Categories
Hidup Sehat

Hati-hati, Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengonsumsi Methylprednisolone

Methylprednisolone (methilprednisolone) merupakan obat kortikosteroid yang umum digunakan untuk mengatasi peradangan. Obat ini tersedia dalam berbagai bentuk sediaan termasuk tablet atau injeksi, dan bisa didapat melalui resep dokter.

Meski efektif mengatasi berbagai permasalahan yang umum, mulai dari pembengkakan hingga kanker, ada hal yang harus diperhatikan dalam penggunaanya.

Kegunaan methylprednisolone

Methilprednisolone efektif mengontrol respon peradangan tubuh dan sistem kekebalan tubuh. Dokter biasanya memberikan methylprednisolone untuk mengatasi kondisi kesehatan diantaranya:

  • Alergi
  • Lupus
  • Gangguan endokrin
  • Rheumatoid arthritis dan psoriatic arthritis
  • Penyakit kulit, seperti psoriasis dan sindrom Stevens-Johnson
  • Gangguan pencernaan, seperti penyakit Crohn dan kolitis ulseratif
  • Gangguan pernapasan
  • Leukimia
  • Multiple sklerosis
  • Kanker limpa

4 Hal yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi Methylprednisolone

Dosis penggunaan methilprednisolone didasarkan pada kondisi pasien antara lain:

  • Usia

Dosis penggunaan, bentuk sediaan, dan frekuensi konsumsi methilprednisolone berbeda antara anak-anak dan orang dewasa. Perbedaan ini juga dilihat dari jenis dan keparahan penyakit yang diderita.

Misalnya, untuk mengobati multiple sklerosis pada anak-anak (usia 0-17 tahun) dokter akan memberikan dosis paling rendah. Untuk orang dewasa (usia 18-64 tahun) dimulai dari dosis 160 mg per hari.

  • Penggunaan obat-obatan lain

Methylprednisolone memiliki interaksi negatif dengan obat-obatan atau suplemen lain. Kontraindikasi dapat menurunkan efektivitas obat atau menghasilkan efek samping. Maka dari itu sangat disarankan untuk terbuka mengenai hal ini ke petugas kesehatan sebelum mulai mengonsumsinya.

Salah satu obat yang menimbulkan efek berbahaya jika dikombinasikan dengan methilprednisolone adalah vaksin hidup seperti vaksin flu, varicella (cacar air), campak, gondok, dan rubella (RMR).

Obat yang dapat meningkatkan risiko efek samping dari metilprednisolon atau obat lain antara lain siklosporin, ketokonazol, aspirin, warfarin, dan heparin.

Sedangkan obat yang dapat menurunkan efektivitas methilprednisolone meliputi fenobarbital, fenitoin, dan rifampisin. Dalam hal ini dokter mungkin akan meningkatkan dosis methylprednisolone.

Pengguna methilprednisolone juga sangat tidak disarankan mengonsumsi grapefruit (jeruk bali merah) karena dapat meningkatkan risiko efek samping.

  • Kondisi kesehatan pasien

Riwayat kesehatan pasien berkaitan dengan penggunaan obat lainnya. Methylprednisolone kemungkinan besar memperburuk kondisi pasien.

Jika Anda memiliki riwayat medis maka diharapkan terbuka ke petugas kesehatan, terutama:

  • Penyakit jantung
  • Diabetes
  • Maag
  • Glaukoma
  • Infeksi
  • Masalah hati, seperti sirosis
  • Hipotiroidisme
  • Herpes mata
  • Sklerosis sistemik

Hingga saat ini belum ada penelitian yang cukup mengenai methilprednisolone pada wanita hamil, sehingga obat ini hanya boleh dikonsumsi jika potensi manfaatnya lebih besar daripada risikonya.

Pada wanita menyusui, methylprednisolone dapat masuk ke dalam ASI dan menyebabkan efek samping pada anak yang disusui. Konsultasikan dengan dokter mengenai solusi yang tepat.

  • Efek samping

Konsumsi methylprednisolone dapat mempengaruhi kadar hormon dan fungsi tubuh. Orang yang tidak merespon obat dengan baik ditandai dengan berhentinya produksi hormon dalam tubuh. Dokter akan mengurangi dosis yang diberikan untuk mengatasi kondisi ini.

Karena obat ini bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh, penggunanya juga harus terus memperhatikan kondisi kesehatan dengan menjauhi faktor risiko penyakit, termasuk orang yang sakit atau baru saja sembuh.

Adapun efek samping umum yang dapat terjadi antara lain:

  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Penambahan berat badan
  • Otot lemah
  • Timbulnya masalah kulit, seperti jerawat
  • Peningkatan rasa haus

Segera kunjungi dokter jika Anda mengalami efek samping yang tak kunjung hilang atau semakin parah.  Anda juga diharapkan menemui petugas medis bila mengalami efek samping serius seperti:

  • Reaksi alergi, seperti gatal, kesulitan bernapas, dan pembengkakan lidah atau tenggorokan
  • Perubahan emosi dan suasana hati, seperti kecemasan, depresi, atau psikosis
  • Perubahan kemampuan penglihatan
  • Masalah urinasi
  • Sakit pada punggung, pinggul, pundak, atau lengan
  • Pembengkakan pada kaki atau tangan
  • Proses penyembuhan luka yang lama

Setiap obat-obatan atau suplemen memiliki risiko dan efek sampingnya ketika tidak dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan. Jika Anda memiliki pertanyaan seputar methylprednisolone dapat mendiskusikannya dengan dokter secara langsung melalui aplikasi SehatQ.

Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *