Categories
Hidup Sehat

Waspadai Penyakit Akibat Kelainan Sistem Limfatik

Pernahkah Anda mendengar tentang sistem limfatik? Pada tubuh setiap manusia, terdapat sistem limfatik yang tersebar pada berbagai area tubuh. Sistem ini menjadi bagian dari sistem kekebalan tubuh dan memiliki beragam fungsi, seperti menyerap lemak saluran pencernaan, melindungi tubuh dari penyakit, menjaga kadar cairan dalam tubuh, dan lain sebagainya.

Pada dasarnya, sistem limfatik terdiri atas jaringan, pembuluh darah, dan organ-organ. Seluruh bagian ini bekerja sama dalam memindahkan cairan getah bening ke aliran darah.

Jenis-jenis penyakit yang terjadi karena gangguan sistem limfatik

Fungsi dari sistem limfatik akan hilang apabila terjadi kelainan berupa penyumbatan saluran limfatik, infeksi, peradangan, atapun kanker. Saat hal ini terjadi, sistem limfatik tidak bisa bekerja dengan semestinya dan menyebabkan berbagai macam penyakit.

Beberapa penyakit gangguan limfatik  antara lain:

  • Limfoma

Limfoma merupakan kondisi kanker pada organ limfatik. Di antara seluruh penyakit limfatik, penyakit ini menjadi penyakit yang paling serius.

Salah satu faktor utama penyebab limfoma adalah perawatan kanker di bagian tubuh lainnya. Apabila Anda pernah menjalani perawatan radiasi atau kemoterapi untuk mengatasi kanker, cairan limfatik bisa saja mengalir kembali ke jantung dan menyebabkan pembengkakan. Hal ini kemudian akan berujung pada limfoma.

Sebagai contoh, penderita yang mengalami kanker payudara berpotensi terkena limfoma. Proses operasi pengangkatan kanker payudara biasanya melibatkan pengangkatan kelenjar getah bening di area ketiak. Alhasil, efek samping dari metode perawatan ini adalah limfoma.

  • Limfadenopati

Penyakit yang satu ini merupakan pembesaran kelenjar getah bening. Pembesaran terjadi akibat infeksi, peradangan, atau kanker. Infeksi yang umumnya memicu hal ini adalah infeksi radang tenggorokan, infeksi HIV, dan infeksi dari luka pada kulit.

Di antara sejumlah penyakit kelainan sistem limfatik, limfadenopati merupakan penyakit yang paling umum terjadi. Kondisi ini terjadi saat terdapat bakteri pada kelenjar getah bening, menyebabkan kelenjar getah bening memproduksi lebih banyak sel darah putih yang melawan infeksi sehingga menyebabkan pembengkakan.

Anda bisa merasakan pembengkakan pada area leher, ketiak, atau selangkangan. Untuk mendiagnosa kondisi ini, pasien perlu menjalani pemeriksaan berupa CT Scan ataupun MRI.

  • Limfadema

Saat terjadi penyumbatan pada sistem limfatik, cairan getah bening tidak akan bsia mengalir dengan baik. Lama-kelamaan, cairan ini akan menumpuk dan menyebabkan pembengkakan, khususnya di area lengan atau kaki. Kondisi inilah yang disebut dengan limfadema.

Gejala dari kondisi ini ditandai dengan permukaan kulit yang terasa kencang dan keras. Pada setiap orang, gejala yang dirasakan akan berbeda-beda. Beberapa orang tidak terlalu terganggu dengan gejala yang timbul, namun sebagian lainnya mungkin merasa nyeri pada area yang membengkak.

Dalam beberapa kondisi, limfadema juga bisa terjadi sebagai efek samping dari pengangkatan sel kanker payudara. Apabila tidak segera diatasi, kondisi ini bisa mengancam jiwa.

  • Penyakit Castleman

Penyakit castleman cukup jarang ditemukan, namun termasuk salah satu kondisi yang timbul karena adanya gangguan pada sistem limfatik. Castleman bisa terjadi apabila terjadi peradangan yang menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening.

Pada kondisi castleman, gejala yang ditimbulkan hampir serupa dengan kanker limfatik. Biasanya, peradangan terjadi pada lebih dari satu kelenjar getah bening. Pengobatannya pun juga menggunakan metode kemoterapi atau terapi radiasi.

Itulah jenis-jenis penyakit yang bisa terjadi karena adanya gangguan pada sistem limfatik. Masih ada banyak jenis penyakit limfatik lainnya yang timbul dengan gejala berbeda-beda. Sebaiknya, perhatikan kondisi kesehatan tubuh Anda, khususnya bila Anda pernah menjalani terapi dan operasi pengangkatan kanker.

Categories
Hidup Sehat

Manfaat Dari Lari Di Treadmill 

Terdapat manfaat kesehatan yang hampir tak terhitung jumlahnya dengan olahraga teratur, termasuk kekuatan jantung, penurunan berat badan, dan penurunan resistensi insulin.  Berjalan atau lari di treadmill merupakan sumber latihan baik yang dapat mengurangi tekanan pada tubuh Anda.

Anda pasti tahu bahwa berolahraga secara teratur adalah hal baik yang dapat Anda lakukan untuk tubuh Anda. Menjadi tetap aktif sangat penting karena berbagai alasan, termasuk kesehatan Anda. Berikut beberapa alasan mengapa berlari diatas treadmill bisa lebih baik daripada berlari di luar ruangan:

  • Bermanfaat bagi penderita diabetes 

Lari di treadmill adalah salah satu cara ideal untuk mendorong Anda berolahraga secara teratur. Olahraga teratur merupakan faktor yang sangat penting dalam mengendalikan kadar insulin pada penderita diabetes tipe 2, olahraga teratur menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes. Kombinasi diet dan olahraga adalah cara terbaik untuk mengendalikan gejala diabetes pada pasien yang tidak tergantung insulin. Setiap pasien disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai latihan rutin, karena olahraga yang terlalu intens sebenarnya dapat meningkatkan kadar gula darah.

  • Membakar lemak di tubuh

Berlari atau jogging di atas treadmill adalah cara yang sangat efektif untuk membakar lemak dan menurunkan berat badan Anda.  Anda direkomendasikan untuk berlatih selama 75 menit intensitas kuat atau 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang setiap minggu. Berlari dengan treadmill adalah cara yang bagus untuk mencapai hal tersebut, karena lebih mudah bagi sendi Anda daripada berlari di luar ruangan.

  • Membuat Anda mudah berolahraga 

Berolahraga secara teratur adalah cara yang bagus untuk menjaga tubuh Anda dalam kondisi yang baik dan mengurangi tingkat penyakit. Jantung adalah otot yang paling penting dalam tubuh dan memerlukan latihan untuk tetap bugar. Treadmill adalah mesin latihan terbaik untuk Anda yang memulai perjalanan kesehatan, karena mudah digunakan dan mengurangi tekanan pada tubuh daripada banyak jenis latihan lainnya. Kebanyakan ahli merekomendasikan bahwa orang berolahraga setidaknya lima hari per minggu, selama 20-60 menit. Suatu prestasi yang mudah dicapai dengan treadmill. Treadmill menyediakan lingkungan yang sepenuhnya terkontrol, Anda dapat secara akurat mengontrol kecepatan, kemiringan, interval, dan pemulihan saat menggunakannya.

Merasa lebih bahagia secara teratur akan membuat Anda lebih puas dengan setiap latihan yang Anda lakukan. Hal ini berkontribusi terhadap lebih banyak motivasi yang Anda miliki untuk berlari lebih keras di waktu berikutnya.

Mampu mengendalikan cara Anda berlari sepenuhnya merupakan salah satu faktor motivasi yang juga besar. Selain itu, Anda dapat mendengarkan musik, membaca buku, atau bahkan menonton TV saat Anda berlari di treadmill.

Categories
Hidup Sehat

Waspada Ini Ciri Kekurangan Vitamin D yang Membahayakan Kesehatan

Tubuh memerlukan berbagai vitamin untuk dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lancar. Masing-masing vitamin memiliki fungsinya sendiri-sendiri, seperti vitamin D yang memiliki peran untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dengan fungsi seperti ini, vitamin D mampu untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit.

 

Kekurangan vitamin D dapat berdampak buruk pada kesehatan. Setidaknya, diperkirakan terdapat satu miliar orang di seluruh dunia yang kekurangan vitamin D. Sebagian besar mereka tidak mengenali ciri kekurangan vitamin D. Lalu, seperti apa ciri-ciri kekurangan vitamin D yang perlu diwaspadai?

 

  • Merasakan nyeri pada tulang dan punggung

 

Vitamin D telah dipercaya sejak lama dapat menunjang kesehatan tulang. Dalam hal ini, vitamin D bekerja dengan meningkatkan penyerapan kalsium tubuh. Salah satu ciri umum kekurangan vitamin D, yaitu munculnya rasa nyeri tulang atau sakit punggung.

 

Hal ini didukung oleh sebuah penelitian melibatkan lebih dari 9.000 partisipan wanita lansia yang memiliki gejala kekurangan vitamin D. Dari hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa partisipan seringkali mengeluhkan rasa sakit punggung yang berakibat pada terganggunya aktivitas sehari-hari mereka.

 

  • Gejala tulang keropos

 

Masih berhubungan dengan kesehatan tulang, kekurangan vitamin D dapat memicu pengeroposan tulang. Kekurangan vitamin D menyebabkan tubuh tidak dapat menyerap kalsium dan metabolisme tulang dengan optimal. Hal ini berujung pada risiko terjadinya tulang keropos atau osteoporosis, terutama pada kelompok lanjut usia.

 

Pada dasarnya, dengan kadar vitamin D normal, kepadatan mineral pada tulang akan semakin menurun sejalan dengan bertambahnya usia seseorang.

 

Terdapat sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa kadar vitamin D dan kepadatan tulang pada 1.100 yang berusia di atas 35 atau tergolong dalam kelompok usia paruh baya dengan kondisi kesehatan reproduksi telah menopause dan pascamenopause, terhitung cukup rendah. Bahkan, ketika mereka telah rutin mengonsumsi suplemen dosis tinggi, kepadatan tulang tidak begitu terlihat perubahannya secara signifikan.

 

  • Rawan terkena penyakit

 

Tidak hanya sebagai penunjang kesehatan tulang pada tubuh, vitamin D juga dapat mendukung sistem kekebalan tubuh. Peran ini lah yang memungkinkan vitamin D dapat mencegah virus dan bakteri pemicu penyakit menginfeksi tubuh.

 

Vitamin D akan membantu sel-sel dalam tubuh untuk melawan infeksi. Ketika seseorang kekurangan vitamin D, ia memiliki risiko tinggi terkena penyakit, seperti flu, pilek, atau radang tenggorokan.

 

  • Terjangkit penyakit rakitis

 

Pernahkah Anda mendengar penyakit rakitis? Rakitis termasuk dalam kelompok penyakit tulang, yang mana terjadinya pelunakan dan pelemahan tulang pada anak. Pemicu penyakit ini tidak lain, karena kekurangan vitamin D.

 

Ketika seseorang kekurangan vitamin D, maka tubuh memiliki kesulitan dalam menjaga kadar kalsium dan fosfor dalam tulang itu sendiri. Hal ini kemudian akan berdampak pada risiko munculnya penyakit rakitis. Cara sederhana mencegah penyakit rakitis, yaitu dengan mengonsumsi vitamin D.

 

Bagaimana caranya untuk memenuhi kebutuhan vitamin D dalam tubuh?

Tercukupinya vitamin D dalam tubuh dapat menjaga massa tulang dan juga mengurangi risiko terjadinya patah tulang. Tidak hanya itu, kekurangan vitamin D juga ternyata dapat memicu timbulnya penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi.

 

Cara untuk memenuhi kebutuhan vitamin D yang perlu Anda coba, antara lain rutin mengonsumsi ikan kembung, salmon, jamur, tuna, dan juga produk olahan susu, seperti keju dan yogurt. Anda juga dapat memperoleh kandungan vitamin D dari telur, vitamin atau suplemen tambahan.

 

 

 

 

Categories
Hidup Sehat

6 Alasan Beras Basmati Layak Dikonsumsi

Beras basmati terbagi jadi dua; beras basmati putih dan cokelat.

Bagi Anda yang menyukai jenis makanan Timur tengah ataupun Asia Selatan, nama beras basmati pasti sudah tidak asing. Jenis beras yang satu ini merupakan beras yang kerap digunakan sebagai bahan dasar nasi biryani, yang merupakan makanan khas asal Pakistan. 

Namun belakangan, penggunaan beras basmati tidak semata untuk membuat makanan-makanan khas ala Timur Tengah ataupun Asia Selatan. Beras yang bentuk bulirannya lebih panjang daripada jenis beras lainnya ini mulai digunakan sebagai sumber karbohidrat untuk kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, banyak opini mencuat yang menyatakan beras basmati termasuk jenis makanan sehat yang kaya nutrisi. 

Kalau Anda sendiri, termasuk orang yang suka dengan jenis beras ini tidak? Beberapa alasan di bawah ini mungkin bisa membuat Anda menjadi penggemar beras basmati sejati!

  • Rasa Khas dan Unik 

Anda yang pernah menyantap nasi biryani pasti mengerti betapa unik rasa beras yang digunakan sebagai bahan dasarnya. Ya, beras basmati memang memiliki rasa khas yang unik. Rasanya bahkan bisa dikatakan lumayan berbeda jauh dibandingkan beras biasa pada umumnya. Ada rasa kuat yang menyelimuti beras ini, namun tidak terlalu pekat. Rasa ini membuat nasi dari beras basmati cocok disandingkan dengan berbagai makanan berasa pekat juga, seperti makanan bersantan. 

  • Makin Lama Makin Baik

Rata-rata usia beras yang baik untuk dikonsumsi tidak melebihi satu tahun dari waktu panennya. Namun, ini tidak berlaku untuk beras basmati. Jenis beras dengan bulir panjang yang satu ini justru akan semakin baik dikonsumsi ketika semakin lama disimpan. Ibarat anggur, rasa beras basmati yang disimpan lebih panjang bahkan diklaim lebih enak oleh banyak pihak. 

  • Aroma yang Memikat 

Tidak hanya rasa yang unik, aroma beras basmati juga membuat beras ini kian layak untuk dikonsumsi sesering mungkin. Bayangkan saja, Anda bisa menikmati nasi dengan aroma kayu bercampur bunga yang dipanggang ketika menggunakan beras ini sebagai bahan nasi Anda. Dengan aroma yang memikat, nafsu makan pun menjadi kian bertambah. 

  • Cocok untuk Diet 

Apakah Anda termasuk orang yang mulai mengurangi asupan nasi sebagai program diet, namun terus-terusan merasa mood labil karena masih lapar? Cobalah mengganti pilihan karbohidrat Anda ke beras basmati. Jenis beras ini memiliki tingkat lemak yang rendah serta bebas gluten sehingga menjadi pilihan yang pas bagi Anda yang sedang berdiet. 

  • Mampu Menyerap Rasa Lain 

Hal unik lainnya dari beras basmati adalah tekstur beras ini yang lebih terbuka dibandingkan jenis beras lainnya. Tekstur yang terbuka ini membuat beras basmati lebih mudah menyerap rasa lain yang menjadi topping-nya. Alasan ini pulalah yang membuat makanan-makanan Asia Selatan kerap menaruh lauknya di atas nasi dari beras basmati agar rasa makanan bisa terserap maksimal sampai ke bagian bulir nasi. 

  • Penuh Nutrisi 

Makanan yang baik tentu bukan hanya enak soal rasa, tetapi juga sehat bagi raga. Beras basmati bisa menjadi jawaban untuk hal ini sebab dalam pengolahannya, beras basmati telah diperkaya dengan berbagai macam nutrisi. Jenis nutrisi yang kerap ditambahkan dalam beras basmati, antara lain asam folat, zat besi, dan tiamin. Beras ini juga memiliki tingkat glikemik rendah sehingga lebih aman dikonsumsi bagi Anda yang mengidap diabetes.

***

Semakin kuat bukan alasan untuk menjadikan beras basmati sebagai sumber karbohidrat harian Anda? Cobalah untuk memulainya sekarang dan nikmati rasa unik serta segudang manfaat yang terkandung dalam jenis beras ini!

Categories
Hidup Sehat

Waspada Dengan Kotak Makan Plastik yang Mengandung BPA

Ada kotak makan plastik yang mengandung kandungan berbahaya

Membuat bekal makan yang menarik dan bergizi tentulah menyenangkan dan menantang. Namun, Anda juga perlu untuk mempertimbangkan satu elemen lain dari bekal, yaitu kotak makan yang Anda gunakan. Jika Anda menggunakan kotak makan plastik, Anda perlu membaca beberapa hal di bawah.

Tahukah Anda terdapat tiga bahan kimia yang ditemukan dalam plastik tertentu yaitu, timah, phthalate, dan BPA? Ketiga bahan kimia tersebut patut untuk dikhawatirkan. Tempat makan dan minum yang mengandung timah harus Anda hindari, begitu juga yang mengandung phthalate dan BPA. 

Anda perlu memahami pentingnya menggunakan kotak makan tanpa BPA untuk bekal makan Anda ataupun anak-anak Anda. BPA, bagaimanapun, adalah bahan kimia berbahaya yang dapat ditransfer dari wadah plastik ke makanan, membuat siapapun yang mengkonsumsi dapat terpapar pada berbagai potensial masalah kesehatan. Menggunakan kotak makan siang logam bebas BPA, seperti kotak makan siang bento, dapat membantu melindungi Anda dan keluarga dari bahan kimia tersebut.

BPA, atau bisphenol-A, adalah bahan kimia yang digunakan untuk membuat plastik polikarbonat yang kuat. Bahan ini juga dapat digunakan untuk membuat resin epoksi, yang digunakan untuk membuat pelapis yang mencegah korosi logam. BPA dapat ditemukan dalam berbagai produk saat ini, termasuk wadah plastik, makanan kaleng, perlengkapan mandi, produk kesehatan feminin, tanda terima printer thermal, CD dan DVD, lensa kacamata, botol air, botol bayi, tutup botol, dan bahkan pipa pasokan air.

Sementara banyak produsen telah beralih ke berbagai jenis plastik yang tidak mengandung bahan kimia berbahaya, terdapat banyak produk yang masih mengandung BPA, dan penting untuk memeriksa label dengan hati-hati dan melakukan penelitian sebelum Anda membeli produk plastik. Plastik yang dapat didaur ulang dan memiliki klasifikasi 7 dapat mengandung BPA, sementara wadah yang memiliki label dengan level 1, 2, atau 5 lebih aman untuk Anda gunakan karena tidak mengandung BPA atau bahan kimia plastik lainnya yang berbahaya.

BPA dapat dengan mudah larut ke dalam makanan dan cairan yang disimpan dalam kotak makan atau tempat minum plastik, terutama ketika wadah plastik tersebut dipanaskan dalam microwave. Bahan kimia seperti estrogen ini dapat memiliki efek negatif pada anak-anak dan orang dewasa.

Menurut lebih dari 130 penelitian, BPA dapat menyebabkan kanker payudara dan masalah reproduksi pada wanita. BPA juga mungkin berkontribusi pada pubertas dini pada anak perempuan, yang biasanya memulai tahap kehidupan ketika mereka berusia sekitar 10 tahun. Hal ini juga dapat menyebabkan infertilitas karena efek negatif pada perkembangan genital pria dan dapat menyebabkan infertilitas pada wanita.

Selain masalah terkait reproduksi, BPA juga dapat memiliki efek negatif lainnya pada berbagai sistem. Hal ini dapat menyebabkan kelainan yang disebut atherosclerotic, pengerasan pembuluh darah karena penumpukan plak. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit jantung. BPA juga dapat mengganggu perkembangan sistem saraf pusat dengan mempengaruhi perkembangan otak. Penelitian lain menunjukkan bahwa paparan BPA yang tinggi dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, masalah prostat, dan bahkan perubahan perilaku.

Menghindari BPA dalam kehidupan sehari-hari Anda bukan hal yang mustahil.  Pertimbangkan untuk membeli produk kotak makan dan tempat minum yang berlabel “Bebas BPA”. Cara lain untuk melindungi keluarga Anda dari BPA adalah dengan membeli bahan-bahan alternatif selain plastik, seperti kaca, porselen, dan stainless steel.