Categories
Uncategorized

Selain Katatonia, Ini Juga Merupakan Gangguan Kesehatan Mental Anda

Gangguan psikosomatik dapat terjadi pada semua kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Munculnya keluhan psikosomatik pada seseorang biasanya diawali masalah kesehatan mental yang dialaminya, seperti takut, stres, depresi, atau cemas. Salah satunya Katatonia.

Woman suffering from Catatonic Schizophrenia.

Katatonia adalah suatu gangguan medis psikomotor, artinya keadaan yang melibatkan hubungan antara fungsi mental dan gerakan tubuh. Katatonia mempengaruhi kemampuan seseorang untuk bergerak dengan normal. Gejala paling umum adalah stupor yang ditandai dengan ketidakmampuan seseorang untuk bergerak, berbicara, atau merespon rangsangan. 

Selain katatonia, terdapat beberapa gangguan kesehatan mental didefinisikan sebagai penyakit atau kondisi yang memengaruhi cara berpikir, merasakan sesuatu, bertindak, atau berhubungan dengan orang lain serta lingkungan.

  1. Gangguan Psikotik

Penyakit kejiwaan psikotik melibatkan kesadaran atau pola pikir yang terdistorsi. Dua gejala yang paling umum adalah halusinasi dan delusi. Skizofrenia merupakan salah satu contoh gangguan psikotik, yang ditandai dengan distorsi dalam berpikir, persepsi, emosi, bahasa, dan perilaku.

  1. Gangguan Makan

Gangguan makan melibatkan emosi, sikap, dan perilaku ekstrem yang melibatkan berat badan serta makanan. Gangguan makan dapat berupa asupan makanan yang tidak mencukupi atau berlebihan, yang akhirnya dapat merusak kesejahteraan individu. Bentuk gangguan makan yang paling umum, yaitu Binge Eating Disorder, Anorexia Nervosa, dan Bulimia Nervosa.

  1. Kontrol Impuls 

Gangguan kontrol impuls membuat penderitanya tidak dapat menahan keinginan atau dorongan untuk melakukan tindakan yang membahayakan diri atau orang lain. Sering kali, orang-orang dengan gangguan ini menjadi begitu terlibat dengan objek kecanduan sehingga cenderung mengabaikan tanggung jawab. Pyromania (menyalakan api) dan kleptomania (mencuri) adalah contoh gangguan kontrol impuls.

  1. Obsessive-Compulsive Disorder (OCD)

Seseorang yang mengalami OCD diselimuti dengan pikiran atau ketakutan konstan, yang membuat mereka melakukan tindakan tertentu.  Contoh OCD adalah seseorang dengan rasa takut berlebihan terhadap kuman, sehingga ia terus-menerus mencuci tangan.

  1. Gangguan Stres Pasca-trauma (PTSD)

Gangguan stres pasca-trauma alias Post-traumatic stress disorder (PTSD) adalah jenis gangguan jiwa yang mengikuti peristiwa traumatis atau menakutkan di masa lampau. Contohnya, serangan seksual atau fisik. Seseorang yang mengalami PTSD umumnya mempunyai pikiran maupun kenangan yang abadi dan cenderung “kebas” secara emosional.

Keadaan tersebut terjadi ketika seseorang mengembangkan gejala emosional atau perilaku dalam menanggapi peristiwa maupun situasi yang menegangkan. Sindrom respons stres biasanya dimulai dalam waktu tiga bulan semenjak terjadinya peristiwa, dan berakhir dalam enam bulan setelah faktor penyebab stres berhenti atau hilang.

  1. Gangguan disosiatif

Penderita gangguan disosiatif cenderung mengalami perubahan dalam ingatan, kesadaran, identitas, dan kesadaran umum tentang diri maupun lingkungannya.  Jenis gangguan jiwa ini sering dikaitkan dengan stres luar biasa, yang mungkin merupakan akibat dari peristiwa traumatis atau kecelakaan, termasuk bencana yang mungkin dialami atau disaksikan.

Dalam gangguan psikosomatik atau katatonia, dokter tidak hanya berfokus mengobati gejala fisik yang dialami pasien, tetapi juga mengobati kondisi mental atau psikis yang menyebabkan munculnya keluhan fisik pada pasien.

Oleh karena itu, setelah keluhan fisiknya ditangani, pasien mungkin akan dirujuk ke psikiater untuk diperiksa dan diterapi kondisi psikologisnya. Beberapa pengobatan gangguan psikosomatik yang mungkin dilakukan oleh psikiater.

  • Psikoterapi

Jenis pengobatan psikoterapi yang umumnya dilakukan berupa terapi perilaku kognitif. Pengobatan ini bertujuan untuk melatih respons mental seseorang terhadap situasi yang berat. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk mengurangi keluhan fisik yang dialami orang dengan gangguan psikosomatik.

  • Hipnoterapi

Hipnoterapi bisa berdampingan dengan psikoterapi, dan efektif untuk mengatasi stres serta kecemasan. Hipnosis pada terapi ini dapat membuat seseorang mampu mengeksplorasi pikiran, perasaan, dan ingatan menyakitkan yang tersembunyi di pikiran bawah sadarnya. Dengan ditemukannya luka terpendam ini, dokter jadi bisa membantu pasien mengolah dan menanggapi luka tersebut sehingga tidak berkembang menjadi stres yang bisa memicu gangguan psikosomatik.

  • Obat-obatan

Obat-obatan biasanya digunakan untuk gangguan mental yang menyebabkan gejala psikosomatik. Psikiater umumnya meresepkan obat antidepresan yang dapat mengurangi gejala fisik atau nyeri yang berhubungan dengan depresi dan gangguan psikosomatik.

Itulah beberapa penyakit tentang kesehatan mental selain katatonia yang bisa saja terjadi pada Anda. Jika Anda mengalami gangguan kesehatan mental seperti di atas, jangan ragu untuk menemui dokter. Semakin cepat ditangani, maka peluang kesembuhan akan semakin besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *