Categories
Kulit & Kecantikan

Cara Membuat Lulur dari Buah Pepaya untuk Kulit

Merupakan salah satu jenis buah yang memiliki sejuta manfaat kesehatan dan kecantikan kulit manusia, pepaya dapat dijadikan sebagai lulur. Buah ini kaya akan vitamin C dapat digunakan sebagai masker buah untuk kulit. Dengan ekstrak pepaya yang mampu membantu menghilangkan sel-sel mati, komedo hingga noda hitam pada kulit.

Kulit dapat mengelupas untuk jangka waktu tertentu dan dikarenakan beberapa faktor, seperti cuaca, tidak cocok dengan sabun atau bedan serta alasan lainnya. Banyak scrub yang dijual dan mudah ditemukan di toko, scrub berfungsi mencegah kulit mengelupas. Kebanyakan scrub yang dijual ini mengandung bahan alami, salah satunya dari pepaya.

Lulur Buah Untuk Kulit

Perlu diketahui jikapepaya mempunyai kandingan asam alfa hidroksi yang fungsinya membantu dan memperbaki jaringan kulit yang rusak. Manfaat ini membantu mecegah pori-pori yang tersumbat, vitamin C dan E dalam pepaya juga dapat membantu mencegah tanda-tanda penuaan dini, misalnya muncul keriput dan garis-garis halus.

Dalam membuat scrub dari pepaya, perlu ditambahkan beberapa bahan lain sebagai campuran seperti madu dan gula. Madu diklaim sebagai agen penghidrasi alami untuk kulit, manfaat ini mampu dipakai untuk melembabkan kulit. Selain itu madu juga memiliki kandungan antioksidan yang bermanfaat membantu meremajakan kulit.

Lebih lanjut, sifat anti-inflamasi dan antiseptik pada madu mampu untuk mencegah munculnya segala jenis peradangan yang terjadi pada kulit. Madu mentah yang digunakan di wajah secara rutin setiap hari sangat menyehatkan dan baik untuk kulit wajah. Sementara gula yang sangat dipercaya mampu sebagai agen pengelupas.

Gula yang dipakaikan di wajah juga mampu digunakan untuk menghilangkan sel-sel kulit mati sekaligus memulihkan sel baru. Manfaat yang diberikan ini sangat membantu dalam mengunci kelembapan kulit dan membantu mencerahkan kulit wajah. Sementara itu, untuk membuat lulur dari buah pepaya terdapat beberapa langkah mudah yang bisa dilakukan.

Cara Membuat Lulur Pepaya

  • Langkah pertama yang harus dilakukan dalam membuat lulur kulit dari pepaya adalah mempersiapkan bahan, di antaranya pepaya matang, madu mentah dan gula pasir.
  • Setelah itu ambil pepaya matang sebanyak dua irisan, kemudian kupas kulitnya dan buang biji lalu potong menjadi kecil-kecil.
  • Setelah itu ambil dua iris kemudian masukkan ke dalam blender untuk membuatnya menjadi lembut, tambahkan pula madu dan gula sebanyak satu sendok teh.
  • Blender bahan dan campurannya, tujuannya adalah untuk membuat bahan campuran yang homogen, untuk itu pastikan aduk dengan baik.
  • Langkah selanjutnya adalah membersihkan wajah dengan menggunakan air biasa, setelah itu aplikasikan scrub atau lulur tadi ke wajah.
  • Gosok dengan menggunakan ujung jari dan gerakan memutar, setelah itu diamkan lulur yang sudah diaplikasikan di wajah selama 15-20 menit.
  • Jika sudah, bersihkan wajah yang sudah diolesi lulur pepaya buatan sendiri tadi dengan menggunakan air biasa sampai bersih.

Menggunakan pepaya sebagai lulur buah untuk kulit memang sangat bermanfaat dan tidak disangka kebaikan kesehatan yang diberikan. Masker pepaya ini ternyata juga dapat melindungi kulit dari radiasi sinar matahari dan berperan sebagai tabir surya. Perawatan yang rutin mampu digunakan untuk menjagakebersihan kulit.

Selain dipakai sebagai lulur atau masker, konsumsi pepaya dengan dimakan juga sudah memberi banyak manfaat untuk kesehatan. Nutrisi yang tekandung dalam buah pepaya sebenarnya membantu penyembuhan kulit, besarnya manfaat dari buah ini di beberapa negara besar di dunia pepaya bahkan dijadikan sebagai sayuran.

Categories
Kulit & Kecantikan

Kutikula Kuku

Bagi Anda yang ingin menjaga penampilan, tentunya ada berbagai hal yang perlu diperhatikan, salah satunya termasuk kutikula kuku. Kutikula kuku merupakan lapisan kulit mati berwarna putih yang terletak pada bagian sisi kuku jari tangan dan kaki.

Mengapa Perlu Menjaga Kutikula Kuku?

Jika Anda ingin merawat kuku, pastikan Anda menjaga kutikula kuku dengan tidak langsung memotongnya, karena hal tersebut akan menimbulkan risiko pada tubuh seperti kuman. Meskipun demikian, sebagian wanita waspada ketika melakukan perawatan seperti ini karena tidak hanya dapat memberikan penampilan yang baik pada diri mereka, namun juga demi menjaga kebersihan.

Ketika merawat kuku, banyak orang juga langsung memotong kutikula kuku. Para ahli menyatakan bahwa kutikula sebaiknya jangan dipotong. Kutikula kuku merupakan bagian yang penting pada kuku manusia dimana bagian tersebut dapat melindungi tubuh manusia dari kuman.

Pada umumnya, seseorang yang merawat kuku di salon akan memotong kutikula kuku untuk memberikan penampilan yang baik pada diri mereka. Prosedur tersebut dilakukan dengan cara merendam kuku-kuku jari seseorang ke dalam baskom yang berisi air untuk melembutkannya. Setelah merendamkannya, kutikula kuku seseorang akan dipotong.

Walaupun memotong kutikula kuku merupakan cara yang efektif untuk memberikan penampilan yang baik pada wanita, para dokter spesialis kulit menyatakan bahwa kutikula sebenarnya tidak boleh dipotong, karena kutikula memiliki fungsi untuk melindungi kuku yang mulai tumbuh dari kantong kecil yang terletak pada bagian bawah kulit yang disebut sebagai matriks kuku.

Kutikula kuku dapat melindungi matriks kuku manusia dari infeksi. Jika seseorang memotong kutikula kuku, seseorang akan mengalami risiko yang lebih besar terhadap bakteri dan kuman melalui kuku. Seseorang yang mengalami infeksi pada bagian kuku akan mengalami gangguan seperti cantengan atau infeksi jamur kuku.

Salah satu jenis infeksi yang disebabkan oleh pemotongan kutikula kuku adalah paronikia. Paronikia dapat membuat seseorang mengalami kemerahan, bengkak, nyeri, muncul lepuhan berupa nanah, bahkan mengalami perubahan bentuk dan warna pada kuku.

Tidak hanya itu, seseorang yang memotong kutikula kuku akan menghambat pertumbuhan kuku dimana masalah tersebut dapat menyebabkan kerutan dan bintik-bintik atau garis putih pada bagian kuku.

Cara Merawat Kutikula Kuku

Walaupun kutikula kuku sebaiknya tidak dipotong, Anda tetap perlu merawatnya supaya tidak membuat kutikula kuku Anda kering. Berikut adalah cara-cara yang sebaiknya Anda lakukan pada kutikula kuku Anda:

  1. Rendam kuku-kuku ke dalam air hangat

Salah satu cara yang dapat Anda lakukan, jika ingin merawat kutikula kuku, adalah merendamnya dengan air hangat. Anda hanya perlu menyediakan baskom dan air hangat, kemudian rendamkan sekitar 10 menit. Merendamkan kuku dapat membuat kutikula kuku Anda lunak dan kuku terlihat bersih.

  • Orange stick

Orange stick merupakan cara lain yang dapat Anda lakukan jika ingin merawat kutikula kuku. Orange stick dapat dilakukan jika kutikula kuku Anda sudah tebal dan perlu dimasukkan ke dalam. Hal tersebut juga dapat melunakkan kutikula kuku Anda.

  • Gunakan pelembab kuku dan kutikula

Anda juga sebaiknya gunakan pelembab kuku dan kutikula untuk merawat kuku Anda. Kutikula kuku merupakan salah satu bagian tubuh yang memerlukan kelembaban. Jika kering, maka kutikula kuku akan terlihat pecah-pecah dan mengelupas. Anda dapat menggunakan pelembab baik di siang maupun malam hari dengan salep atau losion.

  • Hindari kebiasaan menggigit kuku

Anda juga sebaiknya jangan menggigit kuku, karena dapat menyebabkan kutikula kuku kering sehingga dapat memicu infeksi.

  • Perhatikan hal-hal yang dapat menyebabkan kutikula kuku kering

Contoh hal yang dapat membuat kutikula kuku Anda kering adalah mencuci piring. Jika Anda mencuci piring, Anda sebaiknya menggunakan sarung tangan supaya dapat merawat kuku Anda.

Kesimpulan

Kutikula kuku merupakan bagian tubuh yang perlu diwaspadai, karena dapat menyebabkan infeksi. Jika Anda ingin merawat kutikula kuku, caranya mudah, dengan hal-hal yang disebutkan di atas. Dengan melakukan cara-cara tersebut, Anda dapat menjaga kutikula kuku sepanjang waktu.

Categories
Kulit & Kecantikan

6 Tipe Warna Kulit Manusia Menurut Risiko

Warna kulit tidak hanya menjadi kepusingan para penata rias guna menentukan alas bedak yang tepat untuk menghasilkan riasan yang natural. Lebih daripada itu, warna kulit manusia nyatanya juga menjadi perhatian medis karena memiliki risiko tersendiri terkait penyakit yang berhubungan dengan paparan sinar, kanker kulit contohnya.

Sebenarnya banyak faktor yang membuat warna kulit antar satu orang dengan orang lainnya tampak berbeda. Tidak sekadar putih atau hitam, ada pula beberapa gradasi warna yang mungkin agak sulit Anda identifikasi hingga kini. Adalah Fitzpatrick, yang pada tahun 1974 akhirnya membuat penggolongan tipe warna kulit manusia berdasarkan skala risikonya terkena kanker kulit.

Ada 6 tipe warna kulit yang diusung oleh Fitzpatrick. Pembagian tipe tersebut didasarkan pada kadar tingkat pigmentasi yang terbentuk oleh melanin dalam tubuh sebelum terpapar oleh sinar matahari. Di mana tiap tipe memiliki tingkat risiko yang berbeda terkait penyerapan sinar ultraviolet yang berbahaya. Berikut ini adalah 6 tipe warna kulit manusia yang diusung oleh Fitzpatrick.

  1. Tipe I

Kulit manusia yang masuk ke tipe ini umumnya berwarna putih. Di mana warna kulit akan langsung berubah ketika terkena sinar matahari. Tidak jarang, tipe I dari Fitzpatrick ini akan mengalami kulit terbakar, walaupun hanya terbakar sinar matahari. Ciri lain dari warna kulit manusia tipe I, yakni adanya bintik-bintik kecil yang menghiasi kulit. Orang-orang Inggris dan Skotlandia menjadi etnis yang kerap memiliki jenis kulit yang satu ini.

  • Tipe II

Penduduk Eropa Utara umumnya memiliki tipe warna kulit nomor II dari Fitzpatrick ini. Ciri-ciri umumnya adalah warna kulit putih yang tampak pucat. Sama seperti tipe I, warna kulit manusia tipe II ini juga kerap memiliki bintik-bintik kecil. Namun, penampakannya lebih jelas dibandingkan tipe I. Kulit manusia tipe yang kedua ini pun sangat mudah terbakar matahari. Bahkan, tidak jarang ketika berjemur di sinar matahari terlalu, kulit manusia tipe II akan mudah mengelupas.

  • Tipe III

Tipe III memiliki kulit berwarna putih pucat. Di sekujur kulit, juga mudah ditemukan bintik-bintik berwarna agak kecokelatan. Bedanya dengan tipe-tipe sebelumnya, warna kulit III tidak mudah terbakar matahari. Warna kulit tipe ini hanya mengalami perubahan warna ketika terpapar sinar terlalu lama, yakni menjadi kecokelatan. Etnis Jerman menjadi yang paling banyak memiliki jenis kulit yang satu ini.

  • Tipe IV

Warna kulit manusia tipe IV yang diklasifikasikan oleh Fitzpatcrick cenderung dinilai sebagai warna kulit yang eksotis. Warna kulit tipe ini umumnya kecokelatan dan mulus tanpa bintik-bintik. Warna kecokelatan pada kulit selaras dengan warna rambut dan bola mata pemilik kulit tersebut. Dengan tipe warna ini, pemilik kulit juga tidak perlu takut berjemur lama-lama di bawah sinar matahari sebab kulitnya sangat jarang untuk terbakar. Penduduk kawasan Mediterania atau Eropa bagian selatan yang umumnya memiliki warna kulit jenis ini.

  • Tipe V

Tipe V adalah jenis warna kulit yang umum dimiliki oleh orang-orang Asia dan sebagian Afrika. Orang Indonesia kerap menyebut warna tipe V ini sebagai kulit sawo matang. Cirinya adalah warna kulit yang kecokelatan cenderung gelap. Kulit tipe V ini juga sangat tidak mudah terbakar, walau berlama-lama berjemur di bawah sinar matahari. Umumnya, tidak ditemukan pula bintik-bintik di sekujur kulit.

  • Tipe VI

Inilah warna kulit manusia yang umumnya dimiliki oleh etnis Afrika. Di mana warna kulit mereka cenderung mengarah ke hitam. Legamnya kulit dikarenakan pigmen yang mereka miliki sangat dalam. Orang dengan jenis kulit tipe ini pun tidak akan mengalami masalah kulit terbakar matahari. Tidak ada pula bintik-bintik yang menjalar di sekujur kulitnya.

***

Setelah mengetahui tipe warna kulit manusia ala Fritzpatrick di atas, baiknya Anda menyiapkan perlindungan kulit yang sesuai dengan jenis kulit Anda. Tujuannya tak lain meminimalkan risiko terkena kanker kulit akibar terlalu sering terbakar sinar matahari.