksi bakteri dan jamur perlu diobati oleh dokter, perempuan tidak diajarkan untuk mengobati keluhan itu sendiri. Karena berisiko memperberat infeksi, meski demikian karena menyangkut area sensitif banyak peremuan yang tidak mau atau memilih menunda pemeriksaan keluhan keputihan menggumpal ke dokter.

Namun demikian, alih-alih membuat kondisi ini sembuh sendiri, membiarkan keputihan karena bakteri dan jamur bisa menyebabkan komplikasi serius. Kondisi ini bisa menyebabkan peradangan organ dalam panggul karrena bakteri dari vagina yang masuk ke dalam rahim dan organ kandungan, penyakit radang panggul juga bisa membuat organ kandungan meradang.

Cara Mencegah Keputihan Menggumpal

Jika diniarkan menjadi lama, maka kulit di sekitar vagina juga bisa menghitam dan selain itu infeksi jamur yang ada bisa menular pada pasangan melalui hubungan seksual. Agar terhindar dari keputihan seperti keju, perempuan perlu merewat vagina dengan tepat melalui cara berikut ini.

  • Bersihkan vagina saat mandi dengan menggunakan air mengalur, dari arah depan ke belakang dan gunakan sabun yang lembut dengan pH khusus vagina secara rutin.
  • Hindari penggunaan cairan pembersih khusus vagina secara rutin dan gunakan celana dalam yang menyerap keringat.
  • Segera ganti celana dalam jika sudah terasa basah, jika menggunakan pantyliner pilih yang benar-benar menyerap air dan tidak berbau.
Categories
Kesehatan Wanita

Macam-Macam Antibiotik untuk Keputihan yang Diresepkan Dokter

Keputihan merupakan infeksi bakteri yang sangat umum dialami oleh semua wanita. Biasanya, kondisi ini diatasi dengan menggunakan obat antibiotik untuk keputihan yang diresepkan oleh dokter.

Antibiotik memang menjadi obat yang efektif untuk mengatasi berbagai macam infeksi. Karena keputihan disebabkan oleh infeksi bakteri, maka antibiotik juga menjadi metode pengobatan yang tepat.

Apa saja antibiotik untuk keputihan?

Ada berbagai macam antibiotik yang biasanya digunakan untuk mengatasi infeksi. Ada antibiotik yang bisa dibeli secara bebas di apotek, ada juga antibiotik yang hanya bisa didapatkan melalui resep dokter.

Kebanyakan antibiotik untuk keputihan bukanlah antibiotik yang dijual secara bebas. Jadi, untuk mendapatkannya, Anda memerlukan resep dari dokter. Berikut ini beberapa jenis antibiotik untuk penderita keputihan:

  • Clindamycin

Clindamycin merupakan jenis antibiotik yang tersedia dalam bentuk krim. Penggunaannya dilakukan dengan cara mengoleskan krim ke dalam vagina. 

Pemakaian krim antibiotik ini akan mempengaruhi efektivitas alat kontrasepsi seperti kondom lateks. Jadi, jika sedang menggunakan krim ini, Anda mungkin perlu berkonsultasi pada dokter untuk mencari alternatif alat kontrasepsi yang tepat. 

  • Tinidazole

Berbeda dengan Clindamycin, antibiotik yang satu ini bukan berupa obat oles, melainkan obat minum. Jadi, Anda perlu meminum obat ini sesuai arahan dokter.

Konsumsi obat tinidazole bisa menimbulkan berbagai macam efek samping, seperti sakit perut dan mual. Untuk menghindari hal ini, Anda dianjurkan untuk tidak mengonsumsi alkohol selama masa pengobatan sampai setidaknya tiga hari setelah berhenti meminum obat.

  • Metronidazole

Antibiotik yang satu ini hadir dalam berbagai macam bentuk, mulai dari tablet, obat krim, dan gel. Jika digunakan dalam bentuk obat oles, Anda perlu menggunakannya selama lima hari. 

Sebagai obat oral, metronidazole berpotensi menimbulkan efek samping berupa mual dan sakit perut. Karena itu, sama seperti tinidazole, Anda juga harus menghindari alkohol selama mengonsumsi obat metronidazole.

Antibiotik untuk keputihan sebaiknya digunakan sesuai dengan anjuran dari dokter. Hal ini penting untuk memastikan efektivitas obat dalam menyembuhkan keputihan Anda, serta menghindari efek samping yang tidak diinginkan. 

Pengobatan lain untuk mengatasi keputihan

Sebenarnya, antibiotik adalah cara pengobatan utama dan paling umum untuk mengatasi keputihan. Tapi, selain antibiotik untuk keputihan, Anda juga bisa memaksimalkan penyembuhan dengan menjaga pola hidup Anda. 

Salah satu caranya adalah menambah asupan probiotik. Probiotik merupakan bakteri sehat yang bisa mendatangkan berbagai manfaat kesehatan, termasuk mengatasi infeksi yang menyebabkan keputihan.

Mengonsumsi probiotik bisa memberikan keseimbangan kadar bakteri, sehingga bakteri di vagina Anda tetap sehat. Hal ini bisa mendukung proses penyembuhan menjadi lebih efektif.

Asupan probiotik bisa Anda dapatkan dari berbagai sumber makanan. Contohnya seperti yogurt

Akan tetapi, akan lebih baik jika Anda berkonsultasi lebih dulu mengenai hal ini dengan dokter. Infeksi vagina merupakan kondisi yang sensitif. Apabila Anda melakukan kesalahan, pengobatan dengan antibiotik bisa-bisa tidak efektif.

Komplikasi bila tidak menggunakan antibiotik untuk keputihan

Keputihan bukanlah kondisi berbahaya, namun bisa menimbulkan komplikasi. Tanpa antibiotik untuk keputihan, Anda bisa mengalami komplikasi berupa:

  • Infeksi menular seksual
  • Resiko infeksi setelah operasi melahirkan
  • Kelahiran prematur

Oleh sebab itu, agar komplikasi ini tidak membahayakan Anda, sebaiknya segera lakukan konsultasi dengan dokter saat mengalami gejala keputihan. Dokter akan meresepkan antibiotik untuk keputihan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Categories
Kesehatan Wanita

Kram Menstruasi Parah Bisa Jadi Masalah, Berikut Ciri-cirinya

Kram menstruasi (dismenorea) atau nyeri haid adalah masalah yang umum dialami oleh wanita ketika sedang dalam periode menstruasi. Sensasi yang ditimbulkan berupa rasa nyeri, kram, atau tertekan di perut bagian bawah yang umumnya berlangsung selama satu hingga dua hari. Tak jarang, kram menstruasi disertai dengan nyeri panggul.

Tingkat nyeri yang dialami setiap wanita berbeda-beda. Tapi jika kram menstruasi sangat parah atau terjadi hingga berhari-hari, itu bisa jadi mengkhawatirkan. 

Kram menstruasi yang normal dan tidak normal

Selama menstruasi, rahim berkontraksi dan meluruhkan ovum yang tidak dibuahi beserta lapisan dinding uterus. Terkadang, kontraksi yang terjadi menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut dan kram menstruasi. Kram terasa seperti sakit berdenyut atau nyeri tumpul yang menjalar ke punggung bawah dan paha bagian dalam

Rasa sakit akibat kontraksi rahim bisa terjadi sebelum atau selama awal menstruasi, biasanya satu hingga tiga hari. Kram menstruasi juga bisa disertai dengan gejala lain seperti mual, kelelahan, pusing, dan sakit kepala. Beberapa wanita mungkin tidak bisa beraktivitas dengan normal ketika nyeri haid, dan membutuhkan pereda nyeri.

Meski kram menstruasi adalah hal yang normal, kram yang sangat parah harus diwaspadai karena bisa menjadi indikasi serius. Berikut ciri-ciri kram menstruasi yang tidak normal:

  1. Aktivitas terganggu

Intensitas dan keparahan kram menstruasi yang dirasakan setiap wanita berbeda, dan beberapa orang sampai tidak bisa beraktivitas dengan benar akibat rasa sakit tersebut. Tapi jika nyeri haid dirasakan sangat parah maka itu bisa menjadi tanda adanya masalah dalam tubuh Anda.

  1. Nyeri tidak mereda setelah konsumsi obat pereda nyeri

Umumnya nyeri haid akan mereda setelah minum obat pereda nyeri. Obat ini dijual bebas dan mudah ditemukan, misalnya ibuprofen dan acetaminophen. Tapi jika setelah minum obat nyeri Anda tak kunjung mereda, kemungkinan kram menstruasi Anda tidak normal.

  1. Nyeri panggul acak

Wanita yang mengalami kram perut saat menstruasi biasanya juga mengalami nyeri panggul di waktu yang sama. Tapi jika nyeri terjadi di luar waktu menstruasi, atau sakit ketika berhubungan seks, maka segeralah hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

  1. Kram menstruasi berlangsung terlalu lama

Normalnya, nyeri haid terjadi selama satu hingga maksimal tiga hari. Namun jika kram berlangsung lebih lama dari itu dan berulang di setiap siklus haid, itu harus diwaspadai.

Gejala lain yang harus dikhawatirkan adalah:

  • Diare atau mual yang parah
  • Darah haid yang terlalu banyak atau lebih banyak dari biasanya
  • Darah haid menggumpal
  • Siklus haid tidak teratur
  • Timbulnya bercak atau spotting di antara periode menstruasi

Penyebab nyeri haid tidak normal

Beberapa orang cenderung mengalami kram menstruasi yang parah karena hasil dari kontraksi rahim. Bagi sebagian orang, kram yang dirasakan merupakan gejala dari suatu kondisi medis. 

Penyebab medis yang umum antara lain:

  • Endometriosis

Endometriosis adalah suatu kondisi dimana jaringan lapisan dalam rahim justru tumbuh di luar rahim. Selain kram menstruasi, nyeri panggul dan timbulnya bercak di luar siklus haid adalah beberapa gejalanya yang paling umum. 

  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

PCOS adalah kelainan hormon yang mempengaruhi 1 dari 10 wanita subur. Gejalanya meliputi nyeri haid yang parah, periode haid lama, dan kesulitan menjaga berat badan ideal.

  • Fibroid

Fibroid adalah tumbuhnya tumor di dalam atau luar rahim. Ukuran tumor yang besar menyebabkan rahim membesar dan menyebabkan kram menstruasi yang parah. 

  • Penyakit radang panggul (PID)

Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri seperti klamidia dan gonore, yang biasanya tertular saat berhubungan seksual.Infeksi lain yang tidak ditularkan secara seksual juga bisa menyebabkan PID.

  • Adenomiosis

Adenomiosis atau penebalan rahim terjadi ketika jaringan yang melapisi rahim berubah menjadi otot rahim, membuat ukuran rahim Anda dua hingga tiga kali lebih besar dari ukuran normal.

  • Stenosis serviks

Stenosis serviks terjadi ketika bukaan serviks atau leher rahim menyempit atau tertutup sepenuhnya. Ini menyebabkan darah menstruasi sulit keluar, sehingga menstruasi tidak teratur. Jika tidak ditangani akan meningkatkan masalah kesuburan. 

Cara mengatasi kram menstruasi

Kram menstruasi bisa dipicu oleh stres dan kurangnya aktivitas fisik. Nyeri saat haid bisa dicegah dan diatasi dengan berolahraga secara teratur, menggunakan bantal pemanas, dan mengonsumsi obat pereda nyeri.

Jika cara di atas tidak membantu, diskusikan dengan dokter. Anda bisa menanyakannya kepada dokter melalui aplikasi kesehatan SehatQ. 

Download sekarang di App Store atau Google Play Store.

Categories
Kesehatan Wanita

Pahami Mengenai Benda Asing dalam Vagina

Setiap benda yang ditempatkan di dalam vagina disebut benda asing vagina. Hal ini termasuk tampon, alat kontrasepsi, dan mainan seks. Dalam beberapa kasus, benda yang tidak dirancang untuk vagina dapat ditempatkan di dalam.

Jika ada benda yang tertinggal di dalam vagina terlalu lama atau tersangkut, hal itu dapat menimbulkan gejala. Hal ini juga dapat menyebabkan infeksi dan kerusakan jaringan di sekitarnya.

Gejala dapat berupa keluarnya cairan yang tidak normal atau berbau tidak sedap. Pendarahan, kemerahan, bengkak, atau ruam juga bisa terjadi. Beberapa wanita mungkin merasakan sakit atau tekanan di dalam atau di sekitar vagina.

Perawatan untuk benda asing dalam vagina termasuk mengeluarkan benda tersebut. Setelah objek dikeluarkan, gejala akan hilang. Jika benda tersebut menyebabkan infeksi, antibiotik dapat diberikan.

Pada umumnya benda asing berukuran kecil yang ditempatkan di vagina mungkin tetap ada untuk jangka waktu tertentu tanpa gejala, benda yang lebih besar dapat langsung menimbulkan rasa sakit atau ketidaknyamanan. Berikut gejala benda asing di dalam vagina, gejala umum benda asing vagina meliputi:

  • Keputihan, umumnya berbau busuk dan berwarna kuning, merah muda, atau coklat
  • Perdarahan vagina, terutama perdarahan ringan
  • Vagina gatal atau bau busuk
  • Ketidaknyamanan saat buang air kecil
  • Ketidaknyamanan akibat keputihan yang menyebabkan iritasi kulit
  • Nyeri perut atau panggul akibat penempatan benda besar atau perforasi benda asing ke dalam rongga perut
  • Kemerahan pada kulit
  • Pembengkakan pada vagina dan jalan masuknya
  • Ruam di area vagina.

Kehadiran benda asing di dalam vagina dapat mengubah flora bakteri normal pada vagina Anda, mengakibatkan upaya berulang untuk mengobati “vaginitis”. Gejala keputihan dapat diartikan sebagai vaginitis, infeksi menular seksual atau bahkan infeksi jamur. Penggunaan berulang antibiotik atau obat lain tidak akan menghilangkan gejala jika benda asing tetap ada.

Benda asing yang tertinggal di dalam vagina sangat jarang menyebabkan komplikasi serius. Namun, literatur medis memiliki beberapa laporan kasus abses panggul dan jaringan parut.

Anda harus berkonsultasi dengan dokter jika ada perubahan pada keputihan, terutama keputihan yang berbau busuk atau berwarna tidak normal. Karena kehadiran benda asing dapat menyebabkan perdarahan vagina yang tidak normal.

Jika benda asing ditempatkan di dalam vagina dan mungkin masih ada di sana, Anda harus segera memberitahu dokter. Kadang-kadang, wanita dewasa atau remaja mungkin ingat memasang tampon, tetapi kemudian tidak dapat mengeluarkannya dari vagina.

Categories
Kesehatan Wanita

6 Jenis Keputihan Berdasarkan Warna

Keputihan menjadi salah satu masalah daerah kewanitaan yang sering dikeluhkan. Pasalnya, cairan dari vagina ini membuat area sensitif perempuan menjadi sangat lembap. Jenis keputihan sendiri sering memberi ketakutan tersendiri sebab sering dikaitkan dengan berbagai penyakit yang tidak bisa dipandang remeh.

Namun sebenarnya, adalah normal jika seorang perempuan mengalami keputihan. Ini merupakan reaksi tubuh untuk menjaga kebersihan organ kewanitaan. Lewat keputihan, sel mati dan bakteri yang tersimpan di rahim sampai vagina bisa dikeluarkan sehingga potensi infeksi dapat diminimalkan.

Hanya untuk beberapa kasus, ada pula jenis keputihan yang harus Anda waspadai. Pasalnya, terdapat tipe keputihan yang menunjukkan adanya infeksi yang sudah terjadi di tubuh dan mesti segera ditangani. Anda bisa mengetahui berbahaya atau tidaknya jenis keputihan tersebut berdasarkan warnanya.

  • Putih

Keputihan biasanya berwarna transparan. Namun, jika keputihan Anda memiliki warna putih pekat seperti gumpalan, Anda patut mencurigainya. Pasalnya, infeksi vaginosis bakterialis mungkin menginfeksi Anda. Jenis infeksi ini umum dirasakan wanita dengan rentang suai 15—44 tahun. Infeksi menyebabkan keluarnya cairan dari vagina dengan warna putih pekat dan tak jarang disertai bau amis. Ketika menderita keputihan yang satu ini, umumnya Anda juga akan sering merasakan vagina gatal dan sensasi terbakar ketika buang air kecil. Berhati-hatilah sebab Anda yang terkena infeksi vaginosis bakterialis cenderung lebih mudah terkena penyakit menular seksual.

  • Kuning

Cobalah memeriksakan diri ke dokter apabila jenis keputihan yang Anda alami berwarna kuning. Keputihan dengan warna tersbeut kerap menjadi gejala dari infeksi penyakit menular seksual yang disebabkan bakteri. Penyebab paling umum dari keluarnya cairan berwarna kuning dari vagina adalah infeksi trikomoniasis. Ketika terinfeksi, vagina akan terasa gatal dan mengeluarkan bau tidak sedap. Anda pun akan sering merasa nyeri saat buang air kecil.

  • Kehijauan

Jenis keputihan yang mengeluarkan cairan berwarna kehijauan hampir dapat disamakan dengan keputihan berwarna kuning. Warna tersebut bisa menunjukkan adanya infeksi penyakit menular. Gejala lain yang menyertai jenis keputihan ini, antara lain rasa gatal, bau busuk di vagina, juga nyeri ketika membuang air kecil. Ke dokter untuk memastikan diagnosis sangat diperlukan dalam kasus keputihan ini. 

  • Abu-abu

Anda juga mesti berhati-hati apabila mengalami keputihan yang cairannya berwarna abu-abu. Hampir dapat dipastikan, Anda tengah terkena infeksi vaginosis bakterial ketika mengalami jenis keputihan yang satu itu. Selain di warna, gejala infeksi vaginosis bakterial juga meliputi rasa gatal di area kewanitaan, bau busuk yang kuat, serta sensasi terbakar tiap kali buang air kecil.

  • Merah Muda

Jenis keputihan berwarna merah muda jelas bukan kondisi biasa. Namun, warna keputihan yang mengarah ke merah muda juga tidak perlu Anda khawatirkan. Anda bisa mengalami jenis keputihan ini ketika mendekati periode menstruasi. Keputihan dengan warna merah muda juga dapat menjadi penanda kehamilan. Pasalnya, kehamilan muda kerap menimbulkan gejala keputihan berwarna merah muda ini.

  • Merah atau Cokelat

Cairan vagina berwarna merah atau cokelat patut Anda waspadai lebih lanjut. Pasalnya, warna tersebut menunjukkan adanya pendarahan di dinding rahim. Banyak penyebab yang bisa menimbulkan kondisi ini. Tidak jarang ditemukan kasus jenis keputihan berwarna merah atau cokelat menjadi awal gejala kanker serviks. Selain dari cairan vagina berwarna merah atau cokelat, tanda kanker serviks juga dapat diperhatikan dari perih tidaknya saat Anda berhubungan seksual. Gejala kanker ini kerap menimbulkan rasa nyeri ketika aktivitas seksual dilakukan.

***

Mengalami keputihan memang tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Akan tetapi jika menjumpai jenis-jenis keputihan dengan warna di atas, cobalah untuk segera berkonsultasi ke dokter agar bisa mengetahui masalah kesehatan yang tengah Anda alami.

Categories
Kesehatan Wanita

Mengenal Pengapuran Plasenta saat Masa Kehamilan

Plasenta atau ari-ari adalah kondisi normal yang terjadi di setiap kehamilan. Apalagi jika sudah memasuki trimester akhir atau  kehamilan sudah melewati waktu perkiraan lahir. Pengapuran plasenta menjadi tanda bahwa adanya masalah pada kandungan.

Pengapuran ari-ari ini terjadi karena adanya penumpukan kalsium dalam plasenta yang menyebabkan jaringan plasenta menjadi lebih keras secara bertahap. Pengapuran plasenta ini juga disebut penuaan ari-ari.

Tanda-tanda yang dapat dilihat jika terjadi pengapuran plasenta adalah munculnya bintik-bintik putih di dasar ari-ari dan menyebar hingga ke permukaannya. Untuk melihat gejala ini, tentu saja dilihat dari pemeriksaan USG.

Pengapuran ari-ari ini berisiko menyebabkan komplikasi pada ibu dan juga janin dalam kandungan, terlbih jika usia kandungan kurang dari 36 minggu. Efeknya, bisa menyebabkan berat bayi lebih rendah, bayi lahir prematur, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Gejala lain yang mungkin muncul akibat penuaan ari-ari ini adalah terjadinya pendarahan di vagina, rasa nyeri di perut atau punggung bawah, serta terjadinya kontraksi rahim.

Ada juga kasus yang membuat perut Anda tidak membesar sebagaimana mestinya. Hal ini karena pengapuran plasenta mengganggu perkembangan janin. Janin juga jadi minim gerak bahkan bukan tidak mungkin berhenti bergerak sama sekali meski sudah mendekati waktu lahir.

Faktor Penyebab Pengapuran Plasenta

Sebenarnya kalsifikasi atau pengapuran plasenta ini sudah mulai terbentu ketika kandungan memasuki usia 12 minggu. Seiring masa kehamilan, plasenta akan mengalami perubahan. Berikut empat tingkatan kalsifikasi plasenta berdasarkan usia kehamilan.

  • Tingkat 0, terjadi sebelum kandungan berusia 18 minggu
  • Tingkat 1, terjadi antara kandungan berusia 18-29 minggu
  • Tingkat 2, terjadi antara kandungan berusia 30-38 minggu
  • Tingkat 3, umumnya terjadi ketika usia kehamilan memasuki 39 minggu atau lebih. Tingkat ini biasanya pengapuran sudah tergolong berat, bintik-bintik pengapuran sudah terbentuk mengelilingi plasenta.

Adapun penyebab terjadinya pengapuran ari-ari ini karena beberapa hal, yaitu:

  • Kehamilan pertama
  • Adanya kebiasaan merokok
  • Kehamilan pada wanita berusia muda
  • Tekanan darah tinggi selama masa kehamilan
  • Stres yang berat selama kehamilan
  • Infeksi bakteri pada plasenta
  • Faktor lingkungan
  • Efek samping obat-obatan yang mengandung kalsium.

Risiko dari Pengapuran Plasenta

Meski pengapuran ari-ari adalah hal wajar, Anda juga harus waspada. Pengapuran yang terjadi tidak sesuai dengan usia kehamilan, kemungkinan disebabkan oleh adanya masalah dalam kandungan.

Berikut berbagai masalah kesehatan yang menyebabkan kalsifikasi plasenta terjadi terllau dini.

  1. Usia Kehamilan 28-36 Minggu

Kandungan akan lebih berisiko mengalami beberapa masalah jika pengapuran terjadi sebelum kandungan memasuki usia 36 minggu. Masalah yang mungkin muncul seperti pendarahan berat setelah melahirkan, bayi lahir prematur, solusio plasenta, janin meninggal dalam kandungan, serta bayi lahir dengan skor Apgar yang rendah.

  1. Usia Kehamilan 36 Minggu

Saat usia kehamilan memasuki usia 36 minggu dan pengapuran plasenta terjadi berlebihan, disebut-sebut dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi pada ibu hamil. Bahkan juga berakibat pada bayi yang lahir dengan berat rendah.

  1. Pada Usia Kehamilan 37-42 Minggu

Kalsifikasi plasenta pada umumnya terjadi saat usia kandungan memasuki minggu ke-37. Sebanyak 20-40 persen dari kehamilan normal mengalami hal ini. Namun, ini dianggap wajar dan tidak membahayakan.

Efek dari pengapuran plasenta ini akan berbeda-beda di setiap kehamilan. Tergantung pada seberapa dini pengapuran terdeteksi, kondisi kehamilan, tingkat keparahan, serta langkah penanganannya.

Seperti yang diketahui, plasenta berfungsi melindungi janin dan menyediakan asupan nutrisi bagi janin selama di dalam kandungan. Jika pengapuran plasenta muncul di awal kehamilan, tentu saja akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin.

Categories
Kesehatan Wanita

Mengenal Lumpektomi & Masektomi, Dua Prosedur Operasi Kanker Payudara

Kanker payudara masih memegang predikat sebagai kanker dengan penderita paling banyak di Indonesia. Berdasarkan data yang dimiliki Global Cancer Observatory, kanker payudara menyerang 42, 1 per 100.000 penduduk dengan tingkat kematian 17 per 100.000 penduduk. Penyakit ini sebenarnya dapat diatasi sampai tuntas jika disadari sejak awal. Penanganan khas kanker payudara adalah lumpektomi dan masektomi.

Dua penanganan tersebut dapat menjadi alternatif pilihan selain penanganan kanker yang sifatnya umum, seperti kemoterapi. Baik lumpektomi dan masektomi sama-sama mengandalkan metode bedah. Lantas, di manakah letak perbedaan di antara keduanya?

  • Masektomi

Secara garis besar, mastektomi dapat dipahami sebagai sebuah prosedur operasi untuk mengangkat seluruh payudara yang telah terserang sel kanker. Pilihan ini tak jarang langsung ditawarkan oleh dokter yang menangani pasien. Namun, sebelum menentukan pilihan, pastikan terlebih dahulu baik dan buruk dari metode ini.

Ketika seluruh jaringan payudara yang terkena kanker diangkat, kemungkinan sel kanker itu tertinggal atau kembali lagi jadi semakin kecil. Bagi sebagian wanita, kondisi ini mungkin akan menjauhkannya dari kekhawatiran. Tetapi, metode ini juga tetap mengharuskan pasien melakukan terapi radiasi, tergantung dari hasil patologi.

Prosedur mastektomi meninggalkan beberapa cela, salah satunya adalah ia membutuhkan waktu lebih lama dan lebih luas daripada metode lumpektomi. Selain itu, efek sampingnya dari masektomi pun terbilang cukup banyak.

Mastektomi ini terbagi lagi ke dalam lima jenis prosedur, di antaranya:

  • Sederhana (total): Dalam prosedur ini, dokter akan mengangkat seluruh payudara, tetapi tidak menghilangkan kelenjar getah bening di ketiak atau otot di bawah payudara. Mastektomi sederhana ini direkomendasikan untuk wanita yang ingin mencegah kanker payudara tumbuh kembali.
  • Radikal yang dimodifikasi: Prosedur mastektomi ini mengangkat seluruh payudara dan beberapa kelenjar getah bening. Namun, tidak ada otot yang diangkat. Dokter melakukan mastektomi ini untuk memeriksa kelenjar getah bening dan menentukan kanker telah menyebar di luar payudara atau belum.
  • Radikal: Tindakan ini adalah jenis mastektomi yang paling invasif. Mastektomi radikal mengangkat seluruh payudara, kelenjar getah bening di ketiak, dan otot-otot di dada. Prosedur ini hanya disarankan jika kanker telah menyebar ke otot-otot dada di payudara.
  • Sebagian: Dalam prosedur ini, dokter hanya mengangkat bagian payudara yang terkena kanker dan beberapa jaringan di sekitarnya. Meskipun mirip dengan lumpektomi, prosedur ini menghilangkan lebih banyak jaringan.
  • Subkutan: Prosedur ini juga dikenal sebagai mastektomi puting, operasi ini menyasar semua jaringan payudara tetapi tetap mempertahankan puting.

Jenis prosedur ini akan menyesuaikan kondisi dari pasien setelah dokter mendapatkan diagnosis yang pasti.

  • Lumpektomi

Perbedaan mendasar masektomi dan lumpektomi adalah jaringan yang diangkat. Lumpektomi hanya akan mengangkat jaringan payudara yang terserang, tanpa mengambil atau menghilangkan payudara.

Kemudian, meski membuang sebagian jaringan, lumpektomi tetap mencoba untuk membuat payudara terlihat semirip mungkin dengan aslinya. Prosedur ini direkomendasikan untuk pasien dengan bentuk kanker yang kurang invasif.

Setelah prosedur lumpektomi, dokter akan memeriksa untuk memastikan semua kanker telah terangkat. Biasanya pasien akan memerlukan terapi radiasi (RT) setelah operasi lumpektomi untuk mencegah kanker berulang dan menghancurkan sel-sel kanker yang tersisa.

Sisi positif dari lumpektomi adalah pasien tetap dapat mempertahankan sebagian besar penampilan dan sensasi payudara. Namun, lumpektomi memiliki beberapa kelemahan potensial, seperti pasien masih harus menjalani terapi radiasi selama 5 hingga 7 minggu sebanyak 5 hari per minggu sebagai upaya memaksimalkan hasil yang didapat.

***

Berdasarkan apa yang tersaji di atas, terlihat jelas pebedaan dari kedua metode penanganan kanker payudara dengan metode operasi tersebut. Adapun yang terbaik di antara masektomi dan lumpektomi kembali lagi ke masing-masing kondisi dari pasien. Dokter akan memberikan rekomendasi metode yang paling baik dan tepat untuk pasien berdasarkan diagnosis yang dimilikinya.

Categories
Kesehatan Wanita

Menilik 5 Cara agar Cepat Hamil bagi Calon Orang Tua

Banyak pasangan yang telah menikah menginginkan agar segera diberikan momongan. Tidak heran, mereka terus mencari cara agar cepat hamil. Mungkin Anda dan pasangan adalah salah satu calon orang tua yang ingin segera menggendong buah hati?

Program kehamilan atau yang sering disingkat sebagai promil perlu direncanakan dengan matang. Langkah tiap langkahnya perlu dicermati agar kesehatan ibu dan calon bayi tetap terjaga selama masa mengandung hingga proses melahirkan nanti.

Cara-cara tertentu, seperti menerapkan pola hidup sehat hingga meningkatkan kesuburan pria, dapat dilakukan agar Anda dan pasangan segera memiliki anak. Lebih lengkapnya, mari menilik cara agar cepat hamil di bawah ini!

  • Konsumsi makanan yang kaya akan antioksidan

Polusi udara, rokok, dan segala bentuk radikal bebas dapat menghambat kesuburan sperma. Dengan secara rutin mengonsumsi makanan yang kaya akan antioksidan, kesuburan pasangan dapat dioptimalkan. Makanan dengan kandungan antioksidan yang tinggi dapat ditemukan pada makanan yang memiliki vitamin C, vitamin E, folat, seng, dan betakaroten pada buah-buahan, sayur, dan juga jenis kacang-kacangan.

  • Hindari konsumsi alkohol dan rokok

Sudah bukan rahasia, bahwa rokok dan alkohol memberikan dampak buruk pada tubuh. Kebiasaan buruk ini berbahaya bagi kesehatan jantung, paru-paru, dan juga dapat menyebabkan infertilitas.

  • Meningkatkan frekuensi berhubungan seksual

Semakin sering Anda dan pasangan melakukan hubungan seksual, maka kesempatan untuk segera segera hamil juga semakin besar. Beberapa orang menggunakan perhitungan tanggal ovulasi untuk mendapatkan peluang hamil paling besar. Waktu terbaik untuk melakukan hubungan seksual yaitu 1-2 hari sebelum terjadinya ovulasi. Namun, faktor lain, seperti kondisi dan keseimbangan hormon juga berperan dalam proses pembuahan ini.

Dengan kata lain, Anda tidak perlu memusingkan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seksual, melainkan meningkatkan frekuensi berhubungan seksual setidaknya 2-3 kali dalam satu minggu.

  • Meningkatkan kesuburan pria

Tingkat kesuburan pria berpengaruh besar dalam proses pembuahan. Sperma yang sehat dan kuat berpeluang lebih besar untuk menyukseskan proses tersebut. Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kesuburan pria, yaitu dengan berhenti merokok, menyeimbangkan berat badan ideal, hindari berendam dengan air panas karena suhu tinggi dapat membunuh sperma, mengonsumsi vitamin C, zinc, dan asam folat dalam jumlah yang seimbang.

  • Berolahraga

Tidak hanya berguna dalam mengurangi lemak dalam tubuh, rutin berolahraga ternyata dapat memperbaiki kesuburan. Namun, Anda perlu hati-hati dalam memilih jenis olahraga. Terlalu berat aktivitas yang dilakukan dapat mengganggu siklus menstruasi dan berakibat pada infertilitas.