Categories
Penyakit

Macam-Macam Cedera Otak, Ini Cara Mengatasi Agar Tidak Fatal

Apa yang akan terjadi jika seseorang mengalami cedera otak? Tentunya akan mengganggu dari fungsi otak itu sendiri. Seperti yang kita ketahui bahwa otak memiliki peran yang sangat vital bagi kinerja tubuh kita. 

Hampir semua kerja tubuh kita dikendalikan oleh otak. Maka jadi tidak mengherankan jika otak menjadi salah satu organ tubuh terpenting yang ada di tubuh kita.

Dalam tubuh kita memiliki sebuah pusat dari semua sistem saraf yang ada yaitu otak. Dimana memiliki peran salah satunya adalah mengontrol tubuh kita dalam bergerak. Saking vitalnya organ ini. 

Jika otak berhenti bekerja maka semua saraf yang ada di dalam tubuh manusia akan berhenti bekerja. Hal tersebut mengakibatkan orang tersebut meninggal. 

Karena otak mengontrol lebih dari 100 juta sel saraf yang ada di dalam tubuh. Dan semua sel saraf tersebut terhubung dengan seluruh jaringan saraf yang ada di dalam tubuh kita. 

Jadi tidak heran jika otak seseorang mengalami benturan. Maka hal yang terjadi adalah adanya gangguan ringan seperti mual dan sakit kepala, hingga akibat yang paling fatal adalah kematian.

Beberapa Cedera Otak yang Terjadi pada Manusia

Otak memiliki peran yang sangat vital bagi tubuh kita. Sedangkan bagian otak memiliki 3 bagian yaitu otak kanan, otak kiri dan otak kecil. Dari masing-masing bagian tersebut memiliki peran dan fungsi masing-masing. 

Tetapi apa yang akan terjadi jika manusia mengalami cedera otak? Ini adalah beberapa cedera pada otak yang terjadi pada manusia.

  1. Hematoma

Bagi kalian yang belum tahu apa itu hematoma, hematoma merupakan pembekuan darah yang terjadi di luar pembuluh darah. 

Hal ini biasanya mengakibatkan hilangnya kesadaran dan efektor parahnya adalah rusaknya otak secara permanen.

  1. Pendarahan pada otak

Pendarahan pada otak ada dua jenis yaitu pendarahan di ruang sekitar otak dan pendarahan di dalam jaringan otak. Biasanya jika ada benturan di kepala dan mengakibatkan mual dan pusing itu terjadi karena pendarahan di luar sekitar otak. Penggumpalan darah yang berakibat tekanan pada otak.

  1. Gegar otak

Benturan keras yang terjadi pada tengkorak manusia. Berakibat dapat hilangnya fungsi otak dan lebih parahnya lagi kerusakan secara permanen.

  1. Pembengkakan pada otak

Benturan yang terjadi pada kepala juga berakibat terjadinya pembengkakan pada otak. Hal tersebut dapat memicu kerusakan fungsi otak.

  1. Kerusakan tengkorak

Seperti yang kita ketahui bahwa tengkorak merupakan salah satu pelindung otak dari benturan. Tetapi jika terjadi benturan yang mengakibatkan tengkorak rusak, hal tersebut juga dapat berakibat pada kerusakan otak.

  1. Cedera aksonal difus

Cedera yang satu ini merupakan cedera yang tidak mengalami pendarahan, tetapi fatalnya adalah dapat merusak sel-sel dalam otak. Dengan kejadian tersebut dapat berakibat fatal termasuk kematian.

Jelas cedera otak yang di alami oleh manusia siapapun itu tidak boleh di anggap remeh. Meskipun cedera ringan hanya mengakibatkan mual dan sakit kepala saja. Tetapi pada kasus cedera yang parah dapat berakibat kejang, hilangnya kontol pada otot, hilang ingatan bahkan kematian. 

Tetapi pada kasus yang ringan dapat diatasi dengan meminum obat acetaminophen sebagai penghilang rasa sakit. Tetapi berbeda dengan cedera yang parah. Biasanya memerlukan perawatan yang intensif. Untuk menghindari dan mengantisipasi kejadian yang tidak diharapkan. 

Mengingat fungsi otak yang begitu penting. Karena biasanya pada kondisi yang parah, akan terjadi kejang pada penderita. Hal ini yang membuat dokter yang menangani pasien dengan cedera otak yang berat memberikan obat anti kejang.

Categories
Penyakit

Daftar Penyakit dengan Gejala Bintik Putih di Kelopak Mata

Pernah menemukan bintik putih di kelopak mata? Kira-kira apa yang menyebabkan munculnya bintik putih tersebut dan apakah berbahaya atau tidak? Jika ingin tahu jawabannya pastinya simak informasi di bawah ini. 

Munculnya bintik putih di kelopak mata sebenarnya merupakan hal yang biasa. Hal paling umum adalah bintik tersebut merupakan milia yang muncul karena ada sel kulit mati atau keratin yang terperangkap di bawah permukaan kulit sehingga membentuk bintik putih yang menyerupai jerawat.

Meskipun demikian anda perlu tahu bahwa tidak semua bintik putih yang muncul di area wajah dan kelopak mata merupakan milia. Bisa jadi bintik putih tersebut merupakan gejala atau indikasi atas suatu jenis penyakit tertentu. Jadi jangan anggap sepele dan lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apa penyebab munculnya bintik putih tersebut.

Kelopak mata hitam dapat terjadi akibat kurang tidur

Jenis Penyakit dengan Gejala Bintik Putih di Kelopak Mata

Ada beberapa jenis penyakit yang gejalanya ditandai dengan munculnya bintik putih di area sekitar kelopak mata. Berikut daftarnya.

  1. Kolesterol Tinggi

Munculnya bintik putih pada area sekitar kelopak mata bisa menjadi indikasi bahwa Anda memiliki kolesterol tinggi dalam tubuh. Kondisi ini juga dikenal dengan nama xanthelasma atau arkus kornea. Biasanya penumpukan kolesterol di area mata tidak menimbulkan rasa sakit akan tetapi cukup mengganggu penampilan.

Untuk mengatasi penumpukan kolesterol pada area sekitar kelopak mata ini bisa dilakukan dengan melakukan operasi. Akan tetapi Anda juga bisa mencoba cara yang lebih aman dengan mengkonsumsi beberapa jenis bahan yang bisa menurunkan kadar kolesterol. Diantaranya seperti ketumbar, kulit pisang, jus jeruk , almond dan bawang putih. Beberapa jenis bahan tersebut ampuh untuk menurunkan kolesterol sekaligus menghilangkan bintik putih di kelopak mata.

  1. Hordeolum

Hordeolum merupakan benjolan kecil yang muncul di sekitar mata. Kondisi ini terjadi karena adanya infeksi bakteri umumnya Staphylococcus sp pada kelenjar minyak di tepi jajaran bulu mata atau di bawah kelopak mata. Biasanya Hordeolum berisi nanah dan bila bertambah besar dapat menghalangi mata terbuka secara optimal.

Perlu Anda ketahui bahwa Hordeolum bukan merupakan gangguan serius dan biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Dibandingkan rasa sakit, benjolan ini biasanya lebih mengganggu penampilan. Untuk mempercepat proses peradangan kelenjar, anda bisa mengkompresnya selama 10 – 15 menit sebanyak 4 kali sehari.

  1. Kalazion

Jenis penyakit lainnya yang juga ditandai dengan gejala munculnya bintik putih atau benjolan di kelopak mata adalah Kalazion. Kondisi ini terjadi akibat adanya penyumbatan pada kelenjar meibom yang disebabkan peradangan atau virus. Jika benjolan ada lebih dari satu maka disebut dengan kalazion. Penyakit ini biasanya akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Akan tetapi jika ingin cepat hilang, anda bisa menggunakan salep mata atau obat tetes mata.

  1. Milia

Satu lagi jenis penyakit yang ditandai dengan adanya bintik putih di area sekitar kelopak mata adalah milia. Kondisi ini tidak berbahaya yang bisa dialami oleh siapa saja mulai dari bayi, remaja hingga orang tua. Penyebab milia hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Akan tetapi milia bisa terbentuk saat ada sel mati atau protein yang bernama keratin kemudian terperangkap di bawah permukaan kulit.

Itulah beberapa jenis penyakit yang gejalanya ditandai dengan munculnya bintik putih di kelopak mata. Bintik putih di area sekitar mata memang secara umum tidak berbahaya. Akan tetapi untuk memastikannya Anda perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah itu berbahaya atau tidak.

Categories
Penyakit

Jenis Katarak yang Disebabkan oleh Diabetes

Katarak merupakan gangguan pada indera penglihatan yang ditandai dengan menurunnya kemampuan melihat. Biasanya, katarak dialami oleh orang berusia lanjut karena terjadi beriringan dengan proses penuaan. Namun, perlu diketahui bahwa ada banyak jenis katarak, termasuk salah satunya yang terjadi karena penderitanya juga mengidap diabetes.

Jenis katarak yang dimaksud adalah katarak subkapsular, lebih tepatnya lagi katarak subkapsular posterior. Sebagai informasi saja, jenis katarak subkapsular ini terbagi dua; satu lagi disebut subcapsular anterior.

Perlu diketahui bahwa semua jenis katarak diawali dengan terbentuknya area buram atau berkabut pada bagian tertentu pada mata. Nah, pada katarak subkapsular posterior area buram tersebut terjadi di area belakang lensa mata. Kondisi itu jelas menghalangi cahaya yang masuk ke lensa mata karena area buram tersebut berada persis di jalur cahaya.

Lantas, bagaimana bisa diabetes yang dialami seseorang bisa “bergerak” dan turut merusak tatanan indera penglihatan manusia? Begini kira-kira—seseorang yang menderita diabetes mengalami penumpukan glukosa atau zat gula di dalam tubuhnya, ya ‘kan?

Nah, penumpukan zat gula itu bisa mengacaukan apa saja di dalam tubuh manusia, termasuk memengaruhi lensa mata sehingga kondisi dan performanya menurun. Zat gula yang menjadi biang keladi dari pembentukan salah satu jenis katarak ini dinamakan sorbitol. 

Sorbitol inilah yang pada akhirnya, seperti disebut di atas, membentuk awan keruh atau area buram yang menutupi lensa. Katarak sudah terbentuk akibat penumpukan sorbitol, pandangan penderita akhirnya menurun karena indera penglihatan tak mampu lagi menangkap cahaya secara optimal.

Jenis katarak ini, juga jenis katarak lainnya, biasanya akan berkembang secara perlahan atau tidak sekonyong-konyong. Namun, dengan pasti katarak akan semakin memburuk dan membuat penderitanya kehilangan penglihatan sama sekali. 

Pengidap diabetes punya persentase yang tinggi untuk mengalami atau mendiap jenis katarak ini pula. Disebut-sebut bahkan kemungkinan terjadinya hingga 60 persen lebih tinggi jika dibandingkan dengan orang tanpa diabetes. Kendati demikian, jenis katarak karena diabetes tetap dapat diupayakan agar tidak benar-benar terjadi menjadi komplikasi diabetes itu sendiri.

Cara atau upaya terbaik untuk mencegah terjadinya katarak subkapsular posterior bagi penderita diabetes sebenarnya tak begitu rumit. Ya, penderita diabetes hanya perlu mengendalikan kadar gula darahnya agar tetap stabil. Terdengar mudah dan memang itulah yang harus dilakukan untuk mencegah semua kemungkinan komplikasi dari diabetes.

Namun, dalam praktiknya tentu tak sesederhana itu. Ada banyak pengorbanan dan upaya yang perlu dilakukan seorang pengidap diabetes untuk menjaga kadar gula dalam darahnya tidak melonjak drastis. Disebutkan di bawah ini beberapa, meski tak menutup kemungkinan masih banyak lagi di antara:

  • Mengubah pola makan jadi ramah gula, tentu saja, mulai dari menghindari kalori berlebihan, lemak tinggi, hingga sesuatu yang mengandung banyak gula. Penderita juga dianjurkan banyak mengonsumsi buah dan sayur;
  • Rutin olahraga untuk menjaga berat badan ideal dan kondisi kesehatan secara keseluruhan;
  • Mengurangi atau tidak mengonsumsi sama sekali minuman beralkohol;
  • Tidak merokok;
  • Hingga mencegah paparan sinar UVB secara langsung.

Berbagai upaya tersebut bisa dijadikan sebagai ikhtiar bagi penderita diabetes agar tak mendapat komplikasi katarak, utamanya jenis katarak subcapsular posterior. Yang terpenting adalah menjaga pola makan sehat dan kaya vitamin serta mineral juga dapat dikaitkan dengan penurunan risiko katarak. Buah-buahan dan sayuran sudah terjamin punya banyak manfaat kesehatan dan merupakan paling baik untuk meningkatkan jumlah mineral dan vitamin harian. Oleh karenanya, upayakan selalu kesehatan anda dengan menjaga pola makan.

Categories
Penyakit

Ketahui Cara Mengobati dan Mencegah Gatal Bentol di Kelamin Pria

Gangguan pada kelamin tidak hanya dialami oleh wanita, pria pun juga sama rentannya terkena penyakit kelamin. Salah satu gejala penyakit yang paling umum adalah rasa gatal bentol di kelamin pria. Gejala ini bisa mengindikasikan beragam macam penyakit meskipun pada umumnya tidak bersifat berbahaya.

Gatal bentol di kelamin pria ini bisa disebabkan karena banyak hal. Namun, penyebab utama yang sering terjadi adalah karena masalah kebersihan di organ intim tersebut. Pada saat Anda tidak menjaga kebersihan organ intim, maka bisa memicu bakteri, jamur atau virus masuk ke dalam organ intim. Penyebab lainnya bisa berasal dari zat pemicu alergi atau infeksi menular seksual.

penis gatal

Respons pertama yang mungkin Anda lakukan adalah menggaruk rasa gatal dan bentol tersebut. Padahal, cara tersebut hanya akan membuat rasa gatal bentol di kelamin pria semakin bertambah parah. Maka dari itu, lakukanlah cara sederhana untuk mengatasi dan mencegahnya. 

Cara mengatasi gatal dan bentol

Berikut ini beberapa cara yang bisa meredakan sekaligus mencegah munculnya gatal bentol di kelamin pria.

Atasi dengan bahan alami

  1. Kompres dengan air dingin

Air dingin bisa meredakan peradangan dan gatal bentol di kelamin pria yang disebabkan oleh dermatitis kontak, rambut kemaluan yang masuk ke dalam, kudis.

Cara yang dilakukan cukup mudah, Anda hanya perlu mencelupkan lap ke dalam air es dan mengompresnya. Perlu diperhatikan bahwa jangan langsung menempelkan batu es pada area yang meradang tersebut.

  1. Kompres dengan alkohol

Sama halnya dengan air dingin, kompres dengan menggunakan alkohol juga bisa meredakan gatal bentol di kelamin pria. Sebab, di dalam alkohol terdapat kandungan yang memiliki efek antimikroba sehingga isa membunuh bakteri yang menyebabkan rasa gatal dan bentol.

  1. Gunakan pelembap

Iritasi yang menyebabkan gatal bentol di kelamin pria ini bisa diatasi dengan menggunakan beragam jenis pelembap. Namun, untuk mengetahui jenis pelembap apa yang cocok dengan masalah kulit Anda, maka konsultasikanlah dengan dokter terkait hal tersebut.

Atasi dengan obat

Apabila Anda telah mengetahui apa pemicu rasa gatal bentol di kelamin pria, maka Anda bisa menggunakan obat yang tepat agar gangguan tersebut bisa diatasi sekaligus diobati.

  1. Krim anti jamur

Jamur yang muncul dan menimbulkan gangguan di area kelamin, bisa disebabkan karena kondisi lembap di area tersebut. Maka dari itu, jika gatal bentol di kelamin pria ini disebabkan oleh jamur, Anda bisa mengatasinya dengan menggunakan krim anti jamur.

  1. Krim steroid topikal

Penggunaan krim steroid topikal tidak hanya mampu meredakan rasa gatal, tetapi juga peradangan hingga kemerahan yang terjadi di kelamin pria. Oleh karena itu, krim steroid topikal sering direkomendasikan untuk mengatasi gatal bentol di kelamin pria.

  1. Antibiotik 

Jika gatal bentol di kelamin pria muncul disebabkan karena adanya bakteri, maka Anda bisa menggunakan antibiotik untuk mengatasinya. Namun, perlu Anda ketahui bahwa antibiotik harus diresepkan oleh dokter terlebih dahulu dan dianjurkan untuk dihabiskan hingga tuntas.

Setelah mengetahui bagaimana cara mengobati rasa gatal bentol di kelamin pria saat terjadi, maka Anda juga perlu mengetahui bagaimana cara pencegahannya agar gangguan kelamin yang sangat membuat tidak nyaman tersebut tidak datang kembali.

Cara mencegah rasa gatal dan bentol

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa gatal bentol di kelamin pria ini sering dikaitkan dengan masalah kebersihan. Oleh karena itu, lakukanlah beberapa hal berikut ini.

  1. Rutin mengganti celana dalam

Gantilah celana dalam secara rutin 2 kali sehari. Sebab, urin yang tidak sengaja menempel di dalam celana dalam bisa menjadi penyebab beragam penyakit kelamin. Selain itu, gunakanlah celana dalam dengan bahan katun dan tidak terlalu ketat agar terhindar dari kelembapan.

  1. Membersihkan dengan sabun

Pada saat mandi, maka Anda perlu membersihkan area kelamin dengan sabun agar mengangkat kuman, bakteri, dan menghilangkan kulit mati. 

Namun, jika rasa gatal bentol di kelamin pria sedang dialami, maka dianjurkan untuk memberhentikan sementara penggunaan sabun dan menggantinya dengan membersihkan menggunakan air hangat.

  1. Bersihkan dengan cara yang benar

Hal sepele ini juga bisa menjadi penyebab munculnya rasa gatal bentol di kelamin pria. Maka, bersihkanlah kelamin Anda dengan benar, yakni membasuhnya dari atas ke bawah, atau dari penis ke arah anus dan jangan sebaliknya. Sebab, ketika Anda melakukan sebaliknya, bakteri yang ada di anus bisa masuk ke dalam organ kelamin dan menyebabkan infeksi.

  1. Mencukur rambut kemaluan

Faktanya, kutu juga bisa terdapat pada rambut di kemaluan. Kutu tersebutlah yang akan menimbulkan rasa gatal pada kelamin Anda. Maka, cukurlah rambut kemaluan agar area tersebut tetap bersih dan kering.

  1. Gunakan kondom

Selain menghindari berganti pasangan untuk berhubungan seksual, penggunaan kondom pun dianjurkan untuk mencegah terjadinya gatal bentol di kelamin pria. Penggunaan kondom ini dimaksudkan agar tidak terjadi perpindahan bakteri antar alat kelamin.

Jadi, itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui saat gatal bentol di kelamin pria terjadi, mulai dari pengobatan hingga pencegahan. Dengan menjaga kesehatan organ intim, maka Anda juga menjaga kesehatan seluruh tubuh Anda.

Categories
Penyakit

Ciri-ciri Hipertensi pada Lansia dan Cara Mengatasinya

Hipertensi adalah kondisi tekanan darah tinggi ketika tingkat tekanan darah melebihi 130/80. Meskipun hipertensi bisa dialami oleh siapa saja, tapi kasus hipertensi pada lansia cukup umum terjadi dan perlu diwaspadai.

Seiring bertambahnya usia, Anda memang akan semakin rentan terhadap risiko hipertensi. Oleh sebab itu, Anda dianjurkan untuk mengenali ciri-ciri hipertensi agar bisa melakukan upaya pencegahan sejak dini.

Gejala hipertensi pada lansia

Baik pada lansia maupun pada orang dewasa yang lebih muda, hipertensi menimbulkan gejala yang serupa. Tapi, gejala ini hanya akan terjadi ketika kondisi hipertensi sudah sangat parah. Gejala-gejala tersebut meliputi: 

  • Sakit kepala
  • Sesak napas
  • Mimisan
  • Pusing
  • Muncul bercak darah di mata

Jika Anda merasakan gejala-gejala di atas, artinya kondisi hipertensi Anda sudah cukup parah. Karena, hipertensi yang masih ringan biasanya tidak akan menimbulkan gejala tertentu.

Kebanyakan penderita hipertensi tidak mengetahui bahwa mereka memiliki tekanan darah tinggi, kecuali saat melakukan pemeriksaan tekanan darah khusus dengan alat. Itulah mengapa Anda disarankan untuk melakukan tes tekanan darah secara rutin.

Karena, jika tidak, Anda tidak akan mengetahui bahwa Anda menderita hipertensi. Apalagi gejala hipertensi pada lansia tidak mudah dideteksi. Apabila kondisi tekanan darah tinggi tidak segera diobati, maka kondisi akan Anda akan semakin parah dan berbahaya, bahkan mengancam jiwa. 

Pengobatan untuk lansia yang menderita hipertensi

Bagi para lansia, hipertensi harus diobati dengan perawatan medis. Usia tua meningkatkan risiko komplikasi parah dari hipertensi. 

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan sebagai upaya pengobatan hipertensi untuk para lansia. Berikut ini beberapa cara tersebut: 

  • Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat

Dokter pasti akan meminta Anda untuk memperbaiki gaya hidup sebagai langkah awal pengobatan hipertensi. Pada dasarnya, hipertensi memang bisa berkembang akibat gaya hidup yang kurang sehat.

Ubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, serta menghindari kebiasaan merokok dan meminum alkohol secara berlebih. Ini bisa menjadi upaya perawatan hipertensi pada lansia yang memberikan dampak paling signifikan terhadap kondisi tekanan darah Anda. 

  • Terapi dengan obat

Terapi dengan obat biasanya dilakukan apabila perubahan gaya hidup masih tidak berhasil menurunkan kadar tekanan darah yang tinggi. Ada beberapa jenis obat yang umumnya diberikan khusus untuk penderita hipertensi.

Contohnya seperti obat berjenis diuretik tiazid yang bekerja dengan menghambat saluran kalsium untuk mengontrol tekanan darah. Satu jenis obat saja mungkin sudah cukup untuk menurunkan tekanan darah. Tapi, terkadang ada juga penderita yang terpaksa menggunakan obat kombinasi karena kondisinya sudah cukup parah.

  • Melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin

Langkah ini mungkin bukan bagian dari pengobatan hipertensi untuk lansia, tapi tetap perlu dilakukan secara rutin. Pemeriksaan tekanan darah rutin memungkinkan Anda untuk mengetahui apakah pengobatan hipertensi yang dijalani membuahkan hasil atau tidak. 

Anda bisa membeli alat pengecek tekanan darah untuk melakukan pengukuran sendiri di rumah. Tapi, jika ingin hasil yang lebih akurat, Anda juga bisa melakukan pemeriksaan langsung di fasilitas kesehatan. 

Pengobatan hipertensi pada lansia hampir serupa dengan penderita hipertensi usia muda. Hanya saja, jenis obat yang diberikan akan berbeda, karena beberapa jenis obat bisa memicu komplikasi yang serius bila digunakan pada lansia. Tetap ikuti anjuran pemakaian obat dari dokter dan konsumsilah obat sesuai dosis yang ditentukan.

Categories
Penyakit

BAB Tidak Lancar? Ini Tips Mengatasinya

BAB tidak lancar bisa sangat menyiksa Anda! Sulitnya membuang air besar sendiri kerap dikenal sebagai sembelit di mana frekuensi BAB Anda kurang dari 3 kali dalam seminggu. Bukan hanya frekuensi yang sedikit, sembelit juga bisa membuat Anda merasa sangat sakit setiap kali hendak membuang feses. 

Sebaliknya jika Anda mengalami BAB tidak lancar, penanganan segera dilakukan. Soalnya jika dibiarkan, Anda akan kerap dihantui gejala perut mulas juga risiko wasir yang meningkat. Tidak melulu harus ke dokter, penanganan BAB yang sulit bisa diawali dengan melakukan sejumlah penanganan dari rumah. 

Merasa sakit saat BAB dapat disebabkan oleh berbagai hal

Buat Anda yang sering mengalami BAB tidak lancar, mulai coba melakukan tips-tips di bawah ini. Walaupun terkesan simpel, cara penanganan sembelit di bawah ini bisa sangat efektif untuk meningkatkan frekuensi BAB sekaligus mempermudah feses keluar. 

Minum Banyak Air Putih 

Tidak jarang seseorang mengalami sembelit karena tubuhnya kerap mengalami kekurangan cairan. Jika Anda termasuk yang demikian, mulailah untuk lebih banyak minum air putih setiap air. Diperlukan setidaknya 2,5 liter air putih tiap hari agar aktivitas BAB Anda bisa normal, tanpa mengeluhkan rasa sakit ketika melakukannya. 

Santap Makanan Kaya Serat 

Dokter umumnya akan meresepkan suplemen serat jika Anda berkonsultasi terkait BAB tidak lancar. Namun sebelum mencoba suplemen tersebut, tidak ada salahnya memperoleh serat dengan cara yang lebih alami, bukan? Anda bisa mengonsumsi sajian makanan berserat tinggi, seperti sayuran, buah-buahan, kacang, juga roti gandum untuk memperlancar BAB. 

Seruput Segelas Kopi 

Apakah Anda pernah mendadak merasa ingin BAB di pagi hari setelah menyeruput segelas kopi? Cara ini tidak salah sebab kafein pada kopi dapat merangsang kerja usus sehingga BAB menjadi lebih lancar. Bukan hanya karena kandungan kafeinnya, kopi juga mengandung serat larut dalam jumlah terbatas yang meningkatkan keseimbangan baik di usus sehingga mencegah sembelit. Mengonsumsi segelas kopi di pagi hari akan meningkatkan keinginan untuk BAB sampai 60 persen lebih tinggi dibandingkan Anda hanya meneguk segelas air putih.

Konsumsi Makanan Mengandung Probiotik 

Makanan dengan kandungan probiotik dapat meningkatkan jumlah bakteri baik di usus sehingga sistem pencernaan menjadi lebih lancar. Anda pun bisa mengucapkan selamat tinggal pada masalah BAB tidak lancar. Bukan hanya yogurt, makanan dengan kandungan probiotik yang dapat membantu mempermudah BAB, antara lain tahu, tempe, juga kimchi. 

Lakukan Pijatan Kolon 

Pijatan kolon kerap dijadikan senjata untuk mengatasi sembelit pada bayi, padahal jenis pijatan ini juga efektif bagi orang dewasa. Anda hanya perlu melakukan pijatan melingkar di sekitaran pusar searah jarum jam, sambil sesekali mengurut area ulu hati sampai mendekati pusar. Pijatan ini sangat ampuh merangsang usus untuk bergerak lebih cepat dan mempermudah proses BAB. 

Permudah dengan Olahraga 

Jika selama ini Anda sering mengalami BAB tidak lancar, bisa jadi karena Anda malas berolahraga. Cobalah untuk mulai rutin melakukan olahraga ringan tiap hari untuk memperlancar sistem pencernaan. Baik jogging maupun jalan santai sekalipun cukup efektif meningkatkan aliran darah ke seluruh perut sehingga pergerakan usus lebih terdorong. 

Buang Air dengan Posisi Jongkok  

Anda sering merasa mulas ingin BAB, tetapi menjadi sulit mengeluarkannya ketika sudah sampai di kamar mandi? Mungkin saja karena Anda berada di posisi duduk. Jika BAB tidak lancar, cobalah buang air dengan posisi jongkok. Apabila Anda menggunakan kloset duduk, Anda bisa membawa bangku kecil ke kamar mandi, kemudian menempatkan kaki di atasnya. Ini akan membuat bokong Anda mirip dengan posisi jongkok. 

Sekarang Anda tidak pusing lagi menghadapi BAB tidak lancar, bukan? Beragam cara yang muda bisa menjadi penyelamat Anda untuk lebih sering dan lebih mudah mengeluarkan sampah makanan dari perut.

Categories
Penyakit

Anterior Uveitis, Kasus Mata Merah yang Dapat Menyebabkan Kebutaan

Anterior uveitis adalah salah satu kondisi mata merah yang disebabkan oleh pembengkakan di lapisan tengah mata atau uvea, termasuk iris dan badan siliaris. Karena itu kondisi ini juga sering disebut dengan iritis. 

Biasanya, mata merah dikaitkan dengan debu halus atau kotoran yang masuk ke dalam mata. Tapi pada anterior uveitis, kondisi ini terjadi karena trauma pada mata, penyakit, atau tanpa penyebab yang jelas. Karena itu dua kondisi ini sering disamakan. Uveitis memang bukanlah kondisi yang serius, tapi jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan kebutaan dini. 

image Uveitis

Penyebab Anterior Uveitis

Uveitis terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan bagian mata yang mempengaruhi. Misalnya, uveitis anterior terjadi di bagian depan mata dan merupakan jenis uveitis yang paling ringan. Uveitis intermediet mempengaruhi bagian tengah mata, dan uveitis posterior yang terjadi di bagian belakang mata. Ada juga panuveitis yang mempengaruhi seluruh bagian mata.

Kebanyakan kasus uveitis, termasuk uveitis anterior, tidak memiliki penyebab yang jelas (idiopatik), sehingga kondisi tersebut dianggap sebagai penyakit autoimun yang hanya mempengaruhi mata. Namun ada beberapa hal yang dipercaya menjadi faktor penyebab uveitis, yaitu:

  • Efek samping penggunaan obat
  • Trauma atau cedera mata akibat benturan benda keras
  • Paparan racun atau bahan kimia 
  • Kondisi autoimun terkait, seperti penyakit Crohn, penyakit Kawasaki, kolitis ulseratif, psoriasis, artritis reumatoid, dan lain-lain
  • Infeksi yang dipercaya berkaitan, seperti AIDS, herpes, sifilis, toksoplasmosis, dan lain-lain

Pasien penderita autoimun sangat rentan terhadap uveitis. Pada kasus yang sangat jarang, kanker yang mempengaruhi mata seperti limfoma juga bisa memicu anterior uveitis.

Gejala Anterior Uveitis

Untuk membedakan anterior uveitis dengan kondisi mata merah biasa, dokter akan memeriksa tanda-tanda lainnya seperti:

  • Mata sakit, perih, nyeri, dan meradang
  • Sangat sensitif terhadap cahaya
  • Terdapat floaters atau bintik gelap mengambang di penglihatan
  • Penglihatan kabur
  • Pupul keci atau berbentuk tidak beraturan

Gejala tersebut bisa terjadi pada satu atau kedua mata. Dokter juga akan memeriksa bagian depan dan dalam mata dengan menggunakan mikroskop khusus, serta tes diagnostik lain untuk menemukan penyebab anterior uveitis yang dialami pasien.

Bisakah anterior uveitis diobati?

Anterior uveitis bisa diobati dengan obat mata yang diresepkan dokter, terkadang dikombinasikan dengan obat anti-inflamasi. Obat tetes mata ini berfungsi melebarkan pupil dan mengurangi rasa sakit. Saat pemakaian, obat ini memiliki efek samping mengaburkan penglihatan dan meningkatkan sensitivitas cahaya. Karena itu dokter akan menyarankan penggunaan kacamata hitam. Namun obat ini juga akan menenangkan otot iris, sehingga mata akan lebih nyaman. 

Dokter akan meresepkan obat mata tersebut untuk penggunaan beberapa hari atau bisa sampai berminggu-minggu. Gunakan obat secara teratur sesuai dengan dosis dan anjuran dokter. Jangan menghentikan penggunaan obat karena bisa menyebabkan kekambuhan. 

Jika kondisi tak kunjung membaik, dokter akan memberikan perawatan lain berupa suntikan steroid di bawah jaringan luar mata. Dokter juga mungkin memberikan obat steroid oral. 

Catatan

Anterior uveitis bisa terjadi pada orang sehat ataupun orang dengan kondisi medis tertentu, khususnya penyakit autoimun. Uveitis anterior pada individu yang sehat tak bisa dicegah karena seringkali penyebabnya tidak diketahui. Sedangkan pasien penderita autoimun rentan terhadap kondisi tersebut, dan sebisa mungkin melakukan upaya pencegahan dan pengobatan sedini mungkin.

Diagnosis dan penanganan yang terlambat bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti glaukoma, katarak, atau edema retina yang mengarah pada kebutaan permanen. 

Categories
Penyakit

Ragam Penyebab Flu di Dunia, Selain Covid-19

Sebagai sebuah penyakit menular, flu atau influenza merupakan jenis penyakit yang sudah cukup lama dikenal. Secara sekilas flu memang terlihat sebagai penyakit ringan. Namun, sejarah mencatat beberapa penyebab flu yang membawa pandemi di dunia. Ini disebabkan oleh berbagai mutasi virus flu yang berasal dari gen influenza yang berbeda-beda.

Lalu, apa saja virus penyebab flu yang sempat merebak menjadi pandemi dan memakan banyak korban jiwa?

H1N1 Virus pada Pandemi 1918

Salah satu pandemi terawal yang sempat dialami oleh umat manusia adalah pandemi pada tahun 1918-1919 yang disebabkan oleh virus H1N1. Sayangnya, tidak ada yang tahu dari mana sumber flu ini berasal. Meski begitu, Amerika Serikat mencatat bahwa virus H1N1 berasal dari gen Avian.

Pada saat pandemi tersebut berlangsung terdapat estimasi 500 juta manusia atau sepertiga dari populasi Bumi yang terjangkit dengan 50 juta kematian. Tingkat kematian paling tinggi pun terjadi pada anak-anak berusia kurang dari 5 tahun, individu berusia 20-40 tahun, dan lansia yang berusia lebih dari 65 tahun. Meski kini virus tersebut sudah banyak dikaji dan dievaluasi, namun penyebab mengapa pandemi memiliki dampak begitu besar masih sangat sulit diketahui.

Banyak yang memilih untuk mempercayai bahwa penyebab flu ini menjadi begitu mematikan adalah karena tidak adanya vaksin dan tidak adanya antibiotik untuk mengobati infeksi turunan akibat flu yang terjadi. Akibatnya intervensi yang dilakukan bukan dalam bentuk pengobatan, melainkan pencegahan. Persis seperti yang terjadi saat Coronavirus menyerang.

H2N2 Virus atau Asian Flu

Pada Februari 1957, jenis virus flu baru merebak di Asia Timur yang kemudian memicu pandemi yang dikenal sebagai Asian Flu. Virus ini pertama kali dilaporkan di Singapura sebelum kemudian terus menyebar ke daerah-daerah lain bahkan Amerika Serikat.

Tak jauh berbeda dari pandemi pendahulunya, virus H2N2 juga berasal dari gen Avian, namun dengan tipe virus influenza A. Virus ini terdeteksi dengan beberapa gejala seperti meriang, kaki yang terasa lemah, radang tenggorokan, flu disertai ingus, batuk, dan demam. Pada beberapa anak-anak, terutama yang laki-laki, turut menderita mimisan. Asian Flu umumnya terdiri dari 2-3 fase dengan fase kedua yang dimulai 2-14 hari setelah fase pertama terlewati dan menjadi fase kritis. Akibatnya, Asian Flu mengambil nyawa sedikitnya 1,1 juta dari populasi dunia.

Swine Flu atau Flu Babi

Sebelum Covid-19 muncul, dunia mengenal satu jenis pandemi flu terbaru di tahun 2009. Disebut juga sebagai Flu Babi, pandemi ini disebabkan oleh jenis virus baru yang belum pernah dikenali sebelumnya. Meski begitu, mutasi virus ini juga datang dari virus H1N1 dengan kombinasi gen baru yang bahkan sebenarnya tidak ditemukan pada binatang maupun manusia. Karenanya, virus ini juga disebut sebagai (H1N1)pdm09.

Karena sama-sama datang dari varian virus H1N1, maka mereka yang pernah terpapar oleh virus H1N1 memiliki antibodi yang dapat beradaptasi dan menangkal varian virus baru ini. Selain itu, vaksin flu musiman juga disebut membantu meminimalisir dampak buruk akibat persebaran virus flu babi. Meski begitu, tetap ada korban jiwa akibat Flu Babi. CDC mengestimasikan 151.700-575.400 jiwa melayang akibat virus ini.

Categories
Penyakit

Penanganan, Gejala, dan Penyebab Hepatitis C

Merupakan salah satu jenis penyakit hepatitis, diketahui bahwa penyebab hepatitis c adalah virus HCV.

Diketahui virus ini menyebar melalui kontak darah yang terinfeksi melalui jarum suntik atau peralatan lain yang banyak digunakan untuk konsumsi narkoba.

Hepatitis C merupakan penyakit yang sebenarnya bersifat jangka panjang, dan jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan komplikasi seperti sirosis dan kanker hati.

Lalu seperti apakah sebenarnya penyebab dan gejala penyakit ini?

Penyebab hepatitis c

Dilansir dari Medical News Today, terdapat beberapa hal yang menyebabkan penyakit ini. Umumnya penyakit ini disebabkan oleh virus HCV.

Selain itu, penyakit ini juga disebabkan oleh transfusi darah dari seorang penderita penyakit ke bukan penderita atau yang masih sehat.

Selain penyebab, penyakit ini juga dapat dengan mudah hinggap pada mereka yang memang mempunyai faktor-faktor risiko sebagai berikut:

  • Pertama, orang yang gemar menusukkan jarum suntik untuk penggunaan obat-obatan terlarang juga dapat terkena penyakit ini
  • Kedua, mereka yang menerima transfusi dan transplantasi organ
  • Ketiga, terkena paparan dari suntikan jarum. Biasanya adalah mereka yang bekerja di pelayanan kesehatan
  • Keempat, orang yang lahir dari ibu yang terkena Hepatitis C
  • Kelima, kontak seksual tanpa alat pengaman atau dalam berhubungan seksual tersebut menggunakan metode penetrasi lewat anal
  • Keenam, berbagi barang yang mudah menimbulkan luka seperti sikat gigi atau pisau cukur
  • Ketujuh, suntikan dari bagian perawatan kecantikan
  • Kedelapan, merajah tato secara sembarangan 

Gejala hepatitis c

Dalam beberapa kasus, mereka yang menderita Hepatitis C terkadang sama sekali tidak menunjukkan gejala.

Umumnya gejala penyakit ini bisa dimulai dari penyakit ringan yang berlangsung selama beberapa minggu hingga penyakit berat dan kronis.

Pada Hepatitis C yang akut, gejala akan muncul pada 2 hingga 12 minggu setelah tertular. Gejalanya sendiri sangat tidak mudah ditebak dan bisa muncul mendadak, serta tidak diketahui secara pasti kondisi gejala ini sehingga oleh para ahli disebut sebagai silent epidemic.

Adapun beberapa kondisi umum dari gejala penyebab Hepatitis C akut ini adalah penderita akan merasakan demam, mengalami kelelahan, sakit perut, kehilangan selera makan, mual atau muntah, urine berwarna gelap, nyeri sendi, dan mengalami penyakit kuning walaupun jarang.

Pada Hepatitis C yang kronis adalah tidak menunjukkan gejala apapun seperti halnya pada akut mengingat kronis adalah situasi ketika tubuh tidak dapat membersihkan virus sama sekali.

Adapun gejala hanya akan dirasakan saat si penderita menjalani penapisan dan tes darah rutin untuk donor darah.

Penanganan hepatitis c

Untuk bisa menangani Hepatitis C ini biasanya dokter akan meminta Anda meminum obat antivirus dalam rentang waktu 8-24 minggu.

Obat antivirus ini dipercaya dapat langsung menyembuhkan sebagian besar kasus Hepatitis C, baik akut maupun kronis.

Meski begitu terdapat efek samping dari penggunaan obat ini, yaitu penderita akan mengalami sakit kepala dan merasa lelah.

Obat bekerja langsung dengan menargetkan siklus hidup virus HCV untuk dihancurkan. Di pasaran obat ini tersedia dengan nama Zepatier, Mayvret, Harvoni, Pegasys, dan Sovaldi.

Pemberian obat tergantung pada genotipe virus. Pemberian obat ini memudahkan para tenaga medis untuk menyembuhkan para penderita virus.

Meskipun demikian penanganan melalui pemberian obat antivirus ini cukup mahal biayanya, sehingga Anda disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan penyedia jasa kesehatan langganan Anda mengenai pembayaran.

Itulah mengenai penyebab hepatitis c beserta gejala dan penanganannya yang perlu Anda ketahui saat Anda terkena penyakit tersebut.

Categories
Penyakit

Mengatasi Hidung Meler dan Mata Bengkak karena Menangis

Pernahkah Anda berada di situasi menangis terlalu lama dan berakhir dengan mata bengkak? Tidak hanya mata, hidung meler seperti mengeluarkan cairan ingus juga terjadi saat orang terlalu lama menangis. Menangis adalah hal yang lumrah. Bahkan ada beberapa kasus dimana menangis tanpa sebab dialami oleh sebagian orang. Adanya air mata yang keluar tanpa sebab biasanya disebabkan karena iritasi mata. Selain itu, faktor kesedihan secara emosional adalah penyebab seseorang pada akhirnya menangis. 

Mengapa Seseorang Menangis?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, menangis adalah respon tubuh yang alami. Berikut beberapa penjelasan mengapa seseorang bisa menangis.

Iritasi Mata

Secara umum, iritasi mata bisa disebabkan karena berbagai hal, mulai dari asap rokok, alergi, paparan debu, infeksi, hingga pemakaian lensa kontak dalam waktu yang cukup lama.  Iritasi menyebabkan mata gatal dan berwarna merah. Gejala umum seseorang mengalami iritasi adalah sensasi terbakar pada area mata, beberapa kasus menemui mata sensitif terhadap cahaya, dan mata berarir. Itulah alasan mengapa seseorang terkadang tiba-tiba terlihat seperti menangis, karena matanya terkena iritasi.

Menangis karena Emosional

Menangis adalah hal lumrah. Ada berbagai penyebab mengapa seseorang menangis, mulai dari pengaruh hormon, kelelahan, merasa stres, cemas, depresi, hingga sedang berduka. Manusia butuh meluapkan emosinya, karena dengan menangis, kita mendapatkan berbagai manfaat seperti menyeimbangkan emosi, memperbaiki suasana hati dan mengurangi stres. Selain itu, menangis juga dapat melawan bakteri, lho! Air mata mengandung lysozyme, yaitu senyawa antibakteri yang dapat meminimalisir risiko terinfeksi beragam bakteri seperti antraks, dan lain-lain. 

Namun, tidak jarang saat seseorang terlalu larut saat menangis menyebabkan hidung meler dan mata menjadi bengkak. Tidak hanya itu, mata juga terasa panas dan berwarna kemerahan. Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi hidung meler dan mata bengkak karena menangis?

Tips Atasi Hidung Meler dan Mata Bengkak Setelah Menangis

Menangis dalam waktu yang lama akan menimbulkan beberapa efek pada hidung dan mata. Misalnya, hidung yang mengeluarkan cairan ingus dalam jumlah yang banyak hingga mata menjadi merah dan bengkak. Berikut cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut! 

  • Bersihkan dengan tisu. Cara ampuh membersihkan cairan ingus saat menangis adalah menggunakan tisu. Itulah alasan mengapa saat menangis lebih baik menyediakan tisu. Setiap saat ingus keluar, Anda bisa segera membersihkannya.
  • Kompres dengan air dingin. Kompres dingin memiliki fungsi meredakan pembengkakan pada mata akibat menangis terlalu lama. Cara menyediakan kompres dingin cukup mudah. Siapkan handuk kecil, rendam di air es selama kurang lebih 2 menit. Kemudian letakkan di kedua mata yang bengkak.
  • Menggunakan irisan timun. 

Tak hanya kompres dingin, mata bengkak bisa diatasi dengan irisan timun. Supaya lebih segar, Anda dapat menyimpan timun di kulkas terlebih dahulu. Apabila sudah dingin, iris menjadi bulatan dan tempelkan pada kedua mata yang bengkak. Hal tersebut dilakukan karena mentimun mengandung caffeic dan asam askorbat, zat yang berfungsi menurunkan retensi air dan meredakan mata bengkak. 

  • Kompres kantong teh

Selain menggunakan handuk dan irisan mentimun, redakan mata bengkak dengan menggunakan kantong teh. Sebelum meletakkannya di kedua mata, basahi terlebih dahulu kantong teh dan dinginkan kurang lebih sekitar 20 menit. Kandungan kafein dalam kantong teh dapat melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi pembengkakan pada mata. 

Itulah cara mengatasi hidung meler dan mata bengkak setelah menangis. Meluapkan kesedihan dengan menangis adalah hal lumrah. Namun, jika menangis dialami seseorang dengan berlebihan, maka dapat menyebabkan hidung meler dan mata menjadi bengkak.