Categories
Parenting

Mendukung Proses Sosialisasi Anak Selama Karantina di Rumah

Merebaknya wabah Covid-19 memaksa seluruh orang untuk berdiam diri di rumah, terutama anak-anak. Pandemi ini membawa dampak yang sangat besar pada perkembangan sosialisasi anak karena dibatasinya aktivitas di luar ruangan.

Hal ini juga sangat memengaruhi psikologis mereka. Mereka akan merasa terisolasi, bosan, kesal, cemas, sedih, bahkan takut akan penyebaran virus corona.

Membiarkan anak terus menatap layar akan menurunkan keterampilan sosial dan bisa membuat mereka tambah kesepian. Membantu anak beradaptasi dengan pembelajaran online dan rutinitas baru adalah hal terbaik untuk mendukung proses sosialisasi anak.

Namun hal itu juga mungkin tak mudah bagi anak, karena mereka tetap membutuhkan interaksi dengan orang lain walaupun ia melakukan aktivitas sendirian.

Berikut ini tips bagi orang tua untuk mendukung kemampuan sosial anak selama masa pendemi Covid-19.

  • Ajak si kecil memperhatikan orang lain

Salah satu kemampuan terpenting dalam sosialisasi adalah memperhatikan lawan bicara selagi berinteraksi dengan mereka. Karena semakin umumnya penggunaan telepon genggam membuat masyarakat cenderung sulit mengaplikasikan hal ini.

Kurangnya kemampuan ini akan mengarah pada perilaku egois dan cenderung mengalami kesulitan dalam mempertahankan hubungan pertemanan.

Selama di rumah, Anda bisa membantu anak mengasah kemampuan ini. Tak hanya ketika berinteraksi, Anda juga dapat mengajak anak memperhatikan aktivitas yang dilakukan anggota keluarga lain. Misalnya mengajak anak memerhatikan ibu memasak, atau ayah saat berkebun.

Memerhatikan lawan bicara selagi berinteraksi dapat membantu mengembangkan emosi dan empati. Menurut penelitian, anak-anak atau orang dewasa yang terlibat dalam kegiatan ini akan merasa kualitas hubungan mereka semakin baik.

  • Biarkan anak memberi dan menerima percakapan

Proses sosialisasi anak di sekolah seperti berinteraksi dengan teman sebaya membantunya membaca ekspresi wajah dan bahasa tubuh orang lain. Interaksi di sekolah juga membantunya memulai, mengubah, dan mengakhiri percakapan dengan orang lain.

Untuk mengasah kemampuan sosial ini, Anda bisa mendorongnya untuk menemukan sahabat pena dengan menulis surat. Menulis surat adalah cara terbaik anak dalam melatih keterampilan menulis dan mengeja, serta meningkatkan keterampilan komunikasi dan sosial.

Anda juga bisa menciptakan suasana yang hangat dengan membangun intimasi selama waktu makan. Penelitian membuktikan anak yang makan malam bersama keluarganya disertai bercengkrama cenderung memiliki hubungan yang kuat dengan teman sebayanya.

Ketika berinteraksi dengan anak, pancinglah dengan percakapan yang menarik untuk membantu mengembangkan kemampuan komunikasi si kecil.

  • Bantu perkuat tali pertemanan anak  

Selama masa karantina, anak pasti merindukan teman-temannya. Buatlah rutinitas rutin untuk anak dalam menggunakan telepon. Biarkan dia menghubungi sahabat atau sanak keluarga lainnya.

Anda juga bisa menjadwalkan panggilan video untuk membantu anak terhubung dengan orang yang mereka cintai. Menonton film bersama secara virtual juga dapat dilakukan. Cara ini mendorong perkembangan psikologis anak dan dapat mengatasi kesepian yang mereka alami.

  • Biarkan anak bermain setelah belajar

Setelah penat belajar, biarkan anak beristirahat dan melakukan aktivitas lain sesuka hatinya. Anda bisa menyarankan anak untuk bermain game online yang dapat terhubung dengan teman lainnya.

Namun pastikan bahwa tujuan anak bermain game sebagai sarana melepas kerinduan dengan temannya, bukan untuk menghabiskan waktu seharian di depan layar gadget.

Sebelum menyarankan hal ini, Anda bisa membuat perjanjian dengan anak untuk menetapkan batas waktu bermain dan kapan waktu bermain yang diperbolehkan.

Catatan

Pandemi memang berdampak pada kemampuan sosialisasi anak, dan mungkin membuat Anda khawatir dengan perkembangan sosial anak di masa mendatang. Terlebih lagi jika anak Anda merupakan anak tunggal.

Kepribadian anak berbeda-beda, Anda hanya perlu mendukungnya untuk beradaptasi dengan situasi yang baru. Jangan lupa minta persetujuan anak atas aktivitas yang Anda sarankan.

Jika Anda mengkhawatirkan pandemi Covid-19 membawa pengaruh buruk pada sosialisasi anak, konsultasikan dengan psikolog atau konselor melalui layanan kesehatan online seperti SehatQ. Anda bisa mengunduhnya melalui App Store dan Playstore sekarang juga!.