Categories
Parenting

Yuk, Perhatikan Posisi Tidur Bayi yang Benar!

Umumnya, bayi akan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur. Bahkan, usia bayi 4-7 bulan membutuhkan waktu tidur sekitar 12-14 jam dalam sehari. Selama itu pula, posisi tidur bayi akan berubah-ubah. Ibu dan ayah, perhatikan terus ya posisi tidur bayi yang benar

Waktu tidur yang cukup lama tersebut membuat bayi sering mengubah posisi tidur mereka mulai dari posisi tidur miring, terlentang, hingga tengkurap. Namun apakah ibu tahu bahwa posisi tidur yang miring tersebut baik atau tidak bagi bayi? Yuk simak posisi tidur bayi yang baik dan benar.

Posisi tidur yang berbahaya bagi bayi

Selain bisa membantu meningkatkan kualitas tidur bayi ternyata posisi tidur juga penting untuk menghindari risiko bahaya bagi bayi. Biasanya bayi menggunakan bantal, guling, selimut, dan hal lainnya. Namun secara tidak langsung, adanya benda-benda ini disekitar bayi bisa menimbulkan risiko mati lemas yang tidak disengaja.

Beberapa penelitian mengemukakan bahwa beberapa kasus kematian bayi dikarenakan oleh posisi tidur bayi yang salah karena kekurangan oksigen. Salah satu posisi tidur bayi yang dapat menimbulkan risiko bahaya bagi bayi yaitu posisi tidur menyamping dan tidur tertelungkup. Hal ini dapat mengakibatkan bayi jadi susah bernafas dan bisa menyebabkan bayi menelan kembali apabila muntah saat tidur.

Umumnya otot leher bayi terbilang masih lemah sehingga belum mampu menahan atau menangkap kepalanya terutama pada saat posisi tidur tengkurap. Oleh karena itu posisi tengkurap tidak disarankan bayi tidur dalam posisi tengkurap atau terlentang. Selain itu, sebaiknya hindari tempat tidur bayi seperti di sofa, kasur empuk, dan kasur air. Pilihlah kasur yang kuat dan ditutupi tirai tipis yang tidak menjulur. Singkirkan seluruh mainan atau boneka saat bayi sedang tertidur.

Posisi tidur bayi yang benar

Beberapa penelitian bahkan dokter pun telah menyarankan bahwa posisi tidur bayi yang benar, yaitu posisi tidur telentang. Dengan posisi tidur ini, maka bisa menghambat bayi terkena risiko berbahaya lainnya hingga usianya sekitar 1 tahun. Posisi tidur telentang dapat membuat bayi bernafas dengan baik dan tidak pengap saat tidur. Mungkin beberapa berfikir bahwa memposisikan bayi tidur menyamping merupakan salah satu cara lainnya agar bayi mudah mengembalikan posisi tidur mereka menjadi terlentang, namun kenyataannya posisi tidur miring tidak direkomendasikan.

Bukan hanya posisi tidur yang harus diperhatikan, namun pemilihan tempat tidur juga penting bagi bayi. Apabila ibu memilih untuk menggunakan ranjang tidur, sebaiknya lakukan beberapa hal ini :

  • Pastikan posisi bayi tidur terlentang tanpa selimut dan boneka maupun mainan bayi di sekitarnya.
  • Pastikan suhu kamar dimana tempat bayi tertidur tidak terlalu hangat apalagi panas agar bayi tidak merasakan pengap. Selain itu apabila menggunakan AC sebaiknya suhu nya juga tidak terlalu dingin dan posisi ranjang bayi untuk tidur jangan langsung dekat dengan AC. Pastikan dikamar tersebut memiliki jendela untuk sumber angin masuk dan keluar agar sirkulasi udara baik.
  • Jauhkan bayi dari asap rokok, karena pengaruh asap rokok bisa menyebabkan bayi sesak nafas.
  • Jika bayi lahir secara prematur sebaiknya jangan disamakan ranjang tempat tidur nya dengan orang tua atau orang lain, sebaiknya sediakan khusus ranjang tidur mereka sendiri.
  • Pastikan saat ingin tidur, bayi menggunakan pakaian yang nyaman dan tidak terlalu tebal, hal ini bertujuan agar bayi bisa memiliki kualitas tidur yang nyenyak dalam tidurnya.

Nah, itulah beberapa hal yang harus diperhatikan saat bayi akan tidur, mulai dari posisi yang baik hingga kondisi ranjang tidurnya, agar tidak berbahaya bagi bayi saat mereka istirahat.

Categories
Parenting

7 Makanan Sehat Alami untuk Vitamin Otak Anak

Sebagai orang tua, tentunya Anda ingin memastikan si kecil dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Untuk itu, wajar jika Anda mulai mencari vitamin otak anak yang tepat.

Perkembangan otak sering dipandang remeh, padahal sama pentingnya dengan perkembangan tubuh. Melihat anak tumbuh semakin besar tentunya membahagiakan, tapi Anda juga perlu memperhatikan perkembangan otaknya.

Faktanya, otak adalah organ yang sangat lapar. Otak menyerap sebagian besar nutrisi dari makanan yang kita konsumsi, bahkan lebih besar dari organ lain.

Artinya, apa yang dimakan anak akan memengaruhi pertumbuhan otaknya. Anda tentu bisa membantunya dengan vitamin otak anak, tapi sebelum itu yuk kenali 7 makanan bernutrisi untuk otak anak!

Vitamin otak anak yang bagus antara lain Cerebrofort Gold

1. Salmon / Ikan Gabus

Salmon mungkin terdengar mahal, tapi ketahuilah bahwa nutrisi ikan salmon tidak lebih banyak dari ikan gabus. Jadi Anda punya alternatif ya!

Ikan ini mengandung DHA dan EPA, dua nutrisi yang penting untuk pertumbuhan dan fungsi otak. Faktanya, lemak baik yang terkandung pada ikan tersebut dapat membentuk pikiran anak lebih tajam dan mental yang lebih tangguh.

2. Telur

Telur dikenal sebagai sumber protein yang lengkap. Namun, kuning telur juga mengandung kolina, penyusun vitamin B kompleks yang membantu perkembangan ingatan pada anak.

Coba masak telur sebagai sarapan anak Anda. Nah sebagai orang tua mungkin Anda harus mulai mengurangi konsumsi kuning telur, jadi anak bisa mendapatkan lebih deh!

3. Kacang-kacangan

Kacang mengandung vitamin E tinggi yang penting bagi otak. Faktanya vitamin E adalah nutrisi utama yang ditemukan di otak anak.

Vitamin E dapat ditemukan di kacang-kacangan seperti almond, kuaci, minyak zaitun, kemiri, kacang tanah, hingga sayuran seperti bayam, brokoli, dan wortel.

Anda juga bisa menggunakan selai kacang, tapi pilih yang alami dengan kandungan gula tidak terlalu banyak ya.

4. Biji-bijian utuh (Whole Grains)

Otak membutuhkan suplai glukosa, yang terbaik bisa Anda dapatkan dari whole grain. Whole grain adalah biji-bijian yang belum mengalami proses pengolahan, jadi tidak harus gandum.

Biji-bijian yang tidak diolah masih mengandung kulit dan endorsperm. Lapisan ini biasanya dibuang saat diolah, padahal lapisan tersebut sangat penting karena kaya serat dan vitamin.

Untuk anak, Anda bisa mencoba mencari sereal whole grain, tapi pastikan yang kandungan gulanya sedikit ya. Roti gandum juga dapat menjadi opsi terbaik.

5. Oat/Oatmeal

Oat atau oatmeal bisa jadi salah satu pilihan sereal favorit anak-anak. Biasanya oat untuk anak sudah diolah dengan rasa-rasa yang membuat mereka suka.

Oat kaya serat yang dapat membantu menutrisi otak anak dalam waktu lama. Oat juga mengandung vitamin E, vitamin B, dan zinc.

6. Buah Beri

Segala jenis beri seperti stroberi, rasberi, atau bluberi, sangat bagus bagi otak anak. Mudah saja, semakin pekat warna beri, semakin padat kandungan nutrisinya.

Menurut Web MD, studi telah membuktikan bahwa memori anak dapat berkembang dengan konsumsi bluberi dan stroberi.

7. Kacang merah

Kacang merah adalah makanan spesial yang kaya protein, karbohidrat kompleks, dan serat. Kandungan vitamin dan mineral di dalamnya juga cukup tinggi.

Kacang merah sangat bagus membantu menutrisi otak anak. Energi anak bisa dimaksimalkan untuk berpikir di sekolah, khususnya jika Anda menyediakan kacang merah dalam bekal makan siang.

Bantuan suplemen otak anak

Nah terkadang Anda mungkin kesulitan membentuk kebiasaan makan sehat pada anak. Terlebih jika anak Anda termasuk rewel dan pilih-pilih makanan. 

Tentu Anda masih harus mencoba memberikan 7 makanan sehat di anak, tapi di saat yang sama Anda bisa membantunya dengan vitamin otak anak.

Anda bebas memilih produk vitamin apa pun, asal mengandung tiga nutrisi utama: Lutein, Vitamin E, dan DHA. Jika mau, Anda bisa menyimak rekomendasi vitamin otak anak SehatQ berikut ini ya.

Vitamin otak anak juga dapat membantu Anda memastikan kebutuhan si kecil tetap terpenuhi dengan baik untuk perkembangannya. Pilih vitamin yang sesuai dengan kebutuhannya ya!

Categories
Parenting

Anak Susah Makan? Ketahui Penyebab dan Cara Atasinya

Masalah anak yang kerap susah makan pasti masih jadi salah satu problem terbesar bagi para orang tua. Saat anak susah makan, ditakutkan asupan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan anak tidak tercukupi dengan baik. Hal ini tentu akan berpengaruh pada tumbuh kembang sang anak. Untuk mengatasinya masalah tersebut, para orang tua harus tahu dulu apa penyebab utama anak susah makan serta menolak makan. Setelah tahu penyebab, barulah ibu dapat memikirkan langkah apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. 

1. Picky eater

Picky eater adalah kondisi dimana anak hanya akan memilih beberapa makanan yang ia suka. Ini biasanya disebabkan saat anak dikenalkan dengan makanan yang menurutnya enak, hingga akhirnya ia akan menolak makanan lain yang diberikan. Picky eater pada anak berkepanjangan akan tidak baik bagi tumbuh kembang anak, sebab anak akhirnya tidak akan mendapat gizi dan nutrisi lain yang seharusnya dibutuhkan tubuh. 

2. Masalah pencernaan

Anak biasanya akan lebih sulit menerima makanan saat pencernaannya mengalami masalah, contohnya perut kembung, sembelit, atau muntah. Saat anak dalam kondisi seperti ini, pemberian obat atau multivitamin dapat membantu keluhan yang terjadi.

3. Trauma akan makanan

Saat anak mengalami pengalaman yang kurang baik saat makan sesuatu, anak jadi enggan mengkonsumsi makanan tersebut dan akhirnya menolak serta kehilangan nafsu ketika diberikan makanan tertentu. Jika tak diarahkan, bisa-bisa rasa trauma ini akan tetap ada hingga anak dewasa. 

4. Penyakit flu

Anak yang badannya flu atau sedang tidak fit juga berpotensi kehilangan nafsu makan. Saat sedang flu, anak mudah mengalami rasa lemas, mulut hambar, bahkan hingga mual yang akhirnya bisa menyebabkan nafsu makannya berkurang.

5. Terlalu sering mengkonsumsi makanan cepat saji

Bukan hal yang salah saat orang tua memberikan makanan yang disukai anak, tapi saat anak terlalu sering mengkonsumsi makanan cepat saji yang ia suka, tak menutup kemungkinan anak akan menolak makanan lain yang diberikan sebab anak sudah terbiasa dengan makanan cepat saji tersebut.

Lalu hal apa yang dapat orang tua lakukan untuk dapat mengatasi masalah tersebut?

1. Kenalkan anak pada makanan lain dengan rasa yang enak namun bergizi

Agar sifat picky eater dapat pelan-pelan diatasi, coba kenalkan anak dengan makanan lain yang menurut Anda cocok di lidahnya. Berikan anak porsi sedikit terlebih dahulu, kemudian lihat responnya. Jika anak menerima dengan baik tambah porsinya dengan perlahan.

2. Berikan multivitamin

Untuk membantu menambah nafsu makannya, coba bantu dengan memberikan anak multivitamin.Salah satu multivitamin yang  dapat Anda coba adalah Biofos suspensi. Biofos suspensi merupakan multivitamin berbentuk sirup yang mampu meningkatkan nafsu makan anak. Multivitamin ini bekerja dengan mempercepat pengosongan perut sehingga anak jadi lebih mudah untuk lapar. Tak hanya itu, ia juga mampu menjaga sistem pencernaan anak agar tetap sehat. Berikan anak biofos suspensi sesudah makan, dan masalah susah makan pada anak dapat pelan-pelan teratasi.

3. Jangan pernah memaksa anak

Meski anak susah makan, jangan pernah memaksanya dengan keras. Hal ini hanya akan membuat ingatan anak akan makanan menjadi buruk. Lebih baik membiarkan anak pelan-pelan memakannya sendiri sambil berikan anak pengertian mengapa ia harus menghabiskan makanan yang ada di depannya.

4. Porsi yang sedikit namun sering 

Daripada langsung memberikan porsi yang banyak, coba berikan anak porsi yang lebih sedikit namun lebih sering. Cara ini dinilai lebih ampuh agar anak lebih semangat menghabiskan makanannya.

5. Tata dengan menarik

Agar makanan terlihat menarik, coba kreasikan makanan dengan berbagai bentuk agar anak semangat memakannya. Anda bisa bentuk makanan dengan mengkreasikan makanan bersama jenis makanan lain sehingga gizi dan nutrisi yang didapat anak pun menjadi beragam.

6. Lakukan dengan hal yang anak sukai

Satu lagi yang dapat Anda coba, cobalah untuk  memberikan anak makan sambil melakukan hal yang ia suka. Contohnya, makan sambil berjalan atau bersepeda di halaman rumah, menonton film, atau sekedar diputarkan tokoh kartun favoritnya. Dengan begini, perasaan enggan makan pada dapat pelan-pelan dialihkan. 

Itulah beberapa cara yang dapat Anda coba untuk mengatasi masalah nafsu makan pada anak. Penting bagi anak untung terus tercukupi asupan makannya terlebih saat anak semakin besar usianya. Kemudian, jangan lupa untuk rutin memberikan anak multivitamin yang baik seperti Biofos suspensi untuk mendukungnya dapat terus makan dengan baik.

Categories
Bayi & Menyusui Hidup Sehat Kulit & Kecantikan Obat Parenting

Berapa Banyak Daya Serap Diapers dari Kotex Huggies?

Kotex Huggies

Begitu bayi lahir, tentu banyak sekali yang telah Anda persiapkan untuk menyambut si buah hati, tak terkecuali persiapkan diapers bayi. Meskipun terlihat sederhana, namun Anda perlu benar-benar memilih popok sekali pakai dengan baik. Mulai dari kenyamanannya hingga ukuran yang sesuai dengan si kecil. 

Kotex Huggies menghadirkan diapers sekali pakai yang sangat praktis. Kira-kira apa saja sih kelebihannya dan bagaimana cara memilih diapers yang baik untuk si kecil. Ini penjelasannya!

Diapers dari Kotex Huggies

Disposable diapers yang dibuat oleh Kotex Huggies sangat praktis, Anda tinggal memakaikannya ke si kecil dan membuangnya saat popok sudah penuh. Popok ini pun sudah sangat elastis dan anti bocor. Anda dapat memilih ukuran sesuai kebutuhan si kecil, pun telah disesuaikan dengan berat badan dan usia anak. 

Huggies Dry Pants Popok Celana ini memiliki 1000 lubang penyerap untuk menjaga kulit tetap kering, dengan karet pinggang elastis, memiliki sistem 4 lekukan tubuh, aliran udara yang maksimal, smart lock dengan jumlah yang banyak dan mampu menyerap 7 gelas cairan (210 ml). 

Bagaimana memilih popok yang tepat

  1. Popok pertama:
  • Perhatikan dengan cermat bagian berat pada setiap popok untuk membantu Anda memilih ukuran yang terbaik untuk bayi Anda yang sedang tumbuh.
  • Popok pertama bayi atau newborn biasanya tertera penjelasan pada kemasan. Pun dengan bayi prematur. 
  • Untuk melindungi tali pusar yang belum lepas, pilih popok yang lebih besar dari ukuran bayi dan lipat popok bagian depan untuk menghindari tali pusar. 
  1. Ukuran dan fit:
  • Ukuran perlu diperhatikan. Popok harus pas di sekitar pinggang dan kaki tanpa celah atau kendur.
  • Biasanya ukuran popok bayi dimulai dari popok untuk bayi yang baru lahir atau newborn, ukuran S (small), M (medium), L (large), XL (extra large) hingga XXL. Pastikan untuk memilih ukuran yang tepat. 
  • Faktanya, popok bayi dijual berdasarkan berat badan bayi, bukan usia.
  1. Kepraktisan

Salah satu hal dalam memilih popok adalah kepraktisan popok tersebut. Pasalnya, Anda harus mempertimbangkan waktu dan uang yang telah dikeluarkan. Ketika Anda memilih sebuah merek, tentu Anda pun akan melihat seberapa cepat dan praktis apa Anda bisa mengganti popok anak. 

  1. Aman

Masalah lain yang perlu diperhatikan orang tua adalah popok sekali pakai adalah apakah ada bahan kimia berbahaya di dalam popok. Meskipun popok sekali pakai menggunakan bahan kimia yang dapat membantu penyerapan, bahan pengering, pewarna, dan wewangian, sebaiknya hindari bahan-bahan berbahaya tersebut untuk menghindari si kecil dari risiko kesehatan apapun. 

  1. Nyaman

Setiap bayi mungkin memiliki tingkat kenyamanan yang berbeda-beda terhadap sebuah popok. Nah, Anda harus mengamati apakah bayi Anda menimbulkan ruam atau reaksi alergi saat digunakan, atau apakah bayi merasa kurang nyaman saat menggunakannya. 

  1. Ramah lingkungan

Memilih popok sekali pakai yang ramah lingkungan pasti akan mempengaruhi harga dari popok tersebut, dan bisa membuatnya lebih mahal. Jadi, pikirkan dengan baik popok seperti apa yang Anda butuhkan dan inginkan. 

  1. Harga

Harga tentunya menjadi hal yang pertama Anda perhatikan. Pasalnya, Anda tidak perlu memaksakan membeli popok sekali pakai dengan harga yang tidak masuk akal. Pastikan harga popok bayi masuk dalam anggaran belanja Anda. 

Semoga beberapa cara di atas dapat membantu Anda dalam menentukan popok sekali pakai yang cocok untuk Anda dan si kecil. Masih bingung? Mengapa tidak membeli popok sekali pakai dari Kotex Huggies saja, produknya sudah terpercaya dan dapat membuat bayi aman dan nyaman saat menggunakannya. 

Categories
Parenting

Mendukung Proses Sosialisasi Anak Selama Karantina di Rumah

Merebaknya wabah Covid-19 memaksa seluruh orang untuk berdiam diri di rumah, terutama anak-anak. Pandemi ini membawa dampak yang sangat besar pada perkembangan sosialisasi anak karena dibatasinya aktivitas di luar ruangan.

Hal ini juga sangat memengaruhi psikologis mereka. Mereka akan merasa terisolasi, bosan, kesal, cemas, sedih, bahkan takut akan penyebaran virus corona.

Membiarkan anak terus menatap layar akan menurunkan keterampilan sosial dan bisa membuat mereka tambah kesepian. Membantu anak beradaptasi dengan pembelajaran online dan rutinitas baru adalah hal terbaik untuk mendukung proses sosialisasi anak.

Namun hal itu juga mungkin tak mudah bagi anak, karena mereka tetap membutuhkan interaksi dengan orang lain walaupun ia melakukan aktivitas sendirian.

Berikut ini tips bagi orang tua untuk mendukung kemampuan sosial anak selama masa pendemi Covid-19.

  • Ajak si kecil memperhatikan orang lain

Salah satu kemampuan terpenting dalam sosialisasi adalah memperhatikan lawan bicara selagi berinteraksi dengan mereka. Karena semakin umumnya penggunaan telepon genggam membuat masyarakat cenderung sulit mengaplikasikan hal ini.

Kurangnya kemampuan ini akan mengarah pada perilaku egois dan cenderung mengalami kesulitan dalam mempertahankan hubungan pertemanan.

Selama di rumah, Anda bisa membantu anak mengasah kemampuan ini. Tak hanya ketika berinteraksi, Anda juga dapat mengajak anak memperhatikan aktivitas yang dilakukan anggota keluarga lain. Misalnya mengajak anak memerhatikan ibu memasak, atau ayah saat berkebun.

Memerhatikan lawan bicara selagi berinteraksi dapat membantu mengembangkan emosi dan empati. Menurut penelitian, anak-anak atau orang dewasa yang terlibat dalam kegiatan ini akan merasa kualitas hubungan mereka semakin baik.

  • Biarkan anak memberi dan menerima percakapan

Proses sosialisasi anak di sekolah seperti berinteraksi dengan teman sebaya membantunya membaca ekspresi wajah dan bahasa tubuh orang lain. Interaksi di sekolah juga membantunya memulai, mengubah, dan mengakhiri percakapan dengan orang lain.

Untuk mengasah kemampuan sosial ini, Anda bisa mendorongnya untuk menemukan sahabat pena dengan menulis surat. Menulis surat adalah cara terbaik anak dalam melatih keterampilan menulis dan mengeja, serta meningkatkan keterampilan komunikasi dan sosial.

Anda juga bisa menciptakan suasana yang hangat dengan membangun intimasi selama waktu makan. Penelitian membuktikan anak yang makan malam bersama keluarganya disertai bercengkrama cenderung memiliki hubungan yang kuat dengan teman sebayanya.

Ketika berinteraksi dengan anak, pancinglah dengan percakapan yang menarik untuk membantu mengembangkan kemampuan komunikasi si kecil.

  • Bantu perkuat tali pertemanan anak  

Selama masa karantina, anak pasti merindukan teman-temannya. Buatlah rutinitas rutin untuk anak dalam menggunakan telepon. Biarkan dia menghubungi sahabat atau sanak keluarga lainnya.

Anda juga bisa menjadwalkan panggilan video untuk membantu anak terhubung dengan orang yang mereka cintai. Menonton film bersama secara virtual juga dapat dilakukan. Cara ini mendorong perkembangan psikologis anak dan dapat mengatasi kesepian yang mereka alami.

  • Biarkan anak bermain setelah belajar

Setelah penat belajar, biarkan anak beristirahat dan melakukan aktivitas lain sesuka hatinya. Anda bisa menyarankan anak untuk bermain game online yang dapat terhubung dengan teman lainnya.

Namun pastikan bahwa tujuan anak bermain game sebagai sarana melepas kerinduan dengan temannya, bukan untuk menghabiskan waktu seharian di depan layar gadget.

Sebelum menyarankan hal ini, Anda bisa membuat perjanjian dengan anak untuk menetapkan batas waktu bermain dan kapan waktu bermain yang diperbolehkan.

Catatan

Pandemi memang berdampak pada kemampuan sosialisasi anak, dan mungkin membuat Anda khawatir dengan perkembangan sosial anak di masa mendatang. Terlebih lagi jika anak Anda merupakan anak tunggal.

Kepribadian anak berbeda-beda, Anda hanya perlu mendukungnya untuk beradaptasi dengan situasi yang baru. Jangan lupa minta persetujuan anak atas aktivitas yang Anda sarankan.

Jika Anda mengkhawatirkan pandemi Covid-19 membawa pengaruh buruk pada sosialisasi anak, konsultasikan dengan psikolog atau konselor melalui layanan kesehatan online seperti SehatQ. Anda bisa mengunduhnya melalui App Store dan Playstore sekarang juga!.

Categories
Parenting

Ini Pentingnya Pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Setiap anak yang hadir di tengah-tengah keluarga adalah anugerah dari Yang Maha Kuasa. Sudah sepantasnya, mereka berhak untuk dipenuhi segala kebutuhannya, termasuk dalam hal pendidikan. Siapapun itu, berhak untuk memperoleh pendidikan setinggi-tingginya. Tidak terkecuali untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus sangatlah penting, sama halnya seperti anak-anak pada umumnya.

Arti dari anak berkebutuhan khusus.

Banyak pula ditemui para orang tua melahirkan anak dengan kondisi yang berbeda dengan anak pada umumnya. Tidak sedikit dari mereka yang melahirkan anak dengan kebutuhan di bawah atau di atas rata-rata. Anak-anak yang lahir dengan kondisi seperti ini sering disebut dengan anak berkebutuhan khusus, anak dengan keterbatasan, anak cacat, atau anak yang berbeda.

Ilmuwan Heward dan Orlansky (1984) menyebut kondisi anak tersebut dengan anak luar biasa (exceptional children). Istilah ini merujuk pada anak-anak yang kondisi dan perilakunya berbeda dari anak biasanya, baik itu di atas atau di bawah kondisi normal. Artinya, mereka bisa menjadi anak-anak dengan kemampuan intelektual yang tinggi atau anak-anak dengan keterbelakangan mental.

Jadilah istilah anak luar biasa dianggap lebih manusiawi dan dapat menggambarkan semua perbedaan yang ada pada anak berkebutuhan khusus.

Pentingnya pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016 menyatakan bahwa jumlah anak berkebutuhan khusus di Indonesia telah mencapai 1,6 juta anak. Sama dengan anak-anak pada umumnya, pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus sangatlah penting. Mereka juga butuh pendidikan untuk membantu mengoptimalkan proses pertumbuhan dan perkembangan dirinya.

Pemerintah telah menunjukkan perhatiannya terhadap hal ini yang dituangkan dalam undang-undang tentang pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Terbentuknya pendidikan khusus ini atas dasar kesadaran bahwa semua anak berhak atas pendidikan yang layak tanpa memandang siapapun dan apapun kondisinya. Hal ini untuk mencegah terjadinya diskriminatif pada anak-anak yang memiliki keterbatasan.

Mereka berhak belajar menulis, membaca, berhitung, bersosialisasi, serta pengetahuan dan keterampilan lainnya. Oleh sebab itu, pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus sangatlah penting untuk mengembangkan dan mengoptimalkan potensi yang mereka miliki.

Prinsip pendidikan anak berkebutuhan khusus.

Pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus haruslah dimulai sejak dini. Tentunya, cara mendidik anak-anak ini tidak sama dengan anak-anak pada umumnya. Selain menggunakan pendekatan khusus, juga diperlukan strategi khusus dalam mendidiknya, sehingga mereka mampu untuk:

  • Menerima kondisi dirinya sendiri.
  • Bersosialisasi dengan baik.
  • Mampu berjuang sesuai kemampuannya.
  • Punya keterampilan khusus.
  • Menyadari sebagai warga negara dan bagian dari masyarakat.

Selain itu, ada beberapa prinsip pendekatan secara khusus sebagai dasar dalam mendidik anak-anak berkebutuhan khusus, yaitu:

  1. Kasih sayang.
  2. Layanan individual.
  3. Kesiapan.
  4. Keperagaan.
  5. Motivasi.
  6. Belajar dan bekerja kelompok.
  7. Keterampilan pendidikan.
  8. Penanaman dan penyempurnaan.

Pilihan sekolah untuk anak berkebutuhan khusus.

Pada dasarnya, sekolah untuk anak berkebutuhan khusus dengan anak pada umumnya adalah sama. Namun, dengan kondisi kelainan yang dimiliki, maka sekolahnya pun dirancang sesuai dengan jenis dan karakteristik kelainannya. Adapun beberapa jenis sekolah untuk anak berkebutuhan khusus adalah Sekolah Luar Biasa (SLB), Sekolah Terpadu (mainstreaming), dan yang terbaru adalah sekolah inklusi.

Berbeda dengan jenis sekolah lainnya, sekolah inklusi menggabungkan anak-anak berkebutuhan dengan anak-anak pada umumnya di dalam satu ruangan pembelajaran. Artinya, sekolah tidak membedakan kemampuan, latar belakang budaya, bahasa, agama, serta gender. Tidak hanya di Indonesia, pendidikan inklusif ini juga banyak diterapkan di seluruh dunia, terutama negara-negara Eropa Barat.

Kini, Anda tidak perlu khawatir lagi tentang sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Anda dapat memilih dan menentukan sekolah mana yang terbaik untuk anak belajar sesuai dengan kondisi dan kemampuannya. Utamakanlah pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, karena mereka berhak untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya.

Categories
Parenting

Kenali Gejala-Gejala Stress pada Anak

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun juga rentan mengalami stress. Namun, banyak orang tua yang tidak menyadari timbulnya gejala stress pada anaknya. Gejala-gejala ini dapat muncul dengan ditandai perubahan perilaku jangka pendek. Oleh karena itu, sebagai orang tua sangat penting untuk mulai menyadari gejala stress pada anak dan bagaimana kita bisa membantu mereka mengatasinya.

Gejala-gejala stress pada anak di sekolah

Mungkin anak-anak kesulitan untuk mengungkapkan perasaan mereka kepada orang dewasa. Sebagai orang tua, yang dapat Anda lakukan adalah dengan menyadari perubahan perilaku mereka sekecil apapun.

Berikut beberapa gejala stress pada anak di lingkungan sekolah:

  1. Tidak dapat mempertahankan kontak mata
  2. Tidak mau disentuk orang lain
  3. Menunjukkan perilaku yang tidak kooperatif
  4. Tidak terbuka dengan perubahan
  5. Hanya ingin bermain, tidak ingin berinteraksi dengan orang lain
  6. Cenderung pilih-pilih teman, hanya ingin bermain dengan anak tertentu
  7. Ingin orang tua lebih dekat pada mereka daripada biasanya
  8. Menjadi tidak fokus saat mengerjakan tugas atau saat bermain
  9. Sering memegang suatu benda yang membuatnya terasa nyaman
  10. Terjebak melakukan permainan atau aktivitas yang berulang

Cara mengatasi gejala stress pada anak

Jika Anda mendapati anak yang menunjukkan gejala-gejala stress seperti di atas, jangan

langsung panik atau malah jadi memarahinya ya. Anda dapat mencoba langkah-langkah

berikut ini:

  • Menetralisir stres. Kamu dapat beri tahu si buah hati kalau stres merupakan bagian dari kehidupan dan semua orang pasti berhadapan dengan stres.
  • Mengingat bahwa stres itu “berat sebelah”. Dengan kata lain, apa yang mungkin dapat menimbulkan stress pada satu anak mungkin tidak menimbulkan stress pada anak lainnya.
  • Mendiskusikan cara-cara sehat untuk menghadapi stress. Cobalah untuk mengarahkan anak Anda untuk melakukan aktivitas fisik, strategi relaksasi, dan teknik pernapasan yang dapat membantu mereka mengatasi stress.
  • Membatasi waktu anak-anak bermain gawai. Sebaiknya batasi waktu penggunaan gawai pada anak-anak maksimal dua jam setiap harinya. Terlalu banyak menggunakan gawai (apalagi tanpa pengawasan orangtua) dapat memicu mereka mendapat informasi yang kurang sesuai.
  • Gunakan strategi efektif. Sebagai orangtua, Anda dapat menjadi “role model” untuk anak. Cara menghadapi stress dapat ditiru oleh anak-anak dan dapat menjadi pelajaran hidup berharga bagi mereka.