Categories
Kesehatan Wanita

6 Jenis Keputihan Berdasarkan Warna

Keputihan menjadi salah satu masalah daerah kewanitaan yang sering dikeluhkan. Pasalnya, cairan dari vagina ini membuat area sensitif perempuan menjadi sangat lembap. Jenis keputihan sendiri sering memberi ketakutan tersendiri sebab sering dikaitkan dengan berbagai penyakit yang tidak bisa dipandang remeh.

Namun sebenarnya, adalah normal jika seorang perempuan mengalami keputihan. Ini merupakan reaksi tubuh untuk menjaga kebersihan organ kewanitaan. Lewat keputihan, sel mati dan bakteri yang tersimpan di rahim sampai vagina bisa dikeluarkan sehingga potensi infeksi dapat diminimalkan.

Hanya untuk beberapa kasus, ada pula jenis keputihan yang harus Anda waspadai. Pasalnya, terdapat tipe keputihan yang menunjukkan adanya infeksi yang sudah terjadi di tubuh dan mesti segera ditangani. Anda bisa mengetahui berbahaya atau tidaknya jenis keputihan tersebut berdasarkan warnanya.

  • Putih

Keputihan biasanya berwarna transparan. Namun, jika keputihan Anda memiliki warna putih pekat seperti gumpalan, Anda patut mencurigainya. Pasalnya, infeksi vaginosis bakterialis mungkin menginfeksi Anda. Jenis infeksi ini umum dirasakan wanita dengan rentang suai 15—44 tahun. Infeksi menyebabkan keluarnya cairan dari vagina dengan warna putih pekat dan tak jarang disertai bau amis. Ketika menderita keputihan yang satu ini, umumnya Anda juga akan sering merasakan vagina gatal dan sensasi terbakar ketika buang air kecil. Berhati-hatilah sebab Anda yang terkena infeksi vaginosis bakterialis cenderung lebih mudah terkena penyakit menular seksual.

  • Kuning

Cobalah memeriksakan diri ke dokter apabila jenis keputihan yang Anda alami berwarna kuning. Keputihan dengan warna tersbeut kerap menjadi gejala dari infeksi penyakit menular seksual yang disebabkan bakteri. Penyebab paling umum dari keluarnya cairan berwarna kuning dari vagina adalah infeksi trikomoniasis. Ketika terinfeksi, vagina akan terasa gatal dan mengeluarkan bau tidak sedap. Anda pun akan sering merasa nyeri saat buang air kecil.

  • Kehijauan

Jenis keputihan yang mengeluarkan cairan berwarna kehijauan hampir dapat disamakan dengan keputihan berwarna kuning. Warna tersebut bisa menunjukkan adanya infeksi penyakit menular. Gejala lain yang menyertai jenis keputihan ini, antara lain rasa gatal, bau busuk di vagina, juga nyeri ketika membuang air kecil. Ke dokter untuk memastikan diagnosis sangat diperlukan dalam kasus keputihan ini. 

  • Abu-abu

Anda juga mesti berhati-hati apabila mengalami keputihan yang cairannya berwarna abu-abu. Hampir dapat dipastikan, Anda tengah terkena infeksi vaginosis bakterial ketika mengalami jenis keputihan yang satu itu. Selain di warna, gejala infeksi vaginosis bakterial juga meliputi rasa gatal di area kewanitaan, bau busuk yang kuat, serta sensasi terbakar tiap kali buang air kecil.

  • Merah Muda

Jenis keputihan berwarna merah muda jelas bukan kondisi biasa. Namun, warna keputihan yang mengarah ke merah muda juga tidak perlu Anda khawatirkan. Anda bisa mengalami jenis keputihan ini ketika mendekati periode menstruasi. Keputihan dengan warna merah muda juga dapat menjadi penanda kehamilan. Pasalnya, kehamilan muda kerap menimbulkan gejala keputihan berwarna merah muda ini.

  • Merah atau Cokelat

Cairan vagina berwarna merah atau cokelat patut Anda waspadai lebih lanjut. Pasalnya, warna tersebut menunjukkan adanya pendarahan di dinding rahim. Banyak penyebab yang bisa menimbulkan kondisi ini. Tidak jarang ditemukan kasus jenis keputihan berwarna merah atau cokelat menjadi awal gejala kanker serviks. Selain dari cairan vagina berwarna merah atau cokelat, tanda kanker serviks juga dapat diperhatikan dari perih tidaknya saat Anda berhubungan seksual. Gejala kanker ini kerap menimbulkan rasa nyeri ketika aktivitas seksual dilakukan.

***

Mengalami keputihan memang tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Akan tetapi jika menjumpai jenis-jenis keputihan dengan warna di atas, cobalah untuk segera berkonsultasi ke dokter agar bisa mengetahui masalah kesehatan yang tengah Anda alami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *