Categories
Penyakit

Masalah Pencernaan karena Bakteri Selain Penyakit Whipple

Mungkin sebagian besar masyarakat kita masih asing dengan penyakit whipple. Sebab memang jarang ditemui di Indonesia. Sementara itu, penyakit ini juga memang terbilang langka di mana hanya dialami oleh sekitar 1 dari 1 juta orang.

Orang yang terserang penyakit whipple dapat dideteksi lantaran dia mengeluhkan sesuatu di persendian atau sistem pencernaannya. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Tropheryma whipplei (T. whipplei) ini akan mengacaukan kinerja sistem cerna manusia.

Pada awalnya, bakteri ini akan menyerang lapisan mukosa usus kecil. Kemudian, bakteri tersebut akan memunculkan lesi (jaringan yang tumbuh secara abnormal) di dalam dinding usus. Bakteri ini juga dapat menyerang jaringan vili yang melapisi usus halus.

Kemudian, bakteri yang telah berkembang di dalam tubuh inangnya itu akan mulai mengganggu proses pemecahan lemak dan karbohidrat di dalam tubuh sehingga menghambat kemampuan tubuh dalam menyerap nutrisi.

Karena tubuh korban tak mampu lagi menyerap nutrisi, tentunya keseimbangan tubuh korban akan terganggu. Pada akhirnya, banyak anggota tubuh yang tak mampu lagi bekerja dengan baik dan mulai menyebabkan masalah-masalah kesehatan lain yang memperparah kondisinya.

Pencernaan manusia memang rentan sekali mengalami masalah kesehatan. Sebab dia bertugas menerima makanan atau minuman dari luar tubuh. Kenyataan bahwa ada banyak sekali kemungkinan semua itu telah terkontaminasi oleh sesuatu yang berbahaya, membuat pencernaan menjadi “sarang penyakit”.

Selain penyakit whipple, ada beberapa masalah kesehatan yang terjadi di pencernaan oleh sebab terinfeksi bakteri. Beberapa di antaranya adalah:

  • Diare

Diare merupakan salah satu gangguan sistem pencernaan yang banyak dialami. Di mana gangguan pencernaan ini akan membuat perut terasa mulas dan feses penderita menjadi encer. Gangguan ini terjadi karena selaput dinding usus besar si penderita mengalami iritasi.

Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang menderita diare, di mana salah satunya yaitu karena penderita mengkonsumsi makanan yang tidak higenis atau mengandung kuman, sehingga dengan begitu gerakan peristaltik usus menjadi tidak terkendali serta di dalam usus besar tidak terjadi penyerapan air.

Jika fases penderita bercampur dengan nanah atau darah, maka gejala tersebut menunjukan bahwa si penderita mengalami desentri yang mana gangguan itu disebabkan karena adanya infeksi bakteri Shigella pada dinding usus besar orang yang menderitanya.

  • Gastritis

Gastritis merupakan penyakit atau gangguan di mana dinding lambung mengalami peradangan. Meski umumnya kondisi kesehatan ini disebabkan karena kadar asam klorida atau Hcl terlalu tinggi, tetapi tak sedikit kasus terjadi lantaran infeksi bakteri melalu makanan yang tidak higienis.

Penyakit ini cenderung kompleks. Sebab gejalanya bisa membuat seluruh sistem pencernaan terganggu. Mulai dari perut kembung hingga muntah darah. Kondisi ini terbilang serius dan harus mendapat penanganan segera.

  • Leptospirosis

Penyakit ini sebenarnya memang tidak murni menyerang sistem pencernaan, sama seperti penyakit whipple. Namun, gejalanya bisa meluas sampai ke sana. Salah satu gejala yang biasa terjadi ketika seseorang terserang leptospirosis adalah sakit perut dan diare. Selain itu, sering juga penderita mengalami mual dan muntah-muntah.

Tikus sering dijumpai sebagai media penyebaran penyakit leptospirosis. Penyakit ini sebenarnya disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans. Penyakit akibat infeksi bakteri ini harus ditangani secara intensif agar benar-benar sembuh. Sebab, komplikasinya bisa menyebabkan penyakit yang lebih serius seperti gagal ginjal, meningitis, dan kerusakan organ-organ tubuh lainnya.

***

Penyakit whipple memang amat jarang ditemui, tidak seperti masalah-masalah pencernaan lain. Namun, kenyataan itu bukan berarti membuat kita boleh menyepelekannya. Teknis pengobatan yang belum begitu memadai untuk penyakit ini juga harus dijadikan pertimbangan. Lebih baik melakukan berbagai macam upaya pencegahan agar tidak harus repot di kemudian hari. Memastikan makanan yang kita makan higienis adalah cara terbaik terhindar dari risiko penyakit ini.

Categories
Penyakit

Teknik Pengobatan Reduksi Manual untuk Parafimosis

Pernahkah Anda mendengar penyakit parafimosis? Penyakit parafimosis merupakan salah satu kelainan pada organ reproduksi pria, yaitu penis. Penyakit ini terjadi ketika kulup atau kulit kepala penis terperangkap di belakang kepala penis (glans penis) dan tidak bisa balik ke posisi semula setelah ditarik. Akibatnya, sirkulasi darah ke organ penis pun terganggu. Penyakit ini bersifat akut, sehingga harus cepat ditangani. Namun, bisa bersifat kronis, jika tidak segera diobati.

Seberapa umumkah parafimosis ini terjadi?

Dilansir dari Medscape, sebagian besar pria yang tidak disunat di Amerika Serikat rentan mengalami parafimosis. National Hospital Discharge Survey (NHDS) menyatakan bahwa tingkat sunat di Amerika Serikat menurun dari 78 – 80 persen pada tahun 1960-an menjadi 55 – 60 persen pada tahun 2003. Merujuk pada sebuah artikel review yang diterbitkan oleh Cermin Dunia Kedokteran (2017), prevalensi kasus parafimosis pada anak laki-laki yang tidak disunat adalah 0,7 persen dan sekitar 1 – 5 persen pada remaja laki-laki yang berusia kurang dari 16 tahun.

Sebenarnya, parafimosis lebih jarang terjadi dibandingkan dengan fimosis. Penyakit ini hanya menyerang laki-laki yang belum disunat, baik itu pada anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Umumnya, parafimosis terjadi saat tenaga kesehatan tidak menangani bagian kulup penis dengan benar, misalnya tidak mengembalikan bagian kulup ke posisi semula setelah pemeriksaan fisik atau prosedur medis tertentu.

Parafimosis dan kaitannya dengan hal mistis

Karena parafimosis hanya dialami oleh pria yang belum disunat, banyak yang mengatakan kondisi ini terjadi karena ‘disunat jin’. Pasalnya, bentuk penis seseorang yang mengalami parafimosis seperti sudah disunat, padahal jelas-jelas dirinya belum pernah disunat sama sekali. Alhasil, seolah-olah penisnya disunat oleh jin.

Hal ini tidaklah benar, karena banyak faktor yang menyebabkan parafimosis terjadi. Selain karena kesalahan dari tenaga kesehatan dalam menangani bagian kulup penis pasca menjalani pemeriksaan atau operasi tertentu, beberapa penyebab parafimosis lainnya, yaitu:

  • Tidak disunat atau disirkumsisi.
  • Adanya infeksi.
  • Trauma fisik pada area organ reproduksi.
  • Menarik kulup ke belakang terlalu kuat.
  • Memiliki kulup yang lebih ketat dari umumnya.
  • Kulup telah ditarik ke belakang dalam waktu yang lama.
  • Dermatitis kontak, misalnya dari lotion celandine.

Teknik pengobatan reduksi manual untuk parafimosis

Umumnya, gejala parafimosis adalah muncul rasa nyeri, ujung penis bengkak dan kemerahan, nyeri saat buang air kecil, aliran urin menurun, dan bagian kulup tidak dapat ditarik kembali ke posisi normal.

Jika Anda mengalami hal seperti ini, maka segeralah bawa ke rumah sakit untuk diobati dengan cepat, agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih parah. Dokter dan tim medis lainnya akan segera melakukan tindakan pengobatan reduksi manual dengan tahapan sebagai berikut.

  • Kontrol nyeri.

Anda akan diberikan analgesia yang cukup dan anestesi lokal dengan lidokain, bupivicaine, atau kombinasi keduanya yang disuntikkan pada area kulup penis. Adapun, epinefrin tidak boleh disuntikkan. Hal ini untuk mengontrol rasa nyeri dan membuat Anda lebih nyaman.

  • Reduksi manual.

Setelah kontrol nyeri, Anda akan diberikan tindakan reduksi manual untuk mengeluarkan cairan edema di sepanjang batang penis yang menyebabkan pembengkakan. Tindakan reduksi manual yang dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

  1. Mengompres kulup dengan es secara melingkar selama 5 menit.
  2. Memijat ringan di area glans penis sekitar 5 menit.
  3. Mendorong glans penis dengan kedua ibu jari dan menarik kembali kulup secara perlahan ke posisi semula dengan jari-jari lainnya.
  4. Terkadang, dokter juga ada yang menggunakan bantuan penjepit untuk menarik kulup. Namun, harus digunakan secara hati-hati, karena dapat menghancurkan kulit dan menyebabkan nekrosis jaringan.
  5. Setelah posisi kulup berhasil dikembalikan, Anda akan diberikan antibiotik.
  6. Setelah peradangan berkurang, maka tindakan sirkumsisi dapat dilakukan untuk mencegah parafimosis terjadi lagi.

Dalam beberapa kasus parafimosis, Anda juga bisa diberikan penanganan dorsal slit untuk menghancurkan kulup menggunakan hemostat selama 30 – 60 detik. Metode ini dilakukan jika tindakan reduksi manual gagal.

Terlepas dari apapun metode yang digunakan, pengobatan dan pencegahan parafimosis yang baik adalah dengan melakukan sunat atau sirkumsisi. Selalu ikuti saran dan instruksi dari dokter Anda terkait pengobatan terbaik untuk menangani penyakit parafimosis yang Anda alami.

Categories
Penyakit

11 Kondisi Medis Ini Bisa Menyebabkan Perut Kedutan

Perut kedutan? Memang bisa? Mungkin bagi sebagian dari Anda di sini masih terdengar aneh dengan perut kedutan. Perut kedutan sebenarnya sering kali dialami oleh para ibu hamil, yang dianggap karena adanya pergerakan janin di dalam rahim. Namun, ternyata tidak hanya terjadi pada bumil saja, lho. Perut kedutan juga bisa terjadi pada Anda yang memiliki kondisi medis tertentu. Apa saja itu? Yuk, langsung cari tahu di bawah ini!

Faktor-faktor penyebab perut kedutan.

Perut berkedut adalah kondisi adanya kontraksi otot di perut atau bagian saluran pencernaan, seperti lambung dan usus. Penyebabnya bisa dipicu oleh kondisi medis tertentu, seperti:

  • Penyakit radang usus.

Penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn dan kolitis ulseratif, adalah kondisi peradangan kronis. Penyakit Crohn dapat memengaruhi bagian manapun dari saluran pencernaan, sedangkan kolitis ulseratif hanya mempengaruhi usus besar. Kedua kondisi peradangan ini dapat menyebabkan kejang usus yang akhirnya berujung dengan perut kedutan.

  • Sindrom iritasi usus besar.

Sindrom iritasi usus besaratau irritable bowel syndrome (IBS) adalah kondisi kronis yang memengaruhi usus besar. Penyakit ini juga dapat menyebabkan perut kedutan. Selain itu, gejala lain yang mungkin Anda rasakan adalah kembung, sembelit, diare, dan perut bergas.

  • Gastritis dan gastroenteritis.

Gastritis dan gastroenteritis sama-sama merupakan kondisi radang lambung. Hanya saja, pada gastroenteritis, usus juga ikut mengalami peradangan. Tidak jarang, keduanya juga menyebabkan perut kedutan. Biasanya, penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, seperti Helicobacter pylori, virus Norwalk, dan rotavirus.

  • Kolitis ulseratif.

Kolitis ulseratif adalah radang pada usus besar yang bersambungan dengan rektum, sehingga menyebabkan kram perut. Perut jadi mengalami kejang dan kedutan. Jenis bakteri penyebab penyakit kolitis ini, meliputi Salmonella, Clostridium, dan E. coli. Selain itu, kelompok parasit seperti Giardia juga dapat menyebabkan kolitis.

  • Enteritis dan kolitis iskemik.

Penyakit kolitis disebabkan karena kurangnya suplai darah ke usus kecil dan usus besar disebut dengan kolitis iskemik. Jenis kolitis ini juga dapat menyebabkan otot-otot perut kejang dan mengalami kedutan. Begitu pula dengan enteritis, yaitu peradangan pada usus halus.

  • Sembelit.

Jika Anda mengalami sembelit, usus Anda mungkin jadi kram karena membengkak. Hal ini terjadi sebagai respons terhadap tekanan yang tinggi di dalam usus. Jadinya, Anda mengalami perut kedutan.

  • Ileus.

Ileus adalah kondisi di mana usus Anda menjadi diam atau tidak aktif menjalankan fungsinya. Hal ini dapat disebabkan oleh infeksi, peradangan, baru saja operasi perut, penggunaan narkotika, dan kurangnya aktivitas fisik. Ileus akan menyebabkan usus jadi terisi dengan udara dan cairan, sehingga mengakibatkan rasa nyeri dan perut kedutan.

  • Gastroparesis.

Gastroparesis pada dasarnya adalah ileus yang juga melibatkan lambung. Kondisi ini sering dialami oleh penderita diabetes dan dapat menyebabkan kram perut terutama setelah makan. Tidak heran, Anda yang memiliki diabetes sering mengalami perut kedutan.

  • Ketegangan otot.

Biasanya, ini sering terjadi pada orang yang sering berolahraga berat, terutama sit up. Akibatnya, otot-otot perut jadi kejang karena mengalami ketegangan otot. Gejala lainnya yang mungkin Anda rasakan adalah nyeri di bagian perut dan dapat bertambah parah dengan gerakan olahraga yang semakin intens.

  • Penumpukan gas di perut.

Adanya penumpukan gas di perut dapat menyebabkan otot usus jadi kejang, terutama ketika tubuh mencoba mengeluarkan gas. Alhasil, Anda pun mengalami perut kedutan. Gejala lainnya adalah perut buncit atau kembung, terasa kenyang, sakit perut, dan sering buang angin atau bersendawa.

  • Dehidrasi.

Seseorang bisa mengalami dehidrasi karena keringat, muntah, dan diare yang dapat menyebabkan kejang otot di seluruh tubuh, termasuk perut. Ini terjadi karena otot membutuhkan elektrolit, seperti kalsium, kalium, dan magnesium agar dapat bekerja dengan baik.

Sementara itu, jika mengalami dehidrasi, maka Anda akan kehilangan banyak elektrolit. Akibatnya, Anda bisa mengalami perut kedutan, karena otot bekerja secara tidak normal dan mengalami kejang.

Inilah 11 kondisi medis yang dapat menyebabkan perut kedutan. Kebanyakan kondisi ini tidak berbahaya dan dapat hilang tanpa pengobatan. Namun, jika kejang perut terlalu sering dan terasa sakit, bisa jadi ini pertanda adanya gangguan yang lebih serius. Segeralah temui dokter jika gejala yang dirasakan semakin parah hingga mengganggu aktivitas Anda sehari-hari.

Categories
Penyakit

Jenis-Jenis Herpes Genitalis yang Dibedakan Berdasarkan Gejalanya

Menggunakan kondom saat berhubungan seks menjadi cara utama pencegahan herpes genitalis

Organ seksual manusia menjadi salah satu bagian yang rentan terserang infeksi oleh jasad renik, mulai dari bakteri atau kuman sampai virus. Penyebab dan jenis gangguan medis bisa beragam, tergantung apa pemicunya. Kondisi medis yang menyerang alat vital itu dimasukkan ke dalam satu kelompok yang disebut Infeksi Menular Seksual (IMS),  satu yang paling umum adalah herpes genitalis.

Kondisi ini, termasuk gejala dan keluhannya, tidak jauh berbeda dengan herpes-herpes yang terjadi di bagian lain. Seperti namanya, yang membedakan hanya letak terjadinya infeksi, yakni di organ genital atau organ intim.

Herpes genitalis terjadi ketika seseorang melakukan kontak, baik itu antarkelamin atau sebagainya, dengan penderita yang telah terinfeksi virus herpes simplex (HSV) tipe 2.  Herpes genitalis tidak dapat menimbulkan kematian. Namun, penyakit ini merupakan penyakit kronis yang dapat kambuh secara periodis dan tidak dapat disembuhkan. 

Sekali terinfeksi dengan virus HSV, maka penderita seperti “meneken kontrak” seumur hidup dengan virus itu. Sampai sekarang, belum ada obat yang dapat memusnahkan virus yang bersembunyi di dalam tubuh penderita. 

Virus HSV dapat memasuki kondisi dorman (tidak aktif) dan berdiam diri di sistem saraf, tepatnya ganglia dorsalis, dalam jangka waktu yang lama. Saat sistem imun menurun, virus akan kembali aktif dan memicu gejala kambuhan.

Meski sekilas terlihat sama saja, tetapi herpes genitalis memiliki beberapa jenis yang berbeda satu dengan lainnya. Jenis herpes genitalis ini dapat dibedakan berdasarkan kemunculan gejala dan terbagi menjadi empat jenis, di antaranya: 

 

  • Herpes Genitalis Asimtomatik 

 

Seseorang yang berada pada tahap ini hanya dapat dikenali melalui pemeriksaan darah. Pasalnya, ini merupakan kondisi di mana seseorang telah terjangkiti virus HSV, tetapi belum menunjukkan gejala primer. Singkatnya, ini adalah fase pertama dalam herpes genitalis.

 

  • Herpes Genitalis Primer

 

Herpes genitalis jenis ini merupakan kondisi yang terjadi pasca-kontak pertama kali dengan virus HSV. Kondisi ini ditandai dengan kemunculan berbagai gejala dan nyeri pada kulit. Seseorang yang baru saja terinfeksi bisa merasakan sakit, gatal, dan adanya luka di area genital mereka. Bahkan tak jarang penderita akan mengalami demam, tidak enak badan, sakit kepala, dan lainnya.

 

  • Herpes Genitalis Rekurens (Kambuhan) 

 

Jenis herpes genitalis ini merupakan kondisi yang terjadi setelah gejala primer hilang dengan pengobatan. Kondisi ini ditandai gejala ringan, tetapi dapat kembali muncul. Kekambuhan ini dipicu oleh menurunnya daya tahan tubuh, stres, atau trauma.

  1. Herpes Genital Atipik (Tidak Khas) 

Jenis ini merupakan kondisi yang tidak menunjukkan gejala-gejala seperti umumnya. Kondisi ini terjadi pada 60 persen kasus herpes genitalis, sehingga menjadikannya sulit diidentifikasi. Kondisi ini hanya bisa dikenali dengan uji laboratorium, seperti pemeriksaan antibodi IgM dan IgG.

***

Seseorang yang telah memiliki virus tersebut dalam jangka waktu lama sebenarnya tidak terlalu dapat menulari virus tersebut daripada orang yang baru saja terinfeksi. Secara umum, wanita lebih berisiko terinfeksi virus ini dibanding pria. 

Dalam suatu studi terhadap orang yang menderita herpes genital, 5-10% pasangannya menjadi terinfeksi pula. Seperti yang telah disinggung di awal bahwa hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan herpes genitalis secara tuntas. Obat-obatan yang umum digunakan seperti Acyclovir, Valcyclovir, dan Famcyclovir hanya dapat menurunkan tingkat kekambuhan dan kemunculan gejala. 

Oleh karenanya menjadi penting bagi semua orang yang telah aktif secara seksual untuk melakukan prosedur pencegahan herpes genitalis ini. Melakukan hubungan seksual yang aman merupakan upaya preventif utama agar tak tertular penyakit ini.

Categories
Penyakit

Lakukan Hal Ini Ketika Mabuk Perjalanan

Mabuk perjalanan atau motion sickness terjadi saat otak menerima sinyal yang tidak selaras dari sensor-sensor keseimbangan

Penyakit mabuk perjalanan adalah sensasi yang membuat Anda pusing. Kondisi ini biasanya terjadi ketika Anda bepergian dengan mobil, kapal, pesawat, atau kereta api.

Kondisi mabuk perjalanan terjadi karena organ-organ sensorik tubuh Anda mengirim pesan campuran ke otak Anda, menyebabkan pusing atau mual. Beberapa orang sadar bahwa mereka rentan terhadap kondisi tersebut.

Penyakit mabuk perjalanan biasanya menyebabkan perut buncit. Gejala lain termasuk keringat dingin dan pusing.  Seseorang dengan mabuk perjalanan mungkin menjadi pucat atau mengeluh sakit kepala. Selain itu, berikut gejala-gejala akibat mabuk perjalanan:

  • Mual
  • Muntah
  • Kehilangan atau kesulitan menjaga keseimbangan Anda
  • Muka pucat
  • Berkeringat
  • Nafas pendek
  • Pusing
  • Tidak enak badan

Penyakit mabuk perjalanan sembuh dengan cepat dan biasanya tidak memerlukan diagnosis profesional. Kondisi ini umumnya datang dan hanya terjadi selama perjalanan atau kegiatan spesifik lainnya.

Berikut adalah beberapa tips penting untuk mencegah mabuk perjalanan:

  • Perhatikan konsumsi makanan dan minuman, sebelum dan selama perjalanan Anda.
  • Cobalah untuk memilih tempat duduk di mana Anda akan mengalami sedikit gerakan.
  • Pilih untuk duduk di bagian depan mobil
  • Saat bepergian dengan mobil atau kapal, jaga pandangan Anda tetap di cakrawala atau pada titik yang tetap.
  • Buka ventilasi atau sumber udara segar jika memungkinkan.
  • Jangan membaca saat bepergian jika mengalami mabuk perjalanan, dan jangan duduk di kursi yang menghadap ke belakang.
  • Hindari bau yang kuat dan makanan pedas atau berminyak segera sebelum dan selama perjalanan.

Untuk sementara, pengobatan diatas cukup efektif untuk membantu Anda dari mabuk perjalanan. Selain itu, obat-obatan juga merupakan cara yang baik untuk mencegah mabuk perjalanan dan sebaiknya diminum sebelum Anda berpergian.

Gejala mabuk perjalanan biasanya berhenti ketika gerakan yang menyebabkannya berhenti. Tetapi ada orang yang menderita gejala mabuk perjalanan bahkan untuk beberapa hari setelah perjalanan berakhir.

Categories
Penyakit

Kelainan Darah Sangat Berbahaya

Kelainan darah adalah gangguan pada darah yang dapat mempengaruhi salah satu dari tiga komponen utama darah

Kelainan darah adalah kondisi yang mempengaruhi kemampuan darah Anda untuk berfungsi dengan benar. Terdapat berbagai jenis dan gejala tergantung pada jenisnya.

Meskipun terdapat beberapa jenis kelainan darah, ada beberapa gejala umum pada kondisi ini termasuk kelelahan yang tidak dapat dijelaskan dan penurunan berat badan. Sebagian besar kelainan darah menurunkan jumlah sel, protein, trombosit, atau nutrisi dalam darah, atau mengganggu fungsinya.  

Mayoritas kelainan darah disebabkan oleh mutasi pada bagian gen tertentu dan dapat diturunkan dalam keluarga. Beberapa kondisi medis, obat-obatan, dan faktor gaya hidup juga dapat menyebabkan kelainan darah berkembang.

Kelainan darah adalah segala kondisi yang berdampak pada satu atau lebih bagian darah, biasanya mengganggu kemampuan darah Anda untuk bekerja dengan benar. Banyak kelainan darah mengambil nama mereka dari komponen darah yang ditimbulkannya. Kategori berikut ini menguraikan kelainan darah yang menyebabkan penurunan komponen darah atau mempengaruhi fungsinya:

  • Anemia, jika gangguan tersebut melibatkan sel darah merah
  • Leukopenia, jika kelainan tersebut mempengaruhi sel darah putih
  • Trombositopenia, jika gangguan tersebut mengenai trombosit

Kategori kelainan darah yang meningkatkan komponen darah adalah:

  • Erythrocytosis, jika gangguan tersebut melibatkan sel darah merah
  • Leukositosis, jika kelainan tersebut mempengaruhi sel darah putih
  • Thrombocythemia atau thrombocytosis, jika kelainan tersebut menyangkut trombosit

Sel darah putih membantu tubuh melawan infeksi. Mereka memulai kehidupan di sumsum tulang dan berkembang menjadi berbagai jenis sel, masing-masing memiliki tujuan kekebalan yang berbeda. Jenis utamanya adalah:

  • Neutrofil, yang menghancurkan bakteri dan virus
  • Limfosit, yang membunuh virus dan mengatur sistem kekebalan tubuh Anda
  • Monosit atau makrofag, yang memakan bakteri, virus, dan jamur yang mati atau dinonaktifkan
  • Basofil dan eosinofil, yang membantu tubuh Anda merespons reaksi alergi dan membantu menghancurkan parasit

Beberapa kelainan sel darah putih berdampak pada semua jenis sel darah putih dalam darah, sementara kelainan lain hanya melibatkan satu atau dua jenis tertentu. Dari lima jenis sel darah putih, neutrofil dan limfosit paling sering terpengaruh.

Sebagian besar kelainan sel darah putih adalah jenis kanker atau kelainan proliferatif.

Gangguan proliferatif melibatkan peningkatan cepat dalam jumlah sel darah putih yang beredar di dalam darah Anda. Hal ini sebagian besar terjadi karena infeksi, walaupun, kadang-kadang, kanker sumsum tulang mungkin bertanggung jawab. Leukopenia disebabkan oleh berkurangnya jumlah sel darah putih yang beredar.

Terdapat tiga jenis utama kanker darah yang mempengaruhi sel darah putih, dan mereka termasuk yang berikut:

  • Limfoma
  • Leukemia 
  • Myeloma 

Gejala tergantung pada bagian mana dari darah atau organ yang terpengaruh, serta keparahan dan luasnya kondisi.

Namun, sebagian besar orang dengan kelainan darah yang signifikan cenderung mengalami perasaan tidak sehat secara umum tanpa alasan yang jelas.

Tanda-tanda gangguan sel darah putih meliputi:

  • Infeksi yang sering
  • Luka yang tidak sembuh atau lambat sembuh
  • Kelelahan yang tidak bisa dijelaskan
  • Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan

Tanda-tanda gangguan sel darah merah meliputi:

  • Kelelahan yang tidak bisa dijelaskan
  • Sesak napas
  • Pusing 
  • Detak jantung yang cepat
  • Kelemahan otot
  • Kesulitan berkonsentrasi dan mengingat
  • Pucat

Tanda-tanda trombosit dan gangguan pembekuan termasuk:

  • Kesulitan membentuk bekuan darah pada luka atau mengendalikan perdarahan
  • Cedera yang lambat untuk sembuh atau tetap membuka kembali
  • Memar yang tidak bisa dijelaskan atau kulit yang mudah memar
  • Perdarahan yang tidak dapat dijelaskan dari hidung, gusi, sistem pencernaan, atau sistem urogenital

Ketika terdapat sesuatu yang salah dengan darah Anda, hal itu dapat mempengaruhi kesehatan Anda secara keseluruhan. Itulah mengapa penting bagi Anda untuk mengetahui beberapa kelainan darah umum yang mungkin mempengaruhi Anda.

Orang mungkin terpengaruh oleh berbagai jenis kondisi darah dan kanker darah. Kelainan darah umum termasuk anemia, gangguan perdarahan seperti hemofilia, pembekuan darah, dan kanker darah seperti leukemia, limfoma, dan mieloma.

Berbicaralah dengan dokter Anda adalah langkah pertama yang harus diambil jika Anda yakin memiliki kondisi kelainan darah. Jika Anda didiagnosis menderita kelainan darah, dokter mungkin akan merujuk Anda ke ahli hematologi.

Categories
Penyakit

Apakah Terapi Okupasi Bisa Mengatasi Autisme?

Anak-anak dengan gangguan spektrum autisme memiliki beberapa kesulitan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan pekerjaan sehari-hari. terapi okupasi tidak jarang direkomendasikan oleh psikolog atau pun psikiater untuk anak dengan autisme. Kesulitan yang dialami oleh anak dengan gangguan spektrum autism antara lain kemampuan sosial yang terbatas, kurang mampu memahami dan patuh terhadap peraturan sosial, sulit menerima hal-hal baru, keterikatan pada hal-hal yang sudah dikenal saja, perilaku repetitif, dan gangguan aktivitas seperti hipo atau hiperaktif.

Sampai saat ini penyebab dari gangguan gangguan spektrum autism belum diketahui secara pasti sehingga dapat menyebabkan terapi yang efektif untuk gangguan spektrum autism juga belum tersedia. Namun, anak dengan gangguan spektrum autism juga memerlukan bantuan agar bisa beradaptasi dan dapat melangsungkan hidupnya dengan baik. Beberapa terapi seperti terapi okupasi dapat meningkatkan kemampuan anak dengan gangguan spektrum autism sehingga dapat mengatasi disabilitas yang mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Manfaat terapi okupasi

Terapi okupasi bukan terapi yang berhubungan dengan pekerjaan, melainkan suatu terapi yang bertujuan untuk membantu orang dengan disabilitas fisik, sensorik, atau pun kognitif untuk dapat hidup mandiri. Terapi ini tidak terbatas untuk orang dewasa saja, tetapi juga bermanfaat untuk anak-anak dengan gangguan spektrum autism. Dengan melakukan terapi ini, harapannya anak dengan gangguan autisme dapat bermain, bersekolah, dan melakukan kegiatan hari secara mandiri sehingga memperbaiki kualitas hidup anak dengan gangguan spektrum autisme di rumah dan di sekolah. Berikut kemampuan yang dapat dicapai dengan terapi okupasi:

  • Bisa merawat diri sendiri, seperti toilet training, memakai baju secara mandiri, menggosok gigi, dan menyisir rambut.
  • Kemampuan motorik halus seperti kemampuan memegang pensil untuk menulis
  • Kemampuan motorik kasar seperti berjalan atau mengendarai sepeda
  • Kemampuan persepsi dengan harapan anak dengan gangguan spektrum autisme dapat membedakan warna, bentuk, dan ukuran
  • Kepekaan terhadap tubuh sendiri dan hubungan antar anggota tubuh yang lain
  • Kemampuan visual untuk membantu dalam membaca dan menulis
  • Kemampuan untuk beradaptasi, bersosialisasi, menyelesaikan masalah

Walaupun teriapi okupasi terlihat sepele, tapi kemampuan tersebut akan sangat bermanfaat bagi anak-anak dengan gangguan spektrum autisme.

Categories
Penyakit

Perforasi Akibat Radang Usus Buntu

Perforasi adalah lubang pada dinding orang tubuh yang dapat terjadi pada esofagus, lambung, usus kecil, usus besar, anus atau kantung empedu. Perlu Anda tahu, lubang ini bisa muncul akibat penyakit seperti radang usus buntu dan radang kantung usus besar. Usus buntu sendiri terletak di sisi kanan bawah perut, berbentuk seperti selang yang menempel pada permulaan usus besar. Panjangnya pun berbeda-beda tergantung pada usia dari pemilik dan sebenarnya tidak ada fungsi spesifik dari organ tubuh ini.

Meskipun tidak ada fungsinya, tapi bisa meradang, demikianlah terjadi usus buntu. Peradangan usus buntu seringkali terjadi akibat adanya sumbatan oleh feses yang masuk ke sana. Terkadang, radang juga bisa timbul akibat terjadinya infeksi di dinding usus buntu. Saat usus buntu tersumbat, yang terjadi adalah orang tersebut tidak dapat mengeluarkan lendir dan cairan yang diproduksinya. Kotoran pun akan terus menumpuk di dalam usus buntu sehingga menyebabkan bengkak, dan bakteri di kotoran berkembang biak.

Pembengkakan tersebut bisa memutus aliran darah ke usus buntu. Jika demikian, jaringan dinding usus buntu akan mati dan muncul lubang. Timbulah perforasi akibat radang usus buntu. Gejala umum dari radang usus buntu adalah rasa sakit di dekat pusar atau nyeri perut di bagian kanan bawah, perut mengeras dan tidak bisa buang gas. Penderitanya juga akan merasa mual atau muntah serta tidak nafsu makan. Gejala ini juga bisa diiringi dengan demam. Mulai dari jangka waktu sejak dirasakannya gejala radang usus buntu hingga perforasi, biasanya antara 36 hingga 72 jam.

Tingkat keparahan dari perforasi juga berbeda-beda pada setiap penderita radang usus buntu. Ada yang hanya lubang kecil, tapi  ada juga yang lubangnya besar dan menyebabkan feses serta nanah mengalir ke dalam rongga perut. Lubang pada saluran pencernaan itu dapat menyebabkan kondisi peritonitis atau radang selaput usus yang melapisi rongga perut. Peritonitis sangat berbahaya karena dapat menyebabkan sepsis hingga kegagalan fungsi organ-organ tubuh yang mengancam nyawa penderitanya. Oleh karena itu, radang usus buntu harus segera diatasi sebelum terjadi perforasi.

Categories
Penyakit

Hipertensi Paru, Gangguan di Peredaran Darah Kecil

Pada tubuh manusia terdapat peredaran darah besar dan peredaran darah kecil. Peredaran darah sistemik merupakan peredaran darah besar, darah yang kaya oksigen dipompa dari bilik kiri jantung menuju ke seluruh tubuh. Setelah kandungan oksigen menurun, darah akan kembali ke bilik kanan jantung lewat pembuluh darah. Peredaran darah pulmonal adalah peredaran darah kecil, darah rendah oksigen yang masuk ke bilik kanan jantung dipompa ke paru-paru untuk membuang karbon dioksida dan mengambil oksigen, setelah itu darah masuk ke bilik kiri jantung dan diedarkan kembali di peredaran darah besar.

Sama seperti peredaran darah besar, peredaran darah kecil juga dapat mengalami beragam

gangguan. Gejala umum jika terdapat gangguan tersebut adalah napas pendek. Hipertensi alias

tekanan darah tinggi pada peredaran sistemik pasti sudah sering dengar, tapi ada juga

hipertensi di peredaran darah kecil yang sering disebut dengan hipertensi paru. Hipertensi paru adalah kondisi dimana pembuluh arteri paru memiliki tekanan di atas 25/10mmHg.

Penyebabnya bisa karena pembuluh darah itu terlalu kaku, rusak, terlalu sempit atau

tersumbat, akibatnya bilik kanan jantung mesti kerja lebih keras memompa darah. Untuk mendiagnosis hipertensi paru bisa dibilang sulit dan harus dilakukan oleh dokter spesialis,

soalnya gejala umum penyakit pada peredaran darah kecil ini mirip dengan gejala-gejala

penyakit paru lain yang lebih umum seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis.

Gejala-gejala penyakit hipertensi paru

  • Sesak napas atau napas pendek-pendek
  • Kelelahan atau mudah lelah
  • Rasa sakit dada atau rasa seperti dada ditekan
  • Pembengkakan pada kaki
  • Kepada terasa pusing atau terasa ringan seperti mau pingsan
  • Jantung berdebar

Perlu Anda tahu, penyakit hipertensi paru di peredaran darah kecil tidak ada obatnya untuk menyembuhkan, tetapi ada obat-obatan yang membantu mengontrol penyakitnya. Penderita kemungkinan besar mesti menggunakan obat-obatan tersebut seumur hidupnya, karena jika dibiarkan tanpa control, hipertensi paru bisa menyebabkan gagal jantung bilik kanan.

Categories
Penyakit

Penyebab Kanker Paru Selain Kebiasaan Merokok yang Perlu Anda Waspadai

Mungkin Anda masih ingat tentang kabar duka meninggalnya Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho yang disebabkan oleh kanker paru. Perlu diketahui bahwa alm. bukanlah seorang perokok aktif dan tidak memiliki riwayat kesehatan keluarga yang pernah didiagnosis kanker.

Dari berita tersebut, dapat diketahui bahwa penyebab kanker paru-paru tidak selalu berkaitan dengan kebiasaan merokok. Terdapat penyebab lain yang menjadi pemicu kanker paru. Lebih jelasnya, mari simak informasi berikut ini!

Kebiasaan merokok bukan menjadi penyebab kanker paru satu-satunya

Memang, kebiasaan merokok merupakan risiko nomor satu penyebab kanker paru. Ketika seseorang telah terbiasa dengan kebiasaan merokok sejak usia muda, maka semakin tinggi pula risiko orang tersebut mengidap kanker paru.

Di bawah ini terdapat penyebab kanker paru selain kebiasaan merokok yang perlu Anda waspadai:

  • Menjadi perokok pasif: Anda sering berada di lingkungan asap rokok, seperti sering menghabiskan waktu dengan perokok aktif.
  • Terpapar gas radon: sebuah hasil penelitian menghasilkan fakta bahwa orang-orang yang menetap di lingkungan yang terpapar gas radon dalam kurun waktu yang cukup lama, rentan mengalami kanker paru.
  • Terpapar zat karsinogen, seperti asbes dan knalpot diesel di lingkungan kerja.
  • Polusi udara di lingkungan sekitar, baik dalam maupun luar ruangan.
  • Faktor genetik atau keturunan: hal ini dapat terjadi ketika orang tua atau anggota keluarga Anda yang lain pernah mengalami kanker paru.
  • Terpapar radiasi sinar X

Bagaimana mencegah kanker paru?

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menjauhi kebiasaan merokok. Dengan begitu, risiko Anda terjangkit kanker paru akan berkurang pula.

Jika Anda bukan perokok aktif, hal yang dapat Anda lakukan adalah mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti mengecek kondisi rumah dan lingkungan sekitar dari paparan gas radon.

Cara lain yang dapat Anda lakukan, yaitu dengan mengurangi atau bahkan menghindari berkumpul dengan perokok aktif dalam waktu yang lama.

Mengonsumsi buah-buahan dan sayuran, seperti brokoli dan jeruk, dapat menangkal pemicu terjadinya kanker paru.