Categories
Hidup Sehat

6 Bahaya Sering Mengonsumsi Makanan Tinggi Garam

Rasa asin memang bisa membuat Anda ketagihan. Mengonsumsi beragam makanan tinggi garam cenderung membuat Anda sulit berhenti mengunyah. Padahal dibalik rasanya yang lezat, makanan-makanan dengan kandungan garam yang terlalu tinggi dapat menjebak Anda dalam berbagai masalah kesehatan. 

Masalahnya, banyak jenis makanan tinggi garam yang Anda tidak sadari. Berbagai makanan olahan yang sering Anda santap pun termasuk ke dalam jenis makanan tinggi garam yang rentan menimbulkan bahaya bagi kesehatan Anda. 

Apa saja sebenarnya risiko dan bahaya mengonsumsi garam dalam jumlah berlebih? Berbagai masalah kesehatan dan penyakit di bawah ini siap menghadang Anda apabila terus-menerus mengonsumsi makanan tinggi garam. 

  1. Tekanan Darah Tinggi 

Makanan tinggi garam sangat mudah menyebabkan aliran volume darah melalui pembuluh darah dan arteri semakin besar. Hal ini bisa berujung ke peningkatan tekanan darah sehingga akhirnya Anda mengalami hipertensi. Namun, tidak serta-merta ketika Anda mengonsumsi makanan tinggi dalam sekali waktu, Anda langsung mengalami tekanan darah tinggi. Kepekaan setiap orang terhadap kandungan garam berbeda-beda dan sangat dipengaruhi kondisi genetik dan hormone. Umumnya, semakin tua seseorang, akan semakin peka tubuhnya terhadap makanan tinggi garam sehingga lebih berisiko mengalami tekanan darah tinggi. 

  1. Risiko Penyakit Jantung 

Bahaya makanan tinggi garam yang satu ini masih berhubungan dengan kemampuan garam meningkatkan aliran volume darah. Volume darah di arteri yang terlalu deras akan membuat peradangan lebih mudah terjadi. Peradangan inilah yang berisiko mempersempit aliran darah sehingga menghalangi keluar masuknya darah dan oksigen ke jantung. Anda pun akan lebih mudah terkena penyakit jantung koroner karena kondisi tersebut. 

  1. Memicu Kanker Perut 

Asupan garam yang tinggi dapat membuat Anda lebih mudah mengalami radang selaput perut dan maag kronis. Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi tersebut dapat memicu terjadinya kanker perut. Dalam sebuah penelitian, makanan tinggi garam memang terbukti meningkatkan risiko kanker perut. Orang yang mengonsumsi garam rata-rata 3 gram per hari nyatanya memiliki risiko terkena kanker perut 68 persen lebih tinggi dibandingkan orang yang hanya mengonsumsi garam 1 gram per hari. Menyeramkan, bukan?

  1. Bayang-bayang Stroke 

Pengerasan dinding pembuluh darah akibat volume aliran darah yang lebih deras juga bisa mengancam kesehatan otak dan sekitarnya. Bahkan pengerasan dinding tersebut berisiko membuat Anda terkena serangan stroke apabila tidak segera ditangani. Jadi daripada dibayang-bayangi ketakutan terkena stroke, sebaiknya Anda mulai mengurangi konsumsi makanan-makanan tinggi garam. 

  1. Kerusakan Ginjal 

Ginjal merupakan organ vital tubuh yang berperan penting dalam menyaring produk limbah dari darah. Kerusakan dan kegagalan ginjal bisa menyebabkan ketidakseimbangan cairan dalam darah, detak darah tidak normal, dan berujung kematian. Tekanan darah tinggi yang mudah dipicu oleh makanan tinggi garam meningkatkan risiko gagal ginjal karena tekanan ekstra pada arteri. Kondisi lebih parah akan terjadi pada orang-orang yang memiliki masalah ginjal bawaan. Mengonsumsi lebih banyak garam akan membuat penurunan kinerja ginjal terjadi lebih cepat dan berujung pada risiko keselamatan jiwa. 

  1. Pembengkakan Kulit 

Pembengkakan kulit atau edema dapat membuat Anda merasa tidak nyaman. Umumnya, edema terjadi karena ada penumpukan cairan di dalam organ tubuh. Penumpukan cairan tersebut pun sangat mudah dipicu oleh pengkonsumsian makanan tinggi garam. Edema biasanya menyerang bagian lengan, kaki, atau pergelangan kaki. Tidak jarang pula, pembengkakan yang terjadi akan diikuti oleh rasa nyeri yang mengganggu. 

Jangan remehkan bahaya mengonsumsi makanan tinggi garam. Mulai sekarang, kurangi asupan garam harian dengan lebih selektif memilih makanan agar Anda tidak tertimpa berbagai risiko masalah kesehatan di atas, ya.

Categories
Obat

Intip Peringatan Penggunaan dan Efek Samping Atorvastatin

Atorvastatin merupakan obat golongan statin yang berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol dan mencegah penyakit jantung. Obat ini tergolong obat keras yang dapat menimbulkan efek samping sehingga perlu resep dokter untuk mendapatkannya. Atorvastatin tersedia dalam bentuk tablet. Obat ini perlu diminum dengan menelannya secara utuh. Jika dihancurkan atau dibelah terlebih dahulu saat mengonsumsi atorvastatin, maka efektivitas obat dapat menurun. Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut tentang peringatan penggunaan dan efek samping atorvastatin. 

Peringatan penggunaan atorvastatin

Sebelum mengonsumsi atorvastatin, sebaiknya Anda memperhatikan beberapa peringatan obat seperti berikut ini. 

  1. Peringatan alergi 

Obat atorvastatin berisiko menimbulkan alergi berupa kesulitan bernapas, kesulitan menelan, pembengkakan (pada wajah, lidah, bibir, dan tenggorokan). Jika Anda mengalami alergi akibat atorvastatin maka segera hentikan mengonsumsi obat tersebut dan cari bantuan medis. Konsultasikan bahwa Anda mengalami reaksi alergi dengan dokter agar Anda mendapat resep obat lain untuk membantu menurunkan kadar kolesterol.

  1. Peringatan untuk kondisi medis tertentu

Untuk beberapa kondisi medis tertentu perlu berhati-hati saat menggunakan atorvastatin. Beberapa kondisi medis yang perlu waspada terhadap atorvastatin yaitu orang dengan penyakit organ hati, penderita diabetes, dan orang yang mengalami masalah ginjal. 

  1. Peringatan lainnya 

Tidak hanya kondisi medis tertentu saja, beberapa kondisi lain juga perlu waspada saat menggunakan atorvastatin. Beberapa kondisi tersebut mencakup ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan lansia. 

Efek samping atorvastatin

Beberapa efek samping atorvastatin yang umum terjadi yaitu: 

  • Kembung
  • Diare
  • Hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri punggung atau sendi
  • Penyakit asam lambung

Berbagai efek samping tersebut akan menghilang dengan sendirinya. Namun jika telah lebih dari 3 minggu dan malah semakin parah maka segera minta bantuan medis. Selain itu, terdapat pula beberapa efek samping atorvastatin yang bersifat serius dan membutuhkan penanganan dokter segera. Beberapa efek samping atorvastatin yang berbahaya yaitu 

  • Demam dan jantung berdetak lebih cepat
  • Nyeri otot, kram otot, lemah otot, atau otot terasa lembut. 
  • Gangguan hati yang ditandai dengan sakit di bagian atas, kehilangan nafsu makan, urine berwarna gelap, lelah, mengalami penyakit kuning. 
  • Gangguan ginjal yang ditandai dengan pembengkakan di pergelangan kaki, napas pendek, serta buang air sedikit. 
  • Pusing, lelah, dan lemas yang tidak wajar.

Interaksi atorvastatin dengan obat lain

Saat menggunakan atorvastatin, sebaiknya Anda menghindari mengonsumsi obat lain secara bersamaan. Penggunaan atorvastatin bisa menimbulkan interaksi jika digunakan bersama dengan obat lain. Berikut efek interaksi yang mungkin terjadi.

  • Meningkatkan kadar obat digoxin dan kontrasepsi oral seperti ethinyl estradiol dalam darah.
  • Meningkatkan risiko gangguan otto dan rhabdomyolysis jika digunakan bersama dengan obat itraconazole, ketoconazole, clarithromycin, ciclosporin, niacin, verapamil. Ritonavir, diltiazem, fenofibrate, asam fusidat, niacin, colchicine, ezetimibe, dan gemfibrozil. 
  • Menurunkan kadar atorvastatin dalam tubuh jika digunakan bersama dengan obat phenytoin, antasida, colestipol, rifampicin, dan efavirenz. 

Untuk menghindari risiko interaksi atorvastatin, maka sebaiknya Anda menyampaikan kondisi medis yang sedang dialami. Selain itu, Anda juga perlu menyampaikan kepada dokter apabila sedang mengonsumsi suplemen, vitamin, obat lain baik buatan pabrik maupun herbal. Penggunaan atorvastatin biasanya dilakukan seumur hidup guna mencegah naiknya kadar kolesterol dalam darah. Apabila Anda ingin berkonsultasi lebih lanjut tentang efek samping atorvastatin, tanyakan secara langsung pada dokter secara gratis melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh sekarang di App Store atau Google Play. 

Categories
Obat

Apa Itu Isosorbide Dinitrate? Ini Penjelasannya

Merupakan obat yang digunakan untuk mencegah dan meredakan angina atau bisa disebut dengan nyeri dada yang diakibatkan penyakit jantung koroner dikenal dengan nama isosorbide dinitrate (ISDN). Obat ini termasuk dalam golongan obat nitrat, bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah agar aliran darah bisa mengalir lancar ke otot jantung.

Otot tersebut juga bisa digunakan untuk menjadi otot tambahan bagi pasien gagal jantung, namun obat ini juga memiliki efek samping. Terutama pada setiap pemakaian, efek samping yang sering muncul biasanya sakit kepala dan pusing. Selain itu, efek samping yang jarang muncul tetapi ada seperti pingsan dan detak jantung yang berubah menjadi cepat.

Cara Penggunaan Isosorbide Dinitrate

Obat ini bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan, namun selalu pastikan pemakaian harus mengikuti aturan minum obat yang diberikan oleh dokter. Konsumsi obat dalam bentuk tablet ini tidak boleh digerus atau menghancurkannya, hal ini disebabkan karena menggerus obat tanpa instruksi dokter bisa mempengaruhi kinerja obat tersebut.

Apabila pasien memang kesulitan dalam menelan obat ini tanpa menghancurkan atau menggerusnya terlebih dahulu, konsultasikan hal ini dengan dokter. Kemungkinan dokter akan memberi resep obat lain, seperti obat cair atau tablet yang bisa dilarutkan dalam air. Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter, terutama pada obat jenis injeksi.

Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, jangan pernah gunakan obat ini melebihi dosis yang disarankan oleh dokter. Apabila kondisi penderita semakin buruk, atau tidak ada perubahan yang muncul setelah konsumsi obat, maka segera periksakan kondisi tersebut kepada dokter.

Cara Menyimpan Obat

Simpan obat ini pada suhu ruangan, sekitar 25 sampai 30 derajat dan jauhkan dari cahaya langsung serta tempat yang lembap. Sangat tidak disarankan untuk menempatkan obat ini di kamar mandi dan jangan sekali-kali dibekukan. Namun, merek lain dari obat ini kemungkinan memiliki aturan penyimpanan tersendiri  atau berbeda.

Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan kepada dokter dan apoteker untuk mengetahui informasi lebih lanjut. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak dan hewan peliharaan, jangan menyiram obat ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali memang diinstrusikan oleh dokter untuk membuangnya ke saluran tersebut.

Dosis dan Cara Penggunaan

Perlu diketahui jika obat ini termasuk dalam golongan obat keras, sehingga penggunaan obat ini harus dengan resep atau anjuran dari dokter. Bukan tanpa alasan penggunaan obat ini harus sesuai dengan anjuran dokter mengingat fungsi obat ini digunakan untuk mengatasi permasalahan dan gangguan jantung, berikut beberapa dosis penggunaan.

  • Obat tablet yang digunakan untuk mengatasi angina atau nyeri dada diberikan dosis sebanyak 20 hingga 120 mg per hari dalam dosis terbagi. Maksimal 240 mg per hari, sementara untuk gagal jantung dosis yang diberikan 30 sampai 160 mg per hari dalam dosis terbagi, maksimal sebanyak 240 mg per hari.
  • Obat jenis sublingual untuk mengatasi gagal jantung dosis yang diberikan 5-10 mg setiap hari selama dua jam sekali dan ditempelkan di bawah lidah. Sementara untuk mengatasi angina akut dosis yang diberikan mulai dari 2,5 hingga 10 mg dengan cara yang sama yakni ditempelkan di bawah lidah ketika mengonsumsinya.
  • Isosorbide dinitrate injeksi intravena untuk gagal jantung atau angina tidak stabil diberikan sebanyak dua hingga 12 mg setiap satu jam sekali. Hingga 20 mg per jam jika diperlukan, bisa diberikan dengan cara disuntikkan melalui pembuluh darah.
Categories
Penyakit

9 Obat Populer Penurun Kolesterol Selain Simvastatin

Anda yang memiliki riwayat koleterol tinggi pastinya sudah terbiasa mengonsumsi obat penurun kolesterol seperti simvastatin. Obat berjenis statin ini merupakan salah satu obat terpopuler yang paling sering diresepkan dokter apabila hasil laboratorium menunjukkan ada memiliki kadar kolesterol tinggi di atas 200 miligram per desiliter.

Tingkat kolesterol yang tinggi baiknya tidak dibiarkan karena dapat menimbulkan beragam penyakit kronis. Mulai dari penyakit jantung koroner sampai serangan stroke, semua dapat berawal dari tingginya kadar kolesterol jahat di dalam darah Anda. Penggunaan obat seperti simvastatin sendiri dapat menjadi jalan cepat menurunkan kadar kolesterol jahat.

Namun selain obat tersebut, sebenarnya masih banyak obat lain yang kerap direkomendasikan dokter untuk memperbaiki kadar kolesterol dalam darah. Berikut ini adalah obat-obat yang populer diresepkan bagi penderita kolesterol tinggi.

  1. Atorvastatin

Atovastatin sebenarnya sama seperti simvastatin, yakni sama-sama merupakan obat berjenis statin yang bertujuan untuk menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh. Namun selain itu, atorvastatin juga memiliki fungsi menurunkan kadar lemak dalam darah atau trigeserid. Atorvastin umumnya diberikan kepada penderita penyakit jantung ataupun pasien yang memiliki tekanan darah tinggi.

  • Colesevelam

Colesevelam merupakan obat penurun kolesterol berjenis resin. Obat ini membantu tubuh membuang kolesterol yang berlebih dengan cara mengikat empedu di usus Anda. Selain membuang kolesterol ektra, jenis obat yang satu ini juga dapat mengontrol kadar gula dalam darah sehingga kerap diresepkan kepada penderita diabetes tipe 2.

  • Fenofibrate

Banyak nama lain dari obat ini, seperti tricor, trilipix, ataupun triglide. Tidak seperti statin yang mampu menurunkan kadar kolesterol jagat, fenofibrate merupakan obat jenis fibrate yang berfungsi menaikkan kadar kolesterol baik sekaligus menurunkan trigeserida atau lemak dalam darah. Obat ini tidak dapat dibeli secara bebas. Anda baru bisa mendapatkannya jika memperoleh resep dokter.

  • Lopid

Sama seperti fenofibarate, lopid merupakan obat pengontrol kolesterol berjenis fibrate yang berfungsi menaikkan kadar kolesterol baik sekaligus menurunkan lemak dalam darah. Biasanya obat ini diresepkan untuk diminum sebelum sarapan dan makan malam dengan jeda waktu sekitar 30 menit sebelum Anda menyantap makanan.

  • Ezetimibe

Ezetimibe merupakan obat yang diresepkan dokter guna mengurangi kadar kolesterol dalam darah dengan cara menghambat penyerapan kolesterol. Namun, penggunaan obat ini umumnya tidak tunggal. Dokter akan memberi tambahan resep atorvastatin ataupun simvastatin guna menurunkan kadar kolesterol pasien terlebih dahulu.

  • Lovastatin

Sama seperti simvastatin, lovastatin merupakan obat jenis statin yang berfungsi menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Lovastatin biasa diresepkan kepada penderita kolesterol tinggi yang sudah tahunan. Ini karena sifat lovastatin yang lebih mengarha untuk obat jangka panjang. Waktu mengonsumsi lovastatin umumnya adalah setiap sebelum tidur.

  • Pravastatin

Satu lagi jenis obat penurun kolesterol berjenis statin adalah pravastatin. Obat ini dapat menjadi pilihan bagi Anda yang sibuk bekerja atau sedang dalam perjalanan jauh. Pasalnya, pravastatin dapat dikonsumsi tanpa didahului asupan makanan terlebih dahulu.

  • Niasin

Niasin merupakan olahan dari vitamin B3 yang juga kerap digunakan untuk penderita kolesterol tinggi. Obat ini mampu meningkatkan kadar kolesterol baik sekaligus menurunkan kadar kolesterol jahat. Umumnya niasin digunakan dengan pengombinasian menggunakan obat penurun kadar kolesterol lainnnya.

  • Rosuvastatin

Satu lagi obat berjenis statin yang manfaatnya seperti simvastatin. Namun, rosuvastatin memiliki dosis yang lebih tinggi. Penggunaan obat ini biasa ditujukan peada pasien-pasien yang memiliki faktor risiko besar terkena penyakit kardiovaskular.

***

Banyak bukan jenis obat pengontrol kadar kolesterol selain simvastatin. Jadi, jangan kaget jika tiba-tiba ketika berobat, dokter meresepkan obat selain simvastatin untuk mengatasi masalah kolesterol Anda yang tinggi, ya.