Categories
Penyakit

11 Kondisi Medis Ini Bisa Menyebabkan Perut Kedutan

Perut kedutan? Memang bisa? Mungkin bagi sebagian dari Anda di sini masih terdengar aneh dengan perut kedutan. Perut kedutan sebenarnya sering kali dialami oleh para ibu hamil, yang dianggap karena adanya pergerakan janin di dalam rahim. Namun, ternyata tidak hanya terjadi pada bumil saja, lho. Perut kedutan juga bisa terjadi pada Anda yang memiliki kondisi medis tertentu. Apa saja itu? Yuk, langsung cari tahu di bawah ini!

Faktor-faktor penyebab perut kedutan.

Perut berkedut adalah kondisi adanya kontraksi otot di perut atau bagian saluran pencernaan, seperti lambung dan usus. Penyebabnya bisa dipicu oleh kondisi medis tertentu, seperti:

  • Penyakit radang usus.

Penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn dan kolitis ulseratif, adalah kondisi peradangan kronis. Penyakit Crohn dapat memengaruhi bagian manapun dari saluran pencernaan, sedangkan kolitis ulseratif hanya mempengaruhi usus besar. Kedua kondisi peradangan ini dapat menyebabkan kejang usus yang akhirnya berujung dengan perut kedutan.

  • Sindrom iritasi usus besar.

Sindrom iritasi usus besaratau irritable bowel syndrome (IBS) adalah kondisi kronis yang memengaruhi usus besar. Penyakit ini juga dapat menyebabkan perut kedutan. Selain itu, gejala lain yang mungkin Anda rasakan adalah kembung, sembelit, diare, dan perut bergas.

  • Gastritis dan gastroenteritis.

Gastritis dan gastroenteritis sama-sama merupakan kondisi radang lambung. Hanya saja, pada gastroenteritis, usus juga ikut mengalami peradangan. Tidak jarang, keduanya juga menyebabkan perut kedutan. Biasanya, penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, seperti Helicobacter pylori, virus Norwalk, dan rotavirus.

  • Kolitis ulseratif.

Kolitis ulseratif adalah radang pada usus besar yang bersambungan dengan rektum, sehingga menyebabkan kram perut. Perut jadi mengalami kejang dan kedutan. Jenis bakteri penyebab penyakit kolitis ini, meliputi Salmonella, Clostridium, dan E. coli. Selain itu, kelompok parasit seperti Giardia juga dapat menyebabkan kolitis.

  • Enteritis dan kolitis iskemik.

Penyakit kolitis disebabkan karena kurangnya suplai darah ke usus kecil dan usus besar disebut dengan kolitis iskemik. Jenis kolitis ini juga dapat menyebabkan otot-otot perut kejang dan mengalami kedutan. Begitu pula dengan enteritis, yaitu peradangan pada usus halus.

  • Sembelit.

Jika Anda mengalami sembelit, usus Anda mungkin jadi kram karena membengkak. Hal ini terjadi sebagai respons terhadap tekanan yang tinggi di dalam usus. Jadinya, Anda mengalami perut kedutan.

  • Ileus.

Ileus adalah kondisi di mana usus Anda menjadi diam atau tidak aktif menjalankan fungsinya. Hal ini dapat disebabkan oleh infeksi, peradangan, baru saja operasi perut, penggunaan narkotika, dan kurangnya aktivitas fisik. Ileus akan menyebabkan usus jadi terisi dengan udara dan cairan, sehingga mengakibatkan rasa nyeri dan perut kedutan.

  • Gastroparesis.

Gastroparesis pada dasarnya adalah ileus yang juga melibatkan lambung. Kondisi ini sering dialami oleh penderita diabetes dan dapat menyebabkan kram perut terutama setelah makan. Tidak heran, Anda yang memiliki diabetes sering mengalami perut kedutan.

  • Ketegangan otot.

Biasanya, ini sering terjadi pada orang yang sering berolahraga berat, terutama sit up. Akibatnya, otot-otot perut jadi kejang karena mengalami ketegangan otot. Gejala lainnya yang mungkin Anda rasakan adalah nyeri di bagian perut dan dapat bertambah parah dengan gerakan olahraga yang semakin intens.

  • Penumpukan gas di perut.

Adanya penumpukan gas di perut dapat menyebabkan otot usus jadi kejang, terutama ketika tubuh mencoba mengeluarkan gas. Alhasil, Anda pun mengalami perut kedutan. Gejala lainnya adalah perut buncit atau kembung, terasa kenyang, sakit perut, dan sering buang angin atau bersendawa.

  • Dehidrasi.

Seseorang bisa mengalami dehidrasi karena keringat, muntah, dan diare yang dapat menyebabkan kejang otot di seluruh tubuh, termasuk perut. Ini terjadi karena otot membutuhkan elektrolit, seperti kalsium, kalium, dan magnesium agar dapat bekerja dengan baik.

Sementara itu, jika mengalami dehidrasi, maka Anda akan kehilangan banyak elektrolit. Akibatnya, Anda bisa mengalami perut kedutan, karena otot bekerja secara tidak normal dan mengalami kejang.

Inilah 11 kondisi medis yang dapat menyebabkan perut kedutan. Kebanyakan kondisi ini tidak berbahaya dan dapat hilang tanpa pengobatan. Namun, jika kejang perut terlalu sering dan terasa sakit, bisa jadi ini pertanda adanya gangguan yang lebih serius. Segeralah temui dokter jika gejala yang dirasakan semakin parah hingga mengganggu aktivitas Anda sehari-hari.

Categories
Penyakit

Jenis-Jenis Herpes Genitalis yang Dibedakan Berdasarkan Gejalanya

Menggunakan kondom saat berhubungan seks menjadi cara utama pencegahan herpes genitalis

Organ seksual manusia menjadi salah satu bagian yang rentan terserang infeksi oleh jasad renik, mulai dari bakteri atau kuman sampai virus. Penyebab dan jenis gangguan medis bisa beragam, tergantung apa pemicunya. Kondisi medis yang menyerang alat vital itu dimasukkan ke dalam satu kelompok yang disebut Infeksi Menular Seksual (IMS),  satu yang paling umum adalah herpes genitalis.

Kondisi ini, termasuk gejala dan keluhannya, tidak jauh berbeda dengan herpes-herpes yang terjadi di bagian lain. Seperti namanya, yang membedakan hanya letak terjadinya infeksi, yakni di organ genital atau organ intim.

Herpes genitalis terjadi ketika seseorang melakukan kontak, baik itu antarkelamin atau sebagainya, dengan penderita yang telah terinfeksi virus herpes simplex (HSV) tipe 2.  Herpes genitalis tidak dapat menimbulkan kematian. Namun, penyakit ini merupakan penyakit kronis yang dapat kambuh secara periodis dan tidak dapat disembuhkan. 

Sekali terinfeksi dengan virus HSV, maka penderita seperti “meneken kontrak” seumur hidup dengan virus itu. Sampai sekarang, belum ada obat yang dapat memusnahkan virus yang bersembunyi di dalam tubuh penderita. 

Virus HSV dapat memasuki kondisi dorman (tidak aktif) dan berdiam diri di sistem saraf, tepatnya ganglia dorsalis, dalam jangka waktu yang lama. Saat sistem imun menurun, virus akan kembali aktif dan memicu gejala kambuhan.

Meski sekilas terlihat sama saja, tetapi herpes genitalis memiliki beberapa jenis yang berbeda satu dengan lainnya. Jenis herpes genitalis ini dapat dibedakan berdasarkan kemunculan gejala dan terbagi menjadi empat jenis, di antaranya: 

 

  • Herpes Genitalis Asimtomatik 

 

Seseorang yang berada pada tahap ini hanya dapat dikenali melalui pemeriksaan darah. Pasalnya, ini merupakan kondisi di mana seseorang telah terjangkiti virus HSV, tetapi belum menunjukkan gejala primer. Singkatnya, ini adalah fase pertama dalam herpes genitalis.

 

  • Herpes Genitalis Primer

 

Herpes genitalis jenis ini merupakan kondisi yang terjadi pasca-kontak pertama kali dengan virus HSV. Kondisi ini ditandai dengan kemunculan berbagai gejala dan nyeri pada kulit. Seseorang yang baru saja terinfeksi bisa merasakan sakit, gatal, dan adanya luka di area genital mereka. Bahkan tak jarang penderita akan mengalami demam, tidak enak badan, sakit kepala, dan lainnya.

 

  • Herpes Genitalis Rekurens (Kambuhan) 

 

Jenis herpes genitalis ini merupakan kondisi yang terjadi setelah gejala primer hilang dengan pengobatan. Kondisi ini ditandai gejala ringan, tetapi dapat kembali muncul. Kekambuhan ini dipicu oleh menurunnya daya tahan tubuh, stres, atau trauma.

  1. Herpes Genital Atipik (Tidak Khas) 

Jenis ini merupakan kondisi yang tidak menunjukkan gejala-gejala seperti umumnya. Kondisi ini terjadi pada 60 persen kasus herpes genitalis, sehingga menjadikannya sulit diidentifikasi. Kondisi ini hanya bisa dikenali dengan uji laboratorium, seperti pemeriksaan antibodi IgM dan IgG.

***

Seseorang yang telah memiliki virus tersebut dalam jangka waktu lama sebenarnya tidak terlalu dapat menulari virus tersebut daripada orang yang baru saja terinfeksi. Secara umum, wanita lebih berisiko terinfeksi virus ini dibanding pria. 

Dalam suatu studi terhadap orang yang menderita herpes genital, 5-10% pasangannya menjadi terinfeksi pula. Seperti yang telah disinggung di awal bahwa hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan herpes genitalis secara tuntas. Obat-obatan yang umum digunakan seperti Acyclovir, Valcyclovir, dan Famcyclovir hanya dapat menurunkan tingkat kekambuhan dan kemunculan gejala. 

Oleh karenanya menjadi penting bagi semua orang yang telah aktif secara seksual untuk melakukan prosedur pencegahan herpes genitalis ini. Melakukan hubungan seksual yang aman merupakan upaya preventif utama agar tak tertular penyakit ini.

Categories
Penyakit

Lakukan Hal Ini Ketika Mabuk Perjalanan

Mabuk perjalanan atau motion sickness terjadi saat otak menerima sinyal yang tidak selaras dari sensor-sensor keseimbangan

Penyakit mabuk perjalanan adalah sensasi yang membuat Anda pusing. Kondisi ini biasanya terjadi ketika Anda bepergian dengan mobil, kapal, pesawat, atau kereta api.

Kondisi mabuk perjalanan terjadi karena organ-organ sensorik tubuh Anda mengirim pesan campuran ke otak Anda, menyebabkan pusing atau mual. Beberapa orang sadar bahwa mereka rentan terhadap kondisi tersebut.

Penyakit mabuk perjalanan biasanya menyebabkan perut buncit. Gejala lain termasuk keringat dingin dan pusing.  Seseorang dengan mabuk perjalanan mungkin menjadi pucat atau mengeluh sakit kepala. Selain itu, berikut gejala-gejala akibat mabuk perjalanan:

  • Mual
  • Muntah
  • Kehilangan atau kesulitan menjaga keseimbangan Anda
  • Muka pucat
  • Berkeringat
  • Nafas pendek
  • Pusing
  • Tidak enak badan

Penyakit mabuk perjalanan sembuh dengan cepat dan biasanya tidak memerlukan diagnosis profesional. Kondisi ini umumnya datang dan hanya terjadi selama perjalanan atau kegiatan spesifik lainnya.

Berikut adalah beberapa tips penting untuk mencegah mabuk perjalanan:

  • Perhatikan konsumsi makanan dan minuman, sebelum dan selama perjalanan Anda.
  • Cobalah untuk memilih tempat duduk di mana Anda akan mengalami sedikit gerakan.
  • Pilih untuk duduk di bagian depan mobil
  • Saat bepergian dengan mobil atau kapal, jaga pandangan Anda tetap di cakrawala atau pada titik yang tetap.
  • Buka ventilasi atau sumber udara segar jika memungkinkan.
  • Jangan membaca saat bepergian jika mengalami mabuk perjalanan, dan jangan duduk di kursi yang menghadap ke belakang.
  • Hindari bau yang kuat dan makanan pedas atau berminyak segera sebelum dan selama perjalanan.

Untuk sementara, pengobatan diatas cukup efektif untuk membantu Anda dari mabuk perjalanan. Selain itu, obat-obatan juga merupakan cara yang baik untuk mencegah mabuk perjalanan dan sebaiknya diminum sebelum Anda berpergian.

Gejala mabuk perjalanan biasanya berhenti ketika gerakan yang menyebabkannya berhenti. Tetapi ada orang yang menderita gejala mabuk perjalanan bahkan untuk beberapa hari setelah perjalanan berakhir.

Categories
Penyakit

Kelainan Darah Sangat Berbahaya

Kelainan darah adalah gangguan pada darah yang dapat mempengaruhi salah satu dari tiga komponen utama darah

Kelainan darah adalah kondisi yang mempengaruhi kemampuan darah Anda untuk berfungsi dengan benar. Terdapat berbagai jenis dan gejala tergantung pada jenisnya.

Meskipun terdapat beberapa jenis kelainan darah, ada beberapa gejala umum pada kondisi ini termasuk kelelahan yang tidak dapat dijelaskan dan penurunan berat badan. Sebagian besar kelainan darah menurunkan jumlah sel, protein, trombosit, atau nutrisi dalam darah, atau mengganggu fungsinya.  

Mayoritas kelainan darah disebabkan oleh mutasi pada bagian gen tertentu dan dapat diturunkan dalam keluarga. Beberapa kondisi medis, obat-obatan, dan faktor gaya hidup juga dapat menyebabkan kelainan darah berkembang.

Kelainan darah adalah segala kondisi yang berdampak pada satu atau lebih bagian darah, biasanya mengganggu kemampuan darah Anda untuk bekerja dengan benar. Banyak kelainan darah mengambil nama mereka dari komponen darah yang ditimbulkannya. Kategori berikut ini menguraikan kelainan darah yang menyebabkan penurunan komponen darah atau mempengaruhi fungsinya:

  • Anemia, jika gangguan tersebut melibatkan sel darah merah
  • Leukopenia, jika kelainan tersebut mempengaruhi sel darah putih
  • Trombositopenia, jika gangguan tersebut mengenai trombosit

Kategori kelainan darah yang meningkatkan komponen darah adalah:

  • Erythrocytosis, jika gangguan tersebut melibatkan sel darah merah
  • Leukositosis, jika kelainan tersebut mempengaruhi sel darah putih
  • Thrombocythemia atau thrombocytosis, jika kelainan tersebut menyangkut trombosit

Sel darah putih membantu tubuh melawan infeksi. Mereka memulai kehidupan di sumsum tulang dan berkembang menjadi berbagai jenis sel, masing-masing memiliki tujuan kekebalan yang berbeda. Jenis utamanya adalah:

  • Neutrofil, yang menghancurkan bakteri dan virus
  • Limfosit, yang membunuh virus dan mengatur sistem kekebalan tubuh Anda
  • Monosit atau makrofag, yang memakan bakteri, virus, dan jamur yang mati atau dinonaktifkan
  • Basofil dan eosinofil, yang membantu tubuh Anda merespons reaksi alergi dan membantu menghancurkan parasit

Beberapa kelainan sel darah putih berdampak pada semua jenis sel darah putih dalam darah, sementara kelainan lain hanya melibatkan satu atau dua jenis tertentu. Dari lima jenis sel darah putih, neutrofil dan limfosit paling sering terpengaruh.

Sebagian besar kelainan sel darah putih adalah jenis kanker atau kelainan proliferatif.

Gangguan proliferatif melibatkan peningkatan cepat dalam jumlah sel darah putih yang beredar di dalam darah Anda. Hal ini sebagian besar terjadi karena infeksi, walaupun, kadang-kadang, kanker sumsum tulang mungkin bertanggung jawab. Leukopenia disebabkan oleh berkurangnya jumlah sel darah putih yang beredar.

Terdapat tiga jenis utama kanker darah yang mempengaruhi sel darah putih, dan mereka termasuk yang berikut:

  • Limfoma
  • Leukemia 
  • Myeloma 

Gejala tergantung pada bagian mana dari darah atau organ yang terpengaruh, serta keparahan dan luasnya kondisi.

Namun, sebagian besar orang dengan kelainan darah yang signifikan cenderung mengalami perasaan tidak sehat secara umum tanpa alasan yang jelas.

Tanda-tanda gangguan sel darah putih meliputi:

  • Infeksi yang sering
  • Luka yang tidak sembuh atau lambat sembuh
  • Kelelahan yang tidak bisa dijelaskan
  • Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan

Tanda-tanda gangguan sel darah merah meliputi:

  • Kelelahan yang tidak bisa dijelaskan
  • Sesak napas
  • Pusing 
  • Detak jantung yang cepat
  • Kelemahan otot
  • Kesulitan berkonsentrasi dan mengingat
  • Pucat

Tanda-tanda trombosit dan gangguan pembekuan termasuk:

  • Kesulitan membentuk bekuan darah pada luka atau mengendalikan perdarahan
  • Cedera yang lambat untuk sembuh atau tetap membuka kembali
  • Memar yang tidak bisa dijelaskan atau kulit yang mudah memar
  • Perdarahan yang tidak dapat dijelaskan dari hidung, gusi, sistem pencernaan, atau sistem urogenital

Ketika terdapat sesuatu yang salah dengan darah Anda, hal itu dapat mempengaruhi kesehatan Anda secara keseluruhan. Itulah mengapa penting bagi Anda untuk mengetahui beberapa kelainan darah umum yang mungkin mempengaruhi Anda.

Orang mungkin terpengaruh oleh berbagai jenis kondisi darah dan kanker darah. Kelainan darah umum termasuk anemia, gangguan perdarahan seperti hemofilia, pembekuan darah, dan kanker darah seperti leukemia, limfoma, dan mieloma.

Berbicaralah dengan dokter Anda adalah langkah pertama yang harus diambil jika Anda yakin memiliki kondisi kelainan darah. Jika Anda didiagnosis menderita kelainan darah, dokter mungkin akan merujuk Anda ke ahli hematologi.

Categories
Penyakit

Apakah Terapi Okupasi Bisa Mengatasi Autisme?

Anak-anak dengan gangguan spektrum autisme memiliki beberapa kesulitan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan pekerjaan sehari-hari. terapi okupasi tidak jarang direkomendasikan oleh psikolog atau pun psikiater untuk anak dengan autisme. Kesulitan yang dialami oleh anak dengan gangguan spektrum autism antara lain kemampuan sosial yang terbatas, kurang mampu memahami dan patuh terhadap peraturan sosial, sulit menerima hal-hal baru, keterikatan pada hal-hal yang sudah dikenal saja, perilaku repetitif, dan gangguan aktivitas seperti hipo atau hiperaktif.

Sampai saat ini penyebab dari gangguan gangguan spektrum autism belum diketahui secara pasti sehingga dapat menyebabkan terapi yang efektif untuk gangguan spektrum autism juga belum tersedia. Namun, anak dengan gangguan spektrum autism juga memerlukan bantuan agar bisa beradaptasi dan dapat melangsungkan hidupnya dengan baik. Beberapa terapi seperti terapi okupasi dapat meningkatkan kemampuan anak dengan gangguan spektrum autism sehingga dapat mengatasi disabilitas yang mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Manfaat terapi okupasi

Terapi okupasi bukan terapi yang berhubungan dengan pekerjaan, melainkan suatu terapi yang bertujuan untuk membantu orang dengan disabilitas fisik, sensorik, atau pun kognitif untuk dapat hidup mandiri. Terapi ini tidak terbatas untuk orang dewasa saja, tetapi juga bermanfaat untuk anak-anak dengan gangguan spektrum autism. Dengan melakukan terapi ini, harapannya anak dengan gangguan autisme dapat bermain, bersekolah, dan melakukan kegiatan hari secara mandiri sehingga memperbaiki kualitas hidup anak dengan gangguan spektrum autisme di rumah dan di sekolah. Berikut kemampuan yang dapat dicapai dengan terapi okupasi:

  • Bisa merawat diri sendiri, seperti toilet training, memakai baju secara mandiri, menggosok gigi, dan menyisir rambut.
  • Kemampuan motorik halus seperti kemampuan memegang pensil untuk menulis
  • Kemampuan motorik kasar seperti berjalan atau mengendarai sepeda
  • Kemampuan persepsi dengan harapan anak dengan gangguan spektrum autisme dapat membedakan warna, bentuk, dan ukuran
  • Kepekaan terhadap tubuh sendiri dan hubungan antar anggota tubuh yang lain
  • Kemampuan visual untuk membantu dalam membaca dan menulis
  • Kemampuan untuk beradaptasi, bersosialisasi, menyelesaikan masalah

Walaupun teriapi okupasi terlihat sepele, tapi kemampuan tersebut akan sangat bermanfaat bagi anak-anak dengan gangguan spektrum autisme.

Categories
Penyakit

Perforasi Akibat Radang Usus Buntu

Perforasi adalah lubang pada dinding orang tubuh yang dapat terjadi pada esofagus, lambung, usus kecil, usus besar, anus atau kantung empedu. Perlu Anda tahu, lubang ini bisa muncul akibat penyakit seperti radang usus buntu dan radang kantung usus besar. Usus buntu sendiri terletak di sisi kanan bawah perut, berbentuk seperti selang yang menempel pada permulaan usus besar. Panjangnya pun berbeda-beda tergantung pada usia dari pemilik dan sebenarnya tidak ada fungsi spesifik dari organ tubuh ini.

Meskipun tidak ada fungsinya, tapi bisa meradang, demikianlah terjadi usus buntu. Peradangan usus buntu seringkali terjadi akibat adanya sumbatan oleh feses yang masuk ke sana. Terkadang, radang juga bisa timbul akibat terjadinya infeksi di dinding usus buntu. Saat usus buntu tersumbat, yang terjadi adalah orang tersebut tidak dapat mengeluarkan lendir dan cairan yang diproduksinya. Kotoran pun akan terus menumpuk di dalam usus buntu sehingga menyebabkan bengkak, dan bakteri di kotoran berkembang biak.

Pembengkakan tersebut bisa memutus aliran darah ke usus buntu. Jika demikian, jaringan dinding usus buntu akan mati dan muncul lubang. Timbulah perforasi akibat radang usus buntu. Gejala umum dari radang usus buntu adalah rasa sakit di dekat pusar atau nyeri perut di bagian kanan bawah, perut mengeras dan tidak bisa buang gas. Penderitanya juga akan merasa mual atau muntah serta tidak nafsu makan. Gejala ini juga bisa diiringi dengan demam. Mulai dari jangka waktu sejak dirasakannya gejala radang usus buntu hingga perforasi, biasanya antara 36 hingga 72 jam.

Tingkat keparahan dari perforasi juga berbeda-beda pada setiap penderita radang usus buntu. Ada yang hanya lubang kecil, tapi  ada juga yang lubangnya besar dan menyebabkan feses serta nanah mengalir ke dalam rongga perut. Lubang pada saluran pencernaan itu dapat menyebabkan kondisi peritonitis atau radang selaput usus yang melapisi rongga perut. Peritonitis sangat berbahaya karena dapat menyebabkan sepsis hingga kegagalan fungsi organ-organ tubuh yang mengancam nyawa penderitanya. Oleh karena itu, radang usus buntu harus segera diatasi sebelum terjadi perforasi.

Categories
Penyakit

Hipertensi Paru, Gangguan di Peredaran Darah Kecil

Pada tubuh manusia terdapat peredaran darah besar dan peredaran darah kecil. Peredaran darah sistemik merupakan peredaran darah besar, darah yang kaya oksigen dipompa dari bilik kiri jantung menuju ke seluruh tubuh. Setelah kandungan oksigen menurun, darah akan kembali ke bilik kanan jantung lewat pembuluh darah. Peredaran darah pulmonal adalah peredaran darah kecil, darah rendah oksigen yang masuk ke bilik kanan jantung dipompa ke paru-paru untuk membuang karbon dioksida dan mengambil oksigen, setelah itu darah masuk ke bilik kiri jantung dan diedarkan kembali di peredaran darah besar.

Sama seperti peredaran darah besar, peredaran darah kecil juga dapat mengalami beragam

gangguan. Gejala umum jika terdapat gangguan tersebut adalah napas pendek. Hipertensi alias

tekanan darah tinggi pada peredaran sistemik pasti sudah sering dengar, tapi ada juga

hipertensi di peredaran darah kecil yang sering disebut dengan hipertensi paru. Hipertensi paru adalah kondisi dimana pembuluh arteri paru memiliki tekanan di atas 25/10mmHg.

Penyebabnya bisa karena pembuluh darah itu terlalu kaku, rusak, terlalu sempit atau

tersumbat, akibatnya bilik kanan jantung mesti kerja lebih keras memompa darah. Untuk mendiagnosis hipertensi paru bisa dibilang sulit dan harus dilakukan oleh dokter spesialis,

soalnya gejala umum penyakit pada peredaran darah kecil ini mirip dengan gejala-gejala

penyakit paru lain yang lebih umum seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis.

Gejala-gejala penyakit hipertensi paru

  • Sesak napas atau napas pendek-pendek
  • Kelelahan atau mudah lelah
  • Rasa sakit dada atau rasa seperti dada ditekan
  • Pembengkakan pada kaki
  • Kepada terasa pusing atau terasa ringan seperti mau pingsan
  • Jantung berdebar

Perlu Anda tahu, penyakit hipertensi paru di peredaran darah kecil tidak ada obatnya untuk menyembuhkan, tetapi ada obat-obatan yang membantu mengontrol penyakitnya. Penderita kemungkinan besar mesti menggunakan obat-obatan tersebut seumur hidupnya, karena jika dibiarkan tanpa control, hipertensi paru bisa menyebabkan gagal jantung bilik kanan.

Categories
Penyakit

Penyebab Kanker Paru Selain Kebiasaan Merokok yang Perlu Anda Waspadai

Mungkin Anda masih ingat tentang kabar duka meninggalnya Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho yang disebabkan oleh kanker paru. Perlu diketahui bahwa alm. bukanlah seorang perokok aktif dan tidak memiliki riwayat kesehatan keluarga yang pernah didiagnosis kanker.

Dari berita tersebut, dapat diketahui bahwa penyebab kanker paru-paru tidak selalu berkaitan dengan kebiasaan merokok. Terdapat penyebab lain yang menjadi pemicu kanker paru. Lebih jelasnya, mari simak informasi berikut ini!

Kebiasaan merokok bukan menjadi penyebab kanker paru satu-satunya

Memang, kebiasaan merokok merupakan risiko nomor satu penyebab kanker paru. Ketika seseorang telah terbiasa dengan kebiasaan merokok sejak usia muda, maka semakin tinggi pula risiko orang tersebut mengidap kanker paru.

Di bawah ini terdapat penyebab kanker paru selain kebiasaan merokok yang perlu Anda waspadai:

  • Menjadi perokok pasif: Anda sering berada di lingkungan asap rokok, seperti sering menghabiskan waktu dengan perokok aktif.
  • Terpapar gas radon: sebuah hasil penelitian menghasilkan fakta bahwa orang-orang yang menetap di lingkungan yang terpapar gas radon dalam kurun waktu yang cukup lama, rentan mengalami kanker paru.
  • Terpapar zat karsinogen, seperti asbes dan knalpot diesel di lingkungan kerja.
  • Polusi udara di lingkungan sekitar, baik dalam maupun luar ruangan.
  • Faktor genetik atau keturunan: hal ini dapat terjadi ketika orang tua atau anggota keluarga Anda yang lain pernah mengalami kanker paru.
  • Terpapar radiasi sinar X

Bagaimana mencegah kanker paru?

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menjauhi kebiasaan merokok. Dengan begitu, risiko Anda terjangkit kanker paru akan berkurang pula.

Jika Anda bukan perokok aktif, hal yang dapat Anda lakukan adalah mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti mengecek kondisi rumah dan lingkungan sekitar dari paparan gas radon.

Cara lain yang dapat Anda lakukan, yaitu dengan mengurangi atau bahkan menghindari berkumpul dengan perokok aktif dalam waktu yang lama.

Mengonsumsi buah-buahan dan sayuran, seperti brokoli dan jeruk, dapat menangkal pemicu terjadinya kanker paru. 

Categories
Penyakit

Cara Mengatasi Inkontinensia Urine

Pernah keluar sedikit urine saat batuk dan tertawa? Hal ini wajar terjadi, apalagi jika dialami bagi perempuan yang sudah melahirkan. Seringkali juga kebocoran urine tersebut menjadi bahan cadangan pahit di antara para wanita yang mengalaminya. Inkontinensia urine adalah kondisi dimana tidak bisa menahan keluarnya urine. Sebenarnya ada beberapa jenis Inkontinensia urine, jenis yang dideskripsikan di atas termasuk dalam Inkontinensia stress.

Pada penderita Inkontinensia memang membuat stress, tapi penyebab Inkontinensia stress bukan karena beban pikiran, yang dimaksud stress adalah tekanan pada kandung kemih. Batuk, tertawa, bersin, mengangkat beban berat, membuat tekanan pada perut dan kandung kemih. Saat kandung kemih dalam keadaan terisi, adanya tekanan tersebut membuat uretra tidak dapat menahan urine agar tidak keluar. Hal ini karena sphincter uretra atau otot dasar panggul atau bahkan keduanya sudah melemah sehingga tidak lagi kuat untuk mencegah urine mengalir keluar.

Banyak ahli yang meyakini bahwa perempuan yang pernah melahirkan secara normal memang berisiko mengalami Inkontinensia urine, pasalnya proses persalinan telah meregangkan dan bisa merusak otot serta saraf di dasar panggul. Semakin besar ukuran bayi yang dilahirkan, semakin lama proses persalinan, semakin banyak jumlah anak yang dilahirkan, dan semakin tua usia ibu maka akan semakin besar risiko mengalami Inkontinensia stress.

Selain pengalaman melahirkan, usia juga menjadi faktor risiko terjadinya Inkontinensia urine. Terutama pada perempuan, semakin tua usianya maka otot dasar panggul dan uretra juga akan semakin lemah, tanpa tekanan yang kuat pada kandung kemih pun terkadang uretra membuka dan menyebabkan kebocoran urine. Biasanya hal itu terjadi setelah memasuki masa menopause. Meskipun lebih sering dialami perempuan, pria juga ada yang mengalami Inkontinensia urine akibat kerusakan sphincter saluran air seni karena operasi prostat atau patah tulang panggul.

Untuk menguatkan kembali otot-otot dasar panggul agar mampu menahan keluarnya urine, lakukan senam kegel. Senam kegel efektif untuk membantu mengurangi Inkontinensia pada perempuan dan pria. Caranya cukup dengan mengontransikan otot-otot panggul seakan-akan sedang menahan kencing, tahan selama beberapa detik lalu rileks kembali.

Categories
Penyakit

Mengenal Tentang Anemia Hemolitik

Perlu Anda tahu, Anemia termasuk dalam gangguan kesehatan yang umum diderita masyarakat terutama pada perempuan karena menstruasi yang berat atau saat masa kehamilan. Pada umumnya anemia atau rendahnya jumlah sel darah merah disebabkan oleh asupan gizi seimbang sehingga kekurangan zat besi atau vitamin B12 yang berfungsi untuk membentuk sel darah merah. Namun, tidak semua anemia disebabkan oleh kurangnya vitamin dan zat besi, misalnya seperti anemia hemolitik.

Anemia hemolitik adalah satu kelainan yang disebabkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan lebih cepat daripada sel-sel tersebut diproduksi. Sel darah merah yang diproduksi di sumsum tulang dan normalnya akan bertahan hingga 120 hari sebelum dihancurkan dan diganti dengan darah merah baru. Pada penderita anemia hemolitik, sel darah merahnya akan dihancurkan dalam waktu kurang lebih 120 hari, bahkan ada sel darah merahnya yang hanya hidup di beberapa hari sebelum mengalami hemolysis atau proses penghancuran. Hal ini dikarenakan sel darah merahnya sudah hancur sebelum sel darah merah yang baru bisa menggantikan dan terjadilah anemia.

Tugas dari sel darah merah adalah membawa oksigen ke seluruh tubuh, jika jumlah sel darah merah tidak memadai maka pasokan ke seluruh tubuh pun jadi tidak optimal sehingga tubuh juga akhirnya tidak bisa berfungsi maksimal dan akan mengalami berbagai gangguan. Penyebab anemia hemolitik bisa disebabkan oleh faktor keturunan, orang tua yang mewariskan kecacatan genetik dalam sel darah merah kepada anak-anak dan keturunannya. Selain itu, anemia hemolitik akibat faktor keturunan umumnya dialami oleh penderita penyakit anemia sel sabit dan thalassemia.

Selain faktor keturunan, penyebab anemia hemolitik antara lain akibat infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri, terpapar obat-obatan seperti penicillin dan obat anti malaria, munculnya penyakit autoimun sehingga sistem imunitas tubuh menganggap sel darah merah sebagai benda asing yang perlu dihancurkan, serta menerima transfusi darah dari donor yang berlainan golongan darah. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala-gejala seperti anemia pada umumnya, seperti rasa lemas, mudah lelah, napas pendek atau sesak napas, denyut jantung bertambah cepat, nyeri dada, tangan dan kaki terasa dingin.

Setelah dipastikan anemia hemolitik, pada umumnya dokter akan merekomendasikan pengobatan berdasarkan kondisi fisik penderita, usia dan riwayat kesehatannya, penyebab timbulnya anemia hemolitik, respon penderitanya terhadap obat-obatan tertentu serta preferensi penderita mengenai prosedur pengobatannya.