Categories
Penyakit

11 Kondisi Medis Ini Bisa Menyebabkan Perut Kedutan

Perut kedutan? Memang bisa? Mungkin bagi sebagian dari Anda di sini masih terdengar aneh dengan perut kedutan. Perut kedutan sebenarnya sering kali dialami oleh para ibu hamil, yang dianggap karena adanya pergerakan janin di dalam rahim. Namun, ternyata tidak hanya terjadi pada bumil saja, lho. Perut kedutan juga bisa terjadi pada Anda yang memiliki kondisi medis tertentu. Apa saja itu? Yuk, langsung cari tahu di bawah ini!

Faktor-faktor penyebab perut kedutan.

Perut berkedut adalah kondisi adanya kontraksi otot di perut atau bagian saluran pencernaan, seperti lambung dan usus. Penyebabnya bisa dipicu oleh kondisi medis tertentu, seperti:

  • Penyakit radang usus.

Penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn dan kolitis ulseratif, adalah kondisi peradangan kronis. Penyakit Crohn dapat memengaruhi bagian manapun dari saluran pencernaan, sedangkan kolitis ulseratif hanya mempengaruhi usus besar. Kedua kondisi peradangan ini dapat menyebabkan kejang usus yang akhirnya berujung dengan perut kedutan.

  • Sindrom iritasi usus besar.

Sindrom iritasi usus besaratau irritable bowel syndrome (IBS) adalah kondisi kronis yang memengaruhi usus besar. Penyakit ini juga dapat menyebabkan perut kedutan. Selain itu, gejala lain yang mungkin Anda rasakan adalah kembung, sembelit, diare, dan perut bergas.

  • Gastritis dan gastroenteritis.

Gastritis dan gastroenteritis sama-sama merupakan kondisi radang lambung. Hanya saja, pada gastroenteritis, usus juga ikut mengalami peradangan. Tidak jarang, keduanya juga menyebabkan perut kedutan. Biasanya, penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, seperti Helicobacter pylori, virus Norwalk, dan rotavirus.

  • Kolitis ulseratif.

Kolitis ulseratif adalah radang pada usus besar yang bersambungan dengan rektum, sehingga menyebabkan kram perut. Perut jadi mengalami kejang dan kedutan. Jenis bakteri penyebab penyakit kolitis ini, meliputi Salmonella, Clostridium, dan E. coli. Selain itu, kelompok parasit seperti Giardia juga dapat menyebabkan kolitis.

  • Enteritis dan kolitis iskemik.

Penyakit kolitis disebabkan karena kurangnya suplai darah ke usus kecil dan usus besar disebut dengan kolitis iskemik. Jenis kolitis ini juga dapat menyebabkan otot-otot perut kejang dan mengalami kedutan. Begitu pula dengan enteritis, yaitu peradangan pada usus halus.

  • Sembelit.

Jika Anda mengalami sembelit, usus Anda mungkin jadi kram karena membengkak. Hal ini terjadi sebagai respons terhadap tekanan yang tinggi di dalam usus. Jadinya, Anda mengalami perut kedutan.

  • Ileus.

Ileus adalah kondisi di mana usus Anda menjadi diam atau tidak aktif menjalankan fungsinya. Hal ini dapat disebabkan oleh infeksi, peradangan, baru saja operasi perut, penggunaan narkotika, dan kurangnya aktivitas fisik. Ileus akan menyebabkan usus jadi terisi dengan udara dan cairan, sehingga mengakibatkan rasa nyeri dan perut kedutan.

  • Gastroparesis.

Gastroparesis pada dasarnya adalah ileus yang juga melibatkan lambung. Kondisi ini sering dialami oleh penderita diabetes dan dapat menyebabkan kram perut terutama setelah makan. Tidak heran, Anda yang memiliki diabetes sering mengalami perut kedutan.

  • Ketegangan otot.

Biasanya, ini sering terjadi pada orang yang sering berolahraga berat, terutama sit up. Akibatnya, otot-otot perut jadi kejang karena mengalami ketegangan otot. Gejala lainnya yang mungkin Anda rasakan adalah nyeri di bagian perut dan dapat bertambah parah dengan gerakan olahraga yang semakin intens.

  • Penumpukan gas di perut.

Adanya penumpukan gas di perut dapat menyebabkan otot usus jadi kejang, terutama ketika tubuh mencoba mengeluarkan gas. Alhasil, Anda pun mengalami perut kedutan. Gejala lainnya adalah perut buncit atau kembung, terasa kenyang, sakit perut, dan sering buang angin atau bersendawa.

  • Dehidrasi.

Seseorang bisa mengalami dehidrasi karena keringat, muntah, dan diare yang dapat menyebabkan kejang otot di seluruh tubuh, termasuk perut. Ini terjadi karena otot membutuhkan elektrolit, seperti kalsium, kalium, dan magnesium agar dapat bekerja dengan baik.

Sementara itu, jika mengalami dehidrasi, maka Anda akan kehilangan banyak elektrolit. Akibatnya, Anda bisa mengalami perut kedutan, karena otot bekerja secara tidak normal dan mengalami kejang.

Inilah 11 kondisi medis yang dapat menyebabkan perut kedutan. Kebanyakan kondisi ini tidak berbahaya dan dapat hilang tanpa pengobatan. Namun, jika kejang perut terlalu sering dan terasa sakit, bisa jadi ini pertanda adanya gangguan yang lebih serius. Segeralah temui dokter jika gejala yang dirasakan semakin parah hingga mengganggu aktivitas Anda sehari-hari.