Categories
Penyakit

Cara Mengatasi Inkontinensia Urine

Pernah keluar sedikit urine saat batuk dan tertawa? Hal ini wajar terjadi, apalagi jika dialami bagi perempuan yang sudah melahirkan. Seringkali juga kebocoran urine tersebut menjadi bahan cadangan pahit di antara para wanita yang mengalaminya. Inkontinensia urine adalah kondisi dimana tidak bisa menahan keluarnya urine. Sebenarnya ada beberapa jenis Inkontinensia urine, jenis yang dideskripsikan di atas termasuk dalam Inkontinensia stress.

Pada penderita Inkontinensia memang membuat stress, tapi penyebab Inkontinensia stress bukan karena beban pikiran, yang dimaksud stress adalah tekanan pada kandung kemih. Batuk, tertawa, bersin, mengangkat beban berat, membuat tekanan pada perut dan kandung kemih. Saat kandung kemih dalam keadaan terisi, adanya tekanan tersebut membuat uretra tidak dapat menahan urine agar tidak keluar. Hal ini karena sphincter uretra atau otot dasar panggul atau bahkan keduanya sudah melemah sehingga tidak lagi kuat untuk mencegah urine mengalir keluar.

Banyak ahli yang meyakini bahwa perempuan yang pernah melahirkan secara normal memang berisiko mengalami Inkontinensia urine, pasalnya proses persalinan telah meregangkan dan bisa merusak otot serta saraf di dasar panggul. Semakin besar ukuran bayi yang dilahirkan, semakin lama proses persalinan, semakin banyak jumlah anak yang dilahirkan, dan semakin tua usia ibu maka akan semakin besar risiko mengalami Inkontinensia stress.

Selain pengalaman melahirkan, usia juga menjadi faktor risiko terjadinya Inkontinensia urine. Terutama pada perempuan, semakin tua usianya maka otot dasar panggul dan uretra juga akan semakin lemah, tanpa tekanan yang kuat pada kandung kemih pun terkadang uretra membuka dan menyebabkan kebocoran urine. Biasanya hal itu terjadi setelah memasuki masa menopause. Meskipun lebih sering dialami perempuan, pria juga ada yang mengalami Inkontinensia urine akibat kerusakan sphincter saluran air seni karena operasi prostat atau patah tulang panggul.

Untuk menguatkan kembali otot-otot dasar panggul agar mampu menahan keluarnya urine, lakukan senam kegel. Senam kegel efektif untuk membantu mengurangi Inkontinensia pada perempuan dan pria. Caranya cukup dengan mengontransikan otot-otot panggul seakan-akan sedang menahan kencing, tahan selama beberapa detik lalu rileks kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *