Categories
Hidup Sehat

Berbagai Gangguan Pencernaan yang Perlu Diwaspadai

Sistem pencernaan merupakan bagian yang rumit dan luas dari tubuh. Sistem pencernaan membantu tubuh menyerap nutrisi penting serta bertanggung jawab dalam membuang limbah dan kotoran. Oleh karena itu, gangguan pencernaan tidak boleh dianggap remeh. Meskipun terlihat bukan suatu hal yang serius, gangguan pencernaan yang tidak dirawat dan diobati dapat menyebabkan penyakit kronis berbahaya. Karena ada banyak jenis gangguan pencernaan, sangat penting untuk memahami gejala-gejala yang perlu diwaspadai. Sehingga Anda tahu kapan harus berbicara dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Artikel ini akan membahas berbagai jenis gangguan pencernaan. 

Konstipasi kronis

Konstipasi kronis merupakan salah satu gangguan pencernaan yang mengindikasi adanya masalah dalam membuang kotoran. Hal ini biasanya terjadi ketika usus tidak bisa menggerakkan kotoran menuju bagian akhir sistem pencernaan. Anda bisa merasakan adanya rasa sakit pada bagian perut dan kembung, serta jarang buang air besar. Konstipasi kronis umum dijumpai. Untuk mengatasinya, Anda hanya perlu mendapatkan cukup serat, air, dan olahraga. Beberapa obat OTC tertentu juga dapat mengatasi konstipasi kronis dalam kasus-kassu yang lebih serius. 

Intoleransi makanan

Intoleransi makanan terjadi ketika sistem pencernaan tidak bisa menoleransi beberapa jenis makanan tertentu. Berbeda dengan kasus alergi makanan, yang dapat menyebabkan bentol dan gangguan pernapasan, intoleransi hanya memengaruhi pencernaan. Gejala intoleransi makanan di antaranya adalah keram atau kembung, diare, sakit kepala, maag, gas, dan muntah. Intoleransi makanan biasanya didiagnosa dengan membuat dan meninjau diary makanan. Tulis apa yang Anda makan dapat mengidentifikasi makanan mana yang dapat memicu gejala intoleransi. Penyakit celiac, sebuah gangguan autoimun, merupakan salah satu jenis intoleransi makanan. Penyakit tersebut menyebabkan gangguan pencernaan ketika Anda memakan gluten (sebuah protein dalam gandum). Orang-orang dengan penyakit celiac harus mengikuti diet bebas gluten untuk meminimalisir gejala dan kerusakan pada usus halus. 

GERD

Rasa panas dalam perut merupakan sebuah kondisi yang sering dijumpai pada orang dewasa. Kondisi ini terjadi ketika asam lambung kembali naik ke kerongkongan, menyebabkan nyeri dada dan sensasi terbakar pada daerah tersebut. Apabila rasa panas dalam perut tersebut sering terjadi, ada kemungkinan Anad menderita penyakit refluks gastroesophageal atau disingkat GERD. Jika rasa panas tersebut terjadi terus menerus, hal ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan merusak kerongkongan. Gejala GERD yang perlu diwaspadai adalah rasa tidak nyaman pada dada, batuk kering, rasa asam di mulut, tenggorokan radang, dan kesulitan menelan. Anda mungkin akan membutuhkan obat-obatan untuk mengatasi rasa panas tidak nyaman tersebut. Kerongkongan yang rusak dapat membuat proses menelan menjadi hal yang sulit dilakukan dan mengganggu sistem pencernaan. 

Penyakit radang usus

Penyakit radang usus (IBD) merupakan sebuah pembengkakan kronis. Penyakit ini memengaruhi satu atau lebih bagian saluran pencernaan. Ada dua jenis IBD, yaitu penyakit Chron yang memengaruhi seluruh saluran gastrointestinal namun biasanya memengaruhi usus besar dan kecil, serta kolitis ulseratif yang hanya memengaruhi usus besar. IBD juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan umum, seperti sakit perut dan diare. Gejala lain IBD di antaranya adalah badan terasa lelah, buang air besar tidak komplit, hilangnya nafsu makan dan turunnya berat badan, keringat malam, serta dubur yang berdarah. 

Anda bisa mengatasi gangguan pencernaan dengan perawatan medis yang tepat dan perubahan gaya hidup. Penyakit tertentu pada sistem pencernaan dapat bersifat jangka panjang, namun obat-obatan tersedia untuk membantu meringankan gejala yang dirasakan.