Categories
Obat

Perawatan Luka Sesuai Jenisnya

Setiap jenis luka memiliki penanganan yang berbeda-beda. Perawatan luka tak bisa disamakan begitu saja karena setiap jenis memiliki risiko tersendiri, mulai ringan, sedang, hingga berat. Hal tersebut yang membuat cara mengobatinya juga berbeda.

Dari beragam jenis luka, paling tidak kita familiar dengan istilah luka lecet, gores, tusuk dan luka bakar. Dalam perbedaan jenis tersebut, kita perlu mengetahui perbedaan perawatan luka. Sebab, dalam kasus tertentu terdapat luka yang tidak bisa kita tangani sendiri, oleh karenanya membutuhkan bantuan dokter.

Secara umum luka dapat dibagi menjadi dua, yaitu luka terbuka dan tertutup. Luka terbuka memiliki beberapa jenis, seperti lecet, tersayat atau teriris, terbakar dan tertusuk. Sementara luka tertutup jenisnya adalah hematoma dan kontusio. Dalam artikel ini, kita akan fokus membahas luka terbuka.

  • Luka terbuka

Jika kita mengalami luka terbuka dan tergolong ringan, kita bisa melakukan perawatan luka sendiri. Hanya, kalau terbuka cukup lebar dan memiliki ke dalam, tentu kita perlu ke rumah sakit atau puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.

  • Luka Lecet

Luka jenis ini kerap kita alami ketika melakukan aktivitas olahraga, seperti futsal, bulu tangkis, bersepeda dan lain sebagainya. Luka lecet terjadi karena bagian tubuh kita mengalami gesekan dengan permukaan kasar. Dalam perawatan luka jenis ini, pertama-tama kita perlu hindari menyentuh bagian luka tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Saat penanganan, penting untuk diingat tangan kita harus bersih. Setelahnya, kita perlu membersihkan luka dengan kasa bersih. Selanjutnya membilas luka pada air mengalir, setidaknya selama lima menit.

Hal itu guna memastikan tidak ada kotoran yang tertinggal di area luka. Pada bagian sekitar luka kita bisa menggunakan sabun, tetapi jangan sampai terkena bagian yang terluka karena bisa menyebabkan iritasi.

Tahap beriktunya adalah mengoleskan salep antibiotik atau krim pada area yang terluka. Penggunaannya jangan terlalu banyak dan saat dioleskan perlu berhati-hati dan jangan menekan luka dengan kencang. Apabila kulit kita mengalami ruam, antibiotik bisa kita tak gunakan.

Berikutnya, tutup luka dengan perban. Jika luka kecil, perban bisa saja tak digunakan. Tetapi, kita perlu tetap awas agar luka tak terkontaminasi dengan kotoran, seperti debu. Hal ini perlu kita lakukan untuk mencegah infeksi.

  • Luka gores

Luka gores kerap didapati ketika mengiris bawang atau memotong sayu mayur. Dalam situasi tersebut, pertama-tama kita tak perlu panik dan segera melakukan perawatan luka. Bagaimana langkahnya? Pertama, pastikan tangan kita yang tak tergores dicuci hingga bersih sebelum melakukan penanganan lebih lanjut.

Kedua, bersihkan luka pada air mengalir. Saat dibersihkan, tekan luka secara perlahan. Dalam tahap tersebut, kita bisa menggunakan kapas atau kasa bersih. Setelah dipastikan bersih, tahap perawatan luka berikutnya adalah dengan mengangat bagian yang terluka lebih tinggi dari dada. Hal ini dibutuhkan untuk mengendalikan pendarahan.

Selanjutnya atau tahap keempat, kita bisa menutup luka dengan perban. Hanya saja, perlu diingat perawatan luka seperti ini diperuntukan bagi luka yang tidak dalam. Jika luka gores atau sayat karena benda tajam cukup dalam, lebih baik kita ke rumah sakit atau puksemas terdekat untuk penanganannya.

  • Luka tusuk

Kerap didapati kasus seseorang tanpa sengaja menginjak paku. Ya, luka tusuk yang disebabkan paku atau jarum tak bisa dipandang remeh dan lebih baik meminta bantuan dokter. Namun, setidaknya kita bisa melakukan perawatan luka untuk pertolongan pertama sebelum ditangani dokter.

Langkah awal yang kita lakukan adalah mencuci bagian luka di air mengalir. Berikutnya, berikan tekanan pada bagian luka untuk mengendalikan pendarahan. Dalam proses tersebut gunakan kain atau kasa bersih. Tahap selanjutnya, oleskan larutan antiseptik dan gunakan perban untuk menutupnya. Saat menutup luka dengan perban, jangan terlalu kencang karena bisa meningkatkan potensi infeksi.

Segera mendatangi fasilitas kesehatan perlu agar dokter segera bisa mengambil penanganan lebih lanjut. Sebab, apabila mengalami luka tusuk karena paku yang terkontaminasi tanah atau kotoran, dalam penanganannya perlu disuntuk tetanus untuk membunuh bakteri clostridium tetani.

  • Luka bakar

Seacara umum luka bakar terbagi menjadi tiga tingkatan: ringan, sedang, dan berat. Membahas luka bakar, terutama ringan, barangkali kita ingat sekali waktu kaki kita kena knalpot motor. Biasanya, perawatan luka dilakukan dengan mengoleskan pasta gigi. Terkait itu, bagaimana caranya menangani luka bakar yang benar?

Untuk luka bakar ringan atau kecil, langkah pertama yang bisa kita lakukan adalah mendinginkan area luka dengan mengkompres menggunakan kain dingin atau air dingin. Hal ini bertujuan menjaga kulit dari paparan panas yang bisa terus membakar.

Setelahnya, kalau kulit melepuh dan pecah-pecah, kita bisa lekas membersihkannya di air mengalir. Setelah itu oleskan antibiotik pada bagian yang terluka. Berikutnya, bisa juga menggunakan losion untuk mencegah pengeringan dan tutup luka dengan kasa bersih dengan catatan tidak membalut dengan kencang.

Perawatan luka bakar sedang tidak jauh berbeda dengan luka bakar ringan. Hanya saja, kita perlu membersihkan luka dalam air mengalir selama 10-15 menit. Bisa juga mengkompres, tetapi dengan catatan tak menggunakan es batu karena bisa menurunkan temperature tubuh dan membuat rasa sakit, serta kerusakan pada kulit.

Penting untuk diingat, dalam perawatan luka bakar sedang kita harus menghindari memecahkan lepuhan pada bagian luka dan mengoleskan pasta gigi karena bisa menyebabkan infeksi. Penanganan luka bakar sedang bisa mengoleskan antiseptik dan menutupnya dengan kasa bersih.

Sementara untukperawatan luka bakar berat, sebaiknya segera menghubungi pihak rumah sakit atau puskemas terdekat. Sambil menunggu pertolongan medis, kita bisa menutup bagian luka dengan kasa bersih. Tetapi, jangan rendam luka bakar berat dalam air atau mengoleskan apa pun dan sebijaknya biarkan dokter yang menanganinya.

Dalam kasus tertentu untuk luka bakar, memeriksa ke dokter diperlukan karena dalam perawatan luka tersebut bisa saja dokter merekomendasikan untuk suntik tetanus.

Dari penjelasan di atas, kita dapat belajar bahwa perawatan luka tidak bisa disamakan begitu saja dan tentunya tidak bisa dianggap remeh. Bahkan, dalam kasus tertentu kita perlu datang ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *