Categories
Obat

Mengenal Macam-Macam Pengobatan dan Obat Kanker Paru

Kanker paru-paru adalah salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi. Kanker ini dimulai dengan pertumbuhan sel kanker di organ paru-paru dan berkembang pesat, bahkan tanpa menimbulkan gejala tertentu.

Kanker paru-paru dimulai dari mutasi sel normal yang berubah menjadi sel kanker. Sel-sel ini membelah dan berkembang biak secara tidak terkendali, hingga akhirnya membentuk tumor yang menghambat pernapasan di seluruh tubuh.

Mengatasi gejala dengan obat kanker paru

Setiap pasien kanker paru-paru akan menjalani perawatan yang berbeda-beda, sesuai dengan kondisinya masing-masing. Dokter akan menentukan metode pengobatan yang paling tepat berdasarkan hasil diagnosa.

Ada beberapa jenis obat-obatan yang mungkin diberikan sebagai metode alternatif untuk meringankan gejala. Obat-obatan tesebut meliputi:

  • Gefitinib

Gefitinib adalah obat minum yang digunakan untuk mengobati kanker paru-paru. Obat ini bekerja dengan memperlambat proses pertumbuhan sel kanker melalui penghambatan protein.

Ketika mengonsumsi gefitinib, Anda mungkin akan merasakan sejumlah efek samping seperti diare, ruam kulit, jerawat, muntah-muntah, kehilangan nafsu makan, rambut rontok, dan pembengkakan mulut dan tenggorokan.

  • Lorlatinib

Serupa dengan gefitinib, obat kanker paru jenis ini juga merupakan obat minum yang hadir dalam bentuk tablet. Obat ini juga bekerja dengan menghambat pertumbuhan sel kanker.

Biasanya, obat lorlatinib dikonsumsi sekali dalam sehari dengan atau tanpa makanan. Tablet harus ditelan dalam bentuk utuh, tidak boleh dikunyah atau dihancurkan.

Dosis lorlatinib disesuaikan dengan kondisi pasien. Bila dikonsumsi bersamaan dengan beberapa jenis obat lainnya, obat ini mungkin tidak dapat berfungsi dengan sepenuhnya.

  • Certinib

Certinib adalah obat kapsul yang digunakan untuk mengatasi pertumbuhan sel kanker pada paru. Obat ini secara khusus digunakan bagi penderita kanker dengan jenis gen abnormal “ALK”.

Banyak penderita yang mengonsumsi obat certinib mengalami efek samping yang cukup parah. Akan tetapi, efek samping tersebut mungkin tidak sebanding dengan keuntungan yang didapatkan dalam pengobatan kanker.

Efek samping penggunaan certinib dapat berupa mual dan muntah-muntah yang parah, diare, sembelit, nyeri perut, dan rasa lelah yang tak terkendali.

Masih ada banyak jenis obat kanker lainnya yang akan diberikan oleh dokter berdasarkan dengan kondisi Anda. Setiap obat hanya bisa didapatkan dengan resep dokter dan dikonksumsi sesuai dosis yang telah ditetapkan. 

Pengobatan kanker paru di rumah

Selain menggunakan obat kanker paru, dokter mungkin akan memberikan saran mengenai upaya perawatan yang tepat di rumah guna meringankan gejala. Biasanya, upaya perawatan di rumah dilakukan untuk memaksimalkan hasil dari perawatan di rumah sakit, seperti kemoterapi dan radioterapi.

Beberapa perawatan di rumah yang bisa dilakukan meliputi:

  • Melindungi kulit area dada

Setelah menjalani terapi, Anda bisa melakukan upaya melindungi kulit di area dada dengan menggunakan pakaian yang longgar. Selain itu, gunakan sun block untuk mencegah kulit area dada terkena paparan sinar UV.

  • Yoga dan meditasi

Yoga dan meditasi bisa membantu meringankan gejala kanker paru dengan mengurangi stres dan meningkatkan kualitas tidur. Hal ini berkontribusi dalam membuat tubuh Anda tetap sehat dan meringankan gejala.

  • Pijat atau akupuntur

Dengan bantuan ahli pijat profesional, pijat bisa membantu Anda dalam mengurangi rasa nyeri setelah menjalani terapi. Carilah ahli pijat yang sudah terbiasa dalam melayani pasien penderita kanker.

Selain upaya meringankan gejala di rumah, Anda tetap perlu mengonsumsi obat kanker paru pemberian dokter secara rutin. Mengikuti arahan dokter secara teratur bisa membantu mengatasi gejala kanker yang Anda rasakan.

Categories
Penyakit

Teknik Pengobatan Reduksi Manual untuk Parafimosis

Pernahkah Anda mendengar penyakit parafimosis? Penyakit parafimosis merupakan salah satu kelainan pada organ reproduksi pria, yaitu penis. Penyakit ini terjadi ketika kulup atau kulit kepala penis terperangkap di belakang kepala penis (glans penis) dan tidak bisa balik ke posisi semula setelah ditarik. Akibatnya, sirkulasi darah ke organ penis pun terganggu. Penyakit ini bersifat akut, sehingga harus cepat ditangani. Namun, bisa bersifat kronis, jika tidak segera diobati.

Seberapa umumkah parafimosis ini terjadi?

Dilansir dari Medscape, sebagian besar pria yang tidak disunat di Amerika Serikat rentan mengalami parafimosis. National Hospital Discharge Survey (NHDS) menyatakan bahwa tingkat sunat di Amerika Serikat menurun dari 78 – 80 persen pada tahun 1960-an menjadi 55 – 60 persen pada tahun 2003. Merujuk pada sebuah artikel review yang diterbitkan oleh Cermin Dunia Kedokteran (2017), prevalensi kasus parafimosis pada anak laki-laki yang tidak disunat adalah 0,7 persen dan sekitar 1 – 5 persen pada remaja laki-laki yang berusia kurang dari 16 tahun.

Sebenarnya, parafimosis lebih jarang terjadi dibandingkan dengan fimosis. Penyakit ini hanya menyerang laki-laki yang belum disunat, baik itu pada anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Umumnya, parafimosis terjadi saat tenaga kesehatan tidak menangani bagian kulup penis dengan benar, misalnya tidak mengembalikan bagian kulup ke posisi semula setelah pemeriksaan fisik atau prosedur medis tertentu.

Parafimosis dan kaitannya dengan hal mistis

Karena parafimosis hanya dialami oleh pria yang belum disunat, banyak yang mengatakan kondisi ini terjadi karena ‘disunat jin’. Pasalnya, bentuk penis seseorang yang mengalami parafimosis seperti sudah disunat, padahal jelas-jelas dirinya belum pernah disunat sama sekali. Alhasil, seolah-olah penisnya disunat oleh jin.

Hal ini tidaklah benar, karena banyak faktor yang menyebabkan parafimosis terjadi. Selain karena kesalahan dari tenaga kesehatan dalam menangani bagian kulup penis pasca menjalani pemeriksaan atau operasi tertentu, beberapa penyebab parafimosis lainnya, yaitu:

  • Tidak disunat atau disirkumsisi.
  • Adanya infeksi.
  • Trauma fisik pada area organ reproduksi.
  • Menarik kulup ke belakang terlalu kuat.
  • Memiliki kulup yang lebih ketat dari umumnya.
  • Kulup telah ditarik ke belakang dalam waktu yang lama.
  • Dermatitis kontak, misalnya dari lotion celandine.

Teknik pengobatan reduksi manual untuk parafimosis

Umumnya, gejala parafimosis adalah muncul rasa nyeri, ujung penis bengkak dan kemerahan, nyeri saat buang air kecil, aliran urin menurun, dan bagian kulup tidak dapat ditarik kembali ke posisi normal.

Jika Anda mengalami hal seperti ini, maka segeralah bawa ke rumah sakit untuk diobati dengan cepat, agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih parah. Dokter dan tim medis lainnya akan segera melakukan tindakan pengobatan reduksi manual dengan tahapan sebagai berikut.

  • Kontrol nyeri.

Anda akan diberikan analgesia yang cukup dan anestesi lokal dengan lidokain, bupivicaine, atau kombinasi keduanya yang disuntikkan pada area kulup penis. Adapun, epinefrin tidak boleh disuntikkan. Hal ini untuk mengontrol rasa nyeri dan membuat Anda lebih nyaman.

  • Reduksi manual.

Setelah kontrol nyeri, Anda akan diberikan tindakan reduksi manual untuk mengeluarkan cairan edema di sepanjang batang penis yang menyebabkan pembengkakan. Tindakan reduksi manual yang dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

  1. Mengompres kulup dengan es secara melingkar selama 5 menit.
  2. Memijat ringan di area glans penis sekitar 5 menit.
  3. Mendorong glans penis dengan kedua ibu jari dan menarik kembali kulup secara perlahan ke posisi semula dengan jari-jari lainnya.
  4. Terkadang, dokter juga ada yang menggunakan bantuan penjepit untuk menarik kulup. Namun, harus digunakan secara hati-hati, karena dapat menghancurkan kulit dan menyebabkan nekrosis jaringan.
  5. Setelah posisi kulup berhasil dikembalikan, Anda akan diberikan antibiotik.
  6. Setelah peradangan berkurang, maka tindakan sirkumsisi dapat dilakukan untuk mencegah parafimosis terjadi lagi.

Dalam beberapa kasus parafimosis, Anda juga bisa diberikan penanganan dorsal slit untuk menghancurkan kulup menggunakan hemostat selama 30 – 60 detik. Metode ini dilakukan jika tindakan reduksi manual gagal.

Terlepas dari apapun metode yang digunakan, pengobatan dan pencegahan parafimosis yang baik adalah dengan melakukan sunat atau sirkumsisi. Selalu ikuti saran dan instruksi dari dokter Anda terkait pengobatan terbaik untuk menangani penyakit parafimosis yang Anda alami.

Categories
Kulit & Kecantikan

Kutikula Kuku

Bagi Anda yang ingin menjaga penampilan, tentunya ada berbagai hal yang perlu diperhatikan, salah satunya termasuk kutikula kuku. Kutikula kuku merupakan lapisan kulit mati berwarna putih yang terletak pada bagian sisi kuku jari tangan dan kaki.

Mengapa Perlu Menjaga Kutikula Kuku?

Jika Anda ingin merawat kuku, pastikan Anda menjaga kutikula kuku dengan tidak langsung memotongnya, karena hal tersebut akan menimbulkan risiko pada tubuh seperti kuman. Meskipun demikian, sebagian wanita waspada ketika melakukan perawatan seperti ini karena tidak hanya dapat memberikan penampilan yang baik pada diri mereka, namun juga demi menjaga kebersihan.

Ketika merawat kuku, banyak orang juga langsung memotong kutikula kuku. Para ahli menyatakan bahwa kutikula sebaiknya jangan dipotong. Kutikula kuku merupakan bagian yang penting pada kuku manusia dimana bagian tersebut dapat melindungi tubuh manusia dari kuman.

Pada umumnya, seseorang yang merawat kuku di salon akan memotong kutikula kuku untuk memberikan penampilan yang baik pada diri mereka. Prosedur tersebut dilakukan dengan cara merendam kuku-kuku jari seseorang ke dalam baskom yang berisi air untuk melembutkannya. Setelah merendamkannya, kutikula kuku seseorang akan dipotong.

Walaupun memotong kutikula kuku merupakan cara yang efektif untuk memberikan penampilan yang baik pada wanita, para dokter spesialis kulit menyatakan bahwa kutikula sebenarnya tidak boleh dipotong, karena kutikula memiliki fungsi untuk melindungi kuku yang mulai tumbuh dari kantong kecil yang terletak pada bagian bawah kulit yang disebut sebagai matriks kuku.

Kutikula kuku dapat melindungi matriks kuku manusia dari infeksi. Jika seseorang memotong kutikula kuku, seseorang akan mengalami risiko yang lebih besar terhadap bakteri dan kuman melalui kuku. Seseorang yang mengalami infeksi pada bagian kuku akan mengalami gangguan seperti cantengan atau infeksi jamur kuku.

Salah satu jenis infeksi yang disebabkan oleh pemotongan kutikula kuku adalah paronikia. Paronikia dapat membuat seseorang mengalami kemerahan, bengkak, nyeri, muncul lepuhan berupa nanah, bahkan mengalami perubahan bentuk dan warna pada kuku.

Tidak hanya itu, seseorang yang memotong kutikula kuku akan menghambat pertumbuhan kuku dimana masalah tersebut dapat menyebabkan kerutan dan bintik-bintik atau garis putih pada bagian kuku.

Cara Merawat Kutikula Kuku

Walaupun kutikula kuku sebaiknya tidak dipotong, Anda tetap perlu merawatnya supaya tidak membuat kutikula kuku Anda kering. Berikut adalah cara-cara yang sebaiknya Anda lakukan pada kutikula kuku Anda:

  1. Rendam kuku-kuku ke dalam air hangat

Salah satu cara yang dapat Anda lakukan, jika ingin merawat kutikula kuku, adalah merendamnya dengan air hangat. Anda hanya perlu menyediakan baskom dan air hangat, kemudian rendamkan sekitar 10 menit. Merendamkan kuku dapat membuat kutikula kuku Anda lunak dan kuku terlihat bersih.

  • Orange stick

Orange stick merupakan cara lain yang dapat Anda lakukan jika ingin merawat kutikula kuku. Orange stick dapat dilakukan jika kutikula kuku Anda sudah tebal dan perlu dimasukkan ke dalam. Hal tersebut juga dapat melunakkan kutikula kuku Anda.

  • Gunakan pelembab kuku dan kutikula

Anda juga sebaiknya gunakan pelembab kuku dan kutikula untuk merawat kuku Anda. Kutikula kuku merupakan salah satu bagian tubuh yang memerlukan kelembaban. Jika kering, maka kutikula kuku akan terlihat pecah-pecah dan mengelupas. Anda dapat menggunakan pelembab baik di siang maupun malam hari dengan salep atau losion.

  • Hindari kebiasaan menggigit kuku

Anda juga sebaiknya jangan menggigit kuku, karena dapat menyebabkan kutikula kuku kering sehingga dapat memicu infeksi.

  • Perhatikan hal-hal yang dapat menyebabkan kutikula kuku kering

Contoh hal yang dapat membuat kutikula kuku Anda kering adalah mencuci piring. Jika Anda mencuci piring, Anda sebaiknya menggunakan sarung tangan supaya dapat merawat kuku Anda.

Kesimpulan

Kutikula kuku merupakan bagian tubuh yang perlu diwaspadai, karena dapat menyebabkan infeksi. Jika Anda ingin merawat kutikula kuku, caranya mudah, dengan hal-hal yang disebutkan di atas. Dengan melakukan cara-cara tersebut, Anda dapat menjaga kutikula kuku sepanjang waktu.

Categories
Obat

Perawatan Luka Sesuai Jenisnya

Setiap jenis luka memiliki penanganan yang berbeda-beda. Perawatan luka tak bisa disamakan begitu saja karena setiap jenis memiliki risiko tersendiri, mulai ringan, sedang, hingga berat. Hal tersebut yang membuat cara mengobatinya juga berbeda.

Dari beragam jenis luka, paling tidak kita familiar dengan istilah luka lecet, gores, tusuk dan luka bakar. Dalam perbedaan jenis tersebut, kita perlu mengetahui perbedaan perawatan luka. Sebab, dalam kasus tertentu terdapat luka yang tidak bisa kita tangani sendiri, oleh karenanya membutuhkan bantuan dokter.

Secara umum luka dapat dibagi menjadi dua, yaitu luka terbuka dan tertutup. Luka terbuka memiliki beberapa jenis, seperti lecet, tersayat atau teriris, terbakar dan tertusuk. Sementara luka tertutup jenisnya adalah hematoma dan kontusio. Dalam artikel ini, kita akan fokus membahas luka terbuka.

  • Luka terbuka

Jika kita mengalami luka terbuka dan tergolong ringan, kita bisa melakukan perawatan luka sendiri. Hanya, kalau terbuka cukup lebar dan memiliki ke dalam, tentu kita perlu ke rumah sakit atau puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.

  • Luka Lecet

Luka jenis ini kerap kita alami ketika melakukan aktivitas olahraga, seperti futsal, bulu tangkis, bersepeda dan lain sebagainya. Luka lecet terjadi karena bagian tubuh kita mengalami gesekan dengan permukaan kasar. Dalam perawatan luka jenis ini, pertama-tama kita perlu hindari menyentuh bagian luka tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Saat penanganan, penting untuk diingat tangan kita harus bersih. Setelahnya, kita perlu membersihkan luka dengan kasa bersih. Selanjutnya membilas luka pada air mengalir, setidaknya selama lima menit.

Hal itu guna memastikan tidak ada kotoran yang tertinggal di area luka. Pada bagian sekitar luka kita bisa menggunakan sabun, tetapi jangan sampai terkena bagian yang terluka karena bisa menyebabkan iritasi.

Tahap beriktunya adalah mengoleskan salep antibiotik atau krim pada area yang terluka. Penggunaannya jangan terlalu banyak dan saat dioleskan perlu berhati-hati dan jangan menekan luka dengan kencang. Apabila kulit kita mengalami ruam, antibiotik bisa kita tak gunakan.

Berikutnya, tutup luka dengan perban. Jika luka kecil, perban bisa saja tak digunakan. Tetapi, kita perlu tetap awas agar luka tak terkontaminasi dengan kotoran, seperti debu. Hal ini perlu kita lakukan untuk mencegah infeksi.

  • Luka gores

Luka gores kerap didapati ketika mengiris bawang atau memotong sayu mayur. Dalam situasi tersebut, pertama-tama kita tak perlu panik dan segera melakukan perawatan luka. Bagaimana langkahnya? Pertama, pastikan tangan kita yang tak tergores dicuci hingga bersih sebelum melakukan penanganan lebih lanjut.

Kedua, bersihkan luka pada air mengalir. Saat dibersihkan, tekan luka secara perlahan. Dalam tahap tersebut, kita bisa menggunakan kapas atau kasa bersih. Setelah dipastikan bersih, tahap perawatan luka berikutnya adalah dengan mengangat bagian yang terluka lebih tinggi dari dada. Hal ini dibutuhkan untuk mengendalikan pendarahan.

Selanjutnya atau tahap keempat, kita bisa menutup luka dengan perban. Hanya saja, perlu diingat perawatan luka seperti ini diperuntukan bagi luka yang tidak dalam. Jika luka gores atau sayat karena benda tajam cukup dalam, lebih baik kita ke rumah sakit atau puksemas terdekat untuk penanganannya.

  • Luka tusuk

Kerap didapati kasus seseorang tanpa sengaja menginjak paku. Ya, luka tusuk yang disebabkan paku atau jarum tak bisa dipandang remeh dan lebih baik meminta bantuan dokter. Namun, setidaknya kita bisa melakukan perawatan luka untuk pertolongan pertama sebelum ditangani dokter.

Langkah awal yang kita lakukan adalah mencuci bagian luka di air mengalir. Berikutnya, berikan tekanan pada bagian luka untuk mengendalikan pendarahan. Dalam proses tersebut gunakan kain atau kasa bersih. Tahap selanjutnya, oleskan larutan antiseptik dan gunakan perban untuk menutupnya. Saat menutup luka dengan perban, jangan terlalu kencang karena bisa meningkatkan potensi infeksi.

Segera mendatangi fasilitas kesehatan perlu agar dokter segera bisa mengambil penanganan lebih lanjut. Sebab, apabila mengalami luka tusuk karena paku yang terkontaminasi tanah atau kotoran, dalam penanganannya perlu disuntuk tetanus untuk membunuh bakteri clostridium tetani.

  • Luka bakar

Seacara umum luka bakar terbagi menjadi tiga tingkatan: ringan, sedang, dan berat. Membahas luka bakar, terutama ringan, barangkali kita ingat sekali waktu kaki kita kena knalpot motor. Biasanya, perawatan luka dilakukan dengan mengoleskan pasta gigi. Terkait itu, bagaimana caranya menangani luka bakar yang benar?

Untuk luka bakar ringan atau kecil, langkah pertama yang bisa kita lakukan adalah mendinginkan area luka dengan mengkompres menggunakan kain dingin atau air dingin. Hal ini bertujuan menjaga kulit dari paparan panas yang bisa terus membakar.

Setelahnya, kalau kulit melepuh dan pecah-pecah, kita bisa lekas membersihkannya di air mengalir. Setelah itu oleskan antibiotik pada bagian yang terluka. Berikutnya, bisa juga menggunakan losion untuk mencegah pengeringan dan tutup luka dengan kasa bersih dengan catatan tidak membalut dengan kencang.

Perawatan luka bakar sedang tidak jauh berbeda dengan luka bakar ringan. Hanya saja, kita perlu membersihkan luka dalam air mengalir selama 10-15 menit. Bisa juga mengkompres, tetapi dengan catatan tak menggunakan es batu karena bisa menurunkan temperature tubuh dan membuat rasa sakit, serta kerusakan pada kulit.

Penting untuk diingat, dalam perawatan luka bakar sedang kita harus menghindari memecahkan lepuhan pada bagian luka dan mengoleskan pasta gigi karena bisa menyebabkan infeksi. Penanganan luka bakar sedang bisa mengoleskan antiseptik dan menutupnya dengan kasa bersih.

Sementara untukperawatan luka bakar berat, sebaiknya segera menghubungi pihak rumah sakit atau puskemas terdekat. Sambil menunggu pertolongan medis, kita bisa menutup bagian luka dengan kasa bersih. Tetapi, jangan rendam luka bakar berat dalam air atau mengoleskan apa pun dan sebijaknya biarkan dokter yang menanganinya.

Dalam kasus tertentu untuk luka bakar, memeriksa ke dokter diperlukan karena dalam perawatan luka tersebut bisa saja dokter merekomendasikan untuk suntik tetanus.

Dari penjelasan di atas, kita dapat belajar bahwa perawatan luka tidak bisa disamakan begitu saja dan tentunya tidak bisa dianggap remeh. Bahkan, dalam kasus tertentu kita perlu datang ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Categories
Kulit & Kecantikan

6 Tipe Warna Kulit Manusia Menurut Risiko

Warna kulit tidak hanya menjadi kepusingan para penata rias guna menentukan alas bedak yang tepat untuk menghasilkan riasan yang natural. Lebih daripada itu, warna kulit manusia nyatanya juga menjadi perhatian medis karena memiliki risiko tersendiri terkait penyakit yang berhubungan dengan paparan sinar, kanker kulit contohnya.

Sebenarnya banyak faktor yang membuat warna kulit antar satu orang dengan orang lainnya tampak berbeda. Tidak sekadar putih atau hitam, ada pula beberapa gradasi warna yang mungkin agak sulit Anda identifikasi hingga kini. Adalah Fitzpatrick, yang pada tahun 1974 akhirnya membuat penggolongan tipe warna kulit manusia berdasarkan skala risikonya terkena kanker kulit.

Ada 6 tipe warna kulit yang diusung oleh Fitzpatrick. Pembagian tipe tersebut didasarkan pada kadar tingkat pigmentasi yang terbentuk oleh melanin dalam tubuh sebelum terpapar oleh sinar matahari. Di mana tiap tipe memiliki tingkat risiko yang berbeda terkait penyerapan sinar ultraviolet yang berbahaya. Berikut ini adalah 6 tipe warna kulit manusia yang diusung oleh Fitzpatrick.

  1. Tipe I

Kulit manusia yang masuk ke tipe ini umumnya berwarna putih. Di mana warna kulit akan langsung berubah ketika terkena sinar matahari. Tidak jarang, tipe I dari Fitzpatrick ini akan mengalami kulit terbakar, walaupun hanya terbakar sinar matahari. Ciri lain dari warna kulit manusia tipe I, yakni adanya bintik-bintik kecil yang menghiasi kulit. Orang-orang Inggris dan Skotlandia menjadi etnis yang kerap memiliki jenis kulit yang satu ini.

  • Tipe II

Penduduk Eropa Utara umumnya memiliki tipe warna kulit nomor II dari Fitzpatrick ini. Ciri-ciri umumnya adalah warna kulit putih yang tampak pucat. Sama seperti tipe I, warna kulit manusia tipe II ini juga kerap memiliki bintik-bintik kecil. Namun, penampakannya lebih jelas dibandingkan tipe I. Kulit manusia tipe yang kedua ini pun sangat mudah terbakar matahari. Bahkan, tidak jarang ketika berjemur di sinar matahari terlalu, kulit manusia tipe II akan mudah mengelupas.

  • Tipe III

Tipe III memiliki kulit berwarna putih pucat. Di sekujur kulit, juga mudah ditemukan bintik-bintik berwarna agak kecokelatan. Bedanya dengan tipe-tipe sebelumnya, warna kulit III tidak mudah terbakar matahari. Warna kulit tipe ini hanya mengalami perubahan warna ketika terpapar sinar terlalu lama, yakni menjadi kecokelatan. Etnis Jerman menjadi yang paling banyak memiliki jenis kulit yang satu ini.

  • Tipe IV

Warna kulit manusia tipe IV yang diklasifikasikan oleh Fitzpatcrick cenderung dinilai sebagai warna kulit yang eksotis. Warna kulit tipe ini umumnya kecokelatan dan mulus tanpa bintik-bintik. Warna kecokelatan pada kulit selaras dengan warna rambut dan bola mata pemilik kulit tersebut. Dengan tipe warna ini, pemilik kulit juga tidak perlu takut berjemur lama-lama di bawah sinar matahari sebab kulitnya sangat jarang untuk terbakar. Penduduk kawasan Mediterania atau Eropa bagian selatan yang umumnya memiliki warna kulit jenis ini.

  • Tipe V

Tipe V adalah jenis warna kulit yang umum dimiliki oleh orang-orang Asia dan sebagian Afrika. Orang Indonesia kerap menyebut warna tipe V ini sebagai kulit sawo matang. Cirinya adalah warna kulit yang kecokelatan cenderung gelap. Kulit tipe V ini juga sangat tidak mudah terbakar, walau berlama-lama berjemur di bawah sinar matahari. Umumnya, tidak ditemukan pula bintik-bintik di sekujur kulit.

  • Tipe VI

Inilah warna kulit manusia yang umumnya dimiliki oleh etnis Afrika. Di mana warna kulit mereka cenderung mengarah ke hitam. Legamnya kulit dikarenakan pigmen yang mereka miliki sangat dalam. Orang dengan jenis kulit tipe ini pun tidak akan mengalami masalah kulit terbakar matahari. Tidak ada pula bintik-bintik yang menjalar di sekujur kulitnya.

***

Setelah mengetahui tipe warna kulit manusia ala Fritzpatrick di atas, baiknya Anda menyiapkan perlindungan kulit yang sesuai dengan jenis kulit Anda. Tujuannya tak lain meminimalkan risiko terkena kanker kulit akibar terlalu sering terbakar sinar matahari.

Categories
Parenting

Ini Pentingnya Pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Setiap anak yang hadir di tengah-tengah keluarga adalah anugerah dari Yang Maha Kuasa. Sudah sepantasnya, mereka berhak untuk dipenuhi segala kebutuhannya, termasuk dalam hal pendidikan. Siapapun itu, berhak untuk memperoleh pendidikan setinggi-tingginya. Tidak terkecuali untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus sangatlah penting, sama halnya seperti anak-anak pada umumnya.

Arti dari anak berkebutuhan khusus.

Banyak pula ditemui para orang tua melahirkan anak dengan kondisi yang berbeda dengan anak pada umumnya. Tidak sedikit dari mereka yang melahirkan anak dengan kebutuhan di bawah atau di atas rata-rata. Anak-anak yang lahir dengan kondisi seperti ini sering disebut dengan anak berkebutuhan khusus, anak dengan keterbatasan, anak cacat, atau anak yang berbeda.

Ilmuwan Heward dan Orlansky (1984) menyebut kondisi anak tersebut dengan anak luar biasa (exceptional children). Istilah ini merujuk pada anak-anak yang kondisi dan perilakunya berbeda dari anak biasanya, baik itu di atas atau di bawah kondisi normal. Artinya, mereka bisa menjadi anak-anak dengan kemampuan intelektual yang tinggi atau anak-anak dengan keterbelakangan mental.

Jadilah istilah anak luar biasa dianggap lebih manusiawi dan dapat menggambarkan semua perbedaan yang ada pada anak berkebutuhan khusus.

Pentingnya pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016 menyatakan bahwa jumlah anak berkebutuhan khusus di Indonesia telah mencapai 1,6 juta anak. Sama dengan anak-anak pada umumnya, pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus sangatlah penting. Mereka juga butuh pendidikan untuk membantu mengoptimalkan proses pertumbuhan dan perkembangan dirinya.

Pemerintah telah menunjukkan perhatiannya terhadap hal ini yang dituangkan dalam undang-undang tentang pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Terbentuknya pendidikan khusus ini atas dasar kesadaran bahwa semua anak berhak atas pendidikan yang layak tanpa memandang siapapun dan apapun kondisinya. Hal ini untuk mencegah terjadinya diskriminatif pada anak-anak yang memiliki keterbatasan.

Mereka berhak belajar menulis, membaca, berhitung, bersosialisasi, serta pengetahuan dan keterampilan lainnya. Oleh sebab itu, pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus sangatlah penting untuk mengembangkan dan mengoptimalkan potensi yang mereka miliki.

Prinsip pendidikan anak berkebutuhan khusus.

Pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus haruslah dimulai sejak dini. Tentunya, cara mendidik anak-anak ini tidak sama dengan anak-anak pada umumnya. Selain menggunakan pendekatan khusus, juga diperlukan strategi khusus dalam mendidiknya, sehingga mereka mampu untuk:

  • Menerima kondisi dirinya sendiri.
  • Bersosialisasi dengan baik.
  • Mampu berjuang sesuai kemampuannya.
  • Punya keterampilan khusus.
  • Menyadari sebagai warga negara dan bagian dari masyarakat.

Selain itu, ada beberapa prinsip pendekatan secara khusus sebagai dasar dalam mendidik anak-anak berkebutuhan khusus, yaitu:

  1. Kasih sayang.
  2. Layanan individual.
  3. Kesiapan.
  4. Keperagaan.
  5. Motivasi.
  6. Belajar dan bekerja kelompok.
  7. Keterampilan pendidikan.
  8. Penanaman dan penyempurnaan.

Pilihan sekolah untuk anak berkebutuhan khusus.

Pada dasarnya, sekolah untuk anak berkebutuhan khusus dengan anak pada umumnya adalah sama. Namun, dengan kondisi kelainan yang dimiliki, maka sekolahnya pun dirancang sesuai dengan jenis dan karakteristik kelainannya. Adapun beberapa jenis sekolah untuk anak berkebutuhan khusus adalah Sekolah Luar Biasa (SLB), Sekolah Terpadu (mainstreaming), dan yang terbaru adalah sekolah inklusi.

Berbeda dengan jenis sekolah lainnya, sekolah inklusi menggabungkan anak-anak berkebutuhan dengan anak-anak pada umumnya di dalam satu ruangan pembelajaran. Artinya, sekolah tidak membedakan kemampuan, latar belakang budaya, bahasa, agama, serta gender. Tidak hanya di Indonesia, pendidikan inklusif ini juga banyak diterapkan di seluruh dunia, terutama negara-negara Eropa Barat.

Kini, Anda tidak perlu khawatir lagi tentang sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Anda dapat memilih dan menentukan sekolah mana yang terbaik untuk anak belajar sesuai dengan kondisi dan kemampuannya. Utamakanlah pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, karena mereka berhak untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya.

Categories
Kesehatan Mental

Beberapa Kemungkinan di Balik Seseorang Menjadi Social Climber

Bergaul dengan orang-orang yang terlihat glamor adalah contoh orang yang ingin panjat sosial  (social climber)

Bagi Anda yang aktif di dunia media sosial mungkin sudah tidak asing dengan istilah “panjat sosial”, “pansos”, atau “social climber” ini. Ya, belakangan istilah itu kerap disematkan kepada mereka yang kerap berusaha menaikkan derajat sosialnya.

Semisal, agar dipandang dan dikenal sebagai seseorang yang berpunya, Mawar memamerkan beragam barang baru dan bermerek sekaligus berharga mahal. Padahal, itu semua bukan miliknya. Upaya itu dilakukan Mawar demi satu tujuan; mengubah penilaian orang akan status atau derajat sosialnya. 

  • Lantas, apa sih yang terjadi di balik fenomena ini? Kenapa ada kelompok orang yang berupaya betul ingin menaikkan derajat sosialnya? 

Sebenarnya tidak ada yang salah jika ingin dianggap sebagai orang kaya. Namun, yang jadi soal adalah, para social climber tersebut ingin terlihat kaya tanpa melalui sebuah proses terlebih dahulu. Mereka bahkan bisa melakukan apa saja agar mendapatkan kelas sosial yang diharapkan. Berikut beberapa penyebab seseorang menjadi social climber:

1. Merasa tidak nyaman

Salah satu penyebab orang menjadi social climber yaitu karena merasa dirinya tidak nyaman dengan lingkungannya. Apalagi jika lingkungan tersebut memiliki status sosial yang tinggi. Kenapa hal tersebut dapat memengaruhi seseorang menjadi social climber? karena social climber akan merasa status sosialnya berbeda dengan yang lain dan social climber akan melakukan berbagai cara agar status sosialnya tampak sama dengan yang lain.

 2. Tidak percaya diri

Rasa minder, rendah diri, atau tidak percaya diri kerap menjadi pemicu berbagai masalah psikologis. Dalam kasus social climber ini, ketidakpercayaan diri seseorang terhadap lingkungan atau lingkup pertemanan mereka secara langsung maupun tidak langsung akan mendorong mereka untuk melampaui segala batas agar terlihat setara.

3. Khawatir tidak diterima di lingkungannya 

Hal yang paling ditakutkan adalah tidak diterima di lingkungannya. Sudah tak asing jika orang–orang yang berpenampilan mewah akan bergerombol dengan orang yang berpenampilan mewah juga. 

Jika ada seseorang dari luar kalangan mereka yang ingin menembus batasan itu, dalam hal ini status sosial, yang bersangkutan akan melakukan apa saja agar dapat diterima dalam lingkungan yang ia inginkan.

4. Gengsi yang cukup tinggi

Sebagai contoh ada seseorang yang dulunya berkecukupan. Apa yang ia inginkan dapat terpenuhi, tetapi suatu saat musibah menimpa dirinya. Keadaan ekonomi menurun dan berakibat tidak terpenuhinya kebutuhan.

Jika orang–orang di sekelilingnya mengetahui hal tersebut, ia akan malu. Sebab biasanya ia tampil menawan yang apa apa dapat terpenuhi namun sekarang menjadi serba hemat dan tampil apa adanya. Maka dari itu ia akan melakukan segala cara agar orang–orang tidak mengetahui hal tersebut untuk menutupi rasa malunya.

5. Sulit untuk berinteraksi dan memperoleh teman

Sudah bukan suatu yang asing jika sesuatu yang menawan memang kerap digunakan sebagai daya tarik seseorang. Pakaian bermerek, barang–barang mewah nan mahal, kendaraan berkilau dan menteren akan membuat seseorang mudah mendapat banyak teman. Berbeda jika sebaliknya, meski satuan kualitas pertemanan tak dapat diukur dengan indikator ini.

Namun, nyatanya banyak orang yang terobsesi dengan materi dengan satu tujuan tersebut, yakni dikelilingi oleh banyak teman. Inilah yang kadang memicu seseorang berperan sebagai social climber

***Tidak perlu terlalu menuntut untuk tampil mewah dan menarik jika keadaan atau kantong tidak mencukupi. Tampil apa adanya akan lebih menyenangkan karena akan membuat diri lebih bahagia. Memaksakan diri, apalagi sampai menjadi social climber tentunya memiliki banyak dampak buruk bagi kesehatan mental dan psikologis seseorang.

Categories
Penyakit

11 Kondisi Medis Ini Bisa Menyebabkan Perut Kedutan

Perut kedutan? Memang bisa? Mungkin bagi sebagian dari Anda di sini masih terdengar aneh dengan perut kedutan. Perut kedutan sebenarnya sering kali dialami oleh para ibu hamil, yang dianggap karena adanya pergerakan janin di dalam rahim. Namun, ternyata tidak hanya terjadi pada bumil saja, lho. Perut kedutan juga bisa terjadi pada Anda yang memiliki kondisi medis tertentu. Apa saja itu? Yuk, langsung cari tahu di bawah ini!

Faktor-faktor penyebab perut kedutan.

Perut berkedut adalah kondisi adanya kontraksi otot di perut atau bagian saluran pencernaan, seperti lambung dan usus. Penyebabnya bisa dipicu oleh kondisi medis tertentu, seperti:

  • Penyakit radang usus.

Penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn dan kolitis ulseratif, adalah kondisi peradangan kronis. Penyakit Crohn dapat memengaruhi bagian manapun dari saluran pencernaan, sedangkan kolitis ulseratif hanya mempengaruhi usus besar. Kedua kondisi peradangan ini dapat menyebabkan kejang usus yang akhirnya berujung dengan perut kedutan.

  • Sindrom iritasi usus besar.

Sindrom iritasi usus besaratau irritable bowel syndrome (IBS) adalah kondisi kronis yang memengaruhi usus besar. Penyakit ini juga dapat menyebabkan perut kedutan. Selain itu, gejala lain yang mungkin Anda rasakan adalah kembung, sembelit, diare, dan perut bergas.

  • Gastritis dan gastroenteritis.

Gastritis dan gastroenteritis sama-sama merupakan kondisi radang lambung. Hanya saja, pada gastroenteritis, usus juga ikut mengalami peradangan. Tidak jarang, keduanya juga menyebabkan perut kedutan. Biasanya, penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, seperti Helicobacter pylori, virus Norwalk, dan rotavirus.

  • Kolitis ulseratif.

Kolitis ulseratif adalah radang pada usus besar yang bersambungan dengan rektum, sehingga menyebabkan kram perut. Perut jadi mengalami kejang dan kedutan. Jenis bakteri penyebab penyakit kolitis ini, meliputi Salmonella, Clostridium, dan E. coli. Selain itu, kelompok parasit seperti Giardia juga dapat menyebabkan kolitis.

  • Enteritis dan kolitis iskemik.

Penyakit kolitis disebabkan karena kurangnya suplai darah ke usus kecil dan usus besar disebut dengan kolitis iskemik. Jenis kolitis ini juga dapat menyebabkan otot-otot perut kejang dan mengalami kedutan. Begitu pula dengan enteritis, yaitu peradangan pada usus halus.

  • Sembelit.

Jika Anda mengalami sembelit, usus Anda mungkin jadi kram karena membengkak. Hal ini terjadi sebagai respons terhadap tekanan yang tinggi di dalam usus. Jadinya, Anda mengalami perut kedutan.

  • Ileus.

Ileus adalah kondisi di mana usus Anda menjadi diam atau tidak aktif menjalankan fungsinya. Hal ini dapat disebabkan oleh infeksi, peradangan, baru saja operasi perut, penggunaan narkotika, dan kurangnya aktivitas fisik. Ileus akan menyebabkan usus jadi terisi dengan udara dan cairan, sehingga mengakibatkan rasa nyeri dan perut kedutan.

  • Gastroparesis.

Gastroparesis pada dasarnya adalah ileus yang juga melibatkan lambung. Kondisi ini sering dialami oleh penderita diabetes dan dapat menyebabkan kram perut terutama setelah makan. Tidak heran, Anda yang memiliki diabetes sering mengalami perut kedutan.

  • Ketegangan otot.

Biasanya, ini sering terjadi pada orang yang sering berolahraga berat, terutama sit up. Akibatnya, otot-otot perut jadi kejang karena mengalami ketegangan otot. Gejala lainnya yang mungkin Anda rasakan adalah nyeri di bagian perut dan dapat bertambah parah dengan gerakan olahraga yang semakin intens.

  • Penumpukan gas di perut.

Adanya penumpukan gas di perut dapat menyebabkan otot usus jadi kejang, terutama ketika tubuh mencoba mengeluarkan gas. Alhasil, Anda pun mengalami perut kedutan. Gejala lainnya adalah perut buncit atau kembung, terasa kenyang, sakit perut, dan sering buang angin atau bersendawa.

  • Dehidrasi.

Seseorang bisa mengalami dehidrasi karena keringat, muntah, dan diare yang dapat menyebabkan kejang otot di seluruh tubuh, termasuk perut. Ini terjadi karena otot membutuhkan elektrolit, seperti kalsium, kalium, dan magnesium agar dapat bekerja dengan baik.

Sementara itu, jika mengalami dehidrasi, maka Anda akan kehilangan banyak elektrolit. Akibatnya, Anda bisa mengalami perut kedutan, karena otot bekerja secara tidak normal dan mengalami kejang.

Inilah 11 kondisi medis yang dapat menyebabkan perut kedutan. Kebanyakan kondisi ini tidak berbahaya dan dapat hilang tanpa pengobatan. Namun, jika kejang perut terlalu sering dan terasa sakit, bisa jadi ini pertanda adanya gangguan yang lebih serius. Segeralah temui dokter jika gejala yang dirasakan semakin parah hingga mengganggu aktivitas Anda sehari-hari.

Categories
Hidup Sehat

Waspadai Penyakit Akibat Kelainan Sistem Limfatik

Pernahkah Anda mendengar tentang sistem limfatik? Pada tubuh setiap manusia, terdapat sistem limfatik yang tersebar pada berbagai area tubuh. Sistem ini menjadi bagian dari sistem kekebalan tubuh dan memiliki beragam fungsi, seperti menyerap lemak saluran pencernaan, melindungi tubuh dari penyakit, menjaga kadar cairan dalam tubuh, dan lain sebagainya.

Pada dasarnya, sistem limfatik terdiri atas jaringan, pembuluh darah, dan organ-organ. Seluruh bagian ini bekerja sama dalam memindahkan cairan getah bening ke aliran darah.

Jenis-jenis penyakit yang terjadi karena gangguan sistem limfatik

Fungsi dari sistem limfatik akan hilang apabila terjadi kelainan berupa penyumbatan saluran limfatik, infeksi, peradangan, atapun kanker. Saat hal ini terjadi, sistem limfatik tidak bisa bekerja dengan semestinya dan menyebabkan berbagai macam penyakit.

Beberapa penyakit gangguan limfatik  antara lain:

  • Limfoma

Limfoma merupakan kondisi kanker pada organ limfatik. Di antara seluruh penyakit limfatik, penyakit ini menjadi penyakit yang paling serius.

Salah satu faktor utama penyebab limfoma adalah perawatan kanker di bagian tubuh lainnya. Apabila Anda pernah menjalani perawatan radiasi atau kemoterapi untuk mengatasi kanker, cairan limfatik bisa saja mengalir kembali ke jantung dan menyebabkan pembengkakan. Hal ini kemudian akan berujung pada limfoma.

Sebagai contoh, penderita yang mengalami kanker payudara berpotensi terkena limfoma. Proses operasi pengangkatan kanker payudara biasanya melibatkan pengangkatan kelenjar getah bening di area ketiak. Alhasil, efek samping dari metode perawatan ini adalah limfoma.

  • Limfadenopati

Penyakit yang satu ini merupakan pembesaran kelenjar getah bening. Pembesaran terjadi akibat infeksi, peradangan, atau kanker. Infeksi yang umumnya memicu hal ini adalah infeksi radang tenggorokan, infeksi HIV, dan infeksi dari luka pada kulit.

Di antara sejumlah penyakit kelainan sistem limfatik, limfadenopati merupakan penyakit yang paling umum terjadi. Kondisi ini terjadi saat terdapat bakteri pada kelenjar getah bening, menyebabkan kelenjar getah bening memproduksi lebih banyak sel darah putih yang melawan infeksi sehingga menyebabkan pembengkakan.

Anda bisa merasakan pembengkakan pada area leher, ketiak, atau selangkangan. Untuk mendiagnosa kondisi ini, pasien perlu menjalani pemeriksaan berupa CT Scan ataupun MRI.

  • Limfadema

Saat terjadi penyumbatan pada sistem limfatik, cairan getah bening tidak akan bsia mengalir dengan baik. Lama-kelamaan, cairan ini akan menumpuk dan menyebabkan pembengkakan, khususnya di area lengan atau kaki. Kondisi inilah yang disebut dengan limfadema.

Gejala dari kondisi ini ditandai dengan permukaan kulit yang terasa kencang dan keras. Pada setiap orang, gejala yang dirasakan akan berbeda-beda. Beberapa orang tidak terlalu terganggu dengan gejala yang timbul, namun sebagian lainnya mungkin merasa nyeri pada area yang membengkak.

Dalam beberapa kondisi, limfadema juga bisa terjadi sebagai efek samping dari pengangkatan sel kanker payudara. Apabila tidak segera diatasi, kondisi ini bisa mengancam jiwa.

  • Penyakit Castleman

Penyakit castleman cukup jarang ditemukan, namun termasuk salah satu kondisi yang timbul karena adanya gangguan pada sistem limfatik. Castleman bisa terjadi apabila terjadi peradangan yang menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening.

Pada kondisi castleman, gejala yang ditimbulkan hampir serupa dengan kanker limfatik. Biasanya, peradangan terjadi pada lebih dari satu kelenjar getah bening. Pengobatannya pun juga menggunakan metode kemoterapi atau terapi radiasi.

Itulah jenis-jenis penyakit yang bisa terjadi karena adanya gangguan pada sistem limfatik. Masih ada banyak jenis penyakit limfatik lainnya yang timbul dengan gejala berbeda-beda. Sebaiknya, perhatikan kondisi kesehatan tubuh Anda, khususnya bila Anda pernah menjalani terapi dan operasi pengangkatan kanker.

Categories
Kesehatan Wanita

Mengenal Pengapuran Plasenta saat Masa Kehamilan

Plasenta atau ari-ari adalah kondisi normal yang terjadi di setiap kehamilan. Apalagi jika sudah memasuki trimester akhir atau  kehamilan sudah melewati waktu perkiraan lahir. Pengapuran plasenta menjadi tanda bahwa adanya masalah pada kandungan.

Pengapuran ari-ari ini terjadi karena adanya penumpukan kalsium dalam plasenta yang menyebabkan jaringan plasenta menjadi lebih keras secara bertahap. Pengapuran plasenta ini juga disebut penuaan ari-ari.

Tanda-tanda yang dapat dilihat jika terjadi pengapuran plasenta adalah munculnya bintik-bintik putih di dasar ari-ari dan menyebar hingga ke permukaannya. Untuk melihat gejala ini, tentu saja dilihat dari pemeriksaan USG.

Pengapuran ari-ari ini berisiko menyebabkan komplikasi pada ibu dan juga janin dalam kandungan, terlbih jika usia kandungan kurang dari 36 minggu. Efeknya, bisa menyebabkan berat bayi lebih rendah, bayi lahir prematur, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Gejala lain yang mungkin muncul akibat penuaan ari-ari ini adalah terjadinya pendarahan di vagina, rasa nyeri di perut atau punggung bawah, serta terjadinya kontraksi rahim.

Ada juga kasus yang membuat perut Anda tidak membesar sebagaimana mestinya. Hal ini karena pengapuran plasenta mengganggu perkembangan janin. Janin juga jadi minim gerak bahkan bukan tidak mungkin berhenti bergerak sama sekali meski sudah mendekati waktu lahir.

Faktor Penyebab Pengapuran Plasenta

Sebenarnya kalsifikasi atau pengapuran plasenta ini sudah mulai terbentu ketika kandungan memasuki usia 12 minggu. Seiring masa kehamilan, plasenta akan mengalami perubahan. Berikut empat tingkatan kalsifikasi plasenta berdasarkan usia kehamilan.

  • Tingkat 0, terjadi sebelum kandungan berusia 18 minggu
  • Tingkat 1, terjadi antara kandungan berusia 18-29 minggu
  • Tingkat 2, terjadi antara kandungan berusia 30-38 minggu
  • Tingkat 3, umumnya terjadi ketika usia kehamilan memasuki 39 minggu atau lebih. Tingkat ini biasanya pengapuran sudah tergolong berat, bintik-bintik pengapuran sudah terbentuk mengelilingi plasenta.

Adapun penyebab terjadinya pengapuran ari-ari ini karena beberapa hal, yaitu:

  • Kehamilan pertama
  • Adanya kebiasaan merokok
  • Kehamilan pada wanita berusia muda
  • Tekanan darah tinggi selama masa kehamilan
  • Stres yang berat selama kehamilan
  • Infeksi bakteri pada plasenta
  • Faktor lingkungan
  • Efek samping obat-obatan yang mengandung kalsium.

Risiko dari Pengapuran Plasenta

Meski pengapuran ari-ari adalah hal wajar, Anda juga harus waspada. Pengapuran yang terjadi tidak sesuai dengan usia kehamilan, kemungkinan disebabkan oleh adanya masalah dalam kandungan.

Berikut berbagai masalah kesehatan yang menyebabkan kalsifikasi plasenta terjadi terllau dini.

  1. Usia Kehamilan 28-36 Minggu

Kandungan akan lebih berisiko mengalami beberapa masalah jika pengapuran terjadi sebelum kandungan memasuki usia 36 minggu. Masalah yang mungkin muncul seperti pendarahan berat setelah melahirkan, bayi lahir prematur, solusio plasenta, janin meninggal dalam kandungan, serta bayi lahir dengan skor Apgar yang rendah.

  1. Usia Kehamilan 36 Minggu

Saat usia kehamilan memasuki usia 36 minggu dan pengapuran plasenta terjadi berlebihan, disebut-sebut dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi pada ibu hamil. Bahkan juga berakibat pada bayi yang lahir dengan berat rendah.

  1. Pada Usia Kehamilan 37-42 Minggu

Kalsifikasi plasenta pada umumnya terjadi saat usia kandungan memasuki minggu ke-37. Sebanyak 20-40 persen dari kehamilan normal mengalami hal ini. Namun, ini dianggap wajar dan tidak membahayakan.

Efek dari pengapuran plasenta ini akan berbeda-beda di setiap kehamilan. Tergantung pada seberapa dini pengapuran terdeteksi, kondisi kehamilan, tingkat keparahan, serta langkah penanganannya.

Seperti yang diketahui, plasenta berfungsi melindungi janin dan menyediakan asupan nutrisi bagi janin selama di dalam kandungan. Jika pengapuran plasenta muncul di awal kehamilan, tentu saja akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin.