Categories
Obat

Sempat Diklaim Sebagai Obat Covid-19, Ini Kegunaan Hydroxychloroquine Sebenarnya

Di awal pandemi, terdapat klaim yang mengatakan bahwa hydroxychloroquine dapat digunakan mencegah infeksi virus Covid-19. Obat ini juga diterapkan di rumah sakit untuk merawat pasien yang terinfeksi virus tersebut. 

Mulanya FDA menerima masukan tersebut. Namun ketika ditinjau lebih jauh, hydroxychloroquine ditemukan menyebabkan masalah irama jantung yang serius dan masalah lainnya, termasuk gangguan darah, gagal ginjal, serta gagal hati. 

Hydroxychloroquine adalah obat untuk mencegah dan mengatasi malaria

FDA pun mencabut izin penggunaan darurat (EUA) hydroxychloroquine untuk pasien rawat inap Covid-19 kecuali jika benar-benar direkomendasikan oleh dokter atau Anda termasuk salah satu partisipan penelitian terkait. 

Terlepas dari penggunaannya untuk virus sars-cov 2, hydroxychloroquine sebenarnya obat antirematik pemodifikasi penyakit (DMARD) yang bisa digunakan dalam berbagai kondisi. 

Kegunaan hydroxychloroquine

Hydroxychloroquine adalah obat golongan quinoline yang biasa digunakan untuk mengobati malaria. Hydroxychloroquine bekerja dengan cara mengatur sistem kekebalan tubuh sehingga obat ini bisa digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan lainnya. 

Hydroxychloroquine digunakan untuk mengatasi kondisi seperti:

  • Radang sendi (rheumatoid arthritis)
  • Lupus eritematosus diskoid dan sistemik (SLE)
  • Artritis idiopatik juvenil (JIA), atau dikenal juga dengan penyakit radang sendi pada anak-anak

Namun, tidak semua strain malaria bisa diobati dengan hydroxychloroquine. Obat ini juga tidak akan berfungsi jika pasien yang terinfeksi mengalami resistensi terhadap obat serupa yang disebut dengan chloroquine. 

Saran penggunaan dan dosis

Hydroxychloroquine tersedia dalam bentuk sediaan tablet yang diminum dengan makanan untuk mencegah efek samping sakit perut, atau setelah makan. Dosis yang diberikan dan lama waktu penggunaan tergantung pada penyakit yang Anda derita. Untuk pasien anak-anak penggunaannya tergantung berat badan.

Untuk mencegah malaria, biasanya dokter meresepkan untuk meminum obat ini seminggu sekali di hari yang sama setiap minggunya. Konsumsi obat dimulai 1-2 minggu sebelum memasuki fase kritis, hingga 4-8 minggu setelah fase tersebut atau sesuai petunjuk dokter. 

Untuk lupus atau rheumatoid arthritis, konsumsi obat 1-2 kali sehari. Dokter mungkin akan meningkatkan dosis Anda secara bertahap. Setelah kondisi membaik, dosis kembali diturunkan hingga mencapai dosis yang paling sesuai dengan efek samping minimal.

Konsumsi obat secara teratur di waktu yang sama supaya manfaatnya bisa maksimal. Jangan hentikan penggunaan obat sebelum berdiskusi dengan dokter.

Kontraindikasi dan efek samping

Hydroxychloroquine sering dikonsumsi bersamaan dengan obat lain seperti methotrexate. Namun bukan berarti obat ini bisa diminum dengan obat atau suplemen apapun secara bebas. Tetap ada aturan yang harus diperhatikan. 

Interaksi obat bisa mengubah cara kerja obat dan meningkatkan reaksi efek samping sehingga hasilnya akan fatal. Beberapa obat yang memiliki interaksi negatif dengan hydroxychloroquine antara lain:

  • Obat jantung
  • Insulin dan obat diabetes
  • Obat yang dapat mempengaruhi detak jantung, seperti amiodarone, klorpromazin, dan klaritromisin
  • Beberapa jenis obat malaria, termasuk mefloquine
  • Obat anti-kejang
  • Obat imunosupresan

Hydroxychloroquine tidak menyebabkan kantuk seperti kebanyakan obat, namun beberapa orang melaporkan sakit kepala setelah penggunaan. Efek samping lain yang ditemukan yaitu diare, kram perut, dan muntah. 

Mengonsumsi dalam jangka panjang atau dosis tinggi bisa menyebabkan kerusakan mata permanen. Jika Anda mengalami penglihatan kabur, masalah pendengaran, gatal-gatal, lemah otot, dan munculnya memar atau perdarahan yang tidak biasa, maka segera konsultasikan ke dokter. 

Catatan

Hydroxychloroquine merupakan obat resep sehingga penggunaannya harus dibawah pengawasan dokter. Jika digunakan dengan benar, manfaatnya akan terasa dalam waktu 12 minggu. 

Waktu yang diperlukan setiap orang berbeda-beda, namun jika sampai waktu tersebut tidak ada perbaikan kondisi, berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut. 

Tanyakan masalah penyakit atau penggunaan obat-obatan kepada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store atau Google Play Store.

Categories
Obat

Jenis Tes Kesuburan yang Dapat Dilakukan oleh Pria dan Wanita

Saat dalam menjalani program hamil, salah satu hal yang dilakukan oleh pasangan suami istri adalah dengan melakukan tes kesuburan. Tes ini harus dilakukan oleh suami maupun istri karena masing-masing pihak dapat berkontribusi pada penyebab ketidaksuburan. Untuk menjalani tes kesuburan dapat dibantu dengan alat tes yang menunjang. Lalu, apa saja jenis tes kesuburan yang dapat digunakan?

Jenis Tes Kesuburan untuk Wanita

Tes kesuburan wanita dilakukan untuk melihat kesehatan ovarium yang mengeluarkan sel telur. Pemeriksaan yang dilakukan terkait dengan kesuburan wanita adalah sebagai berikut:

  • Tes Ovulasi

Tes ovulasi adalah media yang digunakan untuk melihat apakah proses ovulasi berjalan baik dengan mengukur kadar hormon. Melalui tes ovulasi juga akan terlihat apakah seorang wanita dapat menghasilkan sel telur yang diperlukan dalam proses pembuahan.

Untuk menjalani tes kesuburan ini harus dilakukan dalam hari tertentu dalam siklus menstruasi. Hormon progesteron akan diperiksa pada hari ke 21 atau 22 dari siklus menstruasi sedangkan kadar FSH akan diperiksa pada hari ke 3 menstruasi.

  • Histerosalpingografi (HSG)

Untuk mengevaluasi kondisi rahim dan saluran tuba, jenis tes kesuburan histerosalpingografi dapat dilakukan. Tes ini juga dapat dilakukan untuk mencari apakah ada penyumbatan atau masalah lain yang menghambat proses pembuahan serta melihat apakah terdapat cairan yang keluar dari saluran tuba.

  • Laparoskopi

Tes kesuburan dengan cara laparoskopi adalah tes dengan membuat sayatan kecil dan dibantu dengan alat berbentuk tabung tipis yang disebut laparoskop. Tes ini hanya dilakukan jika terdapat gejala endometriosis. Melalui tes laparoskopi akan melihat kelainan pada organ di perut atau panggul.

  • Histeroskopi

Cara cek kesuburan lainnya adalah dengan histeroskopi. Jenis tes kesuburan ini adalah dengan memasukkan kamera mirip teleskop ke dalam rahim melalui serviks. Tes ini dilakukan untuk melihat lebih dalam bagian rahim.

Histeroskopi akan dilakukan oleh dokter apabila tes HSG menunjukkan adanya potensi kelainan pada rahim.

  • Tes ultrasonografi

Tes ultrasonografi atau biasa disebut USG pada panggul dilakukan untuk memastikan apakah ovulasi berjalan normal. USG juga dapat melihat apakah terdapat penyakit pada rahim atau ovarium seperti kista ovarium atau mioma uteri.

Jenis Tes Kesuburan untuk Pria

Pembuahan yang masih belum menunjukkan hasil tidak hanya dapat disebabkan oleh wanita. Pria juga dapat memiliki potensi penurunan kesuburan sehingga membuat proses pembuahan tidak berhasil. Untuk mengetahui tingkat kesuburan dari pria dapat menggunakan beberapa tes berikut:

  • Tes Fisik

Gaya hidup seperti merokok, mengkonsumsi alkohol, atau obat-obatan dapat mempengaruhi tingkat kesuburan pria. Tes fisik dilakukan oleh dokter urologi untuk menelusuri riwayat kesehatan fisik secara menyeluruh. Melalui tes ini, organ tubuh yang erat kaitannya dengan reporduksi akan diperiksa seperti penis, testikel, epididimis, vas deferens, dan varicoceles.

  • Pemeriksaan air mani

Jenis tes kesuburan lainnya yang dapat dilakukan pria adalah dengan pemeriksaan air mani. Anda harus memberikan sampel air mani setelah masturbasi atau setelah berhubungan badan ke dalam wadah yang bersih. Pengujian ini dilakukan di laboratorium untuk melihat kualitas dari sperma.

  • Pengujuan hormon dan genetik

Salah satu hal yang dapat mempengaruhi tingkat kesuburan adalah hormon dan genetik. Anda dapat menjalani tes darah untuk melihat tingkat testosteron dan hormon pria lainnya. Tes genetik juga dilakukan untuk melihat apakah terdapat gen di dalam tubuh pria yang menyebabkan kemandulan.

  • Biopsi testis

Untuk beberapa kasus tertentu, dokter akan menyarankan untuk menjalani biopsi testis. Biopsi testis dilakukan untuk melihat apakah ada kelainan yang menjadi penyebab pada kemandulan.

Jika Anda sedang menjalani program kehamilan, Anda dapat mencoba jenis tes kesuburan sesuai dengan kondisi Anda. Pastikan juga untuk berdiskusi dengan dokter agar program kehamilan dapat berjalan dengan lancar.

Categories
Obat

Intip Peringatan Penggunaan dan Efek Samping Atorvastatin

Atorvastatin merupakan obat golongan statin yang berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol dan mencegah penyakit jantung. Obat ini tergolong obat keras yang dapat menimbulkan efek samping sehingga perlu resep dokter untuk mendapatkannya. Atorvastatin tersedia dalam bentuk tablet. Obat ini perlu diminum dengan menelannya secara utuh. Jika dihancurkan atau dibelah terlebih dahulu saat mengonsumsi atorvastatin, maka efektivitas obat dapat menurun. Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut tentang peringatan penggunaan dan efek samping atorvastatin. 

Peringatan penggunaan atorvastatin

Sebelum mengonsumsi atorvastatin, sebaiknya Anda memperhatikan beberapa peringatan obat seperti berikut ini. 

  1. Peringatan alergi 

Obat atorvastatin berisiko menimbulkan alergi berupa kesulitan bernapas, kesulitan menelan, pembengkakan (pada wajah, lidah, bibir, dan tenggorokan). Jika Anda mengalami alergi akibat atorvastatin maka segera hentikan mengonsumsi obat tersebut dan cari bantuan medis. Konsultasikan bahwa Anda mengalami reaksi alergi dengan dokter agar Anda mendapat resep obat lain untuk membantu menurunkan kadar kolesterol.

  1. Peringatan untuk kondisi medis tertentu

Untuk beberapa kondisi medis tertentu perlu berhati-hati saat menggunakan atorvastatin. Beberapa kondisi medis yang perlu waspada terhadap atorvastatin yaitu orang dengan penyakit organ hati, penderita diabetes, dan orang yang mengalami masalah ginjal. 

  1. Peringatan lainnya 

Tidak hanya kondisi medis tertentu saja, beberapa kondisi lain juga perlu waspada saat menggunakan atorvastatin. Beberapa kondisi tersebut mencakup ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan lansia. 

Efek samping atorvastatin

Beberapa efek samping atorvastatin yang umum terjadi yaitu: 

  • Kembung
  • Diare
  • Hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri punggung atau sendi
  • Penyakit asam lambung

Berbagai efek samping tersebut akan menghilang dengan sendirinya. Namun jika telah lebih dari 3 minggu dan malah semakin parah maka segera minta bantuan medis. Selain itu, terdapat pula beberapa efek samping atorvastatin yang bersifat serius dan membutuhkan penanganan dokter segera. Beberapa efek samping atorvastatin yang berbahaya yaitu 

  • Demam dan jantung berdetak lebih cepat
  • Nyeri otot, kram otot, lemah otot, atau otot terasa lembut. 
  • Gangguan hati yang ditandai dengan sakit di bagian atas, kehilangan nafsu makan, urine berwarna gelap, lelah, mengalami penyakit kuning. 
  • Gangguan ginjal yang ditandai dengan pembengkakan di pergelangan kaki, napas pendek, serta buang air sedikit. 
  • Pusing, lelah, dan lemas yang tidak wajar.

Interaksi atorvastatin dengan obat lain

Saat menggunakan atorvastatin, sebaiknya Anda menghindari mengonsumsi obat lain secara bersamaan. Penggunaan atorvastatin bisa menimbulkan interaksi jika digunakan bersama dengan obat lain. Berikut efek interaksi yang mungkin terjadi.

  • Meningkatkan kadar obat digoxin dan kontrasepsi oral seperti ethinyl estradiol dalam darah.
  • Meningkatkan risiko gangguan otto dan rhabdomyolysis jika digunakan bersama dengan obat itraconazole, ketoconazole, clarithromycin, ciclosporin, niacin, verapamil. Ritonavir, diltiazem, fenofibrate, asam fusidat, niacin, colchicine, ezetimibe, dan gemfibrozil. 
  • Menurunkan kadar atorvastatin dalam tubuh jika digunakan bersama dengan obat phenytoin, antasida, colestipol, rifampicin, dan efavirenz. 

Untuk menghindari risiko interaksi atorvastatin, maka sebaiknya Anda menyampaikan kondisi medis yang sedang dialami. Selain itu, Anda juga perlu menyampaikan kepada dokter apabila sedang mengonsumsi suplemen, vitamin, obat lain baik buatan pabrik maupun herbal. Penggunaan atorvastatin biasanya dilakukan seumur hidup guna mencegah naiknya kadar kolesterol dalam darah. Apabila Anda ingin berkonsultasi lebih lanjut tentang efek samping atorvastatin, tanyakan secara langsung pada dokter secara gratis melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh sekarang di App Store atau Google Play. 

Categories
Obat

Zensoderm, Obat untuk Kulit

Zensoderm krim adalah obat yang mengandung komposisi aktif Betamethasone Valerate and Gentamicin Sulfate. Obat ini tergolong pada obat keras yang membutuhkan resep untuk dipakai.

Zensoderm krim bekerja dengan cara menghambat pembentukan, aktivitas, dan pelepasan berbagai sel dan bahan kimia; menekan sintesis protein pada bakteri yang rentan pada tubuh Anda. Obat ini diindikasikan untuk perawatan kulit seperti gatal, kemerahan, infeksi mikroba, bengkak dan kondisi lainnya. Zensoderm krim juga dapat digunakan untuk tujuan yang tidak tercantum dalam panduan pengobatan.

Jika Anda melewatkan satu dosis, gunakan segera setelah Anda menyadarinya. Jika mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlewat dan lanjutkan jadwal pemberian dosis Anda. Jangan gunakan dosis ekstra untuk mengganti dosis yang terlewat. 

Anda disarankan untuk jangan gunakan lebih dari dosis zensoderm yang ditentukan. Menggunakan lebih banyak obat tidak akan memperbaiki gejala Anda; melainkan dapat menyebabkan keracunan atau efek samping yang serius. Jika Anda mencurigai bahwa Anda atau siapapun yang mungkin telah overdosis dari zensoderm krim, segera ke UGD rumah sakit terdekat atau rumah perawatan. Bawalah kotak obat, wadah, atau label untuk membantu dokter dengan informasi yang diperlukan.

Jangan berikan obat Anda kepada orang lain meskipun Anda tahu bahwa mereka memiliki kondisi yang sama atau tampaknya mereka memiliki kondisi serupa, karena hal ini dapat menyebabkan overdosis. Simpan zensoderm krim pada suhu ruangan, jauh dari panas dan cahaya langsung. Jangan membekukan obat-obatan kecuali diminta oleh sisipan paket dan jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Sebelum menggunakan zensoderm krim, Anda disarankan untuk memberitahu dokter Anda tentang daftar obat Anda yang Anda gunakan saat ini, produk yang dijual bebas (misalnya vitamin, suplemen herbal, dll.), alergi, penyakit yang sudah ada sebelumnya, dan kondisi kesehatan saat ini (misalnya kehamilan, operasi yang akan datang, dll. ). Berikut beberapa poin penting yang perlu Anda ketahui dan diskusikan dengan dokter jika menggunakan zensoderm:

  • Hindari kontak dengan mata
  • Gunakan dengan hati-hati pada anak-anak
  • Jika Anda hamil, berencana hamil atau menyusui
  • Jika digunakan usia lanjut
  • Reaksi alergi kulit bisa terjadi
  • Memiliki penyakit ginjal yang sudah ada sebelumnya
  • Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menggunakan obat ini pada luka terbuka, kulit kering, pecah-pecah, iritasi, atau terbakar sinar matahari.
  • Cuci tangan Anda sebelum dan sesudah mengoleskan zensoderm krim. Bersihkan dan keringkan area kulit yang akan dirawat.
  • Jangan mencuci area yang dirawat setelah segera mengoleskan zensoderm krim. Hindari juga penggunaan produk lain di area yang dirawat kecuali diarahkan oleh dokter Anda.
  • Menerapkan jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan pengelupasan. Gunakan lapisan yang lebih tipis atau jumlah obat yang lebih sedikit untuk menghindari pengelupasan.
  • Hindari mendapatkan obat ini di mata atau hidung atau mulut Anda.

Beberapa kondisi kesehatan mungkin membuat Anda lebih rentan terhadap efek samping zensoderm. Oleh karena itu, Anda harus menggunakan seperti yang diarahkan oleh dokter Anda atau ikuti petunjuk yang tercetak pada produk. Dosis ditentukan berdasarkan kondisi Anda. Beritahu dokter jika kondisi Anda tidak berubah atau menjadi lebih buruk.

Categories
Obat

Apa Itu Isosorbide Dinitrate? Ini Penjelasannya

Merupakan obat yang digunakan untuk mencegah dan meredakan angina atau bisa disebut dengan nyeri dada yang diakibatkan penyakit jantung koroner dikenal dengan nama isosorbide dinitrate (ISDN). Obat ini termasuk dalam golongan obat nitrat, bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah agar aliran darah bisa mengalir lancar ke otot jantung.

Otot tersebut juga bisa digunakan untuk menjadi otot tambahan bagi pasien gagal jantung, namun obat ini juga memiliki efek samping. Terutama pada setiap pemakaian, efek samping yang sering muncul biasanya sakit kepala dan pusing. Selain itu, efek samping yang jarang muncul tetapi ada seperti pingsan dan detak jantung yang berubah menjadi cepat.

Cara Penggunaan Isosorbide Dinitrate

Obat ini bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan, namun selalu pastikan pemakaian harus mengikuti aturan minum obat yang diberikan oleh dokter. Konsumsi obat dalam bentuk tablet ini tidak boleh digerus atau menghancurkannya, hal ini disebabkan karena menggerus obat tanpa instruksi dokter bisa mempengaruhi kinerja obat tersebut.

Apabila pasien memang kesulitan dalam menelan obat ini tanpa menghancurkan atau menggerusnya terlebih dahulu, konsultasikan hal ini dengan dokter. Kemungkinan dokter akan memberi resep obat lain, seperti obat cair atau tablet yang bisa dilarutkan dalam air. Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter, terutama pada obat jenis injeksi.

Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, jangan pernah gunakan obat ini melebihi dosis yang disarankan oleh dokter. Apabila kondisi penderita semakin buruk, atau tidak ada perubahan yang muncul setelah konsumsi obat, maka segera periksakan kondisi tersebut kepada dokter.

Cara Menyimpan Obat

Simpan obat ini pada suhu ruangan, sekitar 25 sampai 30 derajat dan jauhkan dari cahaya langsung serta tempat yang lembap. Sangat tidak disarankan untuk menempatkan obat ini di kamar mandi dan jangan sekali-kali dibekukan. Namun, merek lain dari obat ini kemungkinan memiliki aturan penyimpanan tersendiri  atau berbeda.

Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan kepada dokter dan apoteker untuk mengetahui informasi lebih lanjut. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak dan hewan peliharaan, jangan menyiram obat ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali memang diinstrusikan oleh dokter untuk membuangnya ke saluran tersebut.

Dosis dan Cara Penggunaan

Perlu diketahui jika obat ini termasuk dalam golongan obat keras, sehingga penggunaan obat ini harus dengan resep atau anjuran dari dokter. Bukan tanpa alasan penggunaan obat ini harus sesuai dengan anjuran dokter mengingat fungsi obat ini digunakan untuk mengatasi permasalahan dan gangguan jantung, berikut beberapa dosis penggunaan.

  • Obat tablet yang digunakan untuk mengatasi angina atau nyeri dada diberikan dosis sebanyak 20 hingga 120 mg per hari dalam dosis terbagi. Maksimal 240 mg per hari, sementara untuk gagal jantung dosis yang diberikan 30 sampai 160 mg per hari dalam dosis terbagi, maksimal sebanyak 240 mg per hari.
  • Obat jenis sublingual untuk mengatasi gagal jantung dosis yang diberikan 5-10 mg setiap hari selama dua jam sekali dan ditempelkan di bawah lidah. Sementara untuk mengatasi angina akut dosis yang diberikan mulai dari 2,5 hingga 10 mg dengan cara yang sama yakni ditempelkan di bawah lidah ketika mengonsumsinya.
  • Isosorbide dinitrate injeksi intravena untuk gagal jantung atau angina tidak stabil diberikan sebanyak dua hingga 12 mg setiap satu jam sekali. Hingga 20 mg per jam jika diperlukan, bisa diberikan dengan cara disuntikkan melalui pembuluh darah.
Categories
Obat

Umum dalam Persalinan, Oxytocin Ternyata Memiliki Banyak Kegunaan

Oxytocin sebenarnya merupakan hormon yang diproduksi secara alami dalam tubuh manusia. Hormon ini terlibat dalam fungsi reproduksi wanita, termasuk aktivitas seksual, ketika proses persalinan, dan menyusui.

Oksitosin juga tersedia dalam bentuk obat. Dalam bentuk cairan injeksi, oxytocin digunakan untuk memulai atau meningkatkan kontraksi selama persalinan, serta mengurangi perdaharan setelahnya.

Kegunaan oxytocin

Meski oxytocin berperan penting terhadap persalinan dan menyusui, penelitian terbaru menemukan pengaruh hormon tersebut terhadap kesehatan mental dan fisik lainnya. Berikut ini beberapa khasiat oxytocin:

  • Meredakan stres

Sebuah uji coba pada tikus menunjukkan bahwa menyuntikkan oxytocin kepada tikus dapat mengurangi kecemasan, stres, dan depresi pada tikus. Karena oksitosin merupakan hormon yang membantu tubuh beradaptasi dengan situasi emosional, penggunaannya juga dapat menghasilkan efek relaksasi dan stabilitas psikologis.

Karena hal ini, para ilmuwan mengusulkan penggunaan oxytocin untuk membantu meningkatkan kesejahteraan interpersonal dan individu, serta manajemen beberapa gangguan neuropsikiatri.

  • Meningkatkan keterikatan dan hubungan

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science, wanita hamil dengan tingkat oksitosin yang lebih tinggi memiliki ikatan yang lebih kuat pada bayi setelah mereka lahir.

Setelah bayi berkontak dengan ibu, kadar oksitosin pada anak akan meningkat. Namun hal ini tak ditemukan pada seluruh anak angkat sehingga beberapa dari mereka sulit membangun hubungan dengan ibunya.

  • Meningkatkan perilaku positif

Dalam beberapa penelitian, pemberian oxytocin melalui semprotan hidung (intranasal) dapat meningkatkan persepsi diri dalam situasi sosial serta mengembangkan kepercayaan, kehangatan, altruisme, empati, dan keterbukaan pada orang lain.

Dengan mengaktifkan pusat penghargaan di otak dan efek kepercayaan yang dihasilkan, oxytocin dapat meningkatkan kesetiaan seseorang terhadap pasangannya. Terlebih lagi, ketika anak autisme menerima oxytocin mereka lebih mampu untuk berinteraksi dengan orang lain.

  • Meningkatkan gairah seksual

Salah satu alasan oksitosin disebut sebagai hormon cinta adalah perannya dalam meningkatkan keterikatan romantis. Pada tahap perkenalan dengan pasangan, mereka yang terlibat cenderung memiliki kadar oksitosin yang lebih tinggi. Kondisi ini bertahan paling lama selama 6 bulan. Maka dari itu banyak orang merasa masa pendekatan terasa lebih menyenangkan.

Hormon oksitosin juga dilepaskan dalam aktivitas seksual, termasuk saat ereksi dan orgasme. Namun tidak semua pasangan memiliki pemicu yang sama untuk melepaskan hormon oksitosin.

  • Mengurangi ketergantungan obat-obatan

Menurut sebuah artikel ilmiah yang diterbitkan pada tahun 1999 di jurnal Progress in Brain Research, oxytocin dapat menghambat toleransi dan mengurangi gejala penarikan diri terhadap penggunaan obat-obatan adiktif, termasuk kokain, opiat, dan alkohol.

Panduan penggunaan oxytocin

Oxytocin dapat diberikan dengan cara menyuntikkan cairan ke dalam pembuluh darah (intravena) atau ke dalam otot (intramuskular) oleh dokter atau petugah kesehatan lainnya. Oksitosin juga tersedia dalam bentuk semprotan hidung.

Oksitosin digunakan hanya ketika dibutuhkan, artinya tidak memiliki jadwal dosis harian. Penggunaan juga dipantau oleh profesional kesehatan sesuai dengan dosis sehingga sangat kecil kemungkinan seseorang mengalami overdosis oxytocin.

Namun obat hormon ini bisa menyebabkan beberapa efek samping seperti:

  • Mual
  • Muntah
  • Ruam
  • Gatal-gatal
  • Kesulitan bernapas atau menelan
  • Pembengkakan area tubuh, seperti wajah, tenggorokan, lidah, mata, kaki, dan tangan
  • Peningkatan detak jantung
  • Pendarahan

Jika efek samping terus berlanjut segera hubungi dokter.

Catatan

Pada dasarnya oxytocin merupakan hormon yang memiliki banyak manfaat mental maupun fisik. Sebelum menggunakan obat oksitosin, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter terutama jika Anda memiliki riwayat penyakit atau dalam kondisi khusus.

Categories
Obat

Mengenal Obat Captopril, Kegunaan dan Efek Samping

Apakah Anda menderita tekanan darah tinggi? Salah stau pengobatan yang bisa dikonsumsi adalah captopril, yaitu obat yang tergolong dalam kelompok obat-obatan jantung atau ACE inhibitors.

Cara kerja obat captopril ini adalah dengan menghambat enzim pengubah angiotensin, lalu menurunkan jumlah angiotensin II, atau disebut juga hormon yang membuat pembuluh darah menyempit dan tekanan darah meningkat.

Tidak hanya untuk mengobati tekanan darah tinggi, captopril ini juga bisa dijadikan obat untuk mencegah serangan jantung. stroke, nefropati diabetes serta masalah ginjal.

Efek Samping Captopril

Sebelum mengonsumsi obat, apapun jenisnya, pastikan untuk memeriksa apa saja efek sampingnya. Termasuk obat tekanan darah tinggi ini.

Berikut beberapa efek samping yang dapat muncul dari konsumsi obat ini, yaitu:

  • Batuk kering
  • Pusing
  • Kepala terasa ringan
  • Mengalami gangguan pengecap

Akan tetapi, jika pasien merasakan efek samping tersebut semakin memburuk, maka segeralah hubungi dokter agar mendapatkan penanganan medis segera.

Ada pula efek samping yang serius seperti:

  • Detak jantung cepat
  • Kadar kalim dalam darah tinggi
  • Pingsan

Apabila efek samping serius ini dirasakan, segeralah cari bantuan secepat mungkin.

Perlu diingat bahwa tidak semua orang akan mengalami efek samping di atas, atau efek samping yang dirasakan tidak tertera di atas. Tanyalah pada dokter atau apoteker untuk informasi terkait efek samping obat captopril lebih lengkapnya.

Cara Minum Captopril

Sebelum minum obat hipertensi ini, perhatikan dan pahami beberapa aturan berikut ini:

  • Konsumsilah obat ini dalam kondisi perut kosong atau 1 jam sebelum makan. Biasanya dikonsumsi 2-3 jali sehari sesuai dosis yang ditetapkan. Atau ikuti aturan dari dokter Anda.
  • Konsumsi obat ini secara rutin agar hasilnya maksimal. Penting juga melanjutkan pengobatan meskipun kondisi kesehatan Anda sudah membaik
  • Pada pasien gagal janutng, pengobatan bisa memakan waktu beberapa minggu atau bulan sebelum benar-benar merasakan manfaatnya.

Ingat ya, segera hubungi dokter jika kondisi Anda tidak kunjung membaik atau justru semakin parah.

Interaksi Captopril dengan Obat Lainnya

Jika obat captopril dikonsumsi bersamaan dengan obat lain, bisa berpotensi menimbulkan beberapa interaksi seperti:

  • Jika obat ini digunakan dengan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) akan berisiko menyebabkan menurunnya fungsi ginjal
  • Jika digunakan bersamaan dengan obat golongan diuretik, maka berisiko mengingkatkan terjadinya tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Jika digunakan bersamaan dengan obat golongan diuretik hemat kalium dan juga suplemen kalium, maka akan meningkatkan risiko hiperkalemia
  • Jika digunakan bersama golongan obat ACE inhibitors lainnya, maka berisiko meningkatkan terjadinya efek samping
  • Jika digunakan bersamaan dengan obat yang mengandung emas, maka berisiko hipotensi, mengalami mual dan muntah
  • Jika digunakan dengan clonidine, mka berisiko menurunkan efektifitas obat captopril
  • Jika digunakan bersamaan dengan procainamide dan obat penekanan sistem imun tubuh, maka akan meningkatkan risiko leukopenia.

Dosis Pemakaian Obat Captopril

Dosis pemakaian obat ini ditentukan oleh usia, tingkat keparahan, kondisi pasien, kondisi kesehatan, dan respons tubuh terhadap obat captopril ini.

Berikut takarag umum atau dosis penggunaan obat ini.

  • Untuk Pengobatan Hipertensi

Dosis awal untuk orang dewasa 25-75 mg yang dibagi menjadi 2-3 dosis. Setelah 2 minggu pemakaian, sosis bisa juga dinaikkan hingga 100-150 mg, yang dibagi menjadi 2-3 dosis.

  • Pengobatan Gagal Jantung

Dosis awal untuk orang dewasa 6,25-12,5 mg yang dikonsumsi 2-3 kali per hari. Dosis makdimal 450 mg per harinya.

  • Pengobatan Pasca Serangan Jantung

Dosis awal untuk dewasa adalah 6,25-12,5 mg yang dikonsumsi 3 kali sehari. Kemudian dosis bisa ditingkatkan hingga 50 mg yang diminum 3 kali sehari.

  • Pengobatan Nefropati Diabetes

Dosis obat captopril untuk dewasa sekitar 25 mg yang diminum 3 kali dalam sehari.

Untuk mendapatkan dosis yang lebih jelas sesuai dengan kondisi kesehatan pasien, sebaiknya konsultasikan agar lebih maksimal pengobatannya.

Categories
Obat

Efek Samping Penggunaan Terikortin

Merupakan salah satu obat yang digunakan untuk mengobati radang yang disertai dengan infeksi bakteri disebut dengan terikortin. Obat ini mengandung hydrocortisone termasuk dalam obat kortikosteroid dan tetracycline yang mana merupakan masuk dalam kategori antibiotik,jenis glukokortikoid hormon yang digunakan sebagai agen anti inflamasi dan imunosupresan.

Secara alami hormon ini dinamakan kortisol, diproduksi oleh zona fasciculata pada korteks adrenal yang fungsinya meningkatkan kadar gula darah melalui glukoneogenesis, menekan sistem kekebalan tubuh dan membantu proses metabolisme lemak, protein dan karbohidrat. Obat ini bekerja dengan cara menghambat sintesis protein dengan mekanisme subunit 30s ribosom bakteri.

Indikasi dan Kontra Indikasi

Terikortin dapat digunakan secara topikal untuk mengobati penyakit eksim, dermatitis kontak dan penyakit kulit lainnya. Terutama yang peka terhadap kortikosteroid, termasuk efek antibakteri juga dinginkan.

Sementara itu hydrocortisone juga merupakan salah satu kortikosteroid topikal yang disarankan dikonsumsi untuk bayi dengan usia di bawah satu tahun. Dipakai untuk mengatasi ruam kulit yang disertai manifestasi inflamasi berat akibat penggunaan popok, eksim atopik dan gigitan serangga.

Sangat disarankan untuk tidak menggunakan obat ini pada pasien dengan riwayat hipersensitif terhadap hydrocortisone atau tetracycline. Selain itu, obat ini juga sebaiknya tidak diberikan pada pasien yang menderita infeksi jamur sistemik, penderita TBC aktif, herpes zoster, herpes simplex hingga infeksi virus lain.

Efek Samping Obat

Perhatikan dengan benar penggunaan obat ini dalam jangka panjang bisa menyebabkan atrofi, striae, telangiectasias, sensasi kulit seperti terbakar, rasa gatal, iritasi, kulit, kering, folikulitis, jerawat, hipopigmentasi, dermatitis kontak alergi, infeksi sekunder hingga malaria. Pada beberapa orang yang peka terhadap obat, penggunaan obat ini menimbulkan reaksi hipersensitif.

Perhatian Khusus

Pemakaian obat ini tidak boleh sembarangan dan harus sesuai dengan rekomendasi dokter, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan terhadap konsumsi obat ini. Karena memang penggunaan yang tidak disarankan akan menimbulkan beberapa dampak negatif bagi orang yang mengonsumsinya, berikut beberapa hal yang harus dipahami.

  • Jangan menggunakan obat ini pada area mata atau area di dekat mata.
  • Kulit yang diolesi krim obat ini sebaiknya tidak dibalut perban, karena mampu meningkatkan penyerapan ke dalam darah dan membuat efek samping sistemik.
  • Belum diketahui terkait kortikosteroid topikal apakah bisa diekskresikan melalui air susu ibu (ASI), tetapi karena potensi bahaya yang mungkin timbul pada bayi, sebaiknya penggunaan obat ini oleh ibu menyusui dilakukan dengan hati-hati.
  • Penyerapan ke dalam darah dapat terjadi lebih besar terhadap pasien anak usia di bawah enam tahun. Obat ini juga akan menimbulkan efek samping jika digunakan pada area kulit yang luas, jangka panjang dan penggunaan pakaian ketat pada area kulit yang diobati.
  • Pemakaian obat-obatan antibiotik bisa menyebabkan superinfeksi, kondisi ini berbentuk pertumbuhan bakteri yang tidak peka, namun jika terjadi sebaiknya dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Toleransi Kehamilan

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memasukkan hydrocortisone ke dalam kategori C dengan alasan bahwa penelitian pada reproduksi hewan menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai serta mengendali dengan baik pada manusia. 

Fakta buruk terikortin yang sudah terbukti pada janin hewan harus menjadi perhatian serius, meski jika ada alasan medis yang mengharuskan pemakaian obat ini. Dan tidak ada pilihan obat lain, penggunaan obat yang mengandung hydrocortisone pada perempuan hamil bisa dilakukan.

Categories
Obat

Provelyn Kapsul 75mg Merupakan Pregabalin, yang Perlu Diketahui

Provelyn kapsul 75 mg adalah sebuah merek obat internasional untuk pregabalin, sebuah obat analgesic dan antikonvulsan yang digunakan untuk mengatasi nyeri yang dihubungkan dengan diabetic neuropathy, postherpetic neuralgia, untuk gangguan kejang onset sebagian pada orang dewasa, dan untuk perawatan fibromyalgia. Obat-obat pregabalin juga digunakan untuk merawat sakit saraf yang disebabkan karena diabetes atau cidera. Obat pregabalin bekerja dengan cara yang berbeda-beda. Misalnya, dalam kasus epilepsi, obat ini menghentikan kejang dengan cara mengurangi aktivitas listrik tidak normal di otak. Untuk nyeri saraf, obat akan menghambat rasa sakit dengan cara mengganggu pesan nyeri yang berjalan melewati otak ke tulang belakang. Sementara itu, dalam kasus kecemasan, obat pregabalin akan menghentikan otak agar tidak melepaskan zat kimia yang menyebabkan Anda merasa cemas. Provelyn kapsul 75 mg merupakan obat resep. Dalam arti, Anda hanya bisa membeli obat ini dengan resep dari dokter. 

Sebagai sebuah pregabalin, provelyn kapsul 75 mg biasanya dikonsumsi 2 hingga 3 kali sehari, dengan atau tanpa makanan. Anda tidak perlu memiliki penyakit epilepsi untuk menggunakan obat ini untuk membantu mengatasi rasa nyeri ataupun kecemasan. Obat ini juga membutuhkan waktu beberapa minggu untuk bekerja dengan efektif. Sama seperti obat lainnya, provelyn kapsul 75 mg hadir dengan efek sampingnya sendiri, namun biasanya hanya bersifat ringan dan akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari atau minggu. Adapun efek samping yang paling sering terjadi adalah ngantuk, pusing, dan sakit kepala. Provelyn kapsul 75 mg hanya untuk digunakan oleh orang dewasa, dan jangan berikan obat ini untuk anak-anak kurang dari 18 tahun. Obat ini juga tidak cocok untuk semua orang. Guna memastikan apakah provelyn kapsul 75 mg cocok untuk Anda, beritahu dokter apabila Anda pernah memiliki reaksi alergi terhadap pregabalin atau obat-obatan lain sebelumnya. Anda juga perlu menginformasikan dokter tentang apakah Anda pernah kecanduan atau menyalahgunakan obat-obatan tertentu. Jika Anda sedang berusaha untuk hamil, atau sedang hamil dan menyusui, informasikan hal ini dengan dokter. 

Kehamilan dan menyusui

Tidak ada bukti pasti bahwa provelyn kapsul 75 mg atau jenis pregabalin lain berbahaya untuk bayi yang masih ada di dalam kandungan, namun sebagai bentuk keamanan penggunaan, Anda hanya akan direkomendasikan obat ini apabila manfaat yang didapat jauh melebihi risiko yang dimiliki. Apabila Anda mengonsumsi obat ini untuk epilepsi dan kemudian hamil, jangan berhenti mengonsumsi obat tersebut sebelum berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Sangat penting bahwa epilepsy dirawat pada saat kehamilan karena kejang dapat membahayakan ibu hamil dan bayi yang masih di dalam kandungan. 

Apabila Anda sedang berusaha untuk hamil atau telah sedang hamil, Anda direkomendasikan secara rutin untuk mengonsumsi vitamin yang disebut asam folat setidaknya 400 mcg setiap hari. Vitamin tersebut akan membantu janin untuk tumbuh dengan normal di dalam kandungan. Wanita hamil yang mengonsumsi provelyn kapsul 75 mg atau pregabalin lainnya direkomendasikan untuk mengonsumsi asam folat dalam dosis yang lebih tinggi. Dokter dapat meresepkan asam folat dosis tinggi (5 mg per hari) untuk Anda konsumsi dalam 12 minggu pertama kehamilan. Apabila Anda mengonsumsi pregabalin pada masa menjelang persalinan, bayi akan membutuhkan pemantauan ekstra beberapa hari pertama setelah dilahirkan. Ini karena ada kemungkinan bayi akan menderita sindrom putus obat pregabalin. Untuk informasi lebih lanjut seputar provelyn kapsul 75 mg, hubungi dokter.

Categories
Obat

Jangan Diremehkan, Ini Bahaya Alergi Antibiotik

Antibiotik merupakan salah satu jenis obat yang banyak digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Akan tetapi, tidak semua orang bisa sembuh dengan efektif setelah mengonsumsi antibiotik. Beberapa orang mungkin memiliki alergi antibiotik yang menimbulkan efek samping setelah pemakaiannya.

Apabila Anda memiliki alergi antibiotik, Anda harus berhati-hati dalam mengonsumsinya. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter demi keamanan kesehatan Anda. 

Bahaya alergi antibiotik

Reaksi alergi terhadap obat antibiotik tidak selalu langsung dirasakan. Anda mungkin tidak mengalaminya pada tahap-tahap awal mengonsumsi antibiotik. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, alergi mulai berkembang dan obat tersebut tidak lagi efektif untuk mengobati penyakit Anda.

Anda harus bisa membedakan reaksi alergi dengan efek samping. Efek samping obat biasanya cenderung lebih ringan dan umumnya berupa mual, sakit perut, diare, dan ruam kulit setelah beraktivitas di bawah sinar matahari.

Akan tetapi, hal ini berbeda dengan reaksi alergi. Anda akan merasakan gejala yang lebih serius bila Anda memiliki alergi terhadap obat yang dikonsumsi, termasuk antibiotik. 

Reaksi alergi tersebut dapat berupa penurunan tekanan darah, hidung tersumbat, detak jantung cepat, dan sesak napas. Apabila Anda merasakan gejala ini, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

Jangan remehkan reaksi alergi, meski gejala yang Anda rasakan mungkin tidak terlalu parah. Seiring berjalannya waktu, alergi akan semakin berkembang menjadi parah dan berbahaya untuk kesehatan Anda.

Tubuh Anda membangun antibodi untuk melawan antibiotik tersebut. Akibatnya, respon sistem kekebalan Anda akan lebih kuat setiap saat dan dapat mempersingkat waktu yang diperlukan untuk memunculkan gejala reaksi. 

Bahkan, dalam kasus yang cukup parah, reaksi ini bisa menyebabkan kematian hanya beberapa menit setelah antibiotik dikonsumsi.

Karena itu, segera hentikan penggunaan antibiotik dan konsultasikan dengan dokter Anda apabila Anda mengalami reaksi alergi. 

Diagnosa reaksi alergi antibiotik

Sebelum mengalami reaksi alergi, Anda bisa terlebih dahulu mencari tahu apabila Anda memiliki alergi antibiotik atau tidak. Proses diagnosa biasanya akan dilakukan dengan cara: 

  • Tes darah

Darah Anda akan diambil sebagai sampel untuk kemudian diuji. Hasil pengujian akan memberikan informasi kepada dokter mengenai cara tubuh Anda bekerja. Darah akan diambil dari area tangan atau lengan Anda. 

  • Patch test

Tes ini dilakukan dengan memberikan sejumlah antibiotik dalam dosis kecil ke kulit Anda. Area kulit yang diberikan antibiotik akan ditutup dengan patch khusus selama dua hari. Setelah itu, pihak rumah sakit akan melihat reaksi kulit Anda terhadap antibiotik tersebut.

  • Tes dengan jarum

Pada tes ini, kulit Anda akan ditusuk dengan jarum. Setetes kecil antibiotik akan diletakkan di lengan bagian bawah Anda. Nanti, pihak rumah sakit akan memperhatikan reaksi yang ditimbulkannya. 

  • Tes intradermal

Sejumlah kecil cairan antibiotik akan diletakkan di bawah permukaan kulit Anda. Nantinya, pihak rumah sakit akan mengawasi reaksinya. 

  • Tes provokasi obat

Tes ini dikenal juga dengan sebutan tes tantangan antibiotik. Pihak rumah sakit akan memberikan peningkatan dosis antibiotik kepada Anda. Anda akan diminta untuk menggunakan antibiotik dengan dosis yang dinaikkan tersebut dan mengawasi reaksinya. 

Berdasarkan hasil tes yang dilakukan, Anda bisa mengetahui seperti apa reaksi alergi yang ditimbulkan apabila Anda memiliki alergi antibiotik. Semakin cepat Anda menyadari alergi Anda, semakin cepat juga Anda bisa melakukan upaya pencegahan dan mencari alternatif pengobatan yang lain.