Categories
Parenting

Kenali Gejala-Gejala Stress pada Anak

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun juga rentan mengalami stress. Namun, banyak orang tua yang tidak menyadari timbulnya gejala stress pada anaknya. Gejala-gejala ini dapat muncul dengan ditandai perubahan perilaku jangka pendek. Oleh karena itu, sebagai orang tua sangat penting untuk mulai menyadari gejala stress pada anak dan bagaimana kita bisa membantu mereka mengatasinya.

Gejala-gejala stress pada anak di sekolah

Mungkin anak-anak kesulitan untuk mengungkapkan perasaan mereka kepada orang dewasa. Sebagai orang tua, yang dapat Anda lakukan adalah dengan menyadari perubahan perilaku mereka sekecil apapun.

Berikut beberapa gejala stress pada anak di lingkungan sekolah:

  1. Tidak dapat mempertahankan kontak mata
  2. Tidak mau disentuk orang lain
  3. Menunjukkan perilaku yang tidak kooperatif
  4. Tidak terbuka dengan perubahan
  5. Hanya ingin bermain, tidak ingin berinteraksi dengan orang lain
  6. Cenderung pilih-pilih teman, hanya ingin bermain dengan anak tertentu
  7. Ingin orang tua lebih dekat pada mereka daripada biasanya
  8. Menjadi tidak fokus saat mengerjakan tugas atau saat bermain
  9. Sering memegang suatu benda yang membuatnya terasa nyaman
  10. Terjebak melakukan permainan atau aktivitas yang berulang

Cara mengatasi gejala stress pada anak

Jika Anda mendapati anak yang menunjukkan gejala-gejala stress seperti di atas, jangan

langsung panik atau malah jadi memarahinya ya. Anda dapat mencoba langkah-langkah

berikut ini:

  • Menetralisir stres. Kamu dapat beri tahu si buah hati kalau stres merupakan bagian dari kehidupan dan semua orang pasti berhadapan dengan stres.
  • Mengingat bahwa stres itu “berat sebelah”. Dengan kata lain, apa yang mungkin dapat menimbulkan stress pada satu anak mungkin tidak menimbulkan stress pada anak lainnya.
  • Mendiskusikan cara-cara sehat untuk menghadapi stress. Cobalah untuk mengarahkan anak Anda untuk melakukan aktivitas fisik, strategi relaksasi, dan teknik pernapasan yang dapat membantu mereka mengatasi stress.
  • Membatasi waktu anak-anak bermain gawai. Sebaiknya batasi waktu penggunaan gawai pada anak-anak maksimal dua jam setiap harinya. Terlalu banyak menggunakan gawai (apalagi tanpa pengawasan orangtua) dapat memicu mereka mendapat informasi yang kurang sesuai.
  • Gunakan strategi efektif. Sebagai orangtua, Anda dapat menjadi “role model” untuk anak. Cara menghadapi stress dapat ditiru oleh anak-anak dan dapat menjadi pelajaran hidup berharga bagi mereka.