Categories
Kesehatan Mulut

Bermasalah dengan Kesehatan Gigi? Kunjungi Agata Dental Clinic

Banyak orang merasa takut ketika akan berobat ke dokter gigi. Tapi, saat memiliki masalah dengan kesehatan gigi, Anda tetap perlu mengunjungi dokter gigi untuk segera mengatasinya. Salah satu klinik gigi yang bisa Anda pilih adalah Agata Dental Clinic. 

Klinik gigi yang satu ini terletak di kawasan Jakarta Selatan, tepatnya di Jagakarsa. Lokasinya yang cukup strategis membuat klinik ini cocok dijadikan tempat untuk berkonsultasi dengan dokter gigi, serta mendapatkan perawatan untuk kesehatan gigi. 

Layanan kesehatan gigi di Agata Dental Clinic

Sebagai klinik gigi, Agata Dental Clinic memberikan layanan untuk kesehatan gigi dan mulut bagi pasien. Pelayanan kesehatan yang diberikan dipandu oleh dokter spesialis gigi yang berpengalaman, serta dibantu oleh tenaga ahli yang profesional. 

Dalam melayani pasien, klinik ini selalu mengutamakan kenyamanan dan kesehatan. Pemilihan atau seleksi pasien dilakukan secara profesional, didasarkan pada protokol kesehatan yang sudah sesuai dengan anjuran standar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).

Beberapa jenis layanan kesehatan yang diberikan di klinik ini meliputi:

  • Scaling pembersihan karang gigi 
  • Penambalan gigi dengan laser
  • Perawatan saluran akar
  • Bleaching atau whitening gigi
  • Pemasangan kawat gigi
  • Veneer direct atau indirect
  • Perawatan gigi anak dan perawatan gusi
  • Implan dan pembuatan gigi palsu
  • Operasi gigi bungsu 
  • Ektraksi gigi

Masih ada beberapa jenis layanan kesehatan lainnya yang tersedia di klinik ini. Anda bisa membuat jadwal konsultasi dan mencari tahu jenis perawatan lainnya dengan menghubungi pihak klinik secara langsung. 

Persiapan mengunjungi klinik gigi

Ketika akan mengunjungi klinik gigi, sebaiknya Anda melakukan sejumlah persiapan terlebih dahulu. Ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan, demi konsultasi yang lancar. Berikut ini hal-hal tersebut: 

  • Membersihkan gigi dan mulut

Sebelum berkunjung ke dokter gigi, sebaiknya bersihkan dulu mulut dan gigi Anda. Caranya dengan menyikat gigi sampai bersih, berkumur, atau bahkan melakukan flossing bila perlu. 

Hal ini penting agar saat dokter memeriksa mulut Anda, kondisi gigi dan mulut secara keseluruhan bisa lebih mudah terlihat tanpa adanya halangan dari sisa kotoran dan makanan. 

Selain itu, menyikat gigi sebelum ke dokter gigi akan menjaga napas Anda tetap segar, sehingga tidak mengganggu bagi dokter gigi Anda. 

  • Jangan makan

Sebisa mungkin hindari makan beberapa jam sebelum mengunjungi dokter gigi. Biasanya, makanan bisa meninggalkan sisa pada gigi Anda, meskipun Anda sudah menyikatnya sekalipun. 

Sisa makanan tersebut berpotensi menimbulkan aroma tak sedap. Ini bisa menyiksa dokter gigi Anda nantinya. 

  • Buat daftar gejala dan pertanyaan

Sebelum ke Agata Dental Clinic, cobalah untuk membuat daftar gejala terlebih dahulu. Anda bisa menjelaskan pada dokter mengenai gejala yang Anda rasakan. Hal ini akan memudahkan dokter gigi Anda untuk memeriksa gigi dan melakukan diagnosa terhadap kondisi gigi Anda. 

Setelah itu, siapkan juga daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan. Sesi konsultasi adalah waktu terbaik untuk menanyakan hal-hal yang tak bisa Anda tanyakan pada orang lain. Agar tidak lupa, catat daftar pertanyaan itu sejak sebelum mengunjungi klinik. 

Saat dokter memberikan informasi, Anda juga bisa mencatatnya agar bisa terus diingat dan diterapkan sehari-hari. 

Persiapkan diri Anda dengan baik sebelum berobat ke Agata Dental Clinic. Klinik ini beroperasi setiap hari Senin sampai Jumat pukul 14.00-21.00 waktu setempat, dan Sabtu pukul 09.00-15.00 waktu setempat.

Categories
Kesehatan Mulut

Ingin Gigi Sehat? Pilihlah Sikat Gigi Yang Tepat!

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memiliki gigi sehat dan kuat. Jika gigi sehat, Anda ingin makan atau minum apa saja tidak akan menjadi masalah. Salah satu hal yang dapat Anda lakukan untuk menjaga gigi sehat adalah pemilihan sikat gigi yang tepat. Hal ini terlihat sepele, nyatanya memakai sikat gigi yang tepat dapat berpengaruh pada kondisi gigi Anda.

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika memilih sikat gigi. Mungkin hal ini terlihat tidak begitu penting, tapi nyatanya dengan memilih sikat gigi yang tepat dapat menghasilkan gigi sehat.

  1. Ukuran dan bentuk kepala sikat

Sikat gigi yang bagus adalah sikat gigi yang sesuai dengan kebutuhan dan bentuk atau morfologi mulut Anda. Jika Anda memiliki rahang dan gigi yang besar-besar, bentuk kepala sikat kotak dengan bulu sikat yang lebih banyak  akan lebih sesuai untuk membersihkan seluruh permukaan gigi Anda. Sebaliknya, jika rahang Anda kecil, bentuk kepala sikat oval dengan ujung yang mengecil akan bisa menjangkau seluruh permukaan gigi sampai ke bagian gigi paling belakang. Pilihlah sikat dengan bentuk dan ukuran yang paling nyaman untuk gigi dan mulut Anda.

  1. Jenis bulu sikat

Bulu sikat gigi biasanya dibagi berdasarkan tingkat kekerasannya. Jika Anda memiliki gusi normal yang sehat dan tidak mudah berdarah, maka Anda bisa memilih tingkat kekerasan bulu sikat yang mana saja. Namun patut Anda ingat bahwa menggosok gigi terlalu keras dapat melukai gusi Anda. Jika Anda memiliki gigi sensitif atau gusi yang mudah berdarah, pilihlah bulu sikat gigi lembut atau soft. Permukaan bulu sikat yang datar dirancang untuk membersihkan permukaan gigi secara menyeluruh, dan permukaan yang bergelombang dirancang untuk menjangkau permukaan gigi di sebelahnya.

  1. Gagang sikat gigi

Bentuk dan bahan sikat gigi juga bermacam-macam. Gagang sikat yang lurus memudahkan Anda mengontrol pergerakan sikat gigi, sedangkan gagang bengkok memudahkan Anda menggenggamnya dan membantu kepala sikat menjangkau sudut-sudut mulut. Gagang sikat gigi konvensional biasanya terbuat dari bahan plastik, namun sikat gigi bambu mulai menjadi pilihan yang populer belakangan ini. Kelebihan sikat gigi bambu terletak pada bahannya yang natural sehingga ramah lingkungan.

  1. Sikat gigi elektrik atau manual

Jika Anda tidak memiliki keterbatasan gerak misalnya mengidap artritis atau radang pada sendi pergerakan, sikat gigi manual sudah cukup baik untuk Anda. Kelebihan sikat gigi elektrik biasanya terletak pada fitur-fitur seperti fitur getaran untuk menandakan waktunya berpindah menyikat bagian gigi yang lain, atau fitur sensor tekanan.

Setelah sudah mengetahui sikat gigi seperti apa yang cocok dengan kondisi dan kebutuhan Anda. Selanjutnya Anda juga harus memerhatikan bagaimana merawat sikat gigi agar tetap awet dan berfungsi sesuai kebutuhannya, Anda harus perhatikan beberapa hal ini agar tetap mendapatkan gigi sehat

  1. Ganti Setiap 3 Bulan Sekali

Ganti sikat gigi Anda sekiranya tiap 3 bulan sekali. Anda bisa menggantinya kurang dari waktu tersebut, khususnya jika bulu sikat sudah terlihat sedikit megar atau Anda baru saja sembuh dari penyakit infeksi.

  1. Jangan Bergantian dengan Orang Lain

Jangan saling bertukar atau bergantian dalam menggunakan sikat gigi dengan orang lain. Hal ini dilakukan untuk menurunkan risiko infeksi, yang dapat menyebar melalui sikat gigi yang terkontaminasi. Anjuran ini harus betul-betul diperhatikan, sebab penyakit berbahaya seperti hepatitis C berpotensi untuk ditularkan melalui sikat gigi.

  1. Cuci Bersih Setelah Dipakai

Cuci bersih sikat gigi setelah digunakan dengan air mengalir. Simpan dengan posisi tegak, kepala sikat di atas dan diangin-anginkan. Bila menggunakan sikat gigi dengan penutup, pastikan terdapat lubang-lubang kecil pada penutup tersebut agar sikat gigi tidak lembap dan memancing kuman untuk berkembang.

Itulah beberapa cara yang bisa Anda pertimbangkan sebelum memilih sikat gigi. Jika ingin gigi sehat, Anda juga harus memerhatikan alat untuk menjaga kebersihan giginya. Jadi, sekarang jangan sampai salah pilih lagi, ya!

Categories
Kesehatan Mulut

Tak Perlu Cemas, Ini Cara Mengatasi Gigi Jarang

Gigi yang jarang atau renggang seringkali menimbulkan ketidakpercayaan diri. Apabila hal ini terjadi, Anda pasti ingin mencari cara untuk menghilangkannya. Anda tidak perlu khawatir, karena ada beberapa cara mengatasi gigi jarang yang bisa Anda lakukan.

Untuk mengatasinya, Anda perlu terlebih dahulu memahami penyebabnya. Kemudian, Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Faktor penyebab gigi jarang

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang memiliki kondisi gigi jarang. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Ukuran gigi

Terkadang, ukuran gigi seseorang bisa saja tidak sebanding dengan ukuran rahangnya. Misalnya, gigi Anda terlalu kecil bagi rahang, sehingga muncul celah di antara gigi.

Ukuran gigi dan tulang rahang dipengaruhi oleh faktor genetik. Karena itu, gigi jarang juga seringkali terjadi dalam satu keluarga. 

  • Periodontitis

Periodontitis adalah penyakit gusi parah yang disebabkan oleh kebersihan gigi yang buruk. Kondisi ini bisa menyebabkan tulang rahang menjadi keropos, menyebabkan pergeseran gigi, dan menimbulkan celah di antara gigi.

Cara mengatasi gigi jarang akibat periodontitis adalah dengan pengobatan kondisi periodontitis tersebut. Akan lebih baik lagi kalau Anda bisa mencegahnya dengan rutin merawat kebersihan gigi dan mulut. 

  • Kebiasaan buruk

Beberapa orang memiliki kebiasaan buruk yang melibatkan mulut, seperti kebiasaan menghisap jempol dan menyodorkan lidah. Kebiasaan ini bisa mengakibatkan perubahan tekstur mulut dan memicu gigi jarang.

Biasanya, kebiasaan menyodorkan lidah akan menyebabkan celah gigi di rahang bawah, karena lidah terus menerus mendorong dua gigi bawah pusat. 

Sebenarnya, masih ada banyak faktor penyebab gigi jarang lainnya. Akan tetapi, faktor-faktor di atas adalah faktor yang cukup umum ditemukan.

Cara mengatasi gigi jarang secara medis

Kondisi gigi jarang bukanlah kondisi yang berbahaya. Karena itu, perawatan tidak terlalu dibutuhkan. 

Akan tetapi, bagi Anda yang merasa kurang percaya diri, ada cara mengatasi gigi jarang secara medis, yaitu: 

  • Menggunakan kawat gigi

Dokter gigi umumnya merawat kondisi gigi yang renggang dengan menganjurkan pemasangan kawat gigi. Kawat ini akan memberikan tekanan pada gigi, sehingga secara perlahan akan menutup celah di antara gigi.

Anda juga bisa menggunakan kawat gigi yang transparan apabila merasa tidak percaya diri untuk mengenakan kawat biasa. 

  • Veneer

Veneer merupakan perawatan gigi dengan menggunakan bahan buatan untuk ditempatkan di atas gigi. Biasanya, bahan itu dapat berupa porselen atau komposit.

Bahan komposit dibuat dari dua atau lebih bahan dengan sifat kimia yang berbeda. Saat dicampurkan, bahan-bahan ini akan membentuk zat keras menyerupai gigi. Prosedur ini cocok apabila celah pada mulut Anda hanya satu atau dua saja.

  • Implan gigi

Terkadang, kondisi gigi jarang juga bisa disebabkan oleh kerusakan gigi yang menyebabkan gigi hilang satu per satu. Salah satu cara mengatasi gigi jarang karena kondisi ini adalah melalui implan gigi.

Implan gigi ditempatkan dengan menggunakan sekrup logam ke dalam tulang rahang, kemudian memasukkan gigi pengganti. 

  • Prosedur periodontal

Prosedur ini dilakukan apabila gigi jarang yang Anda alami disebabkan oleh masalah gusi. Penggunaan veneer dan implan gigi saja mungkin tidak cukup untuk mengatasinya.

Prosedur ini dilakukan dengan beberapa cara, mulai dari operasi atau pembedahan, scaling, dan perawatan gusi lainnya.

Anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter untuk mengetahui cara mengatasi gigi jarang yang paling tepat. Namun, bila Anda tidak masalah dengan kondisi gigi Anda, maka Anda tidak perlu mendapatkan perawatan medis khusus.

Categories
Kesehatan Mulut

Gigi Busuk

Gigi busuk bisa terjadi karena adanya akumulasi bakteri pada plak yang menempel pada gigi manusia.

Menjaga kebersihan diri penting, termasuk gigi manusia. Jika seseorang tidak rajin membersihkan gigi, maka bisa membuat gangguan pada gigi seperti gigi busuk. Gigi busuk bisa terjadi karena adanya akumulasi bakteri pada plak yang menempel pada gigi manusia. Asam yang dihasilkan bakteri tersebut secara perlahan akan menggerogoti gigi sehingga membuat gigi mereka terlihat busuk dan rapuh.

Agar terhindar dari gangguan seperti ini, setiap orang perlu merawat gigi mereka setiap hari. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menggosok gigi. Jika tidak menggosok gigi secara rutin, maka bisa berpotensi mengalami sakit gigi. Selain itu, setiap orang sebaiknya memahami gejala awal gigi busuk, karena bisa berpotensi membuat gigi tidak bisa pulih seperti kondisi semula.

Tidak seperti gigi berlubang, gigi busuk bisa membuat gigi rusak secara permanen. Pembusukan pada gigi terjadi di bagian permukaannya, bahkan kondisi seperti ini bisa terjadi tanpa terdeteksi sebelumnya. Oleh karena itu, setiap orang diharapkan untuk memeriksa gigi secara rutin untuk mencegah gangguan seperti ini.

Gejala
Gigi busuk dapat membuat seseorang mengalami gejala sebagai berikut:

  • Sakit gigi.
  • Gigi sensitif terhadap makanan atau minuman yang panas atau dingin.
  • Mengalami bintik berwarna hitam, coklat, atau putih pada gigi.
  • Mengeluarkan bau tidak sedap dari mulut.
  • Rasa pahit di mulut.
  • Pembengkakan.

Gigi busuk tidak hanya dialami pada orang dewasa, namun juga bisa dialami pada anak-anak. Anak yang mengalami gigi busuk juga bisa terkena gejala berupa rasa tidak nyaman pada gigi dan demam yang mengindikasikan adanya infeksi pada gigi.

Penyebab
Gigi busuk bisa dipengaruhi oleh faktor berikut:

  • Tidak menjaga kebersihan gigi

Salah satu yang dapat membuat seseorang mengalami gigi busuk adalah tidak menjaga kebersihan gigi. Oleh karena itu, gigi perlu dirawat setiap hari. Salah satu cara untuk merawat gigi adalah dengan menggosok gigi dua kali sehari.

  • Gangguan pada gigi

Gangguan seperti lubang di bagian gigi, dimana kondisi tersebut tidak segera ditangani, bisa membuat gigi busuk. Hal tersebut juga dapat memicu bakteri masuk ke lapisan gigi yang lebih mendalam.

  • Kandungan makan

Jika manusia mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi karbohidrat secara berlebihan dan gigi mereka tidak dijaga dengan baik, maka akan membuat gigi mereka busuk.

  • Gigi tidak rata

Jika ditemukan adanya gigi yang tidak rata, maka bisa terasa sulit untuk menjangkau bagian yang ingin digosok. Kondisi seperti ini dapat mengakibatkan plak menempel pada bagian yang sulit dijangkau dalam waktu yang lama.

  • Mulut kering

Mulut kering dapat membuat bakteri menempel pada permukaan gigi sehingga dapat membuat gigi busuk.

  • Kekurangan fluor

Fluor merupakan mineral alami yang dapat membuat enamel gigi kokoh, untuk mencegah gigi berlubang. Hal tersebut juga dapat menurunkan risiko gigi busuk.

  • Penggunaan botol dot

Anak-anak yang menggunakan botol dot, terutama dalam waktu yang lama, juga bisa berpotensi mengalami gigi berlubang.

Cara Menangani Gigi Busuk

Jika Anda mengalami gigi busuk, maka kondisi tersebut perlu segera ditangani. Berikut adalah cara-cara untuk mengatasi gigi berlubang:

  • Remineralisasi gigi

Remineralisasi gigi dapat dilakukan dengan menambah fluor. Meskipun demikian, cara tersebut hanya digunakan jika lubang pada gigi kecil.

  • Dental filling

Cara lain untuk mengatasi gigi busuk adalah dental filling. Cara tersebut dilakukan dengan menutup lubang dengan menggunakan resin komposit. Resin komposit diberikan dengan warna yang sama dengan gigi lainnya.

  • Perawatan saluran akar gigi

Perawatan saluran akar gigi juga bisa menjadi pertimbangan jika kondisi pada gigi yang dialami parah. Kondisi pada gigi bisa parah karena adanya infeksi atau peradangan. Perawatan saluran akar gigi dilakukan dengan mengangkat saraf atau pulpa gigi yang mengalami infeksi sebelum menutupnya kembali.

Kesimpulan

Di atas merupakan informasi tentang gigi busuk yang perlu Anda perhatikan. Anda hanya perlu rajin menjaga kondisi gigi setiap hari. Jika Anda mengalami gigi busuk, maka Anda perlu periksa diri ke dokter gigi untuk penanganan lebih lanjut.