Categories
Obat

Bisakah Obat Jantung dan Hipertensi Tanpa Resep Dokter?

Obat jantung dan hipertensi biasanya harus dikonsumsi dengan menggunakan resep dokter. Hal ini karena obat jantung dan hipertensi memiliki dosis yang berbeda sesuai dengan gejala yang muncul, sehingga akan berbahaya jika dikonsumsi tanpa pengawasan dari dokter. 

Beberapa obat hipertensi juga dijual bebas di apotek, namun sebaiknya tetap konsultasikan pada dokter dan tidak asal membelinya. Semakin tinggi dosis yang dikonsumsi, maka bisa membuat tekanan darah turun, sehingga menyebabkan lemas. 

Lalu, bagaimana seharusnya mengonsumsi minum obat jantung dan hipertensi yang benar dan tepat?

Konsumsi obat secara teratur

Mengonsumsi obat secara rutin sesuai dengan dosis yang diberikan untuk penderita jantung merupakan hal yang wajib dilakukan. Hal ini untuk mencegah terjadinya komplikasi yang terjadi. 

Pastikan kamu sudah membuat jadwal mengonsumsi obat sesuai dengan anjuran dokter dan jangan sampai terlewat. 

Pada penderita hipertensi mengonsumsi obat secara teratur juga sangat dianjurkan untuk bisa mengontrol tekanan darah sehingga tidak menyebabkan komplikasi berbahaya seperti stroke, serangan jantung, dan juga kerusakan ginjal. 

Hindari juga mengonsumsi obat jantung dan hipertensi dengan menambah dan mengurangi dosis tanpa persetujuan dari dokter. 

Hindari juga membeli obat jantung dan hipertensi tanpa memberitahukan pada dokter karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

Bagaimana mengonsumsi obat jantung dan hipertensi saat puasa?

Menjelang puasa Ramadhan, penderita jantung dan hipertensi juga wajib megonsumsi obat secara teratur dan tidak boleh terlewat.

Hal ini berlaku untuk penderita jantung dengan jumlah obat tidak lebih dari 3 kali sehari. Jika kondisi terlalu lemah dan harus mengonsumsi obat lebih dari 3 kali sehari, sebaiknya tidak menjalankan ibadah puasa terlebih dahulu. Hal ini lantaran obat harus diminum sesuai jadwal dan tidak boleh terlewat. 

Biasanya dokter akan memberikan beberapa saran untuk mengonsumsi obat di waktu bulan Ramadhan yakni dilakukan 2 kali dalam sehari di waktu berbuka puasa dan juga sahur. 

Jika anjuran minum obat 30 menit sebelum makan, kamu bisa berbuka puasa terlebih dahulu dengan air putih dan kurma. Lalu minum obat 30 menit sebelum makan malam setelah berbuka puasa. 

Agar tidak salah, sebaiknya konsultasikan pada dokter serta melakukan pemeriksaan terlebih dahulu, apakah kamu masih bisa berpuasa atau tidak. Jika masih diperbolehkan puasa, dokter akan meresepkan obat yang tidak menimbulkan efek samping seperti nyeri lambung atau yang membuat kamu sering buang air kecil.

Tetap jaga pola hidup yang sehat

Selain mengonsumsi obat yang sudah diresepkan, penderita penyakit jantung dan hipertensi juga sebaiknya mengubah gaya hidup ke arah yang lebih sehat. 

  • Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak nutrisi yang baik untuk tubuh, seperti sayuran dan juga buah-buahan
  • Mengurangi makanan yang memiliki kandungan lemak dan juga garam, seperti makanan gorengan atau makanan cepat saji
  • Perbanyak minum air putih minimal 8 gelas per hari. Pada penderita gagal jantung, dokter biasanya akan membatasi cairan yang masuk ke dalam tubuh. 
  • Rutin melakukan olahraga jika kamu dalam keadaan yang sehat
  • Istirahat dan tidur yang cukup setiap harinya
  • Pastikan berat badan kamu normal dan tidak berlebih ya, sebab obesitas bisa menyebabkan risiko tekanan darah tinggi semakin meningkat
  • Hentikan kebiasaan merokok, sebab merokok bisa menyebabkan kerusakan jantung dan pembuluh darah. Selain itu, merokok juga bisa membuat oksigen di dalam darah berkurang
  • Pastikan kamu juga bisa mengendalikan stres, sebab stres bisa meningkatkan tekanan darah tinggi

Itu dia bahayanya jika kamu membeli obat jantung dan hipertensi tanpa menggunakan resep dokter. Meskipun obat yang kamu beli memiliki dosis dan merek yang sama, namun penggunaannya tetap harus mendapatkan persetujuan dari dokter, ya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *