Categories
Kesehatan Wanita

Mengenal Lumpektomi & Masektomi, Dua Prosedur Operasi Kanker Payudara

Kanker payudara masih memegang predikat sebagai kanker dengan penderita paling banyak di Indonesia. Berdasarkan data yang dimiliki Global Cancer Observatory, kanker payudara menyerang 42, 1 per 100.000 penduduk dengan tingkat kematian 17 per 100.000 penduduk. Penyakit ini sebenarnya dapat diatasi sampai tuntas jika disadari sejak awal. Penanganan khas kanker payudara adalah lumpektomi dan masektomi.

Dua penanganan tersebut dapat menjadi alternatif pilihan selain penanganan kanker yang sifatnya umum, seperti kemoterapi. Baik lumpektomi dan masektomi sama-sama mengandalkan metode bedah. Lantas, di manakah letak perbedaan di antara keduanya?

  • Masektomi

Secara garis besar, mastektomi dapat dipahami sebagai sebuah prosedur operasi untuk mengangkat seluruh payudara yang telah terserang sel kanker. Pilihan ini tak jarang langsung ditawarkan oleh dokter yang menangani pasien. Namun, sebelum menentukan pilihan, pastikan terlebih dahulu baik dan buruk dari metode ini.

Ketika seluruh jaringan payudara yang terkena kanker diangkat, kemungkinan sel kanker itu tertinggal atau kembali lagi jadi semakin kecil. Bagi sebagian wanita, kondisi ini mungkin akan menjauhkannya dari kekhawatiran. Tetapi, metode ini juga tetap mengharuskan pasien melakukan terapi radiasi, tergantung dari hasil patologi.

Prosedur mastektomi meninggalkan beberapa cela, salah satunya adalah ia membutuhkan waktu lebih lama dan lebih luas daripada metode lumpektomi. Selain itu, efek sampingnya dari masektomi pun terbilang cukup banyak.

Mastektomi ini terbagi lagi ke dalam lima jenis prosedur, di antaranya:

  • Sederhana (total): Dalam prosedur ini, dokter akan mengangkat seluruh payudara, tetapi tidak menghilangkan kelenjar getah bening di ketiak atau otot di bawah payudara. Mastektomi sederhana ini direkomendasikan untuk wanita yang ingin mencegah kanker payudara tumbuh kembali.
  • Radikal yang dimodifikasi: Prosedur mastektomi ini mengangkat seluruh payudara dan beberapa kelenjar getah bening. Namun, tidak ada otot yang diangkat. Dokter melakukan mastektomi ini untuk memeriksa kelenjar getah bening dan menentukan kanker telah menyebar di luar payudara atau belum.
  • Radikal: Tindakan ini adalah jenis mastektomi yang paling invasif. Mastektomi radikal mengangkat seluruh payudara, kelenjar getah bening di ketiak, dan otot-otot di dada. Prosedur ini hanya disarankan jika kanker telah menyebar ke otot-otot dada di payudara.
  • Sebagian: Dalam prosedur ini, dokter hanya mengangkat bagian payudara yang terkena kanker dan beberapa jaringan di sekitarnya. Meskipun mirip dengan lumpektomi, prosedur ini menghilangkan lebih banyak jaringan.
  • Subkutan: Prosedur ini juga dikenal sebagai mastektomi puting, operasi ini menyasar semua jaringan payudara tetapi tetap mempertahankan puting.

Jenis prosedur ini akan menyesuaikan kondisi dari pasien setelah dokter mendapatkan diagnosis yang pasti.

  • Lumpektomi

Perbedaan mendasar masektomi dan lumpektomi adalah jaringan yang diangkat. Lumpektomi hanya akan mengangkat jaringan payudara yang terserang, tanpa mengambil atau menghilangkan payudara.

Kemudian, meski membuang sebagian jaringan, lumpektomi tetap mencoba untuk membuat payudara terlihat semirip mungkin dengan aslinya. Prosedur ini direkomendasikan untuk pasien dengan bentuk kanker yang kurang invasif.

Setelah prosedur lumpektomi, dokter akan memeriksa untuk memastikan semua kanker telah terangkat. Biasanya pasien akan memerlukan terapi radiasi (RT) setelah operasi lumpektomi untuk mencegah kanker berulang dan menghancurkan sel-sel kanker yang tersisa.

Sisi positif dari lumpektomi adalah pasien tetap dapat mempertahankan sebagian besar penampilan dan sensasi payudara. Namun, lumpektomi memiliki beberapa kelemahan potensial, seperti pasien masih harus menjalani terapi radiasi selama 5 hingga 7 minggu sebanyak 5 hari per minggu sebagai upaya memaksimalkan hasil yang didapat.

***

Berdasarkan apa yang tersaji di atas, terlihat jelas pebedaan dari kedua metode penanganan kanker payudara dengan metode operasi tersebut. Adapun yang terbaik di antara masektomi dan lumpektomi kembali lagi ke masing-masing kondisi dari pasien. Dokter akan memberikan rekomendasi metode yang paling baik dan tepat untuk pasien berdasarkan diagnosis yang dimilikinya.