Categories
Obat

Jangan Diremehkan, Ini Bahaya Alergi Antibiotik

Antibiotik merupakan salah satu jenis obat yang banyak digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Akan tetapi, tidak semua orang bisa sembuh dengan efektif setelah mengonsumsi antibiotik. Beberapa orang mungkin memiliki alergi antibiotik yang menimbulkan efek samping setelah pemakaiannya.

Apabila Anda memiliki alergi antibiotik, Anda harus berhati-hati dalam mengonsumsinya. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter demi keamanan kesehatan Anda. 

Bahaya alergi antibiotik

Reaksi alergi terhadap obat antibiotik tidak selalu langsung dirasakan. Anda mungkin tidak mengalaminya pada tahap-tahap awal mengonsumsi antibiotik. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, alergi mulai berkembang dan obat tersebut tidak lagi efektif untuk mengobati penyakit Anda.

Anda harus bisa membedakan reaksi alergi dengan efek samping. Efek samping obat biasanya cenderung lebih ringan dan umumnya berupa mual, sakit perut, diare, dan ruam kulit setelah beraktivitas di bawah sinar matahari.

Akan tetapi, hal ini berbeda dengan reaksi alergi. Anda akan merasakan gejala yang lebih serius bila Anda memiliki alergi terhadap obat yang dikonsumsi, termasuk antibiotik. 

Reaksi alergi tersebut dapat berupa penurunan tekanan darah, hidung tersumbat, detak jantung cepat, dan sesak napas. Apabila Anda merasakan gejala ini, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

Jangan remehkan reaksi alergi, meski gejala yang Anda rasakan mungkin tidak terlalu parah. Seiring berjalannya waktu, alergi akan semakin berkembang menjadi parah dan berbahaya untuk kesehatan Anda.

Tubuh Anda membangun antibodi untuk melawan antibiotik tersebut. Akibatnya, respon sistem kekebalan Anda akan lebih kuat setiap saat dan dapat mempersingkat waktu yang diperlukan untuk memunculkan gejala reaksi. 

Bahkan, dalam kasus yang cukup parah, reaksi ini bisa menyebabkan kematian hanya beberapa menit setelah antibiotik dikonsumsi.

Karena itu, segera hentikan penggunaan antibiotik dan konsultasikan dengan dokter Anda apabila Anda mengalami reaksi alergi. 

Diagnosa reaksi alergi antibiotik

Sebelum mengalami reaksi alergi, Anda bisa terlebih dahulu mencari tahu apabila Anda memiliki alergi antibiotik atau tidak. Proses diagnosa biasanya akan dilakukan dengan cara: 

  • Tes darah

Darah Anda akan diambil sebagai sampel untuk kemudian diuji. Hasil pengujian akan memberikan informasi kepada dokter mengenai cara tubuh Anda bekerja. Darah akan diambil dari area tangan atau lengan Anda. 

  • Patch test

Tes ini dilakukan dengan memberikan sejumlah antibiotik dalam dosis kecil ke kulit Anda. Area kulit yang diberikan antibiotik akan ditutup dengan patch khusus selama dua hari. Setelah itu, pihak rumah sakit akan melihat reaksi kulit Anda terhadap antibiotik tersebut.

  • Tes dengan jarum

Pada tes ini, kulit Anda akan ditusuk dengan jarum. Setetes kecil antibiotik akan diletakkan di lengan bagian bawah Anda. Nanti, pihak rumah sakit akan memperhatikan reaksi yang ditimbulkannya. 

  • Tes intradermal

Sejumlah kecil cairan antibiotik akan diletakkan di bawah permukaan kulit Anda. Nantinya, pihak rumah sakit akan mengawasi reaksinya. 

  • Tes provokasi obat

Tes ini dikenal juga dengan sebutan tes tantangan antibiotik. Pihak rumah sakit akan memberikan peningkatan dosis antibiotik kepada Anda. Anda akan diminta untuk menggunakan antibiotik dengan dosis yang dinaikkan tersebut dan mengawasi reaksinya. 

Berdasarkan hasil tes yang dilakukan, Anda bisa mengetahui seperti apa reaksi alergi yang ditimbulkan apabila Anda memiliki alergi antibiotik. Semakin cepat Anda menyadari alergi Anda, semakin cepat juga Anda bisa melakukan upaya pencegahan dan mencari alternatif pengobatan yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *