Categories
Penyakit

Ragam Penyebab Flu di Dunia, Selain Covid-19

Sebagai sebuah penyakit menular, flu atau influenza merupakan jenis penyakit yang sudah cukup lama dikenal. Secara sekilas flu memang terlihat sebagai penyakit ringan. Namun, sejarah mencatat beberapa penyebab flu yang membawa pandemi di dunia. Ini disebabkan oleh berbagai mutasi virus flu yang berasal dari gen influenza yang berbeda-beda.

Lalu, apa saja virus penyebab flu yang sempat merebak menjadi pandemi dan memakan banyak korban jiwa?

H1N1 Virus pada Pandemi 1918

Salah satu pandemi terawal yang sempat dialami oleh umat manusia adalah pandemi pada tahun 1918-1919 yang disebabkan oleh virus H1N1. Sayangnya, tidak ada yang tahu dari mana sumber flu ini berasal. Meski begitu, Amerika Serikat mencatat bahwa virus H1N1 berasal dari gen Avian.

Pada saat pandemi tersebut berlangsung terdapat estimasi 500 juta manusia atau sepertiga dari populasi Bumi yang terjangkit dengan 50 juta kematian. Tingkat kematian paling tinggi pun terjadi pada anak-anak berusia kurang dari 5 tahun, individu berusia 20-40 tahun, dan lansia yang berusia lebih dari 65 tahun. Meski kini virus tersebut sudah banyak dikaji dan dievaluasi, namun penyebab mengapa pandemi memiliki dampak begitu besar masih sangat sulit diketahui.

Banyak yang memilih untuk mempercayai bahwa penyebab flu ini menjadi begitu mematikan adalah karena tidak adanya vaksin dan tidak adanya antibiotik untuk mengobati infeksi turunan akibat flu yang terjadi. Akibatnya intervensi yang dilakukan bukan dalam bentuk pengobatan, melainkan pencegahan. Persis seperti yang terjadi saat Coronavirus menyerang.

H2N2 Virus atau Asian Flu

Pada Februari 1957, jenis virus flu baru merebak di Asia Timur yang kemudian memicu pandemi yang dikenal sebagai Asian Flu. Virus ini pertama kali dilaporkan di Singapura sebelum kemudian terus menyebar ke daerah-daerah lain bahkan Amerika Serikat.

Tak jauh berbeda dari pandemi pendahulunya, virus H2N2 juga berasal dari gen Avian, namun dengan tipe virus influenza A. Virus ini terdeteksi dengan beberapa gejala seperti meriang, kaki yang terasa lemah, radang tenggorokan, flu disertai ingus, batuk, dan demam. Pada beberapa anak-anak, terutama yang laki-laki, turut menderita mimisan. Asian Flu umumnya terdiri dari 2-3 fase dengan fase kedua yang dimulai 2-14 hari setelah fase pertama terlewati dan menjadi fase kritis. Akibatnya, Asian Flu mengambil nyawa sedikitnya 1,1 juta dari populasi dunia.

Swine Flu atau Flu Babi

Sebelum Covid-19 muncul, dunia mengenal satu jenis pandemi flu terbaru di tahun 2009. Disebut juga sebagai Flu Babi, pandemi ini disebabkan oleh jenis virus baru yang belum pernah dikenali sebelumnya. Meski begitu, mutasi virus ini juga datang dari virus H1N1 dengan kombinasi gen baru yang bahkan sebenarnya tidak ditemukan pada binatang maupun manusia. Karenanya, virus ini juga disebut sebagai (H1N1)pdm09.

Karena sama-sama datang dari varian virus H1N1, maka mereka yang pernah terpapar oleh virus H1N1 memiliki antibodi yang dapat beradaptasi dan menangkal varian virus baru ini. Selain itu, vaksin flu musiman juga disebut membantu meminimalisir dampak buruk akibat persebaran virus flu babi. Meski begitu, tetap ada korban jiwa akibat Flu Babi. CDC mengestimasikan 151.700-575.400 jiwa melayang akibat virus ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *