Categories
Obat

Mengenal Obat Captopril, Kegunaan dan Efek Samping

Apakah Anda menderita tekanan darah tinggi? Salah stau pengobatan yang bisa dikonsumsi adalah captopril, yaitu obat yang tergolong dalam kelompok obat-obatan jantung atau ACE inhibitors.

Cara kerja obat captopril ini adalah dengan menghambat enzim pengubah angiotensin, lalu menurunkan jumlah angiotensin II, atau disebut juga hormon yang membuat pembuluh darah menyempit dan tekanan darah meningkat.

Tidak hanya untuk mengobati tekanan darah tinggi, captopril ini juga bisa dijadikan obat untuk mencegah serangan jantung. stroke, nefropati diabetes serta masalah ginjal.

Efek Samping Captopril

Sebelum mengonsumsi obat, apapun jenisnya, pastikan untuk memeriksa apa saja efek sampingnya. Termasuk obat tekanan darah tinggi ini.

Berikut beberapa efek samping yang dapat muncul dari konsumsi obat ini, yaitu:

  • Batuk kering
  • Pusing
  • Kepala terasa ringan
  • Mengalami gangguan pengecap

Akan tetapi, jika pasien merasakan efek samping tersebut semakin memburuk, maka segeralah hubungi dokter agar mendapatkan penanganan medis segera.

Ada pula efek samping yang serius seperti:

  • Detak jantung cepat
  • Kadar kalim dalam darah tinggi
  • Pingsan

Apabila efek samping serius ini dirasakan, segeralah cari bantuan secepat mungkin.

Perlu diingat bahwa tidak semua orang akan mengalami efek samping di atas, atau efek samping yang dirasakan tidak tertera di atas. Tanyalah pada dokter atau apoteker untuk informasi terkait efek samping obat captopril lebih lengkapnya.

Cara Minum Captopril

Sebelum minum obat hipertensi ini, perhatikan dan pahami beberapa aturan berikut ini:

  • Konsumsilah obat ini dalam kondisi perut kosong atau 1 jam sebelum makan. Biasanya dikonsumsi 2-3 jali sehari sesuai dosis yang ditetapkan. Atau ikuti aturan dari dokter Anda.
  • Konsumsi obat ini secara rutin agar hasilnya maksimal. Penting juga melanjutkan pengobatan meskipun kondisi kesehatan Anda sudah membaik
  • Pada pasien gagal janutng, pengobatan bisa memakan waktu beberapa minggu atau bulan sebelum benar-benar merasakan manfaatnya.

Ingat ya, segera hubungi dokter jika kondisi Anda tidak kunjung membaik atau justru semakin parah.

Interaksi Captopril dengan Obat Lainnya

Jika obat captopril dikonsumsi bersamaan dengan obat lain, bisa berpotensi menimbulkan beberapa interaksi seperti:

  • Jika obat ini digunakan dengan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) akan berisiko menyebabkan menurunnya fungsi ginjal
  • Jika digunakan bersamaan dengan obat golongan diuretik, maka berisiko mengingkatkan terjadinya tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Jika digunakan bersamaan dengan obat golongan diuretik hemat kalium dan juga suplemen kalium, maka akan meningkatkan risiko hiperkalemia
  • Jika digunakan bersama golongan obat ACE inhibitors lainnya, maka berisiko meningkatkan terjadinya efek samping
  • Jika digunakan bersamaan dengan obat yang mengandung emas, maka berisiko hipotensi, mengalami mual dan muntah
  • Jika digunakan dengan clonidine, mka berisiko menurunkan efektifitas obat captopril
  • Jika digunakan bersamaan dengan procainamide dan obat penekanan sistem imun tubuh, maka akan meningkatkan risiko leukopenia.

Dosis Pemakaian Obat Captopril

Dosis pemakaian obat ini ditentukan oleh usia, tingkat keparahan, kondisi pasien, kondisi kesehatan, dan respons tubuh terhadap obat captopril ini.

Berikut takarag umum atau dosis penggunaan obat ini.

  • Untuk Pengobatan Hipertensi

Dosis awal untuk orang dewasa 25-75 mg yang dibagi menjadi 2-3 dosis. Setelah 2 minggu pemakaian, sosis bisa juga dinaikkan hingga 100-150 mg, yang dibagi menjadi 2-3 dosis.

  • Pengobatan Gagal Jantung

Dosis awal untuk orang dewasa 6,25-12,5 mg yang dikonsumsi 2-3 kali per hari. Dosis makdimal 450 mg per harinya.

  • Pengobatan Pasca Serangan Jantung

Dosis awal untuk dewasa adalah 6,25-12,5 mg yang dikonsumsi 3 kali sehari. Kemudian dosis bisa ditingkatkan hingga 50 mg yang diminum 3 kali sehari.

  • Pengobatan Nefropati Diabetes

Dosis obat captopril untuk dewasa sekitar 25 mg yang diminum 3 kali dalam sehari.

Untuk mendapatkan dosis yang lebih jelas sesuai dengan kondisi kesehatan pasien, sebaiknya konsultasikan agar lebih maksimal pengobatannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *