Categories
Kulit & Kecantikan

6 Tipe Warna Kulit Manusia Menurut Risiko

Warna kulit tidak hanya menjadi kepusingan para penata rias guna menentukan alas bedak yang tepat untuk menghasilkan riasan yang natural. Lebih daripada itu, warna kulit manusia nyatanya juga menjadi perhatian medis karena memiliki risiko tersendiri terkait penyakit yang berhubungan dengan paparan sinar, kanker kulit contohnya.

Sebenarnya banyak faktor yang membuat warna kulit antar satu orang dengan orang lainnya tampak berbeda. Tidak sekadar putih atau hitam, ada pula beberapa gradasi warna yang mungkin agak sulit Anda identifikasi hingga kini. Adalah Fitzpatrick, yang pada tahun 1974 akhirnya membuat penggolongan tipe warna kulit manusia berdasarkan skala risikonya terkena kanker kulit.

Ada 6 tipe warna kulit yang diusung oleh Fitzpatrick. Pembagian tipe tersebut didasarkan pada kadar tingkat pigmentasi yang terbentuk oleh melanin dalam tubuh sebelum terpapar oleh sinar matahari. Di mana tiap tipe memiliki tingkat risiko yang berbeda terkait penyerapan sinar ultraviolet yang berbahaya. Berikut ini adalah 6 tipe warna kulit manusia yang diusung oleh Fitzpatrick.

  1. Tipe I

Kulit manusia yang masuk ke tipe ini umumnya berwarna putih. Di mana warna kulit akan langsung berubah ketika terkena sinar matahari. Tidak jarang, tipe I dari Fitzpatrick ini akan mengalami kulit terbakar, walaupun hanya terbakar sinar matahari. Ciri lain dari warna kulit manusia tipe I, yakni adanya bintik-bintik kecil yang menghiasi kulit. Orang-orang Inggris dan Skotlandia menjadi etnis yang kerap memiliki jenis kulit yang satu ini.

  • Tipe II

Penduduk Eropa Utara umumnya memiliki tipe warna kulit nomor II dari Fitzpatrick ini. Ciri-ciri umumnya adalah warna kulit putih yang tampak pucat. Sama seperti tipe I, warna kulit manusia tipe II ini juga kerap memiliki bintik-bintik kecil. Namun, penampakannya lebih jelas dibandingkan tipe I. Kulit manusia tipe yang kedua ini pun sangat mudah terbakar matahari. Bahkan, tidak jarang ketika berjemur di sinar matahari terlalu, kulit manusia tipe II akan mudah mengelupas.

  • Tipe III

Tipe III memiliki kulit berwarna putih pucat. Di sekujur kulit, juga mudah ditemukan bintik-bintik berwarna agak kecokelatan. Bedanya dengan tipe-tipe sebelumnya, warna kulit III tidak mudah terbakar matahari. Warna kulit tipe ini hanya mengalami perubahan warna ketika terpapar sinar terlalu lama, yakni menjadi kecokelatan. Etnis Jerman menjadi yang paling banyak memiliki jenis kulit yang satu ini.

  • Tipe IV

Warna kulit manusia tipe IV yang diklasifikasikan oleh Fitzpatcrick cenderung dinilai sebagai warna kulit yang eksotis. Warna kulit tipe ini umumnya kecokelatan dan mulus tanpa bintik-bintik. Warna kecokelatan pada kulit selaras dengan warna rambut dan bola mata pemilik kulit tersebut. Dengan tipe warna ini, pemilik kulit juga tidak perlu takut berjemur lama-lama di bawah sinar matahari sebab kulitnya sangat jarang untuk terbakar. Penduduk kawasan Mediterania atau Eropa bagian selatan yang umumnya memiliki warna kulit jenis ini.

  • Tipe V

Tipe V adalah jenis warna kulit yang umum dimiliki oleh orang-orang Asia dan sebagian Afrika. Orang Indonesia kerap menyebut warna tipe V ini sebagai kulit sawo matang. Cirinya adalah warna kulit yang kecokelatan cenderung gelap. Kulit tipe V ini juga sangat tidak mudah terbakar, walau berlama-lama berjemur di bawah sinar matahari. Umumnya, tidak ditemukan pula bintik-bintik di sekujur kulit.

  • Tipe VI

Inilah warna kulit manusia yang umumnya dimiliki oleh etnis Afrika. Di mana warna kulit mereka cenderung mengarah ke hitam. Legamnya kulit dikarenakan pigmen yang mereka miliki sangat dalam. Orang dengan jenis kulit tipe ini pun tidak akan mengalami masalah kulit terbakar matahari. Tidak ada pula bintik-bintik yang menjalar di sekujur kulitnya.

***

Setelah mengetahui tipe warna kulit manusia ala Fritzpatrick di atas, baiknya Anda menyiapkan perlindungan kulit yang sesuai dengan jenis kulit Anda. Tujuannya tak lain meminimalkan risiko terkena kanker kulit akibar terlalu sering terbakar sinar matahari.