Categories
Penyakit

Anterior Uveitis, Kasus Mata Merah yang Dapat Menyebabkan Kebutaan

Anterior uveitis adalah salah satu kondisi mata merah yang disebabkan oleh pembengkakan di lapisan tengah mata atau uvea, termasuk iris dan badan siliaris. Karena itu kondisi ini juga sering disebut dengan iritis. 

Biasanya, mata merah dikaitkan dengan debu halus atau kotoran yang masuk ke dalam mata. Tapi pada anterior uveitis, kondisi ini terjadi karena trauma pada mata, penyakit, atau tanpa penyebab yang jelas. Karena itu dua kondisi ini sering disamakan. Uveitis memang bukanlah kondisi yang serius, tapi jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan kebutaan dini. 

image Uveitis

Penyebab Anterior Uveitis

Uveitis terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan bagian mata yang mempengaruhi. Misalnya, uveitis anterior terjadi di bagian depan mata dan merupakan jenis uveitis yang paling ringan. Uveitis intermediet mempengaruhi bagian tengah mata, dan uveitis posterior yang terjadi di bagian belakang mata. Ada juga panuveitis yang mempengaruhi seluruh bagian mata.

Kebanyakan kasus uveitis, termasuk uveitis anterior, tidak memiliki penyebab yang jelas (idiopatik), sehingga kondisi tersebut dianggap sebagai penyakit autoimun yang hanya mempengaruhi mata. Namun ada beberapa hal yang dipercaya menjadi faktor penyebab uveitis, yaitu:

  • Efek samping penggunaan obat
  • Trauma atau cedera mata akibat benturan benda keras
  • Paparan racun atau bahan kimia 
  • Kondisi autoimun terkait, seperti penyakit Crohn, penyakit Kawasaki, kolitis ulseratif, psoriasis, artritis reumatoid, dan lain-lain
  • Infeksi yang dipercaya berkaitan, seperti AIDS, herpes, sifilis, toksoplasmosis, dan lain-lain

Pasien penderita autoimun sangat rentan terhadap uveitis. Pada kasus yang sangat jarang, kanker yang mempengaruhi mata seperti limfoma juga bisa memicu anterior uveitis.

Gejala Anterior Uveitis

Untuk membedakan anterior uveitis dengan kondisi mata merah biasa, dokter akan memeriksa tanda-tanda lainnya seperti:

  • Mata sakit, perih, nyeri, dan meradang
  • Sangat sensitif terhadap cahaya
  • Terdapat floaters atau bintik gelap mengambang di penglihatan
  • Penglihatan kabur
  • Pupul keci atau berbentuk tidak beraturan

Gejala tersebut bisa terjadi pada satu atau kedua mata. Dokter juga akan memeriksa bagian depan dan dalam mata dengan menggunakan mikroskop khusus, serta tes diagnostik lain untuk menemukan penyebab anterior uveitis yang dialami pasien.

Bisakah anterior uveitis diobati?

Anterior uveitis bisa diobati dengan obat mata yang diresepkan dokter, terkadang dikombinasikan dengan obat anti-inflamasi. Obat tetes mata ini berfungsi melebarkan pupil dan mengurangi rasa sakit. Saat pemakaian, obat ini memiliki efek samping mengaburkan penglihatan dan meningkatkan sensitivitas cahaya. Karena itu dokter akan menyarankan penggunaan kacamata hitam. Namun obat ini juga akan menenangkan otot iris, sehingga mata akan lebih nyaman. 

Dokter akan meresepkan obat mata tersebut untuk penggunaan beberapa hari atau bisa sampai berminggu-minggu. Gunakan obat secara teratur sesuai dengan dosis dan anjuran dokter. Jangan menghentikan penggunaan obat karena bisa menyebabkan kekambuhan. 

Jika kondisi tak kunjung membaik, dokter akan memberikan perawatan lain berupa suntikan steroid di bawah jaringan luar mata. Dokter juga mungkin memberikan obat steroid oral. 

Catatan

Anterior uveitis bisa terjadi pada orang sehat ataupun orang dengan kondisi medis tertentu, khususnya penyakit autoimun. Uveitis anterior pada individu yang sehat tak bisa dicegah karena seringkali penyebabnya tidak diketahui. Sedangkan pasien penderita autoimun rentan terhadap kondisi tersebut, dan sebisa mungkin melakukan upaya pencegahan dan pengobatan sedini mungkin.

Diagnosis dan penanganan yang terlambat bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti glaukoma, katarak, atau edema retina yang mengarah pada kebutaan permanen. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *