Categories
Kulit & Kelamin

Langkah Carai Pakai Pelembab yang Perlu Diketahui

Memilih pelembab untuk kulit berminyak tidaklah mudah dan harus berhati-hati karena kulit berminyak cenderung lebih rentang mengalami masalah. Seperti jerawat dan pelembab yang bisa meningkatkan produksi minyak, hal ini memaksa seseorang harus cermat dalam memilih pelembab dan cara pakai pelembab untuk kulit berminyak.

Pelembab berfungsi sebagai pelindung untuk kulit dan menjaga kulit tetap terhidrasi hingga menjadi lebih sehat. Namun, banyak yang mengira bahwa pemilik kulit berminyak tidak perlu menggunakan pelembab karena akan membuat wajah terlihat lebih mengilap. Namun hal ini justru keliru, penggunaan pelembab tetap penting tetapi harus jeli dalam memilih jenis produk yang tepat.

Cara Pakai Pelembab

  1. Ratakan dari Sisi Luar ke Dalam

Memakai pelembap asal oles tentu tidak membuat kulit wajah mendapat manfaat, langkah pertama yang harus dilakukan adalah totol-totolkan krim pelembap di seluruh wajah. Ratakan dari sisi terluar wajah hingga menuju bagian tengah dengan gerakan memutar ke atas. 

Mulai dari dagu, pijat perlahan dengan gerakan melingkar lembut ke garis rahang menuju dahi dan berakhir di hidung. Jika melakukannya dengan arah terbaik, mulai dari area hidung menuju ke telinga nantinya residu pelembap akan tertinggal dan menumpuk di sekitar jalur garis rambut. 

Cara memakai seperti ini menyebabkan pori-pori tersumbat di sekitar garis rambut hingga di dekat telinga. Pori-pori yang tersumbat tidak akan membuat wajah bersih, justru menimbulkan banyak komedo.

  1. Bagian Leher

Perhatikan bagian leher, bagian ini merupakan perpanjangan dari kulit wajah dan butuh untuk dirawat juga. Bagian leher biasanya mendapat bagian yang paling sedikit atau juga sisa-sisa dari penggunaan di bagian lain. Gunakan satu oles pada wajah dan gunakan satu oles lagi untuk bagian leher.

  1. Gunakan Segera

Pelembap digunakan setelah mandi, hal ini tidak salah dan idealnya memang demikian ketika memakainya. Namun jangan mendiamkan kulit selama lebih dari semenit, karena kulit akan mulai dehidrasi karena udara kering yang mengurangi kelembapan kulit. Tepuk-tepuk sebentar wajah dengan handuk bersih untuk menghilangkan sisa air mandi yang masih menetes.

Segera gunakan pelembap setelah keluar dari kamar mandi, tujuannya agar kelembapan wajah masih terjaga dengan baik dan mencegah risiko kulit kering serta kulit menjadi pecah-pecah jika dibiarkan terlalu lama.

  1. Pakai Pelembap Sesuai Jenis Kulit

Kandungan pelembap cenderung lebih berminyak, jika kulit wajah juga jenis berminyak maka jangan asal dalam memilih pelembab. Jika kandungan pelembab itu mengandung minyak maka hanya akan memperparah kondisi kulit atau minyak wajah, kulit wajah lebih sensitif ketimbang bagian tubuh lain termasuk kulit tangan dan kaki.

Hal ini bisa diketahui dari jenis pelembab, seperti berbentuk lotion, gel, krim atau ointment, lotion dan gel mengandung lebih banyak air, sementara krim dan ointment mengandung lebih banyak minyak. Pelembab jenis lotion dan gel umumnya lebih ringan ketika digunakan, sehingga lebih nyaman sebagai pelembab kulit berminyak.

  1. Sesuaikan Pelembab dengan Cuaca

Tak hanya menyesuaikan dengan jenis kulit, cara pakai pelembab yang benar juga harus memilih produk yang sesuai dengan cuaca lingkungan. Jika cuaca sangat terik, pastikan pelembab wajah memiliki kandungan SPF, semakin besar kandungan SPF maka semakin kuat dalam melindungi kulit dari paparan sinar UVA dan UVB.

Disarankan untuk menggunakan pelembab yang mengandung asam retinoid pada malam hari, alasannya pelembab jenis ini dapat mengurangi produksi minyak berlebih pada kulit dan membantu mengurangi munculnya komedo pada wajah.

Categories
Kulit & Kelamin

Upaya yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah Molluscum Contagiosum

Kulit merupakan salah satu bagian tubuh yang paling mungkin dan sering terserang masalah kesehatan. Hal itu masuk akal lantaran kulit merupakan bagian tubuh kita yang paling sering terpapar sesuatu. Alhasil, banyak sekali ragam penyakit kulit yang telah dikenali medis. Mungkin Anda belum pernah mendengar tentang molluscum contagiosum, saking banyaknya varian penyakit kulit.

Molluscum contagiosum merupakan jenis penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi virus. Nama virus yang menyebabkan kondisi ini serupa dengan nama penyakitnya. Gejala utama yang diderita penderita penyakit ini adalah timbulnya benjolan atau lesi yang tidak berbahaya di lapisan atas kulit seseorang.

Benjolan yang ditimbulkan molluscum contagiosum biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, berbeda dengan cacar, misalnya. Benjolan-benjolan itu akan menghilang dengan sendirinya dalam jangka waktu tertentu dan jarang meninggalkan bekas luka, meskipun tidak diobati. Adapun lamanya waktu virus bertahan bervariasi untuk setiap orang, tetapi benjolan biasa bisa bertahan mulai dari dua bulan hingga empat tahun.

Molluscum contagiosum adalah penyakit kulit menular. Persebarannya bisa terjadi melalui kontak langsung dengan seseorang yang mengidapnya atau dengan menyentuh benda yang terkontaminasi virus, seperti handuk atau pakaian. 

Siapa pun bisa tertular molluscum contagiosum, tetapi kelompok orang tertentu lebih mungkin terinfeksi daripada yang lain. Kelompok-kelompok yang memiliki risiko tinggi terpapar virus ini antara lain: 

  • Anak-anak berusia antara 1 dan 10 tahun;
  • Orang yang tinggal di daerah beriklim tropis;
  • Orang dengan sistem kekebalan yang lemah yang disebabkan oleh faktor-faktor seperti transplantasi organ atau perawatan kanker;
  • Orang yang menderita dermatitis atopik , yang merupakan bentuk umum eksim yang menyebabkan ruam bersisik dan gatal;
  • Orang yang berpartisipasi dalam olahraga kontak, seperti gulat atau sepak bola, di mana kontak kulit ke kulit biasa terjadi.

Pengobatan dan perawatan bedah untuk mengatasi penyakit ini tersedia, tetapi perawatan kerap tidak diperlukan dalam banyak kasus. Yang harus diperhatikan adalah virus bisa lebih sulit diobati jika Anda memiliki sistem kekebalan yang lemah.

Cara terbaik untuk tidak turut terpapar molluscum contagiosum adalah dengan menghindari menyentuh kulit orang lain yang terinfeksi. Upaya-upaya di bawah ini juga dapat membantu seseorang terpapar atau terinfeksi virus ini:

  • Praktikkan mencuci tangan yang efektif dengan air hangat dan sabun.
  • Ajari anak-anak tentang teknik mencuci tangan yang benar karena mereka lebih cenderung menggunakan sentuhan dalam permainan dan interaksi dengan orang lain.
  • Hindari berbagi barang pribadi. Ini termasuk handuk, pakaian, sikat rambut, atau sabun batangan.
  • Hindari penggunaan perlengkapan olahraga bersama yang mungkin bersentuhan langsung dengan kulit telanjang orang lain.
  • Hindari mengorek atau menyentuh area kulit Anda yang terdapat benjolan.
  • Jaga agar benjolan tetap bersih dan tertutup untuk mencegah diri Anda atau orang lain menyentuhnya dan menyebarkan virus.
  • Hindari mencukur atau menggunakan elektrolisis di tempat yang terdapat benjolan.
  • Hindari kontak seksual jika Anda memiliki benjolan di area genital.

Virus ini terbilang “bandel” karena cukup sulit untuk dibasmi. Lagi pula, ketika Anda pernah terpapar sekali, bukan berarti Anda dapat terbebas dari infeksi berikutnya. Berbeda dengan virus penyebab cacar, misalnya, yang tidak bisa diderita berulang oleh penderita.

Upayakan untuk selalu mewaspadai kemungkinan terjadinya paparan virus molluscum contagiosum dengan melakukan kiat-kiat di atas. Terlebih jika Anda telah terpapar, usahakan untuk tidak turut menyebarkan penyakit ini kepada orang lain. Selalu jaga kebersihan diri dan lingkungan agar terbebas dari segala macam penyakit kulit, termasuk molluscum contagiosum.