Categories
Penyakit

Mengetahui Tanda, Penyebab, dan Pengobatan Memar

Hampir setiap orang pernah memiliki memar. Tidak jarang memar tiba-tiba muncul tanpa disadari penyebabnya. Memar juga seringkali disertai dengan rasa sakit dan bengkak.

Memar sendiri adalah dimana terdapat perubahan pada warna kulit yang diakibatkan karena pembuluh darah kecil dibawah kulit pecah. Darah pada pembuluh yang telah pecah tersebut akan mengumpul di bawah permukaan kulit sehingga menyebabkan memar. Umumnya, kondisi ini terjadi karena terjadi benturan pada permukaan kulit.

Apa saja gejala atau tanda ketika mengalami memar?

Tanda sedang mengalami memar paling umum adalah warna pada satu atau beberapa bagian kulit berubah. Pada awalnya, kulit akan menjadi merah dan lama kelamaan akan berubah menjadi biru atau ungu gelap.

Memar akan terasa sakit ketika ditekan. Namun, memar dapat menghilang dengan sendirinya dan rasa sakit juga akan hilang saat memar memudar.

Apa penyebab terjadinya memar pada kulit?

Memar dapat terjadi karena berbagai hal, antara lain:

  • Terbentur

Penyebab memar yang paling sering ditemui adalah terbentur dengan sesuatu yang keras. Benturan dengan benda keras dapat menyebabkan memar atau lebam pada bagian tubuh manapun.

  • Obat

Beberapa obat yang dikonsumsi juga dapat menyebabkan memar. Obat yang dimaksud adalah obat pengencer darah atau obat penghilang rasa sakit bebas, seperti aspirin, warfarin, ibuprofen, dan naproxen.

  • Faktor usia

Seiring bertambahnya usia, kulit manusia akan menjadi lebih rentan. Jaringan penyokong pada pembuluh darah akan semakin tipis, sehingga ketika terbentur sedikit saja dapat langsung menyebabkan memar.

  • Olahraga

Olahraga memang menyehatkan, tetapi jika berlebihan akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. 

Ketika Anda mencoba mengencangkan otot secara berlebihan, jaringan otot di bawah kulit bisa terluka dan menyebabkan pembuluh darah pecah. Saat terjadi pendarahan. darah akan mengumpul pada bagian bawah dari kulit sehingga menyebabkan memar.

  • Kekurangan nutrisi

Setiap orang membutuhkan nutrisi bagi kesehatan tubuh. Ketika kekurangan nutrisi, terutama vitamin C maka tubuh akan lebih rentan terkena memar. 

Tubuh juga lebih gampang untuk memar ketika kurang asupan zat besi. Hal ini dikarenakan zat besi dapat membantu menjaga sel darah tetap sehat.

Selain penyebab di atas, memar juga dapat menjadi gejala dari kondisi tubuh yang cukup serius. Beberapa penyakit yang ditandai dengan memar adalah seperti hemofilia A, hemofilia B, leukemia, trombositopenia, dan penyakit von willebrand.

Bagaimana dokter mendiagnosis memar?

Pada memar yang disebabkan oleh benturan ringan dan tidak menunjukkan gejala lain, biasanya dokter tidak akan melakukan pemeriksaan penunjang. Jika dokter mencurigai adanya kondisi lain dari munculnya memar, maka dokter akan melakukan pengecekan lebih lanjut melalui:

Rontgen, untuk memastikan adanya tulang patah atau tidak

Tes darah, untuk melihat apakah terdapat kelainan darah pada pasien

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan lanjutan jika memar dicurigai karena adanya kekerasan fisik.

Mengobati Memar

Terdapat beberapa cara untuk mengobati memar, antara lain:

  • Balutan yang menekan

Untuk mengobati memar, Anda dapat membalutnya dengan perban elastis. Dengan perban, rasa nyeri akan berkurang dan tingkat peradangan menurun. Namun, pastikan perban tidak terlalu kencang dan dalam tekanan yang rendah.

  • Kompres es batu

Suhu dingin dari es batu dapat membantu pembengkakan karena memar berkurang. Gunakan es batu yang telah dilapisi handuk dan tempelkan di area memar selama 20 hingga 30 menit. Kompres es batu juga akan mengurangi jumlah darah yang keluar dari pembuluh darah.

  • Kompres air hangat

Selain es batu, Anda juga dapat melakukan kompres dengan air hangat. Anda dapat menggunakan cara ini sekitar 2 hari sejak memar. Suhu panas dapat membuat aliran darah menjadi lancar dan mengobati warna kulit yang berubah.

Rendam kain pada air hangat dan tempelkan pada area memar selama 10 menit. Anda dapat mengulanginya hingga 2 atau 3 kali sehari agar memar lebih cepat sembuh.

Posisikan bagian tubuh yang memar lebih tinggi

Jika yang mengalami memar adalah tangan atau kaki, angkat kaki atau tangan lebih tinggi dari dada. Anda dapat menggunakan bantal untuk memposisikan bagian tubuh yang memar lebih tinggi. Hal ini dilakukan untuk mengurangi aliran darah ke area yang memar sehingga dapat meredakan memar tersebut.

Menggunakan gel atau salep

Obat gel atau salep yang mengandung heparin dapat menjadi solusi untuk meredakan memar. Obat ini dapat mengurangi gumpalan darah di bawah permukaan kulit dan melancarkan peredaran darah.

Gunakan obat salep dengan hati-hati. Jangan oleskan salep pada luka terbuka dan hindari pemakaian pada anak usia di bawah 5 tahun.

Untuk menghindari terjadinya memar, Anda dapat lebih berhati-hati terutama menghindari benturan keras pada tubuh. Namun, jika mengalami memar disertai dengan gejala yang tidak normal, segera konsultasikan kepada dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *