Categories
Penyakit

Masalah Pencernaan karena Bakteri Selain Penyakit Whipple

Mungkin sebagian besar masyarakat kita masih asing dengan penyakit whipple. Sebab memang jarang ditemui di Indonesia. Sementara itu, penyakit ini juga memang terbilang langka di mana hanya dialami oleh sekitar 1 dari 1 juta orang.

Orang yang terserang penyakit whipple dapat dideteksi lantaran dia mengeluhkan sesuatu di persendian atau sistem pencernaannya. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Tropheryma whipplei (T. whipplei) ini akan mengacaukan kinerja sistem cerna manusia.

Pada awalnya, bakteri ini akan menyerang lapisan mukosa usus kecil. Kemudian, bakteri tersebut akan memunculkan lesi (jaringan yang tumbuh secara abnormal) di dalam dinding usus. Bakteri ini juga dapat menyerang jaringan vili yang melapisi usus halus.

Kemudian, bakteri yang telah berkembang di dalam tubuh inangnya itu akan mulai mengganggu proses pemecahan lemak dan karbohidrat di dalam tubuh sehingga menghambat kemampuan tubuh dalam menyerap nutrisi.

Karena tubuh korban tak mampu lagi menyerap nutrisi, tentunya keseimbangan tubuh korban akan terganggu. Pada akhirnya, banyak anggota tubuh yang tak mampu lagi bekerja dengan baik dan mulai menyebabkan masalah-masalah kesehatan lain yang memperparah kondisinya.

Pencernaan manusia memang rentan sekali mengalami masalah kesehatan. Sebab dia bertugas menerima makanan atau minuman dari luar tubuh. Kenyataan bahwa ada banyak sekali kemungkinan semua itu telah terkontaminasi oleh sesuatu yang berbahaya, membuat pencernaan menjadi “sarang penyakit”.

Selain penyakit whipple, ada beberapa masalah kesehatan yang terjadi di pencernaan oleh sebab terinfeksi bakteri. Beberapa di antaranya adalah:

  • Diare

Diare merupakan salah satu gangguan sistem pencernaan yang banyak dialami. Di mana gangguan pencernaan ini akan membuat perut terasa mulas dan feses penderita menjadi encer. Gangguan ini terjadi karena selaput dinding usus besar si penderita mengalami iritasi.

Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang menderita diare, di mana salah satunya yaitu karena penderita mengkonsumsi makanan yang tidak higenis atau mengandung kuman, sehingga dengan begitu gerakan peristaltik usus menjadi tidak terkendali serta di dalam usus besar tidak terjadi penyerapan air.

Jika fases penderita bercampur dengan nanah atau darah, maka gejala tersebut menunjukan bahwa si penderita mengalami desentri yang mana gangguan itu disebabkan karena adanya infeksi bakteri Shigella pada dinding usus besar orang yang menderitanya.

  • Gastritis

Gastritis merupakan penyakit atau gangguan di mana dinding lambung mengalami peradangan. Meski umumnya kondisi kesehatan ini disebabkan karena kadar asam klorida atau Hcl terlalu tinggi, tetapi tak sedikit kasus terjadi lantaran infeksi bakteri melalu makanan yang tidak higienis.

Penyakit ini cenderung kompleks. Sebab gejalanya bisa membuat seluruh sistem pencernaan terganggu. Mulai dari perut kembung hingga muntah darah. Kondisi ini terbilang serius dan harus mendapat penanganan segera.

  • Leptospirosis

Penyakit ini sebenarnya memang tidak murni menyerang sistem pencernaan, sama seperti penyakit whipple. Namun, gejalanya bisa meluas sampai ke sana. Salah satu gejala yang biasa terjadi ketika seseorang terserang leptospirosis adalah sakit perut dan diare. Selain itu, sering juga penderita mengalami mual dan muntah-muntah.

Tikus sering dijumpai sebagai media penyebaran penyakit leptospirosis. Penyakit ini sebenarnya disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans. Penyakit akibat infeksi bakteri ini harus ditangani secara intensif agar benar-benar sembuh. Sebab, komplikasinya bisa menyebabkan penyakit yang lebih serius seperti gagal ginjal, meningitis, dan kerusakan organ-organ tubuh lainnya.

***

Penyakit whipple memang amat jarang ditemui, tidak seperti masalah-masalah pencernaan lain. Namun, kenyataan itu bukan berarti membuat kita boleh menyepelekannya. Teknis pengobatan yang belum begitu memadai untuk penyakit ini juga harus dijadikan pertimbangan. Lebih baik melakukan berbagai macam upaya pencegahan agar tidak harus repot di kemudian hari. Memastikan makanan yang kita makan higienis adalah cara terbaik terhindar dari risiko penyakit ini.