Categories
Hidup Sehat

Beras Merah Organik Sebagai Pengganti Nasi, Apa Perbedaannya?

beras merah organik

Anda mungkin sering mendengar rekomendasi untuk mengonsumsi beras merah organik sebagai pengganti nasi. Akan tetapi, tahukah Anda mengapa beras merah sering direkomendasikan?

Ada banyak sekali manfaat yang bisa Anda dapatkan dari mengonsumsi beras merah, khususnya yang organik. Bahkan, nutrisi yang diberikan dari beras merah bisa mengalahkan beras biasa. 

Oleh sebab itu, seringkali beras merah dipatok dengan harga yang lebih tinggi dari beras biasa. Namun, kualitas yang diberikan pun sebanding dengan harganya. 

Perbedaan beras merah organik dengan beras biasa

Sebenarnya, beras putih pun berasal dari beras merah juga. Beras bisa menjadi putih melalui proses penggilingan untuk menghilangkan sekam, dedak, dan kuman beras. 

Proses ini meningkatkan umur simpan beras putih. Namun, di satu sisi juga menghilangkan sejumlah sebagian besar nutrisinya, seperti serat, vitamin, dan mineral.

Dari segi persamaan, baik beras putih maupun beras merah sama-sama tinggi akan karbohidrat. Hanya saja, beras merah merupakan biji-bijian gandum utuh, jadi mengandung nutrisi keseluruhan yang lebih banyak dibandingkan dengan beras putih.

Ketika Anda mengonsumsi beras merah, karena terbuat dari gandum utuh, beras merah mampu menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, kolesterol, dan diabetes tipe dua.

Secara garis besar, di dalam satu mangkuk porsi beras merah organik, terdapat kandungan nutrisi dengan detail sebagai berikut:

  • 218 kalori
  • 1,62 gram lemak
  • 3,51 gram serat
  • 0 gram gula
  • 4,52 gram protein
  • 1.95 gram sodium
  • 45,8 gram karbohidrat

Kemungkinan efek samping dari beras merah organik

Karena lebih kaya akan nutrisi, beras merah tentunya lebih menyehatkan. Akan tetapi, bukan berarti beras merah organik selalu lebih baik dari beras biasa. 

Bagaimanapun juga, efektivitas setiap beras yang dikonsumsi tergantung pada kondisi Anda masing-masing. Beberapa penyakit mungkin lebih efektif bila diobati dengan konsumsi beras merah, tapi ada juga penyakit yang sebaiknya diatasi dengan beras putih.

Selain itu, meskipun kaya akan nutrisi yang bermanfaat, beras merah juga memiliki kekurangan dan efek samping, yaitu:

  • Kandungan racun

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, beras merah adalah biji gandum asli yang tidak melalui proses panjang seperti beras putih. Padahal, pada proses panjang tersebut, beras putih telah dibersihkan dari kuman dan segala kotoran yang berbahaya.

Karena prosesnya berbeda dengan beras putih, maka kandungan racun yang tertinggal pada beras merah organik juga lebih tinggi. Arsenik pada beras merah dikhawatirkan mampu menyebabkan kanker paru-paru dan kanker kandung kemih.

Oleh karena itu, beras merah sebaiknya dihindari oleh wanita pada masa kehamilan. Selain itu, sebaiknya beras merah tidak diberikan pada anak sebelum berusia 6 tahun.

  • Racun saat dipanaskan kembali

Ketika memasak nasi dengan beras merah organik, Anda disarankan untuk memasak dalam jumlah yang cukup saja. Karena, nasi yang berlebih lalu disimpan, kemudian dipanaskan kembali sebelum dimakan, akan meningkatkan risiko keracunan makanan.

Hal ini juga telah terbukti melalui penelitian. Akan tetapi, apabila Anda memang terpaksa memanaskan nasi lagi, maka jangan memasak nasi terlalu lama, tidak lebih dari satu jam. Selain itu, jangan diamkan di kulkas selama lebih dari 24 jam.

Panaskan nasi satu kali saja. Jangan panaskan sampai dua kali atau lebih, karena risiko keracunan akan semakin meningkat.

Beras merah organik memang memiliki manfaat yang lebih dibandingkan dengan beras putih. Selama dikonsumsi dengan cara yang tepat, Anda bisa menghindari risiko efek samping yang berbahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *