Categories
Penyakit

Mengatasi Hidung Meler dan Mata Bengkak karena Menangis

Pernahkah Anda berada di situasi menangis terlalu lama dan berakhir dengan mata bengkak? Tidak hanya mata, hidung meler seperti mengeluarkan cairan ingus juga terjadi saat orang terlalu lama menangis. Menangis adalah hal yang lumrah. Bahkan ada beberapa kasus dimana menangis tanpa sebab dialami oleh sebagian orang. Adanya air mata yang keluar tanpa sebab biasanya disebabkan karena iritasi mata. Selain itu, faktor kesedihan secara emosional adalah penyebab seseorang pada akhirnya menangis. 

Mengapa Seseorang Menangis?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, menangis adalah respon tubuh yang alami. Berikut beberapa penjelasan mengapa seseorang bisa menangis.

Iritasi Mata

Secara umum, iritasi mata bisa disebabkan karena berbagai hal, mulai dari asap rokok, alergi, paparan debu, infeksi, hingga pemakaian lensa kontak dalam waktu yang cukup lama.  Iritasi menyebabkan mata gatal dan berwarna merah. Gejala umum seseorang mengalami iritasi adalah sensasi terbakar pada area mata, beberapa kasus menemui mata sensitif terhadap cahaya, dan mata berarir. Itulah alasan mengapa seseorang terkadang tiba-tiba terlihat seperti menangis, karena matanya terkena iritasi.

Menangis karena Emosional

Menangis adalah hal lumrah. Ada berbagai penyebab mengapa seseorang menangis, mulai dari pengaruh hormon, kelelahan, merasa stres, cemas, depresi, hingga sedang berduka. Manusia butuh meluapkan emosinya, karena dengan menangis, kita mendapatkan berbagai manfaat seperti menyeimbangkan emosi, memperbaiki suasana hati dan mengurangi stres. Selain itu, menangis juga dapat melawan bakteri, lho! Air mata mengandung lysozyme, yaitu senyawa antibakteri yang dapat meminimalisir risiko terinfeksi beragam bakteri seperti antraks, dan lain-lain. 

Namun, tidak jarang saat seseorang terlalu larut saat menangis menyebabkan hidung meler dan mata menjadi bengkak. Tidak hanya itu, mata juga terasa panas dan berwarna kemerahan. Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi hidung meler dan mata bengkak karena menangis?

Tips Atasi Hidung Meler dan Mata Bengkak Setelah Menangis

Menangis dalam waktu yang lama akan menimbulkan beberapa efek pada hidung dan mata. Misalnya, hidung yang mengeluarkan cairan ingus dalam jumlah yang banyak hingga mata menjadi merah dan bengkak. Berikut cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut! 

  • Bersihkan dengan tisu. Cara ampuh membersihkan cairan ingus saat menangis adalah menggunakan tisu. Itulah alasan mengapa saat menangis lebih baik menyediakan tisu. Setiap saat ingus keluar, Anda bisa segera membersihkannya.
  • Kompres dengan air dingin. Kompres dingin memiliki fungsi meredakan pembengkakan pada mata akibat menangis terlalu lama. Cara menyediakan kompres dingin cukup mudah. Siapkan handuk kecil, rendam di air es selama kurang lebih 2 menit. Kemudian letakkan di kedua mata yang bengkak.
  • Menggunakan irisan timun. 

Tak hanya kompres dingin, mata bengkak bisa diatasi dengan irisan timun. Supaya lebih segar, Anda dapat menyimpan timun di kulkas terlebih dahulu. Apabila sudah dingin, iris menjadi bulatan dan tempelkan pada kedua mata yang bengkak. Hal tersebut dilakukan karena mentimun mengandung caffeic dan asam askorbat, zat yang berfungsi menurunkan retensi air dan meredakan mata bengkak. 

  • Kompres kantong teh

Selain menggunakan handuk dan irisan mentimun, redakan mata bengkak dengan menggunakan kantong teh. Sebelum meletakkannya di kedua mata, basahi terlebih dahulu kantong teh dan dinginkan kurang lebih sekitar 20 menit. Kandungan kafein dalam kantong teh dapat melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi pembengkakan pada mata. 

Itulah cara mengatasi hidung meler dan mata bengkak setelah menangis. Meluapkan kesedihan dengan menangis adalah hal lumrah. Namun, jika menangis dialami seseorang dengan berlebihan, maka dapat menyebabkan hidung meler dan mata menjadi bengkak.

Categories
Penyakit

Mengenal Gejala Kelainan Pada Ginjal

Salah satu fungsi penting dari ginjal adalah menyaring limbah seperti racun yang nantinya akan dikeluarkan melalui urin. Kelainan pada ginjal dapat mengakibatkan berbagai masalah pada bagian organ tubuh lainnya. Kelainan pada ginjal bisa disebabkan oleh penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi atau penyakit bawaan.

Ada tidaknya kista di ginjal perlu diagnosis dari dokter

Gejala Kelainan Pada Ginjal

Kelainan atau penyakit pada ginjal dapat luput dari perhatian dan terkadang penderita baru sadar saat gejala sudah bertambah parah. Untuk itu, ada baiknya Anda memperhatikan gejala penyakit ginjal berikut ini:

  • Mudah lelah
  • Sulit berkonsentrasi
  • Susah tidur
  • Kram otot
  • Pergelangan kaki bengkak
  • Bengkak di sekitar mata pada pagi hari
  • Kulit kering dan bersisik
  • Frekuensi buang air kecil menjadi lebih sering terutama pada larut malam
  • Urin berbusa

Dan jika Anda mengalami gejala berikut ini, artinya penyakit ginjal yang Anda derita sudah parah dan dapat mengakibatkan gagal ginjal.

  • Mual dan muntah
  • TIdak nafsu makan
  • Retensi cairan
  • Anemia
  • Penurunan gairah seksual
  • Tingginya kadar kalium dalam tubuh atau hiperkalemia
  • Radang perikardium (kantung berisi cairan yang menutupi jantung)

Faktor Risiko Terkena Penyakit Ginjal

Kelainan pada ginjal yang menyebabkan penyakit bisa dikarenakan bawaan lahir, namun juga bisa karena penyakit lainnya. Seperti penderita diabetes yang berisiko tinggi terkena penyakit ginjal. Selain itu beberapa faktor dibawah ini juga meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ginjal seperti:

  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Faktor keturunan dari anggota keluarga lain yang menderita penyakit ginjal kronis seperti penyakit ginjal polikistik 
  • Faktor umur
  • Keturunan India Afrika, Hispanik, Asia, atau Amerika

Cara Mendiagnosis Kelainan Pada Ginjal

Dokter akan menjalankan serangkaian tes untuk melihat apakah ginjal Anda berfungsi dengan baik, yang meliputi:

  • Laju filtrasi glomerulus (GFR)

Tes yang bertujuan untuk menentukan seberapa baik kinerja ginjal dan menentukan stadium penyakit ginjal.

  • Pemindaian ultrasound atau computed tomography (CT)

Dengan melakukan pemindaian ultrasound dan CT scan, maka gambaran ginjal dan saluran kemih akan terlihat jelas. Tes ini juga bisa menunjukkan adanya kista, tumor atau masalah struktural lainnya.

  • Biopsi ginjal

Selama melakukan biopsi, dokter akan mengeluarkan potongan kecil jaringan dari ginjal. Sample jaringan tersebut akan membantu dokter untuk menentukan jenis penyakit dan seberapa besar kerusakan pada ginjal.

  • Tes urin

Dokter juga kemungkinan akan meminta sampel urin untuk menguji albumin. Albumin adalah protein yang dapat masuk ke dalam urin saat ginjal mengalami kerusakan.

  • Tes kreatinin darah

Tes kreatinin akan menunjukkan kinerja ginjal pasien. Jika ginjal mengalami masalah, maka tingkat kreatinin dalam darah akan meningkat.

Pengobatan Kelainan Pada Ginjal

Beberapa pengobatan yang ada hanya dapat mengurangi gejala yang ada seperti pada penyakit ginjal polikistik. Dan untuk permasalahan ginjal lainnya, pengobatan akan berfokus untuk mengendalikan penyakit yang menyebabkan masalah pada ginjal.

Nantinya dokter akan membantu pasien untuk mengontrol tekanan darah, gula darah dan kadar kolesterol.

Guna mencegah penyakit semakin parah, penderita harus menjalankan gaya hidup sehat yaitu dengan:

  • Mengurangi makanan tinggi kolesterol dan garam.
  • Berhenti merokok
  • Berolahraga
  • Menurunkan berat badan
  • Mengonsumsi buah-buahan segar, sayuran, biji-bijian dan susu rendah lemak.

Kelainan pada ginjal yang disebabkan oleh penyakit bisa dicegah dengan mengonsumsi air yang cukup, mengontrol tekanan darah dan gula darah, berhenti merokok dan mengurangi asupan garam.

Kelainan pada ginjal bisa mengarah ke gagal ginjal. Seorang yang terkena gagal ginjal harus melakukan transplantasi ginjal. Sementara menunggu donor, mereka harus melakukan dialisis yang mencakup hemodialisis (cuci darah) dan dialisis peritoneal (metode cuci darah melalui perut).

Categories
Penyakit

Penyebab Kram Perut dan Sakit Pinggang Belakang Saat Menstruasi

Menstruasi dapat terdiri dari sakit perut, kembung, dan sakit kepala bagi kebanyakan wanita. Gejala yang khas terkait dengan siklus menstruasi, dari beberapa wanita menderita nyeri pinggang bawah. Kram perut dan sakit pinggang belakang, rasa sakit yang dialami biasanya terletak di sepanjang bagian tengah punggung bawah. Sakit pinggang bagi kebanyakan wanita akan dimulai beberapa hari sebelum siklus menstruasi dan biasanya mereda setelahnya. Kabar baiknya adalah bahwa nyeri pinggang bawah selama menstruasi biasanya tidak serius dan sebagian besar akan mereda.

Rasa hangat pada air hangat dapat membuat tubuh rileks dan mengurangi nyeri haid yang dirasakan

Jika jenis nyeri ini mengganggu aktivitas sehari-hari selama siklus menstruasi Anda, penting untuk memahami mengapa hal itu terjadi dan bagaimana mengatasi dan mengelola rasa sakit tersebut.

Apa yang menyebabkan nyeri pinggang saat menstruasi ?

Nyeri pinggang bawah saat menstruasi biasanya bersifat otot dan diduga disebabkan oleh perubahan hormon. Prostaglandin (hormon yang dilepaskan selama siklus menstruasi untuk mendorong kontraksi rahim untuk melepaskan lapisan rahim) dapat mempengaruhi otot punggung bawah. Kelebihan prostaglandin menyebabkan dismenore atau nyeri haid. Kontraksi yang berat dapat menyebabkan nyeri punggung bawah, karena nyeri dapat menyebar dari perut bagian bawah ke punggung bawah.

Wanita dengan endometriosis juga dapat mengalami nyeri punggung bawah selama siklus menstruasi. Jika ini menjadi perhatian, Anda mungkin ingin berbicara dengan dokter Anda tentang diagnosis ini dan pilihan pengobatan yang tepat.

Mengapa kram menstruasi terjadi?

Rasa tidak nyaman kram perut dan sakit pinggang belakang, serta paha saat sedang menstruasi merupakan hal yang umum.

Selama menstruasi otot-otot rahim Anda berkontraksi dan rileks untuk membantu melepaskan lapisan yang menumpuk. Kadang Anda akan mengalami kram ketika otot sedang bekerja. Terkadang dari beberapa wanita mengalami seperti mual, muntah, sakit kepala hingga diare. 

Beberapa wanita mengalami menstruasi yang menyakitkan dan ada juga yang tidak mengalami hal itu. Namun ada beberapa faktor yang terkait dengan rasa sakit parah diantaranya: 

  • mengalami aliran darah yang deras
  • memiliki anak pertama
  • usia dibawah 20 tahun atau baru mulai menstruasi
  • mempunyai kelebihan produksi serta kepekaan prostaglandin, merupakan hormon yang dapat memengaruhi rahim. 

Faktor lainnya yaitu dari pertumbuhan di dalam rahim endometriosis atau disebut juga sebagai pertumbuhan jaringan rahim tidak normal, maupun penggunaan alat kontrasepsi. Terdapat pengobatan rumahan yang bisa meredakan kram perut yang ringan hingga berat. 

Cara mengurangi kram perut dan sakit pinggang belakang: 

  • Beberapa wanita mendapat manfaat dari memulai minum obat acetaminophen atau anti-inflamasi, seperti ibuprofen atau naproxen, beberapa hari sebelum menstruasi.
  • Berolahraga secara teratur. Studi menunjukkan bahwa wanita yang berolahraga secara teratur memiliki kram menstruasi yang tidak terlalu menyakitkan dan nyeri punggung bawah.
  • Pertahankan pola makan yang sehat dan konsumsi suplemen nutrisi dengan vitamin B dan magnesium
  • Minum banyak air agar tetap terhidrasi.
  • Kompres air hangat atau mandi air hangat.
  • Hindari kafein dan coklat.
  • Hindari konsumsi alkohol dan merokok.
  • Beberapa wanita mungkin memerlukan pil KB untuk membantu mengatasi nyeri haid.
  • Jika nyeri pinggang bawah Anda bertahan melewati siklus menstruasi atau Anda mengalami nyeri atau kelemahan kaki, maka perlu datang ke dokter karena bisa jadi bukan dari nyeri pinggang bawah yang berasal dari pelepasan prostaglandin selama menstruasi.
Categories
Penyakit

Kucing Peliharaan Mengeluarkan Feses Berbau Menyengat, Bagaimana Mengatasinya?

Keberadaan hewan peliharaan di rumah bisa jadi hiburan tersendiri. Mulai dari tingkahnya yang lucu, ekspresinya yang gemas, hingga bulunya yang lembut ketika dibelai. Masalahnya, feses berbau menyengat milik hewan peliharaan kita di rumah, kerap kali menjengkelkan.

Kita tahu bersama bahwa semua feses atau kotoran atau tinja memang tidak ada yang wangi. Hasil proses pencernaan itu memiliki bau yang khas. Kita tak dapat mengubah itu, tetapi bisa meminimalisirnya.

Salah satu upaya krusial yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir gangguan dari feses hewan peliharaan adalah memastikan kucing buang air di tempat yang telah disediakan. Bak tempatnya buang air besar, beserta pasir di dalamnya memang dirancang khusus untuk menyamarkan feses berbau menyengat milik kucing kita.

Namun, ada beberapa kondisi lain yang membuat bau feses kucing di rumah tetap tercium kendati sudah ditangani dengan baik. Kondisi ini terjadi karena memang terjadi perubahan pada fesesnya. 

Untuk mengatasi kondisi ini, kita harus paham dan tahu terlebih dahulu apa yang menyebabkan kucing mengeluarkan feses berbau menyengat daripada biasanya. Upaya mengatasi akan didasarkan pada penyebab terjadinya kondisi tersebut:

  • Bakteri dan parasit

Infeksi bakteri Salmonella atau E. Coli dapat menyebabkan peradangan, gangguan sistem pencernaan, diare, dan feses berbau menyengat. Masalahnya, tidak ada yang bisa memastikan apa-apa saja yang telah masuk ke dalam perut si kucing.

Selain bakteri, parasit seperti Trichomonas dan Coccidia juga dapat menyebabkan sakit perut, diare kronis, dan kotoran yang berbau busuk. Segera konsultasikan dengan dokter hewan untuk mendapatkan perawatan yang tepat, misalnya memberi antibiotik.

  • Gangguan pencernaan

Ada beberapa kondisi yang bisa memicu gangguan pencernaan pada kucing. Salah satu pemicunya adalah lemak atau pati yang tidak dapat dicerna dengan baik. Selain menyebabkan masalah pada sistem pencernaannya, kondisi ini juga menyebabkan bau tak sedap pada kotorannya. 

Selain itu, obat yang diberikan pada hewan peliharaanmu seperti penghilang rasa sakit dapat memicu perubahan dalam keseimbangan kimiawi alami, salah satunya kotoran kucing peliharaan jadi beraroma semakin tidak sedap.

  • Kandungan protein berlebih

Kucing adalah karnivora yang secara alami membutuhkan kadar protein yang cukup tinggi dalam makanannya. Jika tidak mendapatkannya dari cat food, kucing mungkin sekali akan mencarinya di luar rumah.

Sayangnya, terkadang kandungan protein yang didapat lebih tinggi ini menyebabkan feses berbau menyengat. Solusinya coba berpindah sejenak pada makanan berprotein rendah dengan karbohidrat yang lebih tinggi.

  • Pola makan

Beberapa kucing memiliki kepekaan terhadap hal-hal tertentu dalam makanannya seperti kandungan vitamin atau biji-bijian yang tinggi. Kepekaan itu bisa termanifestasi pada kotoran yang semakin berbau tidak sedap. 

Jika kamu yakin pola makanan kucing yang menyebabkan kondisi ini, coba lakukan diet eliminasi untuk mengetahui apa yang menyebabkan masalah pencernaan dan bau menyengat pada kotorannya. 

Selain itu, ada baiknya memilih cat food yang bebas dari bahan tambahan sintetik, yang dapat memicu gangguan pada kesehatan pencernaannya. Sebelum mengganti makanan kucingmu, pilih yang sesuai dengan umurnya, mengandung asam amino penting seperti taurin, serta memiliki kadar protein yang seimbang.

Itulah beberapa kemungkinan penyebab dan upaya yang bisa kita lakukan terhadap kondisi feses berbau menyengat dari kucing peliharaan kita di rumah. Intinya adalah tetap jaga kebersihan kucing, kandang, dan seluruh yang berkaitan dengan peliharaan kita. Kebersihan akan memengaruhi kesehatan, dan seterusnya akan membuat kucing, serta penghuni rumah lain menjadi lebih nyaman dan senantiasa bisa hidup berdampingan.

Categories
Penyakit

Bibir Pucat dan Fakta yang Melingkupinya

Warna bibir yang mengarah ke keputihan dari warna aslinya dikenal sebagai istilah bibir pucat. Banyak penyebab yang membuat kondisi ini terjadi pada diri seseorang. Namun rata-rata, penampakan bibir pucat pada seseorang sangat dipengaruhi oleh kelancaran aliran darah dan jumlah sel darah merah dalam tubuhnya. 

Apakah Anda benar mengalami bibir pucat? Setidaknya, pengalaman bibir yang mengalami pemucatan pasti pernah dialami setiap orang dalam berbagai kondisi. Namun rata-rata, masalah bibir yang pucat tersebut tidak sampai dibawa ke dokter dan hanya berujung pada istirahat untuk pemulihannya. 

Mengenai bibir pucat sendiri, banyak fakta menarik yang bisa dilihat dari masalah kesehatan yang satu ini. Penasaran? Berikut ini adalah fakta-fakta mengenai bibir pucat yang akan membuat Anda tercengang dan mungkin lebih berhati-hati dalam menghadapinya. 

  1. Disertai Gejala Lain 

Ketika Anda mendapat bibir yang pucat, kondisi kesehatan Anda umumnya sedang tidak baik. Orang yang mengalami bibir pucat pada umumnya juga akan mendapatkan gejala lain yang mengganggu aktivitasnya. Sebanyak 11 persen penderita bibir pucat mengaku mengalami kelelahan. Di samping itu, ada 6 persen penderita bibir pucat yang kerap merasa mual. Penderita bibir pucat yan berasal dari anemia kronis pun sering mengeluhkan rasa dingin yang berlebih. 

  1. Separuh karena Anemia 

Kira-kira apa penyebab terbanyak seseorang mengalami bibir pucat? Ya, jawabannya karena ia mengalami anemia defisiensi besi. Ini merupakan jenis anemia yang terjadi karena tubuh tidak cukup mendapat asupan zat besi untuk membentuk sel darah merah. Bibir pucat biasanya dialami oleh penderita anemia yang sudah kronis. Ternyata pula, sebanyak 50 persen dari penderita bibir pucat yang terdata adalah orang-orang yang mengalami anemia karena kekurangan zat besi tersebut!

  1. Waspada Kanker 

Jika Anda terlalu sering mengalami bibir pucat yang tidak kunjung membaik, tidak ada salahnya mencoba memeriksakan kesehatan secara menyeluruh dan berkonsultasi ke dokter. Bukannya kenapa-kenapa, masalahnya salah satu gejala kanker kulit ternyata adalah bibir yang memucat. Jadi daripada khawatir berlebihan terhadap potensi kanker karena bibir pucat, lebih baik memeriksakan diri, bukan? Pemeriksaan yang lebih awal juga dapat mencegah sel kanker meluas dan bertambah ganas. 

  1. Wanita Lebih Sering 

Jika dikaitkan dengan jenis kelamin, perempuan ternyata lebih sering mengalami bibir pucat dibandingkan laki-laki. Kepucatan bibir pada perempuan umumnya terjadi ketika seseorang memasuki periode menstruasi. Aliran darah yang keluar dari tubuh cenderung akan membuat hemoglobin menurun yang disertai keputihan di bibir maupun rasa lemas selama haid sedang terjadi. 

  1. Rentan pada Pediet 

Jangan asal berdiet untuk menurunkan berat badan. Kenyataannya banyak pediet yang mengalami bibir pucat di tengah proses penurunan berat badannya. Kepucatan ini mesti diwaspadai karena menunjukkan tubuh yang kekurangan nutrisi. Jika Anda sedang berdiet dan mengalami bibir pucat, cek kembali menu diet Anda. Jangan lupa untuk menjaga asupan protein dan vitamin selama berdiet agar tidak berpengaruh buruk pada tubuh. 

  1. Menjadi Tren 

Jangan bingung jika Anda melihat banyak orang yang memiliki bibir pucat, tapi tetap tampak bersemangat dalam beraktivitas. Bisa jadi, bibir pucat tersebut bukan alami, melainkan memang sengaja dibuat dengan sapuan lipstik warna-warna nude dan pastel. Dalam dunia kecantikan, tre bibir pucat memang masih ada dan tetap digandrungi segelintir pihak. Warna bibir yang pucat dianggap menggambarkan kepolosan dan kecantikan alami. Karena alasan ini pulalah, warna-warna lipstik yang mengarah pada warna-warna pucat dan lembut tetap laris hingga saat ini. 

*** 

Dari berbagai fakta mengenai bibir pucat di atas, Anda paling tercengang dan terkejut di bagian mana? Atau jangan-jangan Anda mengetahui fakta lebih luar biasa dari kondisi bibir pucat?

Categories
Penyakit

Inilah Penyebab Sakit Kepala di Pagi Hari

Bangun tidur di pagi hari seharusnya dimulai dengan pikiran yang segar dan tenang. Namun, beberapa waktu kepala bisa saja dilanda pusing. Bahkan, banyak orang mungkin pernah mengalami sakit kepala di pagi hari. Keluhan tersebut bisa muncul secara tiba-tiba maupun perlahan. Walaupun pada umumnya sakit kepala di pagi hari tidak berbahaya, namun bisa saja mengganggu aktivitasmu seharian penuh. Lantas, apa yang menyebabkan sakit kepala di pagi hari?

image Sakit Kepala di Pagi Hari

Sakit kepala di pagi hari bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya dipicu stres karena pekerjaan. Penyebab lain dari munculnya sakit kepala di pagi hari ini bisa juga karena telat atau melewatkan waktu makan normal. Yang mengejutkan lagi, pagi hari merupakan waktu yang paling umum bagi seseorang untuk mengalami sakit kepala. 

Beberapa kondisi yang menyerang kepala seperti migrain, ketegangan, dan sakit kepala sebagian sangat umum terjadi di pagi hari. Pada keadaan tertentu, kamu akan terbangun dari tidur karena sakit kepala di pagi hari. Kondisi ini bisa jarang terjadi, namun pada sebagian orang mungkin sesuatu yang rutin. 

Biasanya, sakit kepala di pagi hari sering dialami oleh 1 dari 13 orang. Hal ini kemungkinan karena ada perubahan fisiologi tubuh. Pagi hari adalah waktu yang tepat di mana tingkat pengurangan nyeri internal dalam tubuh lebih rendah. Selain itu, pagi hari juga waktu di mana produksi adrenalin lebih banyak. 

Pada orang-orang tertentu, hal ini bisa mengakibatkan migrain. Jangan lupa juga akan kualitas tidur yang kamu miliki. Jika waktu tidur di malam hari terganggu, maka bukan sesuatu yang anomali jika tiba-tiba kamu mengalami sakit kepala di pagi hari.

Maka, pertanyaan di atas mengenai penyebab sakit kepala di pagi hari, akan dibahas di bawah ini.

Penyebab Sakit Kepala di Pagi Hari

Penyebab sakit kepala di pagi hari mungkin berkaitan dengan cara kerja kelenjar hipotalamus. Kelenjar tersebut berada di wilayah kritis otak, mengatur homeostasis tidur, pengendalian nyeri, dan fungsi lainnya. Sakit kepala di pagi hari bisa terjadi mungkin juga terkait dengan kondisi fisik dan psikis seseorang. Adapun kondisi yang umumnya dikaitkan dengan munculnya sakit kepala di pagi hari, karena:

  • Migrain;
  • Insomnia kronis;
  • Depresi;
  • Kecemasan berlebih;
  • Apnea tidur;
  • Mengorok saat tidur;
  • Menggeretakkan gigi saat tidur;
  • Kejang otot;
  • Konsumsi acetaminophen;
  • Konsumni aspirin;
  • Minum NSAIDs;
  • Konsumsi pereda nyeri;
  • Obat jantung;
  • Obat tekanan darah tinggi;
  • Obat KB;
  • Obat terapi hormon untuk menopause;
  • Obat disfungsi ereksi;
  • Kafein;
  • Niacin;
  • Minum alcohol;
  • Nyeri pada persendian dan otot di sekitar sendi temporomandibular;
  • Menderita tumor otak;
  • Trauma;
  • Tekanan darah tinggi;
  • Stroke;
  • Trombosit vena serebral;
  • Sakit kepala kluster;
  • Sakit kepala hipnik;
  • Sakit kepala tegang;
  • Hemicrania paroxysmal;
  • Penyakit musculoskeletal;
  • Banyak begadang;
  • Posisi tidur yang salah;
  • Kadar gula darah turun. 

Jika kamu mendapati kondisi tersebut, akan lebih baik jika segera berkonsultasi dengan dokter adalah jalan terbaik. Apalagi ditambah dengan kondisi sakit kepala di pagi hari dan tanda-tanda yang mengiringinya, seperti:

  • Terjadi berulang-ulang terutama pada orang berusia 50 tahun ke atas;
  • Terasa parah atau mendadak disertai dengan nyeri tajam di leher;
  • Menyerang setelah mengalami cedera di kepala;
  • Diikuti gejala lain seperti demam, muntah, pusing, atau hilang kesadaran;
  • Terjadi perubahan tiba-tiba dalam pola dan tingkat keparahan;
  • Sakit kepala kronis pada anak-anak;
  • Disertai kejang atau sesak napas;
  • Sering terjadi pada mereka yang memiliki riwayat HIV atau kanker. 

Itulah kiranya beragam penyebab seseorang mengalami sakit kepala di pagi hari. Kamu harus lebih peka terhadap dirimu sendiri. Sebab, yang tahu batasan mengenai kapan sakit kepala itu membutuhkan pertolongan profesional adalah dirimu sendiri. Jadi, jangan ragu untuk periksa ke dokter, ya!

Categories
Penyakit

Moon Face, Ketika Wajah Membengkak Seperti Tumpukan Lemak

Pipi tembem atau chubby kerap dikaitkan dengan penambahan berat badan. Banyak orang yang ketika berat badannya bertambah, lemak tubuhnya cenderung menumpuk di pipi. 

Tapi ada satu kondisi medis yang berkaitan dengan pipi tembem, hal itu disebut dengan moon face. Moon face terjadi ketika lemak mengendap di area wajah dan leher secara bertahap hingga membuat wajah penderitanya bulat dan penuh seperti bulan. 

Kondisi ini tidak serius dan bisa diatasi. Namun wajah bulan bisa membuat pengidapnya menjadi tidak percaya diri. 

Penyebab moon face

Moon face terjadi ketika lemak berlebih menumpuk di sisi wajah yang seringkali dikaitkan dengan obesitas, hipotiroidisme, dan sindrom Cushing. Sindrom Cushing terjadi ketika tubuh terpapar atau memproduksi terlalu banyak hormon kortisol (hiperadrenokortikalisme atau hiperkortisolisme).

Kondisi yang menyebabkan hiperkortisolisme dan meningkatkan risiko moon face antara lain:

  • Tumor non pituitari, seperti tumor paru-paru, pankreas, atau timus 
  • Tumor jinak atau kanker di kelenjar adrenal
  • Penggunaan obat steroid jangka panjang, seperti prednison untuk mengobati rheumatoid arthritis atau gangguan kekebalan tubuh lainnya
  • Kondisi lain yang dapat meningkatkan pelepasan hormon dari kelenjar pituitari sehingga mendorong produksi kortisol dalam jumlah besar

Jika Anda menderita moon face, dokter akan melakukan tes darah, urin, dan mungkin tes tambahan seperti MRI untuk mengetahui apakah masalah tersebut dikarenakan kadar kortisol yang terlalu tinggi di dalam tubuh. 

Kondisi lain yang membuat wajah bengkak 

Selain karena wajah bulan dan obesitas, wajah membengkak juga bisa disebabkan oleh kondisi lain seperti infeksi virus atau bakteri, abses gigi, gigitan serangga, reaksi alergi terhadap obat atau zat tertentu. 

Pembengkakan wajah juga bisa timbul akibat cedera atau trauma, seperti luka bakar wajah, operasi wajah, dan operasi mulut.

Namun gejala untuk masing-masing kondisi di atas berbeda-beda. 

Mencegah dan mengatasi wajah bulan

Walaupun moon face cenderung terjadi sebagai efek samping dari penggunaan obat steroid atau gejala sindrom Cushing dan hipotiroidisme, tidak semua orang yang mengalami kondisi tersebut mengembangkan moon face

Moon face bisa dicegah dan diatasi dengan mudah asalkan Anda konsisten untuk melakukannya. Berikut cara mengatasi moon face secara alami:

  1. Mengatur berat badan

Langkah utama untuk menghindari penumpukan lemak di wajah adalah mengatur berat badan. Moon face bisa menjadi tanda bahwa Anda mengalami kegemukan atau obesitas. 

Ditambah lagi jika Anda juga mengonsumsi obat-obatan steroid. Maka risiko moon face akan semakin meningkat

Konsultasikan dengan dokter atau profesional kesehatan untuk menentukan program diet yang cocok dengan Anda. Berolahraga secara rutin juga membantu menurunkan berat badan dengan lebih cepat.

  1. Kurangi konsumsi garam berlebih 

Mengonsumsi terlalu banyak garam membuat tubuh menahan lebih banyak air sehingga menyebabkan pembengkakan. Makan makanan asin saat Anda menderita moon face akan semakin memperburuk kondisi. 

  1. Cukup minum air

Ini mungkin berkebalikan dengan poin sebelumnya dimana tubuh menahan air bisa menyebabkan pembengkakan. Namun penelitian telah membuktikan minum air yang cukup dapat menurunkan pembengkakan karena membantu menurunkan berat badan. 

Beberapa peran air dalam penurunan berat badan seperti mengelola nafsu makan, meningkatkan metabolisme tubuh, dan memudahkan saat berolahraga.

  1. Bergabung ke forum dukungan online

Moon face memang tidak menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius, namun ini sangat mempengaruhi kondisi mental penderitanya. Tak jarang mereka dengan wajah bulan merasa malu dan rendah diri. 

Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa bergabung ke support group yang terdiri dari orang-orang dengan moon face untuk saling berdiskusi dan menguatkan satu sama lain.

Catatan

Umumnya moon face akan hilang saat penyebabnya diobati. Anda harus sabar dalam menjalani perawatan karena biasanya hasilnya terlihat dalam beberapa bulan. Jika Anda diberikan obat resep, jangan berhenti tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Categories
Penyakit

Mengetahui Tanda, Penyebab, dan Pengobatan Memar

Hampir setiap orang pernah memiliki memar. Tidak jarang memar tiba-tiba muncul tanpa disadari penyebabnya. Memar juga seringkali disertai dengan rasa sakit dan bengkak.

Memar sendiri adalah dimana terdapat perubahan pada warna kulit yang diakibatkan karena pembuluh darah kecil dibawah kulit pecah. Darah pada pembuluh yang telah pecah tersebut akan mengumpul di bawah permukaan kulit sehingga menyebabkan memar. Umumnya, kondisi ini terjadi karena terjadi benturan pada permukaan kulit.

Apa saja gejala atau tanda ketika mengalami memar?

Tanda sedang mengalami memar paling umum adalah warna pada satu atau beberapa bagian kulit berubah. Pada awalnya, kulit akan menjadi merah dan lama kelamaan akan berubah menjadi biru atau ungu gelap.

Memar akan terasa sakit ketika ditekan. Namun, memar dapat menghilang dengan sendirinya dan rasa sakit juga akan hilang saat memar memudar.

Apa penyebab terjadinya memar pada kulit?

Memar dapat terjadi karena berbagai hal, antara lain:

  • Terbentur

Penyebab memar yang paling sering ditemui adalah terbentur dengan sesuatu yang keras. Benturan dengan benda keras dapat menyebabkan memar atau lebam pada bagian tubuh manapun.

  • Obat

Beberapa obat yang dikonsumsi juga dapat menyebabkan memar. Obat yang dimaksud adalah obat pengencer darah atau obat penghilang rasa sakit bebas, seperti aspirin, warfarin, ibuprofen, dan naproxen.

  • Faktor usia

Seiring bertambahnya usia, kulit manusia akan menjadi lebih rentan. Jaringan penyokong pada pembuluh darah akan semakin tipis, sehingga ketika terbentur sedikit saja dapat langsung menyebabkan memar.

  • Olahraga

Olahraga memang menyehatkan, tetapi jika berlebihan akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. 

Ketika Anda mencoba mengencangkan otot secara berlebihan, jaringan otot di bawah kulit bisa terluka dan menyebabkan pembuluh darah pecah. Saat terjadi pendarahan. darah akan mengumpul pada bagian bawah dari kulit sehingga menyebabkan memar.

  • Kekurangan nutrisi

Setiap orang membutuhkan nutrisi bagi kesehatan tubuh. Ketika kekurangan nutrisi, terutama vitamin C maka tubuh akan lebih rentan terkena memar. 

Tubuh juga lebih gampang untuk memar ketika kurang asupan zat besi. Hal ini dikarenakan zat besi dapat membantu menjaga sel darah tetap sehat.

Selain penyebab di atas, memar juga dapat menjadi gejala dari kondisi tubuh yang cukup serius. Beberapa penyakit yang ditandai dengan memar adalah seperti hemofilia A, hemofilia B, leukemia, trombositopenia, dan penyakit von willebrand.

Bagaimana dokter mendiagnosis memar?

Pada memar yang disebabkan oleh benturan ringan dan tidak menunjukkan gejala lain, biasanya dokter tidak akan melakukan pemeriksaan penunjang. Jika dokter mencurigai adanya kondisi lain dari munculnya memar, maka dokter akan melakukan pengecekan lebih lanjut melalui:

Rontgen, untuk memastikan adanya tulang patah atau tidak

Tes darah, untuk melihat apakah terdapat kelainan darah pada pasien

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan lanjutan jika memar dicurigai karena adanya kekerasan fisik.

Mengobati Memar

Terdapat beberapa cara untuk mengobati memar, antara lain:

  • Balutan yang menekan

Untuk mengobati memar, Anda dapat membalutnya dengan perban elastis. Dengan perban, rasa nyeri akan berkurang dan tingkat peradangan menurun. Namun, pastikan perban tidak terlalu kencang dan dalam tekanan yang rendah.

  • Kompres es batu

Suhu dingin dari es batu dapat membantu pembengkakan karena memar berkurang. Gunakan es batu yang telah dilapisi handuk dan tempelkan di area memar selama 20 hingga 30 menit. Kompres es batu juga akan mengurangi jumlah darah yang keluar dari pembuluh darah.

  • Kompres air hangat

Selain es batu, Anda juga dapat melakukan kompres dengan air hangat. Anda dapat menggunakan cara ini sekitar 2 hari sejak memar. Suhu panas dapat membuat aliran darah menjadi lancar dan mengobati warna kulit yang berubah.

Rendam kain pada air hangat dan tempelkan pada area memar selama 10 menit. Anda dapat mengulanginya hingga 2 atau 3 kali sehari agar memar lebih cepat sembuh.

Posisikan bagian tubuh yang memar lebih tinggi

Jika yang mengalami memar adalah tangan atau kaki, angkat kaki atau tangan lebih tinggi dari dada. Anda dapat menggunakan bantal untuk memposisikan bagian tubuh yang memar lebih tinggi. Hal ini dilakukan untuk mengurangi aliran darah ke area yang memar sehingga dapat meredakan memar tersebut.

Menggunakan gel atau salep

Obat gel atau salep yang mengandung heparin dapat menjadi solusi untuk meredakan memar. Obat ini dapat mengurangi gumpalan darah di bawah permukaan kulit dan melancarkan peredaran darah.

Gunakan obat salep dengan hati-hati. Jangan oleskan salep pada luka terbuka dan hindari pemakaian pada anak usia di bawah 5 tahun.

Untuk menghindari terjadinya memar, Anda dapat lebih berhati-hati terutama menghindari benturan keras pada tubuh. Namun, jika mengalami memar disertai dengan gejala yang tidak normal, segera konsultasikan kepada dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Categories
Penyakit

5 Cara Menangani Penyakit Osgood-Schlatter

Anak Anda mengeluhkan rasa sakit pada bagian bawah lutut? Jangan-jangan ia tengah mengalami penyakit Osgood-schlatter. Ini merupakan munculnya benjolan tulang di area sekitar tulang kering di bawah lutut. Benjolan tersebut muncul sebagai imbas percepatan pertumbuhan selama masa pubertas. 

image Penyakit Osgood-Schlatter

Anak-anak usia belasan tahun lah yang paling sering mengalami penyakit Osgood-schlatter. Beberapa keluhan yang mungkin akan Anda sering dengar dari anak terkait penyakit ini adalah rasa sakit pada lutut, pembengkakan kaki, sampai kepincangan. 

Diperlukan waktu bertahun-tahun untuk membuat penyakit osgood-schlatter hilang dengan sendirinya. Namun, Anda bisa melakukan beberapa tindakan untuk mengurangi gejala penyakit ini. Berikut adalah beberapa di antaranya. 

Batasi Aktivitas Fisik 

Gejala dari penyakit Osgood-schlatter dapat semakin parah ketika penderitanya memaksakan untuk terus bergerak dengan cepat dan mengalami tekanan keras. Anda tentu tidak ingin mendengar jerit anak Anda yang kesakitan ketika gejala masalah pertumbuhan tulang ini semakin parah, bukan? Karena itu, sebaiknya Anda mulai membatasi aktivitas fisik anak selama ia menderita penyakit Osgood-schlatter. Anda bisa memintanya untuk tidak melakukan olahraga-olahraga sementara waktu, seperti bermain sepak bola, basket, ataupun angkat beban. 

Kenakan Pelindung Lutut 

Menaruh pelindung lutut pada kaki yang sedang mengalami penyakit Osgood-schlatter memang tidak dapat menghilangkan masalah yang satu ini. Namun setidaknya, mengenakan pelindung lutut dapat mengurangi tekanan yang menjadi sebab rasa sakit. Dengan demikian, nyeri yang dirasakan bisa diminimalkan. Pemakaian pelindung lutut pada penderita penyakit Osgood-schlatter juga bisa meredakan pembengkakan di area bawah lutut atau tulang kering. 

Kompres dengan Es 

Mengompres lutut yang nyeri karena penyakit Osgood-schlatter menggunakan batu es bisa sangat membantu mengatasi rasa sakit. Karena itu, tidak ada salahnya Anda melakukan kompres dengan es kepada penderita penyakit ini secara teratur. Anda bisa memberi kompres es ke lutut penderita Osgood-schlatter dengan durasi 15—30 menit. Ulangi pengompresan sebanyak 4 kali dalam sehari untuk mengurangi peradangan dan memudarkan rasa nyeri. Namun yang mesti Anda ingat, es memang dapat membantu meredakan nyeri setelah beraktivitas pada penderita penyakit osgood-schlatter. Akan tetapi, es tidak berpengaruh besar pada manfaat jangka panjang untuk membuat penyembuhan akan penyakit ini semakin singkat.

Gunakan Obat 

Ada kalanya rasa sakit akibat penyakit Osgood-schlatter menjadi sangat parah sehingga membuat penderitanya menjerit keras karena tidak tahan. Umumnya ketika Anda pergi ke dokter untuk mengeluhkan kondisi ini, dokter akan memberi beberapa obat untuk meringankan gejala penderita. Beberapa obat yang kerap digunakan untuk menurunkan kadar gejala penyakit Osgood-schlatter, antara lain obat antiinflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen atau naproxen. Obat-obat tersebut bisa membantu mengurangi rasa sakit dan bengkak.

Jalani Terapi Fisik 

Penanganan penyakit Osgood-schlatter tidak hanya dilakukan ketika rasa nyeri sedang dialami. Penanganan penyakit ini juga dapat dilakukan ketika nyeri mulai mereda. Penderita penyakit Osgood-schlatter dapat menjalani terapi fisik untuk meregangkan dan memperkuat kembali bagian kaki depan. Terapi fisik ini diharapkan mampu membuat rasa nyeri akibat penyakit Osgood-schlatter tidak lagi terlalu parah apabila gejalanya berulang kembali. Biasanya, terapi fisik hanya dilakukan oleh penderita penyakit Osgood-schlatter yang sudah tergolong cukup parah. Terapi fisik mengarah pada tujuan peregangan dan latihan yang membantu meningkatkan kelenturan dan kekuatan otot kaki untuk mengurangi ketegangan pada tulang kering dan menstabilkan sendi lutut.

Dokter biasanya akan memberikan penanganan lebih lanjut apabila didapati gejala penderita Osgood-schlatter cukup akut. Mulai dari suntikan kortikosteroid sampai upaya pembedahan mungkin saja akan dianjurkan kepada pasien jika memang dibutuhkan.

Categories
Penyakit

Tips Menghindari Biaya Operasi Usus Buntu Lewat Makanan

Biaya kesehatan tidaklah murah, apalagi jika Anda harus mendapatkan penanganan berupa pembedahan. Setidaknya, jutaan rupiah mesti Anda gelontorkan hanya untuk membiayai tindakan operasi, belum termasuk perawatan lanjutan di rumah sakit. Salah satu penyakit yang mesti mendapat tindakan pembedahan adalah radang usus buntu. 

Biaya operasi usus buntu sendiri bisa mencapai belasan juta rupiah apabila peradangan sudah masuk ke kategori kronis atau berat. Operasi mesti dilakukan guna mencegah usus buntu meledak dan menyebabkan ancaman bagi nyawa Anda. 

Mencegah tentu lebih baik daripada mesti menjalani perawatan dan mengeluarkan biaya operasi usus buntu. Berikut ini adalah beberapa tips mencegah munculnya radang usus buntu. Anda mungkin tidak menyangka bahwa cara menghindari penyakit ini sangat ditentukan oleh makanan yang Anda santap, seperti di bawah ini. 

  1. Lanjutkan Konsumsi Bawang Putih 

Bumbu dapur yang satu ini tidak hanya membuat masakan terasa lezat. Bawang putih nyatanya dapat menjadi penangkal radang usus buntu. Sifat anti bakteri dan anti inflamasi yang ada pada bawang putih efektif mencegah munculnya peradangan di usus buntu akibat bakteri maupun lainnya. Jadi mulai sekarang, cobalah menambahkan beberapa siung bawang putih pada tiap resep masakan Anda. Mengonsumsi 1-2 siung bawang putih saat perut kosong bahkan jauh lebih baik untuk menghindari biaya operasi usus buntu!

  1. Mentimun Pilihan Terbaik 

Apakah Anda termasuk orang yang senang mengonsumsi mentimun sebagai lalapan? Jika iya, berbahagialah sebab kebiasaan Anda tersebut bisa menghindarkan Anda dari risiko radang usus buntu. Mentimun mengandung enzim pencernaan berjenis erepsin. Enzim ini sangat efektif memecah protein sehingga proses cerna menjadi lebih ringan dan tidak menyasar ke bagian usus buntu. Lebih dari itu, mentimun juga memiliki sifat antibakteri dan antiparasit yang dapat membantu membersihkan dan mengencangkan usus buntu Anda. 

  1. Cari Makanan Berserat 

Serat sebenarnya dapat diperoleh dari beragam jenis makanan. Namun, buah-buahan maupun sayuran hijau menjadi sumber serat terbaik bagi Anda. Makanan berserat mampu menghindarkan Anda dari biaya operasi usus buntu karena membuat pencernaan lebih lancar. Makanan berserat dapat membantu menarik lebih banyak air ke usus besar sehingga feses menjadi lunak dan mudah dikeluarkan tubuh. Dengan tidak adanya penumpukan feses di tubuh, bakteri yang menyebabkan peradangan usus buntu dapat diminimalkan. 

  1. Pilihlah Gandum 

Makanan-makanan yang terbuat dari gandum dan bebas gluten juga sangat baik bagi kesehatan usus buntu Anda. Alasannya simpel, gandum memiliki lebih banyak serat dibandingkan jenis karbohidrat lain. Kondisi ini akan membuat sistem pencernaan lebih lancar dan menghindarkan bakteri menyasar ke bagian usus buntu Anda. Jadi biasakanlah mengonsumsi makanan dari gandum di salah satu waktu makan Anda tiap harinya. Contohnya, Anda bisa mengonsumsi oatmeal sebagai menu sarapan atau mengganti nasi Anda dengan pilihan nasi merah atau nasi gandum.. 

  1. Bantu dengan Yogurt 

Anda bisa membantu kesehatan usus dan menghindari biaya operasi usus buntu dengan rutin mengonsumsi yogurt. Pasalnya, yogurt termasuk makanan fermentasi yang tinggi akan probiotik. Probiotik sendiri merupakan jenis bakteri baik yang dapat melawan bakteri jahat dalam usus Anda. Ketika Anda rutin mengonsumsi yogurt, artinya Anda bisa mencegah peradangan di usus buntu maupun bagian tubuh lainnya yang diakibatkan oleh infeksi bakteri jahat. Selain manfaatnya yang apik, yogurt pun memiliki rasa enak sehingga bisa dinikmati sebagai dessert kapanpun Anda mau. 

*** 

Selain mengonsumsi berbagai makanan yang bisa menghindarkan Anda dari operasi usus buntu, sebaiknya Anda juga mengurangi menyantap makanan yang meningkatkan risiko peradangan. Makanan yang terlalu berminyak maupun memiliki rasa pedas menjadi salah satu pemicu munculnya peradangan di usus buntu Anda.