Categories
Penyakit

Teknik Pengobatan Reduksi Manual untuk Parafimosis

Pernahkah Anda mendengar penyakit parafimosis? Penyakit parafimosis merupakan salah satu kelainan pada organ reproduksi pria, yaitu penis. Penyakit ini terjadi ketika kulup atau kulit kepala penis terperangkap di belakang kepala penis (glans penis) dan tidak bisa balik ke posisi semula setelah ditarik. Akibatnya, sirkulasi darah ke organ penis pun terganggu. Penyakit ini bersifat akut, sehingga harus cepat ditangani. Namun, bisa bersifat kronis, jika tidak segera diobati.

Seberapa umumkah parafimosis ini terjadi?

Dilansir dari Medscape, sebagian besar pria yang tidak disunat di Amerika Serikat rentan mengalami parafimosis. National Hospital Discharge Survey (NHDS) menyatakan bahwa tingkat sunat di Amerika Serikat menurun dari 78 – 80 persen pada tahun 1960-an menjadi 55 – 60 persen pada tahun 2003. Merujuk pada sebuah artikel review yang diterbitkan oleh Cermin Dunia Kedokteran (2017), prevalensi kasus parafimosis pada anak laki-laki yang tidak disunat adalah 0,7 persen dan sekitar 1 – 5 persen pada remaja laki-laki yang berusia kurang dari 16 tahun.

Sebenarnya, parafimosis lebih jarang terjadi dibandingkan dengan fimosis. Penyakit ini hanya menyerang laki-laki yang belum disunat, baik itu pada anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Umumnya, parafimosis terjadi saat tenaga kesehatan tidak menangani bagian kulup penis dengan benar, misalnya tidak mengembalikan bagian kulup ke posisi semula setelah pemeriksaan fisik atau prosedur medis tertentu.

Parafimosis dan kaitannya dengan hal mistis

Karena parafimosis hanya dialami oleh pria yang belum disunat, banyak yang mengatakan kondisi ini terjadi karena ‘disunat jin’. Pasalnya, bentuk penis seseorang yang mengalami parafimosis seperti sudah disunat, padahal jelas-jelas dirinya belum pernah disunat sama sekali. Alhasil, seolah-olah penisnya disunat oleh jin.

Hal ini tidaklah benar, karena banyak faktor yang menyebabkan parafimosis terjadi. Selain karena kesalahan dari tenaga kesehatan dalam menangani bagian kulup penis pasca menjalani pemeriksaan atau operasi tertentu, beberapa penyebab parafimosis lainnya, yaitu:

  • Tidak disunat atau disirkumsisi.
  • Adanya infeksi.
  • Trauma fisik pada area organ reproduksi.
  • Menarik kulup ke belakang terlalu kuat.
  • Memiliki kulup yang lebih ketat dari umumnya.
  • Kulup telah ditarik ke belakang dalam waktu yang lama.
  • Dermatitis kontak, misalnya dari lotion celandine.

Teknik pengobatan reduksi manual untuk parafimosis

Umumnya, gejala parafimosis adalah muncul rasa nyeri, ujung penis bengkak dan kemerahan, nyeri saat buang air kecil, aliran urin menurun, dan bagian kulup tidak dapat ditarik kembali ke posisi normal.

Jika Anda mengalami hal seperti ini, maka segeralah bawa ke rumah sakit untuk diobati dengan cepat, agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih parah. Dokter dan tim medis lainnya akan segera melakukan tindakan pengobatan reduksi manual dengan tahapan sebagai berikut.

  • Kontrol nyeri.

Anda akan diberikan analgesia yang cukup dan anestesi lokal dengan lidokain, bupivicaine, atau kombinasi keduanya yang disuntikkan pada area kulup penis. Adapun, epinefrin tidak boleh disuntikkan. Hal ini untuk mengontrol rasa nyeri dan membuat Anda lebih nyaman.

  • Reduksi manual.

Setelah kontrol nyeri, Anda akan diberikan tindakan reduksi manual untuk mengeluarkan cairan edema di sepanjang batang penis yang menyebabkan pembengkakan. Tindakan reduksi manual yang dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

  1. Mengompres kulup dengan es secara melingkar selama 5 menit.
  2. Memijat ringan di area glans penis sekitar 5 menit.
  3. Mendorong glans penis dengan kedua ibu jari dan menarik kembali kulup secara perlahan ke posisi semula dengan jari-jari lainnya.
  4. Terkadang, dokter juga ada yang menggunakan bantuan penjepit untuk menarik kulup. Namun, harus digunakan secara hati-hati, karena dapat menghancurkan kulit dan menyebabkan nekrosis jaringan.
  5. Setelah posisi kulup berhasil dikembalikan, Anda akan diberikan antibiotik.
  6. Setelah peradangan berkurang, maka tindakan sirkumsisi dapat dilakukan untuk mencegah parafimosis terjadi lagi.

Dalam beberapa kasus parafimosis, Anda juga bisa diberikan penanganan dorsal slit untuk menghancurkan kulup menggunakan hemostat selama 30 – 60 detik. Metode ini dilakukan jika tindakan reduksi manual gagal.

Terlepas dari apapun metode yang digunakan, pengobatan dan pencegahan parafimosis yang baik adalah dengan melakukan sunat atau sirkumsisi. Selalu ikuti saran dan instruksi dari dokter Anda terkait pengobatan terbaik untuk menangani penyakit parafimosis yang Anda alami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *