Categories
Penyakit

Penyakit Serius yang Mesti Ditangani Dokter Penyakit Dalam

Mendatangi klinik-klinik yang berada di dekat rumah kerap menjadi pilihan banyak orang di masa pandemi ini dibandingkan harus pergi ke rumah sakit. Klinik dianggap lebih aman karena tidak menangani pasien Covid-19. Berobat di klinik pun bisa menghemat biaya karena tarifnya yang lebih murah daripada rumah sakit. Namun, tahukah Anda bahwa kebanyakan dokter yang ada di klinik masih berstatus dokter umum?

Padahal, bisa jadi penyakit yang sedang Anda hadapi memiliki kebutuhan untuk ditangani dokter yang lebih spesialis. Anda yang memiliki penyakit-penyakit kronis tahunan ataupun yang tengah mendapat penyakit yang tidak kunjung sembuh sebaiknya tidak ditangani oleh dokter umum, melainkan oleh dokter penyakit dalam. 

Dokter penyakit dalam merupakan dokter spesialis yang menangani berbagai keluhan dan gejala penyakit yang terkait dengan organ tubuh pasien. Penyakit-penyakit serius yang membutuhkan perawatan berkelanjutan umumnya ditangani oleh dokter spesialis yang satu ini. Berikut ini adalah 5 penyakit serius yang biasanya langsung dirujuk untuk ditangani dokter penyakit dalam

  1. Diabetes 

Diabetes merupakan kondisi ketika sensitivitas insulin dalam tubuh berkurang sehingga menyebabkan kadar gula darah tidak terkontrol dan selalu berada di atas normal. Ini merupakan penyakit kronis yang mesti ditangani secara berkelanjutan agar tidak menyebabkan komplikasi ke bagian tubuh lainnya. Jika dibiarkan, sangat mungkin diabetes menimbulkan masalah kesehatan lain, seperti penyakit ginjal, penyakit jantung, kebutaan, dan berbagai masalah lain. Karena itu, sebaiknya jika Anda memiliki kadar gula darah yang tinggi, segeralah berobat ke dokter penyakit dalam. 

  1. Kanker 

Kanker menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia yang sampai saat ini masih sulit untuk ditangani. Seseorang yang mengidap kanker pada awalnya sangat mungkin tidak menyadari adanya se lasing jahat yang tengah menggerogoti organ tubuhnya. Pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh dan lengkap perlu dilakukan untuk mencapai kesimpulan seseorang mengalami kanker atau tidak. Karena itulah, baiknya Anda melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan segera berkonsultasi ke dokter penyakit dalam apabila terdapat temuan dalam tes yang mengarah pada pertumbuhan sel asing di dalam tubuh. 

  1. Penyakit Ginjal 

Banyak jenis penyakit yang berhubungan dengan ginjal. Ada penyakit batu ginjal sampai gagal ginjal. Namun apapun itu, penanganan yang tepat haruslah berasal dari dokter penyakit dalam. Pasalnya, terganggunya bagian ginjal akan membuang pembersihan dan penyaringan racun di dalam darah menjadi tidak optimal. Pemeriksaan secara berkala dan teratur mesti dilakukan untuk memastikan fungsi ginjal tidak semakin menurun dan meminimalkan risiko kematian penderitanya. 

  1. Hipertensi 

Hipertensi merupakan bahasa medis yang mengarah pada kondisi tekanan darah yang terlalu tinggi pada seseorang. Anda tergolong mengalami hipertensi apabila secara berturut-turut memiliki tekanan darah di atas 140/90 mmHg. Dampak dari penyakit ini memang tidak langsung terasa di badan. Akan tetapi, hipertensi dapat menjadi awal berbagai penyakit serius lain, seperti penyakit jantung, ginjal, sampai stroke. Jadi, berhati-hatilah dan lakukan pengecekan secara rutin ke dokter penyakit dalam. 

  1. Hipotiroid 

Berbagai masalah hormon umumnya ditangani oleh dokter penyakit dalam, termasuk kasus hipotiroid. Ini merupakan kondisi ketika produksi hormone tiroid di tubuh terlalu sedikit, sehingga metabolisme tubuh menjadi terhambat. Beberapa gejala penyakit ini adalah rasa lelah yang terus-menerus, kepikunan, kenaikan berat badan, juga kondisi kulit dan rambut yang mendadak mengering. Hipotiroid bisa diobati dengan mengembalikan kadar hormone tiroid lewat sejumlah terapi obat. 

*** 

Banyak penyakit serius yang terlambat ditangani karena penderita memandang remeh gejala di tubuhnya dan memilih tidak berobat ke dokter penyakit dalam. Maka itu, sebaiknya jika pergi ke klinik dan tidak sembuh dalam 2 kali kunjungan, segeralah meminta rujukan untuk menemui dokter spesialis yang sesuai dengan keluhan Anda.