Categories
Kesehatan Wanita

Macam-Macam Antibiotik untuk Keputihan yang Diresepkan Dokter

Keputihan merupakan infeksi bakteri yang sangat umum dialami oleh semua wanita. Biasanya, kondisi ini diatasi dengan menggunakan obat antibiotik untuk keputihan yang diresepkan oleh dokter.

Antibiotik memang menjadi obat yang efektif untuk mengatasi berbagai macam infeksi. Karena keputihan disebabkan oleh infeksi bakteri, maka antibiotik juga menjadi metode pengobatan yang tepat.

Apa saja antibiotik untuk keputihan?

Ada berbagai macam antibiotik yang biasanya digunakan untuk mengatasi infeksi. Ada antibiotik yang bisa dibeli secara bebas di apotek, ada juga antibiotik yang hanya bisa didapatkan melalui resep dokter.

Kebanyakan antibiotik untuk keputihan bukanlah antibiotik yang dijual secara bebas. Jadi, untuk mendapatkannya, Anda memerlukan resep dari dokter. Berikut ini beberapa jenis antibiotik untuk penderita keputihan:

  • Clindamycin

Clindamycin merupakan jenis antibiotik yang tersedia dalam bentuk krim. Penggunaannya dilakukan dengan cara mengoleskan krim ke dalam vagina. 

Pemakaian krim antibiotik ini akan mempengaruhi efektivitas alat kontrasepsi seperti kondom lateks. Jadi, jika sedang menggunakan krim ini, Anda mungkin perlu berkonsultasi pada dokter untuk mencari alternatif alat kontrasepsi yang tepat. 

  • Tinidazole

Berbeda dengan Clindamycin, antibiotik yang satu ini bukan berupa obat oles, melainkan obat minum. Jadi, Anda perlu meminum obat ini sesuai arahan dokter.

Konsumsi obat tinidazole bisa menimbulkan berbagai macam efek samping, seperti sakit perut dan mual. Untuk menghindari hal ini, Anda dianjurkan untuk tidak mengonsumsi alkohol selama masa pengobatan sampai setidaknya tiga hari setelah berhenti meminum obat.

  • Metronidazole

Antibiotik yang satu ini hadir dalam berbagai macam bentuk, mulai dari tablet, obat krim, dan gel. Jika digunakan dalam bentuk obat oles, Anda perlu menggunakannya selama lima hari. 

Sebagai obat oral, metronidazole berpotensi menimbulkan efek samping berupa mual dan sakit perut. Karena itu, sama seperti tinidazole, Anda juga harus menghindari alkohol selama mengonsumsi obat metronidazole.

Antibiotik untuk keputihan sebaiknya digunakan sesuai dengan anjuran dari dokter. Hal ini penting untuk memastikan efektivitas obat dalam menyembuhkan keputihan Anda, serta menghindari efek samping yang tidak diinginkan. 

Pengobatan lain untuk mengatasi keputihan

Sebenarnya, antibiotik adalah cara pengobatan utama dan paling umum untuk mengatasi keputihan. Tapi, selain antibiotik untuk keputihan, Anda juga bisa memaksimalkan penyembuhan dengan menjaga pola hidup Anda. 

Salah satu caranya adalah menambah asupan probiotik. Probiotik merupakan bakteri sehat yang bisa mendatangkan berbagai manfaat kesehatan, termasuk mengatasi infeksi yang menyebabkan keputihan.

Mengonsumsi probiotik bisa memberikan keseimbangan kadar bakteri, sehingga bakteri di vagina Anda tetap sehat. Hal ini bisa mendukung proses penyembuhan menjadi lebih efektif.

Asupan probiotik bisa Anda dapatkan dari berbagai sumber makanan. Contohnya seperti yogurt

Akan tetapi, akan lebih baik jika Anda berkonsultasi lebih dulu mengenai hal ini dengan dokter. Infeksi vagina merupakan kondisi yang sensitif. Apabila Anda melakukan kesalahan, pengobatan dengan antibiotik bisa-bisa tidak efektif.

Komplikasi bila tidak menggunakan antibiotik untuk keputihan

Keputihan bukanlah kondisi berbahaya, namun bisa menimbulkan komplikasi. Tanpa antibiotik untuk keputihan, Anda bisa mengalami komplikasi berupa:

  • Infeksi menular seksual
  • Resiko infeksi setelah operasi melahirkan
  • Kelahiran prematur

Oleh sebab itu, agar komplikasi ini tidak membahayakan Anda, sebaiknya segera lakukan konsultasi dengan dokter saat mengalami gejala keputihan. Dokter akan meresepkan antibiotik untuk keputihan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *