Categories
Hidup Sehat

Mencari Promo Vaksin HPV dan Fakta-Fakta Seputarnya

Human papiloma viruses (HPV) merupakan virus yang bertanggung jawab atas sebagian besar infeksi menular seksual. Persebaran virus ini cukup masif, tingkat penularannya pun tinggi. Dengan melakukan vaksin HPV, terlebih mendapat promo vaksin HPV, seseorang punya modal kuat agar dapat terhindar dari virus ini tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.

Vaksin HPV sudah amat populer di dunia medis. Pasalnya, pemberian vaksin ini dinilai cukup ampuh dalam pencegahan penularan virus HPV. Namun, di Indonesia vaksin ini belum masuk kategori wajib. 

Bagi Anda yang belum pernah mendengar soal vaksin HPV, mungkin fakta-fakta yang disajikan artikel ini bisa menambah pengetahuan Anda. Barangkali, setelah membaca, Anda jadi paham seberapa penting vaksin ini. Berikut fakta-fakta soal vaksin HPV:

  • Tidak pengaruhi kondisi kesuburan

Ada mitos yang berkembang bahwa vaksin HPV dapat mengganggu kesuburan. Nyatanya, mitos tersebut sangat keliru. Imunisasi HPV tidak terbukti menyebabkan masalah pada kesuburan di kemudian hari. Vaksin ini hanya bekerja untuk mencegah infeksi virus HPV, yang dapat menyebabkan kanker serviks dan masalah di organ kelamin.

  • Minim risiko efek samping

Imunisasi biasanya menimbulkan efek samping, tak terkecuali pada vaksinasi HPV. Namun, efek samping yang terjadi biasanya bersifat ringan, seperti gejala nyeri dan kemerahan pada area bekas suntikan, demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, sakit perut, hingga syncope atau pingsan sesaat yang umumnya tidak berbahaya. Lagipula, syncope juga dapat dicegah dengan tetap duduk selama minimal 15 menit setelah pemberian vaksin.

  • Efektif dilakukan saat masih anak-anak

Jika seseorang sudah aktif secara seksual, vaksin HPV baru bisa diberikan setelah melakukan pemeriksaan pap smear terlebih dahulu. Itulah sebabnya memberikan vaksin ini sejak usia anak-anak sangat penting, karena umumnya anak-anak belum aktif secara seksual, dan kemungkinan telah terinfeksi HPV relatif kecil. 

Jadi, anggapan bahwa imunisasi HPV tidak perlu diberikan pada anak-anak karena mereka belum aktif secara seksual itu keliru. Justru karena mereka belum aktif secara seksual, pemberian vaksin perlu segera diberikan, agar kekebalan tubuh terhadap virus HPV dapat terbentuk, dan ketika mereka telah aktif secara seksual nanti, mereka akan terhindar dari risiko kanker serviks dan penyakit berbahaya lain.

  • Usia ideal pemberian adalah pada umur 9 tahun

Seperti telah disebutkan di awal, imunisasi atau penyuntikan vaksin HPV sebaiknya dilakukan sejak dini. Namun, waktu ideal prosedur ini adalah usia 9 tahun. Di usia ini, respons kekebalan tubuh anak sedang ada di tahap terbaik, sehingga sistem antibodi terhadap virus HPV dapat dikembangkan dengan sempurna dalam jangka panjang. 

Adapun jumlah pemberian vaksin yang perlu diberikan adalah 2 kali. Dosis pertama sebaiknya diberikan pada usia 9-14 tahun, lalu dosis kedua diberikan 6 bulan atau 1 tahun setelah dosis pertama.

Orang tua mungkin bisa membuat anggaran khusus untuk memfasilitasi anaknya, sebab vaksin HPV cukup mahal. Namun, tak ada salahnya juga, lho, Anda sambil mencari-cari promo vaksin HPV di beberapa fasilitas medis untuk mendapat harga terbaik.

  • Punya banyak manfaat

Imunisasi HPV tidak hanya disarankan untuk diberikan pada anak perempuan saja, tetapi juga untuk anak laki-laki. Sebab, vaksin ini bukan hanya bermanfaat untuk mencegah kanker serviks, tetapi juga untuk mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus HPV, seperti pre-kanker anus, pre-kanker vulva, hingga kutil kelamin. Pemberian vaksin HPV untuk anak laki-laki juga bermanfaat untuk menurunkan risiko penularan virus ini pada pasangan seksualnya di kemudian hari. 

  • Sudah pasti aman

Vaksin HPV yang digunakan dalam kegiatan imunisasi untuk anak-anak telah terbukti keamanannya. Sebab, vaksin ini telah melewati berbagai uji klinis yang tak singkat, sebelum akhirnya bisa diberikan ke masyarakat. Hal ini berdasarkan data yang dikumpulkan CDC (Centers for Disease Control) sebagai otoritas kesehatan di Amerika Serikat yang banyak dijadikan rujukan berbagai negara. 

Sejak pertama kali diluncurkan, uji klinis yang dilakukan terhadap vaksin menunjukkan bahwa vaksin ini aman dan efektif. Selain itu, setiap vaksin juga terus diuji, dikembangkan, dan dipantau secara ketat, meski telah didistribusikan ke masyarakat. 

***

Itulah beberapa fakta yang ada di seputar vaksin HPV. Jika Anda sudah melewati batas usia ideal seperti yang disebutkan di atas dan menyadari bahwa Anda belum mendapatkan vaksin HPV, tidak ada salahnya segera melakukan konsultasi dengan dokter dalam rangka membuka kemungkinan mendapatkan vaksinasi.

Terlebih jika Anda sudah aktif secara seksual. Mungkin, dengan vaksin HPV, Anda jadi bisa lebih tenang dari bayang-bayang penularan virus HPV yang dapat termanifestasi ke dalam beragam penyakit menular seksual. Ingat, kalau bisa cari promo vaksin HPV agar kantong Anda tidak jebol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *