Categories
Obat

Intip Peringatan Penggunaan dan Efek Samping Atorvastatin

Atorvastatin merupakan obat golongan statin yang berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol dan mencegah penyakit jantung. Obat ini tergolong obat keras yang dapat menimbulkan efek samping sehingga perlu resep dokter untuk mendapatkannya. Atorvastatin tersedia dalam bentuk tablet. Obat ini perlu diminum dengan menelannya secara utuh. Jika dihancurkan atau dibelah terlebih dahulu saat mengonsumsi atorvastatin, maka efektivitas obat dapat menurun. Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut tentang peringatan penggunaan dan efek samping atorvastatin. 

Peringatan penggunaan atorvastatin

Sebelum mengonsumsi atorvastatin, sebaiknya Anda memperhatikan beberapa peringatan obat seperti berikut ini. 

  1. Peringatan alergi 

Obat atorvastatin berisiko menimbulkan alergi berupa kesulitan bernapas, kesulitan menelan, pembengkakan (pada wajah, lidah, bibir, dan tenggorokan). Jika Anda mengalami alergi akibat atorvastatin maka segera hentikan mengonsumsi obat tersebut dan cari bantuan medis. Konsultasikan bahwa Anda mengalami reaksi alergi dengan dokter agar Anda mendapat resep obat lain untuk membantu menurunkan kadar kolesterol.

  1. Peringatan untuk kondisi medis tertentu

Untuk beberapa kondisi medis tertentu perlu berhati-hati saat menggunakan atorvastatin. Beberapa kondisi medis yang perlu waspada terhadap atorvastatin yaitu orang dengan penyakit organ hati, penderita diabetes, dan orang yang mengalami masalah ginjal. 

  1. Peringatan lainnya 

Tidak hanya kondisi medis tertentu saja, beberapa kondisi lain juga perlu waspada saat menggunakan atorvastatin. Beberapa kondisi tersebut mencakup ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan lansia. 

Efek samping atorvastatin

Beberapa efek samping atorvastatin yang umum terjadi yaitu: 

  • Kembung
  • Diare
  • Hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri punggung atau sendi
  • Penyakit asam lambung

Berbagai efek samping tersebut akan menghilang dengan sendirinya. Namun jika telah lebih dari 3 minggu dan malah semakin parah maka segera minta bantuan medis. Selain itu, terdapat pula beberapa efek samping atorvastatin yang bersifat serius dan membutuhkan penanganan dokter segera. Beberapa efek samping atorvastatin yang berbahaya yaitu 

  • Demam dan jantung berdetak lebih cepat
  • Nyeri otot, kram otot, lemah otot, atau otot terasa lembut. 
  • Gangguan hati yang ditandai dengan sakit di bagian atas, kehilangan nafsu makan, urine berwarna gelap, lelah, mengalami penyakit kuning. 
  • Gangguan ginjal yang ditandai dengan pembengkakan di pergelangan kaki, napas pendek, serta buang air sedikit. 
  • Pusing, lelah, dan lemas yang tidak wajar.

Interaksi atorvastatin dengan obat lain

Saat menggunakan atorvastatin, sebaiknya Anda menghindari mengonsumsi obat lain secara bersamaan. Penggunaan atorvastatin bisa menimbulkan interaksi jika digunakan bersama dengan obat lain. Berikut efek interaksi yang mungkin terjadi.

  • Meningkatkan kadar obat digoxin dan kontrasepsi oral seperti ethinyl estradiol dalam darah.
  • Meningkatkan risiko gangguan otto dan rhabdomyolysis jika digunakan bersama dengan obat itraconazole, ketoconazole, clarithromycin, ciclosporin, niacin, verapamil. Ritonavir, diltiazem, fenofibrate, asam fusidat, niacin, colchicine, ezetimibe, dan gemfibrozil. 
  • Menurunkan kadar atorvastatin dalam tubuh jika digunakan bersama dengan obat phenytoin, antasida, colestipol, rifampicin, dan efavirenz. 

Untuk menghindari risiko interaksi atorvastatin, maka sebaiknya Anda menyampaikan kondisi medis yang sedang dialami. Selain itu, Anda juga perlu menyampaikan kepada dokter apabila sedang mengonsumsi suplemen, vitamin, obat lain baik buatan pabrik maupun herbal. Penggunaan atorvastatin biasanya dilakukan seumur hidup guna mencegah naiknya kadar kolesterol dalam darah. Apabila Anda ingin berkonsultasi lebih lanjut tentang efek samping atorvastatin, tanyakan secara langsung pada dokter secara gratis melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh sekarang di App Store atau Google Play. 

Categories
Penyakit

9 Obat Populer Penurun Kolesterol Selain Simvastatin

Anda yang memiliki riwayat koleterol tinggi pastinya sudah terbiasa mengonsumsi obat penurun kolesterol seperti simvastatin. Obat berjenis statin ini merupakan salah satu obat terpopuler yang paling sering diresepkan dokter apabila hasil laboratorium menunjukkan ada memiliki kadar kolesterol tinggi di atas 200 miligram per desiliter.

Tingkat kolesterol yang tinggi baiknya tidak dibiarkan karena dapat menimbulkan beragam penyakit kronis. Mulai dari penyakit jantung koroner sampai serangan stroke, semua dapat berawal dari tingginya kadar kolesterol jahat di dalam darah Anda. Penggunaan obat seperti simvastatin sendiri dapat menjadi jalan cepat menurunkan kadar kolesterol jahat.

Namun selain obat tersebut, sebenarnya masih banyak obat lain yang kerap direkomendasikan dokter untuk memperbaiki kadar kolesterol dalam darah. Berikut ini adalah obat-obat yang populer diresepkan bagi penderita kolesterol tinggi.

  1. Atorvastatin

Atovastatin sebenarnya sama seperti simvastatin, yakni sama-sama merupakan obat berjenis statin yang bertujuan untuk menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh. Namun selain itu, atorvastatin juga memiliki fungsi menurunkan kadar lemak dalam darah atau trigeserid. Atorvastin umumnya diberikan kepada penderita penyakit jantung ataupun pasien yang memiliki tekanan darah tinggi.

  • Colesevelam

Colesevelam merupakan obat penurun kolesterol berjenis resin. Obat ini membantu tubuh membuang kolesterol yang berlebih dengan cara mengikat empedu di usus Anda. Selain membuang kolesterol ektra, jenis obat yang satu ini juga dapat mengontrol kadar gula dalam darah sehingga kerap diresepkan kepada penderita diabetes tipe 2.

  • Fenofibrate

Banyak nama lain dari obat ini, seperti tricor, trilipix, ataupun triglide. Tidak seperti statin yang mampu menurunkan kadar kolesterol jagat, fenofibrate merupakan obat jenis fibrate yang berfungsi menaikkan kadar kolesterol baik sekaligus menurunkan trigeserida atau lemak dalam darah. Obat ini tidak dapat dibeli secara bebas. Anda baru bisa mendapatkannya jika memperoleh resep dokter.

  • Lopid

Sama seperti fenofibarate, lopid merupakan obat pengontrol kolesterol berjenis fibrate yang berfungsi menaikkan kadar kolesterol baik sekaligus menurunkan lemak dalam darah. Biasanya obat ini diresepkan untuk diminum sebelum sarapan dan makan malam dengan jeda waktu sekitar 30 menit sebelum Anda menyantap makanan.

  • Ezetimibe

Ezetimibe merupakan obat yang diresepkan dokter guna mengurangi kadar kolesterol dalam darah dengan cara menghambat penyerapan kolesterol. Namun, penggunaan obat ini umumnya tidak tunggal. Dokter akan memberi tambahan resep atorvastatin ataupun simvastatin guna menurunkan kadar kolesterol pasien terlebih dahulu.

  • Lovastatin

Sama seperti simvastatin, lovastatin merupakan obat jenis statin yang berfungsi menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Lovastatin biasa diresepkan kepada penderita kolesterol tinggi yang sudah tahunan. Ini karena sifat lovastatin yang lebih mengarha untuk obat jangka panjang. Waktu mengonsumsi lovastatin umumnya adalah setiap sebelum tidur.

  • Pravastatin

Satu lagi jenis obat penurun kolesterol berjenis statin adalah pravastatin. Obat ini dapat menjadi pilihan bagi Anda yang sibuk bekerja atau sedang dalam perjalanan jauh. Pasalnya, pravastatin dapat dikonsumsi tanpa didahului asupan makanan terlebih dahulu.

  • Niasin

Niasin merupakan olahan dari vitamin B3 yang juga kerap digunakan untuk penderita kolesterol tinggi. Obat ini mampu meningkatkan kadar kolesterol baik sekaligus menurunkan kadar kolesterol jahat. Umumnya niasin digunakan dengan pengombinasian menggunakan obat penurun kadar kolesterol lainnnya.

  • Rosuvastatin

Satu lagi obat berjenis statin yang manfaatnya seperti simvastatin. Namun, rosuvastatin memiliki dosis yang lebih tinggi. Penggunaan obat ini biasa ditujukan peada pasien-pasien yang memiliki faktor risiko besar terkena penyakit kardiovaskular.

***

Banyak bukan jenis obat pengontrol kadar kolesterol selain simvastatin. Jadi, jangan kaget jika tiba-tiba ketika berobat, dokter meresepkan obat selain simvastatin untuk mengatasi masalah kolesterol Anda yang tinggi, ya.