Categories
Uncategorized

Gejala dan Pengobatan Cedera Sinus Tarsi

Cedera merupakan kondisi yang disebabkan trauma maupun kecelakaan dan berakibat timbulnya nyeri, panas, bengkak, di bagian otot maupun persendian. Kasus cedera umumnya dialami oleh atlit olahraga dan menyebabkan aktivitas gerak menjadi terbatas. Salah satu yang sering dialami adalah cedera di bagian pergelangan kaki atau disebut dengan sindrom sinus tarsi.

Sinus tarsi  bentuknya berupa celah dan beberapa sendi  serta terletak di bagian pergelangan kaki. Penyebab paling umum adalah keseleo yang berlangsung dalam jangka panjang (kronis). Rasa sakit pada sindrom sinus tarsi muncul karena ketidakstabilan sendi dan adanya cedera pada ligamen. Atlit yang mengalami gangguan ini tentu saja mengalami ketidaknyamanan dan ketiakstabilan dalam bergerak. Sindrom sinus tarsi dapat diobati dengan mengontrol pergerakan pergelangan kaki serta meningkatkan stabilitasnya. 

Gejala dan Penyebab  Sinus Tarsi

Pada umumnya, seseorang mengalami sindrom ini akan menemui beberapa gejala berikut: 

  • Nyeri di bagian samping pergelangan dan bagian depan kaki
  • Timbulnya inversi, nyeri saat kaki dimiringkan dan dibelokkan (eversi)
  • Kaki atau pergelangan kaki tidak stabil saat menahan beban
  • Kesulitan berjalan di atas permukaan yang tidak rata, seperti rerumputan dan bebatuan
  • Pergelangan kaki muncul bengkak
  • Ekimosis atau memar

Ligamen yang melemah (ligamen talofibular) menjadi penyebab utama munculnya sindrom ini. Sementara itu, faktor risiko sinus tarsi di antaranya adalah:

  • Munculnya cedera traumatis di area pergelangan kaki, misalnya keseleo
  • Pergelangan kaki yang bergerak secara berlebihan, seperti berjalan berulang-ulang dan berdiri
  • Berat badan melebihi batas normal (obesitas)
  • Kaki yang datar
  • Melakukan aktivitas tertentu, misalnya olahraga basket, voli, maupun menari
  • Rheumatoid arthritis
  • Gout arthritis
  • Kista

Diagnosis Sinus Tarsi

Setelah mengetahui gejala, penyebab, dan faktor risiko dari sindrom sinus tarsi, berikut beberapa prosedur yang harus dilakukan untuk mendapatkan diagnosis yang akurat:

  • CT Scan

Prosedur yang satu ini menjadi langkah awal untuk mendeteksi adanya perubahan tulang sekunder dari radiografi. Pemeriksaan dapat dilakukan melalui klinik yang menyediakan fasilitas laboratorium. 

  • Scintigrafi atau Pemindaian Tulang

Pemindaian tulang berfungsi untuk mendeteksi adanya peradangan pada pergelangan kaki atau perubahan inflamasi.

  • MRI 

MRI dinilai sebagai metode pemeriksaan terbaik untuk menemukan ada tidaknya perubahan pada jaringan lunak sinus tarsi. Misalnya, pembentukan jaringan parut, cedera ligamen, atau peradangan. Prosedur ini juga menunjukkan kondisi lemak T1-hyperintense di area sinus tarsi yang berganti dengan jaringan parut, serta kista ganglion yang menekan saraf.

Pengobatan Sindrom Sinus Tarsi

Apabila Anda menemui gejala sinus tarsi, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter. Hal tersebut diperlukan untuk mengetahui tingkat keparahan penyakit dan durasi pasien mengalami kondisi tersebut. Beberapa penanganan yang dilakukan dokter di antaranya adalah:

  • Menggunakan obat pereda nyeri, biasanya dalam bentuk obat diminum langsung, disuntikkan, atau dioleskan langsung di bagian kaki.
  • Menjalani fisioterapi atau terapi fisik
  • Menggunakan sepatu ortopedi yang membantu menstabilkan area yang terkena
  • Membatasi ruang gerak kaki, upayakan untuk tidak terlalu sering  bergerak.
  • Memakai metode khusus seperti bracing atau taping, tujuannya untuk menstabilkan area yang terkena. 
  • Dianjurkan untuk operasi apabila penanganan lainnya tidak memberikan hasil yang optimal.

Pencegahan pada sindrom ini belum ditemukan karena penyebabnya juga belum pasti. Langkah terbaik adalah menghubungi dokter apabila Anda mengalami gejala sinus tarsi. Keluhan dan gejala lainnya yang belum disebutkan juga sebaiknya disampaikan, sehingga dokter dapat memberikan penanganan dan pengobatan yang tepat. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *